Krisis keuangan bukanlah hal baru. Peristiwa semacam ini bahkan telah terjadi selama ratusan tahun. Di bawah ini, kami menyoroti beberapa contoh keruntuhan ekonomi yang paling terkenal.

Ghina
Ghina
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (4) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Arif
Arif
Guru Ekonomi
4.63 4.63 (5) Rp75,000/h
Kursus pertama gratis!
Juan
Juan
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (4) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Ghina
Ghina
Guru Ekonomi
4.75 4.75 (6) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Kemala
Kemala
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (2) Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!
Nita
Nita
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (2) Rp35,000/h
Kursus pertama gratis!
Wanti nur
Wanti nur
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (1) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Yudithia dini
Yudithia dini
Guru Ekonomi
Rp100,000/h
Kursus pertama gratis!

Krisis Keuangan 2008

Dianggap oleh banyak orang sebagai krisis keuangan global terburuk kedua setelah Depresi Besar, krisis keuangan 2008 membawa malapetaka pada sistem ekonomi global dan industri perbankan serta menyebabkan resesi hebat di seluruh dunia selama beberapa tahun.

Krisis ini dimulai pada tahun 2007 ketika hipotek subprime di Amerika Serikat menciptakan gelembung perumahan yang kemudian mengalami keruntuhan. Meskipun sebagian orang sudah memprediksi dan memberikan peringatan bahwa posisi hipotek subprime yang mengalami volatilitas bisa dihindari, peringatan tersebut tampaknya tidak dihiraukan.

Setelah itu semuanya meningkat dengan cepat, dan keruntuhan tersebut menyebabkan kemunduran di pasar keuangan dan sistem perbankan, baik di Amerika Serikat maupun di luar negeri.

Korban paling besar dari keruntuhan ini adalah Lehman Brother, sebuah bank investasi yang bangkrut pada 2008, sementara di tempat lain pemerintah terpaksa menyelamatkan bank mereka agar tidak gulung tikar.

Keruntuhan cepat tersebut kemudian menyebabkan hasil investasi (ROI) lambat yang lambat dalam pertumbuhan dan kekayaan global secara keseluruhan. Oleh karena hal itu, ekonomi dunia dan jutaan populasi dunia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih dari dampak yang ditimbulkan oleh krisis dan resesi berikutnya.

Dalam banyak hal, krisis keuangan juga menjadi awal dari banyak permasalahan ekonomi dan langkah-langkah penghematan yang diikuti ekonomi dalam zona euro selama awal 2010-an juga.

Gelembung Dot-Com (Dot-Com Bubble)

Sebagai sebuah krisis yang sebagian besar terkait dengan Amerika Serikat, gelembung dot-com merupakan contoh nyta dari gelembung spekulatif dan volatilitas pasar.  

Menjelang akhir 1990-an, sektor internet mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Sejumlah besar perusahaan internet telah menyelesaikan Penawaran Saham Perdana (IPO) dan mendapati bahwa nilai saham mereka terus meningkat.

Namun, setelah mencapai puncaknya pada tahun 2000, nilai perusahaan internet dalam Nasdaq Composite menurun, dan gelembung yang dihasilkan sangat besar sampai akhirnya benar-benar meledak, sehingga harga saham turun secara dramatis. Banyak perusahaan tutup setelah keruntuhan tersebut, meskipun ada beberapa yang selamat, seperti eBay, yang berhasil pulih.

Guncangan Harga Minyak pada tahun 1973

Dikenal sebagai guncangan pertama terhadap harga minyak, pada tahun 1973 Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melakukan embargo minyak, yang ditargetkan ke negara-negara seperti Jepang dan Amerika Serikat. Konflik dan ketegangan ini kemudian berdampak pada ekonomi global.

Embargo tersebut menyebabkan kenaikan harga minyak secara tajam di negara-negara yang terdampak, dengan kenaikan harga yang hampir empat kali lipat. Terlebih lagi, embargo tersebut menandakan adanya prospek kekurangan minyak bumi. Krisis minyak juga berkontribusi pada periode stagflasi di AS, ketika inflasi tinggi, tetapi pertumbuhan ekonomi melambat.

Keruntuhan ekonomi karena embargo minyak
Embargo minyak membantu menciptakan keruntuhan ekonomi. (Sumber: CC BY 2.0, Paul Lowry, Flickr)

Depresi Besar (Great Depression)

Depresi Besar 1929 mungkin merupakan salah satu contoh keruntuhan ekonomi global yang paling terkenal. Keruntuhan yang disebabkan oleh tragedi Selasa Hitam (Black Tuesday), atau juga dikenal dengan sebutan Keruntuhan Wall Street, ini merupakan Keruntuhan pasar saham terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Meskipun dimulai di AS, keruntuhan itu menyebar dan menyebabkan depresi ekonomi global.

Digunakan oleh beberapa orang sebagai contoh nyata pasar yang mengalami boom dan bust, Depresi Besar dianggap sebagai depresi ekonomi terbesar di abad ke 20, yang menyebabkan:

  • meningkatnya pengangguran;
  • menyusutnya PDB; dan
  • rendahnya pertumbuhan ekonomi

di seluruh dunia. Meskipun pemulihan diperkirakan telah dimulai pada tahun 1933, negara-negara seperti Amerika Serikat membutuhkan waktu lebih untuk kembali ke keadaan sebelum keruntuhan.

Tutor ekonomi tingkat SMA pasti bisa menggali lebih dalam mengenai empat keruntuhan ekonomi tersebut!

Revolusi Perancis adalah Dampak Keruntuhan Ekonomi

Seperti yang telah disebutkan di atas, tidak semua krisis keuangan terjadi baru-baru ini. Ada banyak contoh keruntuhan ekonomi yang bahkan terjadi ratusan tahun yang lalu.

Meskipun Revolusi Perancis 1789 lebih dikenal sebagai revolusi yang positif, revolusi ini justru dimulai sebagai akibat dari krisis ekonomi, hutang, dan keruntuhan ekonomi Perancis.

Meskipun ini pasti bukan yang diharapkan oleh Raja Louis XVI, pengeluaran yang dilakukannya untuk mendukung tentara Amerika selama Revolusi Amerika merupakan salah satu penyebab ia terjatuh dari tahta.

Pengeluaran Prancis untuk perang, ditambah dengan pengeluaran besar kaum elit dan masyarakat kelas atas, menandakan bahwa rakyat kelas rendah di Prancis dibiarkan terjebak dalam kemiskinan, dengan sedikit makanan atau dukungan finansial, dan revolusi pun terjadi dengan cepat.

Keruntuhan keuangan di Perancis karena pengeluaran berlebihan
Pengeluaran berlebihan untuk Revolusi Amerika menyebabkan keruntuhan keuangan di Perancis. (Sumber: Domain Publik, Szaaman, Wikimedia Commons)

Krisis Perbankan 1763

Krisis perbankan Amsterdam tahun 1763 sebenarnya adalah krisis kredit, yang menyebabkan jatuhnya De Neufville.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa krisis ini memiliki kemiripan dengan krisis keuangan global tahun 2008, karena pada tahun 1763 banyak bank di Amsterdam kelebihan leverage, yang berarti bahwa bank-bank tersebut sangat sensitif terhadap perubahan ketersediaan kredit.

Gelembung Mississippi (Mississippi Bubble)

Sebagai salah satu contoh paling awal dari gelembung ekonomi yang menyebabkan keruntuhan ekonomi, gelembung Mississippi adalah gelembung ekonomi Prancis yang menimbulkan kerugian besar selama abad ke 18 

Sebagaimana diketahui sejak 1717, Company of the West telah memperoleh hak untuk mengembangkan wilayah Prancis di Mississippi. Dalam waktu beberapa tahun, Company of the Indies, seperti yang dikenal saat itu, memiliki kepentingan besar dalam perdagangan tembakau dan budak, yang pada dasarnya mengadakan monopoli atas wilayah Prancis di:

  • Amerika Utara; dan
  • Hindia Barat.

Karena minat perusahaan dan potensi menghasilkan laba yang besar, nilai perusahaan meningkat hingga melampaui semua ukuran rasional, sampai akhirnya, pada 1720, nilai saham di perusahaan jatuh dan menyebabkan keruntuhan di pasar saham Prancis. Hal ini juga membuktikan bahwa keruntuhan pasar saham bukanlah hal baru.

Keruntuhan Ekonomi South Sea Company

Jika Prancis memiliki gelembung Mississippi, Inggris juga memiliki gelembungnya sendiri.

Dalam kasus Inggris, gelembung itu berpusat di sekitar South Sea Company, yang juga menjadi subjek spekulasi kuat di pasar saham. Meskipun nilai perusahaan ini naik dengan sangat tajam, pada 1720, harga sahamnya jatuh dan memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian dan aktivitas ekonomi Inggris.

Tulip Mania Nyaris Menyeret Belanda ke dalam Keruntuhan Keuangan

Salah satu keruntuhan paling terkenal di masa lalu adalah keruntuhan ekonomi Belanda setelah periode demam tulip antara 1636 dan 1637. Ini dianggap sebagai contoh salah satu contoh pertama dari gelembung ekonomi, bersama dengan gelembung South Sea dan gelembung Mississippi yang telah disebutkan di atas.

Pada dasarnya, yang terjadi adalah tulip menjadi sangat populer dan semua orang menginginkannya setelah diperkenalkan ke Belanda pada akhir abad ke 16. Namun, karena tulip adalah bunga musiman, pasar masa depan (future market) diciptakan, yang berarti bahwa pelanggan dapat membeli hak untuk membeli bunga tulip di kemudian hari.

Namun, ini menyebabkan spekulasi di pasar, yang menaikkan harga tulip ke tingkat yang tidak dapat dipercaya. Beberapa orang bahkan menjual tanah mereka atau gaji yang mereka tabung selama bertahun-tahun untuk membelinya. Tidak mengherankan, pasar mengalami keruntuhan pada tahun 1637 dan menyeret banyak orang ke dalam jurang kemiskinan. Pada tahun 2017, film Tulip Fever dibuat, yang menceritakan kejadian selama gelembung tulip.

Keruntuhan keuangan kecil disebabkan Demam Tulip
Demam Tulip di Belanda menyebabkan keruntuhan keuangan kecil. (Sumber: CC0 1.0, MabelAmber, Pixabay)

Kecelakaan Ekonomi Spanyol pada 1600-an

Kerajaan Spanyol terkenal dengan penjelajahannya di Dunia Baru, terutama karena pencarian mereka terhadap emas. Kekayaan yang Spanyol dapatkan dari tempat-tempat seperti Amerika menunjang mata uang dan pengeluaran Spanyol, sehingga Spanyol menjadi salah satu kekaisaran paling kuat di dunia.

Namun, perang yang pernah putus membuat Spanyol kehabisan uang, sama halnya dengan fakta bahwa aliran emas dan perak yang hampir konstan menghasilkan inflasi dalam pasokan moneternya.

Secara keseluruhan, kekayaan Spanyol terbukti menjadi berkah sekaligus kutukan, dan negara ini menyatakan kebangkrutan enam kali pada abad ke 17 pada tahun:

  • 1607;
  • 1627;
  • 1647;
  • 1652;
  • 1662; dan
  • 1666

Pelajari Penyebab Terjadinya Keruntuhan Ekonomi

Contoh-contoh di atas hanyalah beberapa contoh keruntuhan ekonomi yang paling terkenal. Kemungkinan Anda akan menemukan satu atau dua contoh ini selama studi ekonomi Anda di SMA atau di universitas.

Pada dasarnya, setiap krisis ekonomi berbeda, karena berkisar dari bencana yang disebabkan oleh perilaku spekulatif di pasar saham hingga sistem perbankan yang runtuh dan menyebabkan kepanikan massal dan perlambatan global. Oleh karena itu, pilihan terbaiknya adalah mempelajari krisis ekonomi yang paling terkenal sebanyak mungkin, karena semuanya memiliki sebab dan akibat tersendiri yang unik.

Jika Anda ingin mempelajari keruntuhan ekonomi dan penyebabnya secara lebih mendalam, maka Anda bisa mencari seorang tutor ekonomi untuk membantu Anda lebih memahami keruntuhan ekonomi tersebut.

Seorang guru dapat:

  • Memandu Anda melalui berbagai peristiwa penting yang menyebabkan krisis ekonomi;
  • Membantu Anda mengidentifikasi apakah ada tren atau kesamaan umum di antara sejumlah keruntuhan; dan
  • Memberikan contoh-contoh yang relevan yang dapat Anda gunakan dalam tugas kuliah atau esai.

Super prof memiliki banyak guru ekonomi di dekat saya yang sangat menguasai studi keruntuhan ekonomi, dan mereka akan dengan senang hati membantu Anda meraih keberhasilan dalam studi ekonomi Anda.

Cari tahu siapa ekonom yang paling berpengaruh.

Temukan lebih banyak ekonom top dunia.

Baca beberapa buku ekonomi terbaik.

Jelajahi konsep pemodelan ekonomi.

 

Butuh guru Ekonomi ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

0.00/5, 0 votes
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang