Secara umum, ketika orang-orang bertemu seseorang yang jorok, mereka cenderung tidak berekspektasi tinggi terhadap orang itu. Mereka mungkin bahkan berpikir: “Tidak mungkin orang yang sangat jorok, berantakan, dan tidak teratur bisa menghasilkan sesuatu!”

Di sisi lain... apa yang dikatakan Einstein tentang meja berantakan versus meja kosong? Jika Anda perlu diingatkan kembali, yaitu: “Jika meja berantakan adalah tanda pikiran yang berantakan, maka meja kosong menandakan apa?”

Menurut mahasiswa penelitiannya, Sir Alexander Fleming terkenal sangat jorok. Menurut Tuan Alison, mahasiswa yang dimaksud, Dr Fleming berharap menemukan pertumbuhan bakteri di cawan petrinya. Pertumbuhan yang entah direncanakan, dibudidayakan, diharapkan, atau digunakan dalam penelitian. Singkatnya, Dr Fleming bukanlah peneliti yang rapi.

Bukankah kita senang mendengarnya!

Jika bukan karena Alexander Fleming yang tidak bersih – hampir karena praktik yang lalai, dia mungkin tidak akan menemukan kultur misterius tumbuh di piring ketika ia kembali dari berlibur. Dia mungkin tidak akan mengatakan “Itu lucu!” dan kita mungkin masih mengobati infeksi kandung kemih dengan tablet belerang.

Melihat hal semacam itu, bisa dibilang bahwa Alexander Fleming membuktikan teori Einstein tentang berantakan versus kekosongan.

Mungkin saja Dr Fleming memang punya banyak pikiran sehingga dia tidak bisa diganggu dengan hal-hal sepele seperti menjaga kebersihan area kerjanya. Atau mungkin karena penelitiannya berkisar pada bakteri yang berkoloni dan berkembang biak, dia hanya ingin memberi subjek studinya semua ruangan yang ia bisa.

Kita tidak akan tahu sampai kita melihat kehidupannya dan apa yang ia kerjakan.

Tersedia guru-guru Kimia terbaik
Kursus pertama gratis!
Michael
5
5 (13 ulasan)
Michael
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Aloina
5
5 (39 ulasan)
Aloina
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (29 ulasan)
Fahri
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Agis geril
4,9
4,9 (11 ulasan)
Agis geril
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Donny
5
5 (11 ulasan)
Donny
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Michael
5
5 (13 ulasan)
Michael
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Aloina
5
5 (39 ulasan)
Aloina
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (29 ulasan)
Fahri
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Agis geril
4,9
4,9 (11 ulasan)
Agis geril
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Donny
5
5 (11 ulasan)
Donny
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Alexander Fleming: Fakta-Fakta

Alexander Fleming lahir pada 6 Agustus 1881, di peternakan di Ayrshire, Skotlandia. Ayahnya sudah cukup lanjut usia ketika bayi Alexander lahir; beliau meninggal ketika anak itu baru berusia tujuh tahun.

Dalam arti tertentu, kehilangan itu membuat Alexander muda tidak terkendali.

Tempat Lahir Alexander Fleming
Lochfield Farm Merupakan Tempat Lahir Ilmuan Penemu Pinisilin Alexander Fleming dekat Darvil. Sumber : Wikipedia; Kredit : Supergolden/CC BY-SA 3.0

Biasanya, seorang ayah menasihati anaknya tentang jalur karir yang sesuai pada masa itu. Tanpa pedoman itu, Alexander sepertinya terbuka pada kemungkinan-kemungkinan terkait masa depannya karena ia tidak memikirkan karir tertentu.

Selain kurangnya pengarahan dari pihak ayah, uang mungkin menjadi masalah yang menghambat prospeknya. Untungnya, dia mendapatkan dua tahun beasiswa di Kilmarnock Academy, yang materi pelajaran ketatnya menyiapkan Fleming muda untuk pendidikannya di University of Westminster.

Catatan: ketika ia hadir, universitas itu disewa sebagai Royal Polythecnic Institution.

Ketika ia menyelesaikan studinya, dia mengambil pekerjaan di kantor pengiriman barang. Keberuntungannya berubah ketika setelah kematian pamannya, dia mewarisi sejumlah uang. Kakak tertuanya, mengisi peran sebagai ayah harus menasihatinya untuk berinvestasi pada dirinya sendiri dan masa depannya dengan belajar kedokteran.

Dengan hampir 22 tahun hidup di bawah naungannya – empat tahun dihabiskan bekerja di pengiriman barang, Alexander Fleming sekali lagi masuk ke akademisi, kali ini Saint Mary di Paddington. Tiga tahun studi kemudian, dia kembali dengan gelar Sarjana Kedokterannya.

Itu mungkin adalah keseluruhan cerita Dr Fleming jika bukan karena ia mendaftar di Pasukan Relawan Resimen Skotlandia London.

Fleming adalah prajurit di Pasukan tersebut selama berada di Saint Mary dan merupakan anggota klub senapan sekolah. Kapten klub tersebut, enggan kehilangan anggota tim yang terampil, menyarankan Fleming untuk tetap aktif di kampus.

Sir Almroth Wright, seorang ahli bakteriologi yang bekerja di sana, membutuhkan seorang asisten. Fleming bekerja bersama pelopor imunologi dan terapi vaksin itu sambil mengejar gelar Sarjana Sains.

Dia kemudian menjadi dosen di Saint Mary hingga tahun 1914, ketika ia pergi berjuang di Perang Dunia Pertama.

Seperti Louis Pasteur, yang memelopori vaksin, Alexander Fleming tidak memiliki jalur karir yang harus dikejar. Kedua laki-laki itu jatuh ke dunia penelitian dan penemuan dengan kebetulan belaka.

Penemuan Awal Dr Fleming

Selama perang, Dr Fleming dan kelompoknya beroperasi di rumah sakit medan perang di Prancis. Ia mencatat bahwa perawatan antiseptik lebih merugikan daripada menguntungkan, meyimpulkan bahwa sepsis terjadi karena bakteri penyebabnya memakan daging pasien terlalu dalam untuk dapat dicapai larutan topikal.

Ia juga mencatat bahwa larutan antiseptik membunuh bakteri bermanfaat pada permukaan luka yang dapat menetralkan organisme beracun.

Fleming merincikan eksperimen dan kesimpulannya di artikel Lancet. Meskipun dia menemukan dukungan kuat pada mentornya, Sir Wright, tesisnya sebagian besar diabaikan oleh mayoritas petugas medis tempur, yang terus merawat luka pasiennya dengan antiseptik – bahkan meskipun melakukannya dapat membuat kondisi pasiennya semakin buruk.

Ketika perang berakhir, dia kembali ke Saint Mary, bermaksud untuk fokus pada pertumbuhan bakteri dan bagaimana mengekangnya. Di sini, ketidakrapihannya terbayar.

Ruang Kerja Alexander Fleming
Lab Alexander Fleming di Kenal Karena Ketidak Rapihannya. Sumber : Wikipedia. Kredit : IWM

Fleming sering menemukan cawan patrinya terkontaminasi dengan bakteri di udara. Suatu hari, dia mengusap hidungnya dan meyeka lendir di cawan patri tersebut. Segera, ‘cincin pembunuh’ muncul di sekitar lendir, menunjukkan bahwa baketri yang paling dekat dengan bahan usap telah menetralkan pertumbuhan bakteri.

Dia mengulangi eksperimen tersebut dengan bakteri tersuspensi di larutan kuning, dengan hasil yang hampir instan. Beberapa menit setelah menambahkan lendirnya, larutan berwarna menjadi jernih, lagi-lagi membuktikan bahwa tubuh manusia memproduksi agen antibakteri. Dia pergi menguji berbagai cairan tubuh: darah, air mata, nanah empedu, dan air mani; dia juga menguji putih telur.

Lagi-lagi, kelompok medis menunjukkan sedikit minat pada penemuannya.

Marie Curie, kimiawan yang menemukan radium dan polonium juga tersandung dalam penemuannya...

Menemukan Penisilin

Meskipun temuannya (dan ketidakrapihan labnya) kurang diminati, Dr Fleming dikenal sebagai ahli bakteriologi yang cerdas. Sehingga, tidak ada yang heran ketika dia melanjutkan penyelidikan Joseph Warwick terkait Staphylococcus aureus, bakteri yang menyababkan infeksi staph.

Pekerjaan itu sangat kritis karena, ketika Dr Bigger telah menemukan, bakteri ini dapat tumbuh menjadi beberapa strain berbeda.

Sebelum pergi berlibur dengan keluarganya, Dr Fleming meletakkan bakteri ini ke beberapa cawan patri dan mennggalkannya di meja. Ketika kembali, dia menyadari bahwa salah satu cawan dipenuhi oleh jamur, dan lebih penting lagi, bakteri di dekat jamur itu mati.

Yang membuat lebih penasaran, koloni bakteri yang lebih jauh dari jamur terus berkembang biak. Itu yang mendorong kalimat terkenal “Itu lucu!” Dr Fleming.

Setelah menunjukkan kontaminasi aneh ini kepada seorang mantan asisten, dia melihat paralel antara percobaan lendir dan bagaimana jamur baru ini bekerja. Penelitian lebih lanjut mengungkap jamur tersebut berasal dari genus Penicillium dan jamur tersebut bekerja melawan bakteri yang menyebabkan pneumonia, difteri dan, demam berdarah, tetapi tidak dengan demam tifoid.

Sayangnya, jamur ini melawan bakteri Gram-positif; dia sedang mencari jamur yang akan memengaruhi bakteri Gram-negatif. Meski begitu, pada tahun 1929, dia memaparkan jurnalnya tentang hal ini di Klub Penelitian Medis. Anehnya, penemuannya membuat riak di komunitas medis.

Tidak ada yang memercayainya ketika ia mempresentasikan temuannya pada tahun 1936, begitu juga, terbitan British Medical Journal tahun 1941 melaporkan bahwa penemuannya tidak dianggap penting.

Tahukah Anda bahwa Dr Fleming dan Rosalind Franklin, ilmuwan yang menemukan DNA memiliki kesamaan? Mereka awalnya diserang karena hasil kerjanya.

Trofi Alexander Fleming
Museum Skotlandia Tempat Penyimpanan Penghargaan-Penghargaan Yang di Dapat Oleh Alexander Fleming. Sumber : Wikipedia. Kredit : John

Penghargaan dan Pengakuan

Tidak seperti Joseph Priestley, kimiawan yang menemukan oksigen dan gas-gas lainnya yang memprovokasi kerusuhan dan harus meninggalkan negara asalnya, karya Alexander Fleming diterima dengan baik meskipun awalnya tidak ada yang menganggapnya berguna.

Dr Fleming terus menyempurnakan metode produksi penisilinnya. Melalui publikasi jurnal efektivitas pensilin tersebut, ahli farmakologi Australia Howard Florey dan ahli biokimia Jerman Ernst Chain memulai penelitian mereka tentang cara memproduksi secara massal antibiotik yang sangat diremehkan ini.

Chain, Florey, dan Fleming berbagi Hadiah Nobel pada tahun 1945 di bidang Kedokteran atas karya mereka.

Penghargaan dan pengakuan lainnya yang dianugerahkan pada Sir Fleming yaitu:

  • Grand Cross of the Legion of Honour oleh pemerintah Prancis
  • Grand Cross of the order of the Phoenix oleh pemerintah Yunani
  • Knight Grand Cross of the Order of Alfonso X the Wise oleh pemerintah Spanyol
  • Knighted oleh Raja George VI
  • Medal for Merit oleh Amerika Serikat
  • Cameron Prize for Therapeutics dari University of Edinburgh (berbagi bersama Florey)
  • jalan, stasiun bawah tanah, dan plaza di seluruh dunia diberi nama dirinya
  • patung, terutama di luar arena adu banteng di Madrid

Anda mungkin bertanya-taya bagaimana semua ini terjadi di saat temuan Dr Fleing sebagian besar diabaikan.

Salah satu teman kakaknya terjangkit meningitis. Perawatan standar tidak ada yang menyembuhkannya sehingga Dr Fleming meminta Dr Florey untuk mengirimnya sampel penisilin yang dimurnikan. Secara dramatis, pasien tersebut sembuh total dalam seminggu. Seperti biasa, Dr Fleming menerbitkan acara tersebut di The Lancet.

Ini terjadi pada tahun 1943. Perang Dunia Kedua sedang berkecamuk dan obat-obatan baru sangat diperlukan untuk memerangi infeksi pada luka prajurit.

Petugas penisilin dibentuk; petugas itu mencakup para produsen komersial dan sekutu perang Inggris. Mereka menggunakan mesin produksi Amerika dan, segera, pasokan besar pun diproduksi; cukup untuk merawat setiap tentara sekutu.

Tanpa pengetahuan atau izin Sir Fleming, produser Amerika mematenkan produksi penisilin. “Saya menemukan penisilin dan memberikannya pada dunia untuk kebaikan manusia! Mengapa negara asing menghasilkan uang dari situ?” dia mencerca.

Meskipun orang lain mendapat untung dari pekerjaannya, penemuan Sir Fleming menyelamatkan banyak nyawa dan dan merevolusi kedokteran modern. Contoh yang bagus dari keadaan berbalik yang wajar, namanya lah yang dikenal luas, bukan mereka yang mengambil keuntungan dari kerja kerasnya.

Sekarang, pelajari tentang kimiawan terkenal lainnya dan penemuan mereka.

Butuh guru Kimia ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang