"Ich bin ein Berliner," (Saya adalah donat jeli) adalah kalimat yang diungkapkan Presiden John F. Kennedy untuk meyakinkan penduduk Berlin pada 26 Juni 1963 pada hari peringatan dimulainya jembatan udara ke Berlin Barat, dan dikatakan bahwa semua orang tertawa pada saat itu.

Akan lebih tepat jika Presiden John F. Kennedy mengatakan "Ich bin Berliner" (Saya adalah warga Berlin) tanpa menambahkan artikel penentu ‘ein’. Selain itu, kata “Berliner” sendiri bisa berarti donat yang diisi selai dari buah plum dan donat ini diduga berasal dari Berlin. Jadi kata ini memiliki makna ganda.

Faktanya, orang Jerman tidak mengenal donat jeli. Meskipun sebagian besar orang Jerman utara menyebut makanan ini dengan sebutan "Berliner", orang-orang Berlin menyebutnya "Pfannkuchen," yang berarti pancake di seluruh Jerman.

Orang-orang Bavaria justru tidak menggunakan kedua sebutan tersebut. Mereka tidak akan menamakan makanan lezat tersebut dengan bahasa "Saupreuß" (Prusia) meskipun mereka menyukai pancake tersebut seperti kebanyakan orang. Jadi mereka menamainya "Krapfen".

Donat jeli unik dari jerman
Donat jeli yang khas ini memiliki banyak nama. (Foto ini diambil dari VisualHunt)

Belajar bahasa Jerman tidak bisa disampaikan dengan belajar berbicara dalam bahasa Jerman.

Jika Anda ingin mencoba untuk benar-benar berkomunikasi dengan bahasa Jerman di lapangan, terlepas dari aksen daerah tertentu, hanya sedikit daerah yang menuturkan bahasa Jerman murni. Orang Hanover dan Hamburg sering saling mengklaim memiliki bahasa Jerman lebih baik. Padahal bahasa Hamburg sekalipun banyak dipengaruhi oleh bahasa negara tetangganya, Schleswig-Holstein.

Kemudian ada Austria, yang bahasanya menyerupai bahasa Jerman yang digunakan di Bavaria (tapi jangan mengutarakan hal ini di depan mereka), tetapi orang Swiss selalu merasa bahwa bahasa Jerman mereka lebih otentik.

Belajar Nama-Nama Makanan Khas Jerman

Membeli roti di Jerman bisa sangat menyusahkan, bahkan meskipun Anda menghindari donat jeli karena sebutannya yang beragam. Di sanalah Anda, di suatu Minggu pagi, bersemangat untuk sarapan dengan roti gulung Jerman dengan potongan keju dingin dan telur rebus.

Anda sampai ke penjual roti dan, tergantung di mana Anda tinggal, Anda harus membeli: "Wecken", "Semmeln", "Schrippen", "Laabla", "Weggli" atau jika Anda sangat, sangat beruntung, "Brötchen" (roti kecil).

Peta jerman dan seetiap kota memiliki sebutan roti gulungnya sendiri
Peta penggunaan berbagai sebutan untuk roti gulung. (Foto: atlas-alltagssprache.de)

Dan mungkin Anda berada di Jerman Utara dan sarapan dengan ikan - "Lachs" (salmon) atau "Brathering".

Mungkin Anda ingin membeli lobak, yang dalam bahasa Jerman Austria disebut "Kren" dan daerah lain menyebutnya "Meerrettich" (lobak laut).

Kemudian, untuk makan siang, Anda pergi berbelanja untuk membeli frankfurters dan salad kentang (meskipun bukan pada hari Minggu, tentu saja, karena semua toko akan tutup di akhir pekan).

Frankfurt juga memiliki beberapa sebutan lain seperti "Bockwurst", "Frankfurter" atau "Wiener Würstchen " (mungkin karena "Würste" (sosis) berukuran besar tidak mungkin berasal dari Wina). Ketika berkunjung ke Jerman, mungkin Anda ingin membeli "Kartoffeln", di Austria mereka menyebutnya "Erdäpfel" (earth apple atau Jerusalem artichoke, mirip dengan pommes de terre di Prancis).

Berbicara tentang perbedaan budaya di tiap daerah, orang-orang di bagian Utara membuat salad kentang dengan mayones, sedangkan orang-orang di Selatan menggunakan minyak dan cuka.

Dapatkan informasi tentang kursus bahasa Jerman disini.

knodel unik dari Jerman
Knödel Jerman dengan chanterelles. (Kredit foto: WordRidden via VisualHunt)

Dan untuk makan malam, ada Knödel (pangsit) yang enak dengan saus jamur. Di sebagian besar wilayah di Jerman, Anda bisa membeli Pilze - Champignons (jamur kancing), atau jamur Pfifferlinge (chanterelles). Beda halnya dengan dengan Bavaria. Di sana, jamur disebut Schwammerln, dan chanterelle disebut dengan Reherl.

Mungkin Anda ingin memakan jamur tadi dengan ayam panggang, yang oleh sebagian besar orang Jerman disebut Brathähnchen, tetapi orang Bavaria Selatan dan Austria menyebutnya Hendl, orang Bavaria Utara menyebutnya Gockel atau Gickel, orang-orang di timur laut menyebutnya Broiler, dan orang Swiss menyebutnya Poulet (kosakata bahasa Perancis yang berarti ayam).

Pelajari penggunaan kata benda majemuk dalam bahasa Jerman disini dan temukan aplikasi pembelajaran bahasa jerman untuk mengambil kursus bahasa Jerman di blog ini.

Memberitahukan Waktu dalam Bahasa Jerman

Saya mulai lapar. Mengapa tidak mengundang saya (atau teman Anda yang lain) untuk makan bersama Anda? Saat menetapkan waktu, Anda mungkin dihadapkan dengan saran yang membingungkan seperti "viertel neun" atau "halb zehn."

Belajar menyebutkan waktu dalam bahasa jerman
Memberitahukan waktu dalam bahasa Jerman tidak semudah kelihatannya. Foto ini diambil dari Visualhunt.com

Ketika Anda belajar untuk berbicara dalam bahasa Jerman dengan lancar, Anda mungkin telah mempelajari “Viertel vor” (kurang seperempat) dan “Viertel nach” (lewat seperempat) atau “halb neun” (setengah sembilan).

Tetapi beberapa daerah memiliki istilah yang lebih rinci. Misalnya "dreiviertel neun" untuk jam sembilan kurang seperempat, “Viertel neun” (tanpa “vor” atau “nach”) jam sembilan kurang tiga perempat (8:15).

Tetapi bagaimana jika 8:20 atau 8:40? Sebagian besar wilayah Jerman akan mengatakan "zwanzig nach acht", dan orang Swiss akan mengatakan "zwanzig ab acht".

Sementara itu, orang Bavaria dan Austria tidak suka menggunakan satuan jam sebagai basis penghitungan.

Lagi pula, 8:20 lebih dekat dengan setengah sembilan. Jadi, mereka akan mengatakan "zehn vor halb neun", secara harfiah "setengah sembilan kurang sepuluh".

Setelah Anda melewati setengah jam, Anda harus menggunakan "vor" - "zwanzig vor neun" (sembilan kurang dua puluh) atau "zwanzig bis neun", istilah orang di Luxemburg untuk 8:40.

Orang Swiss di bagian Timur dan Selatan Jerman akan memberi tahu Anda dengan jelas bahwa sekarang pukul setengah sepuluh ("zehn nach halb acht"). Meskipun menggunakan bahasa Jerman, situs ini memiliki diagram penyebutan jam yang berguna untuk Anda.

Ungkapan Sapaan di beberapa Daerah di Jerman

Semoga teman Anda tiba tepat waktu. Sebagai tuan rumah yang sopan, tentu saja Anda akan menyapa mereka. “Guten Tag” adalah kata sapaan yang bisa digunakan dalam segala kondisi, tetapi sebagai seorang penutur bahasa Jerman (germanophone), Anda tentu ingin menunjukkan bahwa Anda bisa menggunakan ungkapan lain. Pelajari pelafalan bahasa Jerman di sini.

Menyapa Hallo
Kredit foto: Internet Archive Book Images di VisualHunt/Tidak ada batasan hak cipta

Kata "Hallo" sangat umum, meskipun di Swiss Anda hanya boleh menggunakannya untuk orang yang Anda kenal baik. Pilihan kata sapaan yang lain adalah:

Moin

Di Hamburg dan bagian utara Schleswig-Holstein dan Luxemburg, "Moin" menjadi kata sapaan yang umum, dan terkadang diucapkan secara berulang ("Moin-Moin") atau dalam versi yang lebih modern "Moinsen" (sering digunakan oleh generasi muda).

Orang-orang dari daerah penutur bahasa Jerman yang lain sering bingung mengapa mereka mengucapkan ‘selamat pagi’ pada jam 4 sore, dengan anggapan - keliru bahwa "moin" adalah bentuk pendek dari "Morgen” yang diucapkan dengan aksen Jerman Utara.

Nyatanya, seperti kebanyakan kata sapaan yang lain, "moin" mungkin merupakan bentuk singkat dari "moin dag", atau good day dalam bahasa Plattdeutsch. Di Hamburg, sapaan "Moin!" dijawab dengan “moin moin”.

Itulah arti “Guude” – bentuk dialek lokal dari “Gute(n Tag)” – dalam bahasa Norther Rheinland-Pfalz, Hessen und Rheinhessen. Di bagian lain Jerman barat, ungkapan ini disingkat menjadi "Tach" (Tag).

Servus

Dari Saarland hingga Austria, orang-orang mungkin akan menyapa Anda (atau mengucapkan ‘selamat tinggal’) dengan ungkapan "Servus!" Kata ini berasal dari bahasa Latin dan memiliki arti yang sama dengan at your service dalam bahasa Inggris. Komedian Jerman Michael Bully Herwig mempopulerkannya dengan menggunakannya untuk efek komik dalam parodi baratnya yang berjudul "Der Shuh des Manitu".

Grüß (dich) Gott

Semua orang Jerman Utara yang saya kenal memberikan jawaban yang sama ketika mereka datang ke Bavaria dan disapa untuk pertama kalinya dengan ungkapan "Grüß Gott" (secara harfiah, "Salam untuk Tuhan"): secara naluriah, semua menjawab: "Wenn ich ihn sehe." (Ketika saya melihatnya.)

Sebenarnya orang Bavaria tidak mendoakan Anda untuk pergi menghadap Tuhan dan menyapa-Nya, melainkan mereka menggunakan bentuk singkat dari "grüße dich Gott", sebuah harapan yang bahwa Tuhan akan memberkati Anda. Di Swiss, ungkapan tersebut dipersingkat lagi menjadi Gruezi (grüß dich) atau Gruessech (grüß euch untuk jamak).

Salam Perancis

Jerman Barat telah banyak dipengaruhi oleh bahasa Prancis.

"Salli" adalah sapaan umum di daerah Baden dan Saarland (dari "salut" Perancis) yang juga digunakan di Swiss, sedangkan di Luxemburg dan Alsace, mereka bahkan langsung menggunakan kata "Bonjour".

Situs ini memiliki banyak variasi kata di tingkat regional, termasuk sapaan, makanan yang dipanggang, dan kata-kata dari daerah terpencil.

Pelajari bahasa sehari-hari dan bahasa gaul Jerman untuk membantu Anda berbaur dalam kehidupan di Jerman di sini.

Ungkapan Selamat Tinggal dalam Bahasa Jerman

Ungkapan selamat tinggal dalam bahasa apa pun pasti memiliki kesan sedih, tetapi dalam bahasa Jerman, setidaknya Anda punya beberapa pilihan.

"Auf Widersehen!" bersifat universal dan secara harfiah berarti sampai bertemu lagi. Jika di telepon, Anda kadang-kadang akan mendengar "Auf widerhören", sampai kita saling mendengar satu sama lain lagi! atau "uf broadluege" untuk versi Swiss-nya.

Diawali oleh orang-orang dari Utara, saat ini Anda bisa mengucapkan selamat tinggal dengan "Tschüß!" yang memiliki kesan lebih ceria di daerah mana pun. Luangkan waktu untuk mempelajari infleksi yang berbeda: ungkapan Tschü-üß untuk mendapatkan kesan yang lebih ceria memiliki banyak variasi, seperti Tschööö di Rheinland, Tschüssi di Jerman Timur (atau yang dulunya disebut East Germany dan sekarang menjadi Eastern Germany), dan Tschüssle di Swabia.

Mungkin kata ini berasan dari "adieu (à dieu)" atau dari variasi kara ini (seperti "adios") dalam salah satu bahasa Romawi, yang berarti (pergi) dengan Tuhan, yang diadaptasi menjadi "adjüüs" dan kemudian "Tschüß".

Hati-hati, kata "adé" (adieu) memang digunakan dalam bahasa Jerman, tetapi saat ini, kata ini hanya digunakan di bagian barat daya dan Swiss (seperti halnya "adele"); di seluruh Jerman, kata ini hanya digunakan ketika mengucapkan selamat tinggal pada suatu objek atau sesuatu: “Ihr kriegt ein Kind?

  • “Sagt adé zu Kinoabende und Ausschlafen!” (Kamu akan punya bayi? Ucapkan selamat tinggal kepada malam di bioskop dan tidur dengan nyenyak.)
  • “Ich habe endlich abgenommen. Adé, ihr Hosen di Größe 46! ” (Akhirnya berat badanku turun. Selamat tinggal, ukuran celana 46!)

Orang Bavaria dan Austria sekali lagi bersekongkol untuk membingungkan seluruh Jerman dengan "Pfiaddi" (untuk kenalan dekat, tunggal), "Pfiatenk" atau "Pfiateich" (jamak), "Pfiat Eana" (tunggal dam sedikit lebih formal.)

Variasi formal lainnya adalah " Pfiat God". Kalimat lengkapnya adalah "Behüte dich/euch/Einer Gott", Tuhan melindungi Anda.

Dan kemudian, ada "ba-ba". "Ba-ba " sering digunakan di Austria yang artinya sampai jumpa, mirip dengan bye bye dalam bahasa Inggris.

Belajar bahasa jerman berdasarkan asal
Pelajari cara berbicara dalam bahasa Jerman berdasarkan tempat tinggal Anda (Foto ini diambil dari VisualHunt)

Dan oleh karena itu: Tschüß, auf Wiedersehen, Pfiaddi, dan ba-ba! (sampai jumpa!)

Carilah kursus bahasa Jerman di Jakarta.

Butuh guru Bahasa Jerman ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5, 1 votes
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang