Marie Curie adalah salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia. Benar, dia tidak menemukan X-ray tetapi dia menemukan cara untuk membuat sistem tersebut portabel sehingga dapat digunakan di rumah sakit medan perang.

Dengan cara yang sama, dia tidak menemukan radiasi – kredit tersebut diberikan kepada William Herschel. Namun, metode penelitiannya yang telaten dan perhatian terhadap detail mengungkap bahwa unsur kimia tertentu mengeluarkan radiasi atau, dalam bahasanya, menunjukkan radioaktivitas – istilah yang dia ciptakan.

Marie Curie memang kecil tetapi memiliki kecerdasan yang menjulang dan fokus tunggal pada pekerjaannya. Cinta maupun kehidupan menjadi orang tua, atau berada jauh dari kampung halaman tidak menjauhkannya dari penemuan ilmiah.

Memang, pada akhirnya dia menyerahkan hidupnya untuk sains dan memberikan ilmunya kepada dunia – sebagaimana yang dilakukan Alexander Fleming dengan penemuan penisilinnya.

Cukup aneh, Nyonya Curie sering dikaitkan dengan pekerjaannya di bidang radiasi, dilakukan bersama dengan suami dan mentornya. Penemuannya terkait dua unsur tambahan hampir dianggap sebagai kebetulan, seperti 'yah, tentu saja, dia menemukan polonium! Bagaimanapun, dia adalah seorang ilmuwan hebat! '.

Penemuan-penemuan itu sama sekali bukan kebetulan. Sebenarnya, sudah saatnya penemuan-penemuan itu diberi perhatian yang sama seperti saat dia menerima Hadiah Nobel Fisika.

Hari ini, Superprof berusaha melakukannya.

Tersedia guru-guru Kimia terbaik
Kursus pertama gratis!
Michael
5
5 (13 ulasan)
Michael
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Aloina
5
5 (39 ulasan)
Aloina
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (29 ulasan)
Fahri
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Agis geril
4,9
4,9 (11 ulasan)
Agis geril
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Donny
5
5 (11 ulasan)
Donny
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Michael
5
5 (13 ulasan)
Michael
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Aloina
5
5 (39 ulasan)
Aloina
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (29 ulasan)
Fahri
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Agis geril
4,9
4,9 (11 ulasan)
Agis geril
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Donny
5
5 (11 ulasan)
Donny
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Biografi Singkat Kehidupan Awal Maria

Maria Sklodowska lahir di Warsaw. Saat ini, kota yang luar biasa itu merupakan ibukota Polandia namun, saat itu, kota tersebut adalah bagian dari kekaisaran Rusia. Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara; kedua orang tuanya adalah guru. Ayahnya mengajar matematika dan fisika sedangkan ibunya menjalankan sebuah sekolah berasrama terkemuka untuk anak-anak perempuan hingga Maria lahir.

Keluarganya mengalami kerugian finansial dan politik yang besar.

Marie Curie dan Family
Wladyslaw Sklodowski dengan anak-anaknya Maria (kiri), Bronia dan Helena. Sumber: Wikipedia; Kredit: Helena Szalay

Berjuang untuk mengembalikan Polandia ke negara berdaulat, properti keluarga dan uang yang mereka miliki disita sebagai pembalasan. Wladyslaw masih menghasilkan uang dari pekerjaan mengajarnya, namun, hidup mereka sangat sulit.

Wladyslaw percaya bahwa pendidikan adalah landasan keberhasilan sehingga dia turut andil aktif dalam mendidik anak-anaknya. Ketika sekolah-sekolah Polandia diperintahkan untuk berenti melakukan eksperimen laboratorium, dia berada dalam posisi yang baik untuk mengambil peralatan laboratorium sebanyak yang bisa ia bawa. Apa yang ia bawa pulang, digunakan dengan baik. Ia melakukan eksperimen dengan mengajak anak-anaknya, sehingga mereka juga bisa belajar kimia.

Sejauh ini, kecuali dari segi uang, keluarga mereka terdengar indah, tetapi segera, hal itu dirusak oleh tragedi.

Terpaksa menerima penghuni asrama untuk memenuhi kebutuhan, keluarganya terpapar tifus – yang menyebabkan kakak Maria meninggal. Dia baru berusia tujuh tahun saat itu, dan hampir tiga tahun kemudian, ibunya meninggal karena tuberkolosis.

Kehilangan di usia dini yang memilukan ini membuat Maria kecil berpaling dari agama Katolik, yang dianut dengan sungguh-sungguh oleh keluarganya.

Seperti keluarga Sklodowska, klan kimiawan Inggris Rosalind Franklin mengajarinya sejak dini untuk membela apa yang benar.

Hidup dan Bekerja di Paris

Maria adalah murid yang pintar, bahkan setelah melalui semua kehilangan yang diderita keluarganya. Dia lulus dengan pujian dari sekolah menengah – tipe yang paling kompetitif, ketika ia baru berusia 16 tahun. Mungkin karena tidak ada hal yang tersisa untuk dia fokuskan – dia tidak diperbolehkan mendaftar di universitas, dia menderita gangguan kesehatan setelah lulus.

Ketumbangan itu bisa jadi adalah reaksi yang tertunda dari semua kesedihan di masa kecilnya. Apa pun penyebabnya, dia menghabiskan sekitar satu setengah tahun jauh dari Warsaw, setelah kembali, dia membawa murid untuk diajari.

Ternyata, keluarga Maria bukanlah satu-satunya yang memperjuangkan kemerdekaan Polandia dari Rusia; ada berbagai macam organisasi yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Salah satunya dijuluki Flying University.

Wanita tidak diperbolehkan berpendidikan tinggi di Polandia yang dikendalikan Rusia pada saat itu, artinya Maria dilarang belajar. Namun, universitas ‘terbang’ ini menyambut murid-murid perempuan dan, baiknya lagi, mereka diperbolehkan mempelajari topik apa pun yang mereka inginkan, bahkan yang disensor oleh pemerintah.

Maria dan kakak perempuannya membuat kesepakatan: jika Maria mau membantu menutup biaya studi kedokteran Bronia di Paris, Bronia akan membalas budi setelah ia lulus. Maka, pada tahun 1891, ketika berusia 24 tahun, Maria pindah ke Prancis.

Saat ini dipanggil Marie – versi Prancis dari namanya, dia mendaftar di University of Paris untuk belajar fisika, kimia, dan matematika hampir segera setelah ia mendarat. Dalam beberapa tahun, dia mengakar kuat dengan studinya dan komunitas Paris Polandia.

Setelah menerima gelar fisikanya, dia tidak membuang waktu untuk mencari pekerjaan tetapi dia butuh suatu tempat untuk bekerja. Dia berkonsultasi dengan fisikawan Polandia tentang lab yang lebih besar untuk bekerja.

Kemitraan Pierre dan Marie Curie
Kecintaannya dalam dunia sains Pierre dan Marie Curie disatukan dan bisa merubah kehidupannya dan dunia. Sumber : Wikipedia

Fisikawan ini mengenal seorang ilmuwan Prancis, Pierre, yang memiliki lab yang layak. Mungkin dia bisa bekerja di sana?

Pierre Curie dan Marie, tenggelam bersama oleh kecintaan mereka terhadap sains, membentuk kemitraan yang akan mengubah hidup mereka dan dunia, dan menciptakan generasi ilmuwan.

Tahukah Anda bahwa kimiawan Louis Pasteur sering dianggap setara dengan Marie Curie? Mereka berdua hidup dan bekerja di Paris, mereka membuat kontribusi besar pada sains dan mereka memiliki institusi yang namanya diambil dari nama mereka – memang, Institut Pasteur membantu memulai fasilitas penelitian Curie.

Menemukan Radium dan Polonium

Pierre telah membangun teknik penelitian yang tidak biasa menggunakan elektrometer modifikasi yang dikembangkan dirinya dan saudaranya. Marie menggunakan teknik ini untuk menguji sampel uranium. Di antara banyak penemuannya, ini adalah salah satu yang membantah bahwa atom tidak dapat dibelah. Namun, karyanya dengan bijih-bijih dan chalcolite memiliki konsekuensi yang jauh lebih luas.

Salah satunya, dia menemukan bahwa aktivitas bijih-bijih adalah empat kali lebih besar daripada uranium dan chalcolite ditemukan dua kali lebih aktif, membawanya pada kesimpulan bahwa pasti ada unsur lain yang hadir di dalamnya yang membuatnya lebih aktif. Pierre, saat itu berinvestasi sepenuhnya pada penelitian istrinya, meninggalkan proyeknya untuk bergabung dengannya dalam pencarian unsur yang sulit dipahami itu.

Pada tahun 1898, Pierre dan Marie menerbitkan sebuah jurnal yang mengumumkan unsur baru yang mereka temukan. Polonium, yang strukturnya mirip dengan talium, yang dinamai untuk menghormati negara asal Marie. Lima bulan setelah penerbitan bulan Juli itu, mereka mempublikasikan lagi, kali ini mengumumkan penemuan radium mereka.

Menemukan kedua unsur itu terbukti menjadi bagian yang mudah; mengisolasinya yang lebih sulit. Awalnya mengerjakan sampel 100 gram bijih-bijih, mereka segera menemukan bahwa betapa sedikit jejak unsur baru mereka. Pada akhirnya, mereka memproses berton-ton bijih-bijih.

Terlepas dari upaya terbaiknya, Marie Curie tidak pernah bisa mengisolasi polonium.

Dengan pendekatannya yang sungguh-sungguh terhadap sains dan kurangnya keyakinan terhadap religius, Marie Curie kemungkinan akan memberi sedikit perhatian kepada Joseph Priestley.

Marie Curie
Marie Curie salah satu wanita yang terlibat dalam Conference tahun 1911 Sumber: Wikipedia; Kredit: Benjamin Couprie

Marie Curie: Kredit Akhir

Pekerjaan Marie terhambat oleh dua penghambat besar. Pertama penerbitan; khususnya menerbtkan temuan sebelum orang lain melakukannya.

Mentornya, Henri Becquerel nyaris dipukul sampai bonyok karena penemuan radioaktivitasnya. Jika dia tidak menampilkan jurnalnya di Academy of Sciences sehari setelah dia membuat penemuan itu, kreditnya akan diberikan kepada fisikawan Inggris Silvanus Thompson.

Hambatan yang tidak dapat diatasi di jalan hidupnya adalah fakta bahwa ia perempuan.

  • Dia bisa berhipotesis dan melakukan pekerjaan untuk membuktikan teorinya namun tidak ada yang percaya gagasan atau karya semacam itu dapat dilakukan oleh seorang wanita.
  • Dia bisa menulis jurnal terkait penemuannya namun tidak diperbolehkan menyampaikannya.
  • Panitia Nobel bermaksud untuk hanya memberi penghargaan pada Becquerel dan Pierre Curie atas karya mereka di bidang radiasi namun Pierre, setelah diberi tahu oleh anggota komite bahwa istrinya akan diabaikan, mengajukan pengaduan dan petisi untuk memasukkan Marie.
    • Marie Curie menjadi wanita pertama yang menerima Hadiah Nobel di bidang Fisika
  • Saat itu, penerima bersama Hadiah Nobel Fisika, universitas di Geneva dan Paris bersaing untuk menjadikan Pierre staf mereka – hanya Pierre, bukan Marie.

Pada April 1906, hanya dua tahun setelah anak perempuan keduanya lahir, Pierre Curie ditabrak oleh kereta kuda dan meninggal seketika.

Marie, tidak asing dengan kesedihan dan kehilangan, benar-benar terpukul oleh kehilangan suami dan rekan labnya. Dia menenggelamkan diri pada pekerjaan dan berpegang pada anak-anaknya sebagai cara untuk mengatasinya.

University of Paris, yang telah memberikan posisi untuk Pierre, akhirnya memberikan undangannya kepada Marie. Dia menjadi profesor wanita pertama di sekolah itu namun cita-cita pendidikannya tidak berhenti sampai sana. Dia kemudian menjadi direktur yang saat ini dikenal sebagai Curie Institute, fasilitas yang dibangun untuknya bersama dengan Pasteur Institute dan University of Paris.

Marie menghabisakan seluruh hidupnya sebagai seorang ilmuwan, mendapatkan Hadiah Nobel di bidang Kimia pada tahun 1911 untuk penemuan radium dan poloniumnya. Dia adalah satu-satunya wanita yang memenangkan Hadiah Nobel dan, hingga Linus Paulung, satu-satunya orang yang telah mendapatkan hadiah di disiplin yang berbeda.

Marie Curie wafat pada 4 Juli 1934 karena anemia aplastik yang disebabkan oleh paparan radiasi jangka panjang. Awalnya, dia dimakamkan bersama suaminya tetapi, kemudian, keduanya diberikan tempat di Paris Pantheon, sebuah tempat yang diperuntukkan bagi mereka yang memberikan kontribusi luar biasa bagi negara.

Peti mati mereka dan semua catatan mereka tetap terbungkus timah karena mereka sangat radioaktif mereka tidak bisa ditangani tanpa peralatan pelindung.

Di mana Pierre dan Marie Curie masuk dalam daftar ahli kimia paling terkenal Anda? Dan lebih penting lagi: apakah Anda memisahkan pencapaian Pierre dengan pencapaian Marie?

Butuh guru Kimia ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang