Oksigen penting untuk kehidupan. Sebagian besar organisme yang hidup memerlukannya untuk bernapas, bahkan api memerlukan oksigen untuk dapat terbakar.

Tidak terlihat, netral rasa, dan tanpa bau, oksigen ada di sekeliling kita. Hadir dari saat kita menghirup napas pertama hingga ketika menghembuskan napas terakhir kita, studi ilmu bumi menandai kemunculan oksigen dalam catatan geologi di suatu tempat sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Bukankah aneh mengatakan bahwa kemudian seseorang menemukannya?

Ini bukan seperti menemukan sesuatu yang tergeletak di jalan dan berseru, “Oh! Lihat yang saya temukan!” dan menunjukkannya kepada teman-teman Anda. Ada pemikiran yang tajam di balik penemuan oksigen, bahkan terkadang jika itu bertele-tele menjadi hipotesis yang mustahil.

Berkat kejeniusan Joseph Priestley, kita dapat menerima udara tambahan dalam keadaan darurat, kita bisa memadukan logam (atau memotongnya) dan, setelah hari yang berat kita bisa menikmati minuman bersoda – semuanya tanpa penganiayaan dan ejekan yang ditimpalkan padanya oleh komunitas ilmiah dan masyarakat luas.

Joseph Pristley adalah orang yang tidak biasa. Terkenal karena pandangan ilmiahnya (yang sah maupun yang telah lama dibantah) dan karena pendiriannya yang teguh pada teisme, serta keinginan berbahayanya untuk menyatukan keduanya.

Tapi apakah benar Priestley yang menemukan oksigen?

Untuk menjawab pertanyaan itu dan memahami pria ini, Superprof akan melihatnya lebih dekat.

Tersedia guru-guru Kimia terbaik
Kursus pertama gratis!
Michael
5
5 (13 ulasan)
Michael
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Aloina
5
5 (39 ulasan)
Aloina
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (29 ulasan)
Fahri
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Agis geril
4,9
4,9 (11 ulasan)
Agis geril
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Donny
5
5 (11 ulasan)
Donny
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Michael
5
5 (13 ulasan)
Michael
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Aloina
5
5 (39 ulasan)
Aloina
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (29 ulasan)
Fahri
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Agis geril
4,9
4,9 (11 ulasan)
Agis geril
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Donny
5
5 (11 ulasan)
Donny
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Joseph Priestley: Biografi Singkat

Joseph Priestley lahir pada 24 Maret 1733, di Yorkshire. Rupanya, ibunya kesulitan mengatasi anak pertamanya, sehingga ia dikirim untuk tinggal dengan kakeknya ketika ia baru berusia satu tahun. Sepeninggal ibunya, dia diperbolehkan kembali ke rumah keluarganya, namun ketika ayahnya menikah lagi, dia sekali lagi dikirim, kali ini ke rumah bibinya.

Kaya dan tidak memiliki anak, Bibi Sarah dan suaminya memanjakan anak itu. Dia tidak bisa tidak memerhatikan betapa pintarnya anak ini, untuk mengembangkan kejeniusannya, dia mencari pendidikan terbaik untuknya. Bibi Sarah ingin ia masuk ke sebuah tatanan relijius.

Agama berperan penting dalam kehidupan Joseph.

Joseph Priestley Ilmuan Penemu Oksigen
Joseph Priestley merupakan orang yang relijius keiinginannya menjadi seorang pendeta, namun eksperimen kimianya menarik Joseph Priestley kedalam dunia sains. Sumber : Wikipedia

Keluarga tempat ia dilahirkan adalah Separatis; ia diindoktrinasi ke dalam sistem kepercayaan Calvinis. Kepercayaan agamanya hanya menyebabkan masalah ketika ia sakit parah. Pada usia 16 tahun, ia sangat percaya bahwa ia harus pindah ke agama Kristen untuk menyelamatkan nyawanya namun ia takut tidak punya waktu untuk melakukan pertobatan sebelum meninggal.

Ia sembuh dari penyakitnya namun keyakinan agamanya terkena dampak serius. Dia dilarang menjadi anggota penuh gereja dan menyerah pada gagasan apa pun untuk bergabung dalam pelayanan. Namun, karena ia sudah sejauh ini dalam pendidikan agamanya, dia melanjutkan studi itu, meskipun dengan hasil tak terduga.

Buku yang menentukan hidupnya adalah Observations on Man, ditulis oleh David Hartley. Buku ini merevolusi pemikiran Priestley tentang agama, filosofi, dan psikologi. Dia akan mendedikasikan hidupnya untuk menemukan bukti ilmiah agama dan fakta-fakta moral.

Untuk mencapai tujuan itu, dia berubah pikirannya (lagi), berkomitmen pada dirinya sendiri untuk pelayanan.

Apakah Sir Alexander Fleming hanya pengurus rumah tangga yang ceroboh atau kelalaian itulah yang menyebabkan penemuan penisilinnya?

Pandangan terhadap Agama, Filosofi, dan Politik

Bagi ilmuwan, semakin mereka menemukan sesuatu, semakin mereka tidak bergantung pada agama untuk mengutarakan keyakinan mereka. Priestley melakukan hal sebaliknya: dia menjadi ilmuwan untuk ‘membuktikan’ agama. Satu-satunya kendala yaitu kepercayaannya tidak diterima oleh kaum awam.

Tugas pertamanya, setelah lulus dari Akademi Daventry, jauh dari kenyamanan. Pos terdepan negara kecil dengan jemaat yang rusuh karena gagasan-gagasan agamanya yang aneh tidak cocok untuknya. Jemaatnya membenci dirinya dan pandangannya. Mereka berhenti datang ke gereja dan berdonasi.

Segalanya jadi memburuk; bahkan bibinya, yang telah berjanji untuk mendukungnya jika ia bergabung dengan pelayanan, menarik dukungannya ketika mengetahui bahwa ia tidak lagi percaya pada Calvinisme.

Tiga tahun setelah pemecatannya dari jabatan pertamanya, dia memegang posisi lain. Kali ini, jemaatnya tidak terlalu menghargai kepercayaannya – atau mungkin ia menyembunyikan kepercayaannya dengan baik. Apa pun itu, ia lebih produktif di sana.

Ia membangun sekolah – sesuatu yang sudah lama ia harapkan, dan mengajar kelas filosofi alam. Agar pelajaran lebih menarik, dia membawa peralatan ilmiah, perlengkapan laboratorium primitif. Di sanalah dia menulis karya berpengaruhnya, The Rudiments of English Grammar.

Begitu efektifnya volume ini dalam memisahkan tata bahasa Inggris dari bahasa Latin, sehingga menarik perhatian akademisi di Warrington Academy. Ia segera ditawati pos mengajar di sana, dan itulah ketika segalanya terbayar bagi Joseph.

Tidak seperti Rosalind Franklin, yang berperan penting dalam menentukan struktur heliks DNA dan hampir diabaikan selama hidupnya, posisi Joseph Priestley menjadi bahan omongan di kalangan ilmiah, agama, dan politik.

Ilmuan Joseph Priestley
Penemuannya Tentang Oksigen Joseph Priestley Sangat Berpengaruh di Kalangan Masyarakat dan Dunia Kedokteran. Sumber : Visualhunt.com

Karya Priestley: Penemuan Oksigen

Warrington, dengan atmosfer akademis dan intelektualnya, dikenal sebagai Athena di Utara. Joseph dan kecerdasannya yang tajam segera menjadi lebih sibuk dan lebih diterima daripada kapan pun dalam hidupnya.

Ia mengajar anatomi dan melanjutkan studinya di ilmu pengetahuan alam. Karena pernyataannya bahwa ia akan menulis buku tentang sejarah kelistrikan, para kolega mengatur pertemuan bersama orang-orang teratas di bidang itu. Selama satu pertemuan bersama Benjamin Franklin, ia didorong untuk melakukan eksperimen.

Itu adalah awal mula pekerjaan eksperimentalnya.

Pada tahun 1774, Priestley telah menerbitkan beberapa buku tentang sejumlah topik, beragam dari politik hingga teologi, filosofi, dan sejarah. Dan tentu saja, sains. Sehingga ketika volume pertama Experiments and Observations on Different Kinds of Air diterbitkan, akademisi dengan bersemangat membacanya... hanya untuk menggaruk-garuk kepala mereka.

Beberapa orang mengira itu mungkin menjawab pertanyaan-pertanyaan fisika, yang lain percaya buku itu ditujukan untuk para ahli kimia, namun yang lain menjadikannya sebagai peringatan bagi politisi tentang kemajuan ilmiah.

Terlepas bagaimana buku itu diterima, karya tersebut menguraikan beberapa penemuan:

  • dinitrogen oksida (disebut nitric air, dalam karyanya)
  • asam klorida anhidrat (marine acid air)
  • amonia (alkaline air)
  • nitrous oksida (dephlogisticated nitrous air)
  • oksigen (dephlogisticated air)

Dephlogisticated air benar-benar baru baginya, namun dia akan berkeliling Eropa, dia tidak punya waktu untuk menginvestigasi lebih lanjut.

Ketika di Paris, ia mengulangi eksperimen yang mengarah pada penemuan itu di hadapan ahli kimia Prancis Antoine Lavoisier, yang melakukan eksperimen lebih lanjut tentang ‘udara’ baru ini. Sedangkan, saat kembali ke Inggris, Joseph melakukan perbikan ke labnya untuk melakukan eksperimen lebih lanjut.

Memfokuskan sinar panas matahari pada blok oksida merkuri – padat di suhu ruangan, ia menghasilkan sejumlah udara ini, yang ia uji pada tikus. Berkebalikan dengan ekspektasinya, tikus tersebut tidak mati sehingga ia mengendusnya beberapa kali. Dia menemukan bahwa, dia tidak hanya bisa bernapas lebih baik tetapi ‘udara’ baru ini terbakar lebih baik juga.

Penemuan-penemuan ini mengisi volume kedua dari bukunya Experiments and Observation on Air, menulis pengantar buku dengan pentingnya penemuan ini bagi agama. Selalu metodis dalam kronologinya, ia mencatat setiap kesalahan dan kerancuan studi, meninggalkan implikasi yang lebih dalam dari penemuan oksigennya untuk Volume III dari serial Experiment miliknya. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1777.

Karena alasan itu, sulit untuk mengetahui siapa sebenarnya yang menemukan oksigen pertama kali.

Lavoisier dan apoteker Swedia bernama Carl Scheele bisa mengklaim penemuan pertama – catatan menunjukkan bahwa Scheele memang yang pertama kali mengisolasi gas tersebut , namun ia mempublikasikan setelah Priestley. Lavoiser adalah yang pertama kali menggambarkan oksigen sebagai udara yang dimurnikan, meninggalkan penyebutan teori flogiston.

Joseph Priestley diberi kredit atas penemuan Sheele, ternyata merupakan hal yang umum terjadi dalam dunia sains, seperti penemuan oleh salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia, Marie Curie.

Penemuan Joseph Priestley
Kepergiannya Ke Amerika Joseph Priestley melakukan Banyak Sekali Eksperimen Kimia. Kredit foto: dustandsilence.net di VisualHunt.com / CC BY-NC-ND

Tahun-Tahun Terakhir Joseph Priestley

Joseph secara sah mengklaim penemuan lain, khususnya bagaiman oksigen penting bagi darah. Lavoiser kemudian mempresentasikan jurnalnya di French Academy of Sciences pada subjek itu; karyanya dikredit dengan penggulingan teori flogiston.

Teori flogiston: gagasan unsur seperti api, terkandung dalam unsur yang mudah terbakar, yang dilepaskan saat pembakaran.

Joseph Priestley berpegang teguh pada teori tersebut meskipun sudah lama tidak dipercayai dan saat ini, melalui karya Lavoiser, sudah benar-benar dibantah. Kebebalan itu membuatnya kehilangan harga diri komunitas ilmiah. Setelah dicari karena pikirannya yang brilian, Priestley sekarang paling mentok ditoleransi dan seringkali dicerca.

Ia dan penaungnya, Lord Shelburne mengalami perselisihan. Alasannya tidak jelas tapi efeknya adalah: tidak lagi disambut di kalangan ilmiah, akademis, agama, dan filosofi, dan tanpa penyokong, Priestley harus meninggalkan kota.

Dia dan keluarganya merelokasi Birmingham, tempat mereka hidup bahagia selama sepuluh tahun... sebelum harus melarikan diri untuk hidup mereka.

Desakan dogmatis Priestley terhadap pandangan agama dan politiknya tidak berjalan baik dengan kaum awam, yang bangkit melawannya dalam tontonan mengerikan dari kekerasan massa yang dikenal sebagai Kerusuhan Priestley. Atas desakan teman, keluarga tersebut melarikan diri ke Amerika Serikat, tempat mereka tinggal di sisa hidup mereka.

Tidak seperti kimiawan terkenal dan penemuan-penemuan mereka, karya Joseph Priestley terkenal di beberapa kalangan akademisi, tidak sedikit di antaranya karena kontribusinya pada tata bahasa Inggris. Memang, beberapa orang berpendapat bahwa ia lebih dikenal karena pedagoginya daripada pencapaian ilmiah apa pun.

Namun, merek filosofinya sangat berpengaruh. Banyak dari gagasan-gagasannya hidup dala filsafat utilitarian, doktrin yang dibentuk oleh Herbert Spencer dan John Stuart Mill, di antara yang lain.

Sekarang, temukan karena apa Louis Pasteur terkenal selain membuat susu yang aman untuk diminum.

Butuh guru Kimia ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang