Bahasa dibentuk oleh sejarah, dan sejarah Prancis penuh dengan fakta-fakta menarik. Di sini, di Superprof, kami ingin memastikan Anda tahu sebanyak mungkin tentang budaya Prancis.

Fakta Menarik Tentang Bahasa Prancis

Apakah Anda ingin belajar bahasa Prancis? Apakah Anda sudah memesan kursus bahasa Perancis di suatu lembaga kursus bahasa atau tutor di Superprof? Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang bahasa Prancis:

  • Bahasa Prancis adalah bahasa Roman atau Romanik, yang berarti bahasa ini sebagian besar terbentuk dari bahasa Latin.
  • Sebelum Julius Caesar menginvasi suku Galia dan sebelum Latin menjadi bahasa administrasi, bahasa yang digunakan oleh orang Galia adalah bahasa Celtic yang disebut bahasa Galia
  • Raja Prancis Charlemagne tidak pernah belajar membaca sejak kecil. Dia belajar ketika dia dewasa dan mempromosikan pendirian sekolah untuk meningkatkan literasi.
  • Pada Abad Pertengahan, ada dua dialek Prancis utama yang disebut Langue d'Oc (yang dijadikan nama untuk wilayah Prancis di selatan Prancis, Languedoc-Rousillon) dan Langue d'Oil. Nama-nama bahasa ini didasarkan pada kata yang artinya “ya”.
  • Bahasa Prancis dari kata “novel” adalah “roman” – ini adalah buku-buku pertama yang ditulis dalam bahasa Prancis, juga disebut “Romani”, bukan Latin. Buku-buku tersebut berisi tentang kisah-kisah kesatria dan petualangan.
  • Bahasa pijin Prancis yang menggabungkan tata bahasa dan kosakata bahasa Prancis dan bahasa lokal disebut “kreol”. Ada bahasa kreol yang digunakan di Martinik, Guadeloupe, Guyana Prancis, dan berbagai negara Afrika.
  • Kamus bahasa Prancis pertama dibuat pada tahun 1606, dan buku teks tata bahasa pertama dibuat pada tahun 1531.
bahasa prancis sebagian besar berevolusi dari bahasa latin
Orang Galia yang sekarat dalam patung Romawi yang terkenal ini pasti penutur bahasa Galia. Bahasa Prancis sebagian besar berevolusi dari bahasa Latin. Kredit foto: Xuan Che di Visual Hunt

Fakta Sejarah Prancis: Kerajaan, Republik, Kekaisaran dan Kekuatan Kolonial Prancis

Kerajaan Orang Franka

Seiring dengan kehancuran Kekaisaran Romawi, suku-suku Jerman mendirikan negara negara baru di seluruh Eropa. Salah satu suku tersebut adalah kaum Franka, yang dipimpin oleh dinasti Merovigian. Raja asli Franka yang paling awal mungkin adalah Childeric I., yang diduga merupakan putra pendiri mitos dinasti Merovech. Putra Childeric Clovis menjadi terkenal karena memeluk agama Kristen pada tahun 496. Setelah dinasti Merovingian, datanglah kaum Carolingia yang kekaisaran Prancis pertama secara de facto, meskipun tidak menggunakan nama itu. Di bawah Charlemagne, kaum Franka menguasai sebagian besar daratan Eropa sampai negara-negara Baltik di Timur, perbatasan dengan Denmark di Utara dan tidak termasuk Spanyol di barat daya. Dinasti terakhir yang memimpin Prancis adalah Bourbon. Mereka pertama kali naik tahta pada tahun 1589, keturunan dinasti Capetian yang pertama kali naik tahta pada tahun 987.

Republik, Direktori, dan Konsulat

Tidak seperti Amerika, yang memiliki rencana setelah Revolusi pada 1792, Prancis secara tidak sengaja mengadopsi sistem demokrasi. Peristiwa yang dimulai dengan serangkaian pemberontakan untuk memperjuangkan adanya perwakilan yang memenuhi syarat dalam dewan rakyat untuk mengatasi kemiskinan dan inflasi ini dengan cepat meningkat di luar Penyerangan Bastille, dengan adanya provokator seperti Marat dan Robespierre yang menangkap imajinasi penduduk Prancis selama Revolusi Prancis dan menghasut orang-orang untuk melakukan perburuan penyihir terhadap mereka yang menentang kebebasan (sebuah konsep tidak jelas yang membuat maraknya terjadi hukuman pemenggalan kepala atau pancung) Pada awalnya, Prancis membidik sistem monarki konstitusional, meskipun mereka memindahkan Raja Louis XVI dari istana Versailles ke Louvre di Paris agar bisa lebih mengawasinya, tetapi ketika dia mengkhianati kepercayaan mereka dengan mencoba melarikan diri ke Austria dengan istrinya, Marie Antoinette, gagasan itu dihapuskan dengan guillotine, (alat untuk memancung seseorang yang telah divonis hukuman mati). Prancis kemudian mencoba sistem Directori, yang sebagian besar tidak berfungsi, sampai Napoleon Bonaparte memutuskan untuk membantu menghasut sebuah kudeta dan menerapkan triumvirate, dengan ia sebagai First Consul.

Kekaisaran Pertama

Dengan manuver politik yang cekatan, Napoleon mengadakan pemungutan suara dengan hasil yang hampir bulat untuk menjadikan Prancis sebagai sebuah Kekaisaran (Directoire sudah sibuk mengganggu negara tetangga dengan menginvasi Italia dan ‘mencaplok’ Belgia dan Belanda) di bawah Kaisar resmi pertamanya, seorang jenderal muda dari Corsica, Napoleon I.

di benci Inggris namun dikagumi oleh Prancis
Napoleon Bonaparte adalah tokoh yang sangat dibenci di Inggris, tapi karena Prancis mengetahui bagaimana ia memperlakukan wilayah yang sudah ditaklukkan, mereka sangat mengagumi visinya. Kredit foto: Onasill ~ Bill Badzo di Visual Hunt

Napoleon melanjutkan kebijakan ekspansionisnya, ‘mencaplok’ Jerman selatan dan melanjutkan kampanyenya di Italia. Memiliki posisi yang aman dengan dukungan dari Rusia, yang sampai saat itu telah menjadi sekutu, ia menyerbu Spanyol. Di sana, ia akhirnya dipukul mundur oleh Jenderal Wellesley, sementara di sisi lain Rusia dan koalisi yang dipimpin oleh Prusia mengalami kekalahan pada tahun 1814.

Kekaisaran Prancis Kedua

Masih tidak yakin dengan apa yang diinginkannya, Prancis memutuskan untuk mencoba menerapkan kembali sistem monarki, mengangkat saudara lelaki Louis XVI, yang juga dijuluki Louis (XVIII), sebagai raja konstitusional. Pemerintahannya terganggu oleh kembalinya kekuasaan singkat oleh Corsican Napoleon Bonaparte, yang dikalahkan di Waterloo dan diasingkan ke St. Helena. Setelah dua raja lagi (Charles X dan Louis-Philippe), Prancis memutuskan untuk mencoba menerapkan kembali sistim Republik, dengan terpilihnya keponakan Napoleon Louis-Napoleon sebagai Presiden Prancis yang pertama. Sayangnya, undang-undang dasar yang baru tidak memungkinkannya untuk maju dalam pemilihan untuk masa jabatan kedua – dan dia menyatakan dirinya sebagai Kaisar. Prancis sekarang memasuki era Republik Kelima

Jatuh Bangunnya Kekuatan Kolonial

Glombang pertama dari penjajahan di abad ke-17 berpusat di Amerika Utara (Nouvelle-France dengan Québec dan Lousiana), Amerika Selatan (Karibia dan Guyana Prancis), pulau-pulau sekitar Madagscar sebagai persinggahan untuk perdagangan India, dan India itu sendiri, dengan tingkat keberhasilan yang rendah. Serangkaian perang dan perjanjian yang tidak menguntungkan sangat mengurangi kekuasaan Prancis, meskipun sejumlah wilayah, seperti Seychelles, dipulihkan pada akhir Perang Napoleon.

sejarah koloni Prancis Louisana
Koloni Prancis Louisana diserahkan ke Spanyol dalam Perjanjian Fountainebleau, dan dikembalikan lagi melalui Perjanjian Ildefonso dua puluh tahun kemudian, lalu dijual kepada ke Amerika Serikat. Kredit foto: denisbin di Visualhunt.com

Directori dan Konsulat mengambil tindakan untuk mengamankan wilayah di luar Eropa, terutama di Afrika Utara, tetapi gelombang ekspansionisme kedua dimulai di bawah kekuasaan Napoleon III. Dan pada akhirnya, Prancis menguasai sebagian besar Afrika barat laut dan sebagian wilayah di Vietnam dan Kamboja.

Dekolonisasi

Koloni-koloni tersebut bertahan selama dua masa pemerintahan republik Prancis, meskipun ketidakpuasan pun mulai tumbuh. Baru setelah Perang Dunia II, Départements D'outre-Mer (departemen luar negeri) diciptakan, memungkinkan beberapa bekas koloni (seperti Guadeloupe dan Martinik) untuk menjadi bagian resmi dari Prancis. Dari sejumlah wilayah yang tersisa, (misalnya, Polinesia Prancis) beberapa wilayah memutuskan untuk mengambil kemerdekaan, dan yang lain menerima status khusus di Republik Prancis, pertama sebagai Wilayah Luar Negeri, dan sejak 2007 sebagai Overseas Collectivities dengan status semi-independen. Pelajari lebih lanjut tentang Kekaisaran Prancis melalui blog kami di Kekaisaran Kolonial Prancis.

Fakta tentang Prancis: Bahasa Prancis Dituturkan Hampir di 30 Negara di Seluruh Dunia

Bahasa Prancis masih digunakan di semua DOM (Départements d'Outre-Mer) dan COM (Territoires d'Outre-Mer) sebagai bahasa resmi (atau salah satu dari bahasa resmi), tapi banyak dari wilayah bekas koloni dan wilayah Prancis yang telah menetapkan bahasa Prancis sebagai salah satu bahasa resmi mereka, termasuk wilayah India Puducherry dan Chantannagar yang menjadikannya bahasa administrasi. Bahkan, koloni yang telah melepaskan diri sebelum abad ke-20 juga masih banyak yang menuturkan bahasa Prancis dalam beberapa bentuk, seperti Quebec dan sejumlah wilayah di Louisiana. Di Eropa, bahasa Prancis sudah ada di sini sejak pertama kali (atau sudah keberapa kalinya) menjadi milik Prancis, seperti Belgia dan sejumlah wilayah di Swiss. Populasi beberapa negara mikro Eropa di Uni Eropa juga berbahasa Prancis:

  • Monako di wilayah selatan di sepanjang RivieraPrancis
  • Luksemburg, bersama Strasbourg dan Brussels merupakan ibu kota Uni Eropa
  • Andorra di pegunungan Pyrenees (meskipun di sini bahasa Prancis tidak menjadi bahasa resmi)

Bahkan ada wilayah kecil di Inggris yang beberapa penduduknya masih menuturkan dialek Prancis: pulau-pulau Selat Inggris, yang penduduknya menuturkan versi dialek yang digunakan di Normandia.

Cek di sini untuk les bahasa prancis

Fakta Unik Lain tentang Prancis yang tidak Diajarkan Di Sekolah

Pulau Mont Saint Michel di Prancis dapat diakses dengan berjalan kaki ketika air surut

Pantai Prancis di Normandia memiliki fenomena pasang surut yang sangat memukau. Ketika air surut, tempat ini memiliki pantai berpasir sepanjang beberapa kilometer dan menjadi jembatan darat ke pulau kecil dengan biara dan kotanya. Tentu saja, sekarang Anda juga bisa mengakses Mont Saint Michel ketika air pasang melalui jembatan yang menghubungkannya dengan daratan. Ini adalah salah satu tempat paling indah di Prancis dan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di sepanjang garis pantai Normandia.

Mesin yang dapat diprogram pertama kali dibuat di Prancis

Ketika kita memikirkan kemajuan komputer, kita akan terbayang Silicon Valley (Lembah Silikon), tetapi program pertama yang dibuat umat manusia ditujukan untuk alat tenun mekanis yang diciptakan oleh pedagang kain Prancis di Lyon, Joseph Marie Charles Jacquard. Jacquard terkenal dengan desain tenunannya, dan menemukan cara untuk menggunakan gulungan punch-card untuk mengendalikan peralatan mekanis mereka dalam mengatur shed dan shuttle untuk membuat pola secara otomatis. Turis yang berkunjung ke Prancis dapat melihat tiruannya di Musée des Tissus et des Art Décoratifs di Lyon. Program komputer pertama ditulis oleh Ada Lovelace, putri Byron, untuk Mesin Analitik Inventor Inggris Charles Babbage, dan semuanya dikerjakan tanpa listrik.

Parallel Popes di Prancis

Untuk sementara waktu, Kursi Kepausan bukan di Roma, tetapi di Avignon, sebuah kota di sepanjang Mediterrannean. Perselisihan antara kerajaan Prancis dan kepausan memuncak pada masa raja Prancis Phillip IV yang dikucilkan dan membunuh Paus Bonifasius VIII sebagai pembalasan. Pengganti Boniface, Benediktus XI, memerintah selama kurang lebih satu tahun sebelum meninggal dalam keadaan yang mencurigakan. Penggantinya, Clement V, adalah orang Prancis dan memutuskan untuk meninggalkan Roma untuk tinggal di Prancis pada tahun 1309. Avignon tetap menjadi kursi kepausan selama 67 tahun berikutnya, dengan berkuasanya 7 paus dari Palais des Papes, sampai Gregory XI kembali ke Roma pada tahun 1376. Setelah kematian Gregory, pertikaian antara para kardinal pemilih dan pengganti Gregory, Urban VI, mengarah pada pembentukan parallel lines of pope (disebut anti-paus) di Avignon. Dua anti-paus tinggal di sana, Clement VII dan Benedict XIII. Benedict XIII tidak populer bahkan dengan Prancis, dan ia terpaksa melarikan diri ke Perpignan. Ada anti-paus lain setelah dia, tetapi dia adalah orang terakhir yang tinggal di Prancis untuk tinggal di istana kepausan Avignon.

Istana Indah yang di tinggali para Paus Avignon
Para paus Avignon tinggal di istana-istana indah di kota Prancis. Oleh Jean-Marc Rosier dari http://www.rosier.pro, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=4837734

Istana kepausan – sebenarnya merupakan gabungan dari dua istana – adalah bangunan Gothic terbesar dari Abad Pertengahan. Sekarang Anda tetap bisa mengunjunginya sebagai tempat wisata di Avignon, dengan fungsi ganda (atau bahkan memiliki tiga fungsi) sebagai objek wisata/conference centre, pusat penelitian, dan ruang pameran. Ini adalah tempat yang wajib dikunjungi jika Anda pergi ke Prancis! Anda bisa menaiki kereta berkecepatan tinggi dari Paris ke Marseille dan tiba di sana dalam beberapa jam.

Ada medan perang WWI di Prancis yang masih tidak dapat diakses oleh publik

Masih ada bermil-mil parit dan zona medan perang terbuka di wilayah tertentu di Prancis sejak Perang Dunia I yang dilarang untuk umum dan tidak boleh ditanami karena tanahnya memiliki banyak kandungan bahan kimia yang digunakan dalam berbagai senjata gas dan konsentrasi jenazah yang terkubur di tempat ini begitu tinggi sehingga tanahnya beracun. Artinya, bahkan escargot dan kaki katak pun tidak bisa di makan, dan angsa untuk foie gras tidak dapat diberi makan dari apa pun yang tumbuh di sana. Namun, di Prancis ada medan perang WWI lainnya yang dapat diakses, di mana Anda bisa mengunjungi parit dan melihat kehidupan para prajurit pada masa itu. Klik di sini untuk melihat lebih banyak fakta menarik tentang Prancis! Atau, cari kursus bahasa Perancis online untuk meningkatkan keterampilan bahasa Anda!

Butuh guru Bahasa Prancis ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang