Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Apa itu Protein?

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 14/05/2019 Blog > Olahraga dan kesehatan > Nutrisi > Kita Perlu Memahami Definisi Protein Agar Kita Dapat Mengetahui Makanan Yang Mengandung Protein Di Sekitar Kita

Protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh (satu dari tiga makronutrien) dan kita tahu mengenai sumber terbaik protein, darimana asalnya dan mengapa kita membutuhkannya. Banyak orang telah mengetahui bahwa protein tidak hanya untuk membantu tubuh memperbaiki diri namun juga menguatkan tubuh.

Dalam 15 tahun terakhir, kita mempercayai bahwa protein dalam jumlah lebih tinggi (biasanya daging) untuk menggantikan konsumsi karbo dalam satu hari, tubuh akan menjadi lebih sehat. Namun, selain saran diet yang terkadang membingungkan, kita juga tahu bahwa keseimbangan nutrisi ada kunci utama, lalu mengapa kita menjadi terlalu percaya dengan gagasan diet protein tinggi itu bagus untuk kita?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita bahas sedikit mengenai apa itu protein, mengapa kita membutuhkannya, dan dimana sumber terbaik protein sebenarnya.

Struktur Protein

Sekilas dari sudut pandang ilmiah, protein terbuat dari susunan polimer atau lebih tepatnya, polipeptida, yang terbuat dari asam amino, biasanya disebut sebagai monomer dari polimer. Cukup membingungkan, kan?

Jika Anda memiliki waktu senggang, mari kita pelajari struktur dan fungsi dari rantaian bercabang asam amino yang akan dijelaskan oleh Profesor Dave dalam video berikut ini:

Jadi, protein adalah zat organik terbuat dari campuran asam amino penting, zat murni dan karbon, dengan sedikit nitrogen, oksigen dan hidrogen. Tidak jarang pula ditemukan sulfur di dalamnya.

Ada dua puluh asam amino yang berbeda yang memproduksi protein namun, tubuh hanya memproduksi sembilan. Oleh sebab itu, konsumsi protein kita melalui makanan sangatlah penting dan mungkin sebagai alasan mengapa hal ini menjadi paling banyak didebatkan dan dibahas dalam diet kita, mode atau lainnya.

Penting bagi kita untuk tetap mengikuti kebutuhan protein karena tubuh kita akan memiliki daya serap yang tepat, membantu menyeimbangkan metabolism dan berat badan.

Berapa Banyak Protein yang Kita Butuhkan?

Jumlah yang disarankan berbeda-beda bagi pria dan wanita, seperti jumlah rata-rata konsumsi kalori pria yang lebih tinggi. Rata-rata yang dibutuhkan wanita adalah 46 gram protein per hari dan 56 gram per hari bagi pria.

Jumlah protein yang kita butuhkan tergantung pada tipe tubuh kita dan jumlah aktivitas kita sehari-hari. Seperti atlet dan orang yang gemar berolahraga mungkin akan membutuhkan konsumsi yang lebih tinggi daripada orang yang lebih sering bekerja dengan duduk seperti orang yang bekerja di kantor. Bagaimanapun, konsumsi protein secara rutin akan mencukupi kebutuhan tubuh kita.

Lalu, sebenarnya protein itu untuk apa?

Kita telah mengetahui bahwa protein membantu untuk membentuk dan memperbaiki sel tubuh tapi jarang diketahui jika protein digunakan berbagai cara di dalam tubuh. Oleh sebab itu, protein menyediakan nutrisi penting.

Salah satu contohnya, apakah Anda tahu jika kuku dan rambut kita terbentuk karena protein? Atau, kita membutuhkan protein untuk membentuk hormon dalam tubuh? Ada banyak contoh tentang bagaimana tubuh kita membutuhkan dan menggunakan protein tapi, tanpa protein tubuh akan mengalami kesulitan untuk berfungsi. Protein adalah bahan utama untuk otot, tulang, darah dan kulit kita.

Jadi, mengkonsumsi protein secara berlebihan dan kurang karbohidrat (yang sering dianjurkan saat diet) dalam jangka pendek mungkin akan membantu kita untuk menurunkan berat badan namun, jika sampai jangka panjang, tubuh akan mengalami penumpukan lemak berlebih yang justru akan menimbulkan kegemukan. Kelebihan lemak bukanlah hasil yang diinginkan saat menjalankan diet ketika kita harus menderita flu, sakit kepala dan bau nafas.

mungkin kita tidak menyangka bahwa wrambut mengandung protein Rambut kita sepenuhnya terbuat dari protein (Sumber: Pete Bellis on Unsplash)

Jarang diketahui bahwa para atlet pada umumnya mendapat asupan protein yang cukup dari asupan harian Gagasan tentang kita memerlukan protein lebih untuk membentuk otot, meskipun cukup kontroversial, sebenarnya hanya mitos.

Jika kegemukan bukanlah hal yang cukup buruk untuk diketahui, maka diet protein tinggi di waktu yang lama dapat pula membahayakan ginjal terutama bagi mereka yang pernah mengalami penyakit ginjal. Kerusakan ginjal bisa terjadi karena kelebihan nitrogen yang ditemukan pada asam amino seperti yang telah dibahas sebelumnya.

Makanan Tinggi Protein

Setelah memahami apa itu protein dan mengapa kita membutuhkannya, mari kita usut tuntas berbagai makanan yang kaya akan protein.

Tentu saja kita mulai dari daging, sumber protein yang paling kita kenal yang juga sebagai sumber dari lemak jenuh, kolesterol dan garam. Telah ada perubahan besar dalam tiga tahun terakhir dengan mengkonsumsi makanan nabati untuk diet yang mengandung sumber protein yang cukup tanpa ada potongan daging.

Masih ada perdebatan apakah protein hewani baik bagi kita karena, selama ini, mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh sekaligus (protein yang lengkap), namun semua ini bisa ditemukan dalam berbagai makanan nabati atau semuanya terkandung dalam makanan seperti biji gandum dan soba, yang merupakan sumber protein dengan kualitas tinggi.

Tradisi, rasa dan kemudahannya adalah tiga alasan terbesar mengapa sebagian besar dari kita tidak bisa membayangkan untuk berhenti mengkonsumsi daging namun masih ada beberapa alasan untuk lebih mengkonsumsi makanan nabati. Hal ini yang perlu kita pertimbangkan ,sama pentingnya jika Anda melakukan penelitian sendiri tentang kesehatan dan nutrisi, seperti mencari faktor apapun yang terkait dengan makan daging dalam satu hari.

Dengan mengurangi konsumsi daging, secara otomatis kita akan merasakan lebih banyak varian makanan, berekperimen dan mencoba makanan baru yang mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya. Kenyamanan dan kepuasan akan rasa daging dikarenakan lemaknya yang tinggi sehingga kita lupa dengan jenis makanan lainnya yang tahan lama dan lebih bernutrisi yang tersedia di sekitar kita.

Ada banyak macam masakan yang terbuat dari nabati, sumber protein, terutama masakan India, Timur Tengah dan Mediterania.

Makanan Berprotein Tinggi

Ketika membahas makanan dengan tinggi protein, terutaman protein nabati, seringkali terasa sulit memikirkan resep masakan yang cepat dan bisa dinikmati setiap hari tanpa harus menambahkan daging atau ikan.

Masih banyak pilihan alternatif selain daging dan ikan dan banyak supermarket yang menjual beberapa produk seperti itu. Namun, makanan dengan protein tinggi tidak harus menyertakan daging di dalamnya. Selain itu, pilihan alternatif lainnya bebas kolesterol dan mengandung sedikit lemak jenuh jika dibandingkan dengan daging, produk-produk tersebut masih sebagai makanan olahan, yang berarti mengandung tinggi gula, garam dan minyak.

Mengganti dengan sayuran tinggi protein pada makanan dan menambahkan nasi, dan kacang-kacangan, gandum atau soba dengan berbagai macam rempah dapat membuat makanan menjadi menyehatkan dan terasa sedap. Cukup mudah untuk menambahkan lebih banyak protein pada makanan dengan menaburkan biji Chia atau biji labu sebelum disajikan.

Ada pula produk kacang kedelai termasuk tahu yang tinggi akan protein dan mudah untuk dimasak; tahu akan menyerap rasa pada masakan apapun dan sebagai pengganti daging yang baik bagi diet vegetarian.

banyak makanan yang mengandung protein termasuk makanan di sekitar Anda, seperti kacang Kacang-kacangan adalah sumber protein yang baik dan menyehatkan (Sumber: Monkgogi Samson on Unsplash)

Memahami protein sebagai nutrisi dan mengetahui sumber terbaiknya dapat membantu kita untuk melepaskan diri dari konsumsi daging yang bisa mengurangi resiko masalah kesehatan karena kolesterol yang tinggi. Pengetahuan adalah kunci utama. Ini juga mengenai bagaimana beradaptasi dengan kebiasaan makan yang baru dan membuang kebiasaan lama; pergantian tidaklah mudah.

Jika memang dirasa susah, mulailah dari hal kecil dan buang satu kebiasaan sekaligus. Mengerti mana yang Anda suka dan tidak suka ketika mengenal makanan baru dan menggantinya. Apa yang cocok bagi orang lain, belum tentu juga cocok untuk Anda.

Usahakan untuk menghampiri toko dan restauran yang memakai bahan dasar sayuran dan cobalah rasa dan resep yang baru. Temukan satu masakan yang Anda sukai selain makanan lain atau pengganti protein daging yang memiliki rasa lebih enak daripada yang sebelumnya. Tidak perlu terburu-buru di masa peralihan protein nabati ini tapi buatlah langkah kecil namun pasti ke arah yang benar yang dapat memberikan perubahan yang besar.

Mungkin beberapa orang bisa melakukan perubahan secara langsung, namun beberapa masih membutuhkan waktu untuk mencari ketersediaan bahan di sekitar mereka dan apa yang akan memuaskan indera rasa mereka. Tipe apapun Anda, pahamilah tubuh Anda dan kesehatan umum karena mengkonsumsi protein sangatlah penting. Tetap sehat merupakan hal terpenting.

Dan, jangan lupa, masih banyak panduan lainnya. Dokter dan ahli nutrisi bisa menjadi titik mulai yang baik jika saran secara profesional bisa membantu dalam menghadapi masa transisi tersebut.

Gunakan Superprof untuk pembelajaran kesehatan atau subjek yang berkaitan bisa memberikan dukungan yang baik untuk mempelajari nutrisi. Ada banyak tutor yang tersedia pada subjek ini dan mencari yang paling tepat bagi Anda tidak pernah semudah ini.

Temukan tentang lima kelompok makanan:

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar