Model ekonomi berusaha menjelaskan realitas ekonomi kita, misalnya mengapa pasar berperilaku seperti itu. Terlebih lagi, model ekonomi berusaha menguji asumsi atau teori tentang perilaku ekonomi. Namun, bagaimana proses pengujiannya tergantung pada model yang digunakan.

seorang ekonom senior di IMF Institute, Sam Ouliaris, menyatakan bahwa para ekonom menggunakan model ekonomi teoretis atau model ekonomi empiris untuk menguji teori-teori mereka.

Dia berpendapat bahwa model teoritis berfokus dalam memberikan jawaban kualitatif dan prediksi perilaku individu atau perilaku pasar. Sementara itu, model empiris berusaha untuk memberikan pembenaran numerik atas teori-teori tersebut. Selanjutnya, seberapa sederhana atau seberapa rumit suatu model tergantung pada ekonom yang menciptakan model tersebut, dan apa tujuan yang ingin mereka capai.

Ghina
Ghina
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (4) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Arif
Arif
Guru Ekonomi
4.63 4.63 (5) Rp75,000/h
Kursus pertama gratis!
Juan
Juan
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (4) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Ghina
Ghina
Guru Ekonomi
4.75 4.75 (6) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Kemala
Kemala
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (2) Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!
Nita
Nita
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (2) Rp35,000/h
Kursus pertama gratis!
Wanti nur
Wanti nur
Guru Ekonomi
5.00 5.00 (1) Rp60,000/h
Kursus pertama gratis!
Yudithia dini
Yudithia dini
Guru Ekonomi
Rp100,000/h
Kursus pertama gratis!

Ada Lebih Dari Satu Model Ekonomi

Untuk mempelajari dan mengembangkan teori ekonomi dapat menggunakan scatterplots
Scatterplots digunakan untuk mempelajari dan mengembangkan teori ekonomi. Sumber: Wikipedia Credit: Marius Xplore

Ada banyak model ekonomi yang berbeda dan masing-masing memberikan hasil dan kesimpulan yang berbeda tentang realitas ekonomi di sekitar kita. Namun, terlepas dari beragam teori dan model tersebut, ada beberapa ekonom dan aliran pemikiran ekonomi utama yang teorinya harus Anda ketahui, terutama jika Anda sedang belajar ekonomi.

Ekonomi Klasik

Ekonomi klasik adalah aliran pemikiran ekonomi yang prinsip-prinsipnya berasal dari para pemikir pendahulu seperti Adam Smith dan John Locke.

Pada dasarnya, para ekonom klasik percaya pada sejumlah konsep, termasuk:

  • Konsep Adam Smith tentang “tangan tak terlihat”;
  • Pembagian kerja;
  • Pasar bebas; dan
  • Sistem ekonomi laissez-faire, termasuk keyakinan bahwa pasar memiliki kecenderungan untuk mengatur dirinya sendiri.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa Adam Smith adalah tokoh paling kontroversial pada masanya.

Salah satu alasan mengapa tulisannya sering menjadi pergunjingan adalah kenyataan bahwa model ekonomi yang ia usulkan begitu bertentangan dengan organisasi politik pada zamannya.

Kebetulan Adam Smith masih hidup ketika terjadi perubahan besar di negaranya.

Dia masih bayi ketika Skotlandia menandatangani Perjanjian Persatuan dengan Inggris, melepaskan negaranya dari upeti berat yang dipungut oleh Inggris dan membuka rute perdagangan yang menguntungkan dengan koloni Amerika.

Di usianya yang semuda itu, tentu saja ia belum memahami peristiwa-peristiwa tersebut, tetapi beberapa tahun kemudian, peristiwa tersebut pasti memainkan peran dalam teorinya tentang masalah ekonomi.

Ketika ia masih remaja, yang tentunya sudah mampu memahami akibat dari berbagai peristiwa, Bank Skotlandia mendapat tuduhan bahwa bank ini merupakan simpatisan Jacobite. Pada 1727, saingan bank ini menerima Piagam Kerajaannya.

Kedua lembaga tersebut berusaha untuk saling menggulingkan satu sama lain dari dunia bisnis. ‘Perang bank’ ini berakhir pada 1751 – kebetulan, hanya beberapa tahun sebelum Smith mempublikasikan Teori Sentimen-Sentimen Moral.

Pada dasarnya, kepercayaan menyeluruh dari aliran pemikiran ini adalah bahwa pasar harus selalu bergerak untuk berada dalam ekuilibrium. Misalnya, seiring berjalannya waktu, setiap perubahan pada pasokan harus disamakan dengan langkah permintaan yang sesuai.

Dalam karya ini, ia menyinggung “tangan yang tak terlihat” dalam perenungannya terhadap orang kaya; yaitu bahwa mereka dipaksa, bukan oleh hukum tetapi oleh keharusan moral untuk mendistribusikan kebutuhan hidup kepada orang miskin – entah itu berupa upah dan/atau barang.

Ternyata Smith menjadi seorang ekonom karena tidak ada ekonom yang lebih baik darinya; teorinya lebih diformulasikan pada moralitas daripada pada pengertian fiskal. Karena itu, tidak mengherankan bahwa ia adalah seorang pemikir abad pencerahan (Enlightened thinker)!

Guru ekonomi saya di Jakarta adalah seorang ekonom klasik!

Kapitalisme Laissez-Faire

Teori kapitalisme Laissez-faire terkait erat dengan ekonomi klasik serta para pemikir seperti Adam Smith.

Jauh dari kesan lesu dari istilah yang digunakan, teori ekonomi ini bertumpu pada lima dasar:

  1. Unit dasar dari setiap masyarakat adalah individu
  2. Hak alami setiap individu atas kebebasan tidak boleh dirampas
  3. Alam adalah sistem yang harmonis dan mengatur dirinya sendiri
  4. Individu harus secara cermat mengawasi perusahaan dan entitas lain dari Negara karena kecenderungan mereka untuk mengganggu perintah spontan (penganut aliran Smith).

Bahkan hari ini, kami menemukan bukti adanya model ekonomi ini. , Misalnya, pemegang saham memiliki hak untuk meninjau neraca perusahaan. Pemerintah juga menerapkan teori ini dengan melembagakan komite pengawas dan mengajukan audit eksternal.  

Prinsip kelima, yang terpenting adalah bahwa pasar harus selalu kompetitif. Di sinilah masalah konsep Laisser-Faire.

Pemerintah secara rutin menyesuaikan tingkat bunga untuk menstimulasi ekonomi mereka, memenuhi target tingkat inflasi, atau menaikkan nilai pada mata uang mereka.

Meskipun praktik-praktik ini dapat dianggap manipulasi, praktik-praktik tersebut umumnya diterima sebagai cara yang sah untuk mempertahankan perekonomian.

Di sisi lain, perusahaan tidak diizinkan menggunakan taktik semacam itu.

Ketika sebuah perusahaan secara artifisial mengembangkan sahamnya. Perusahaan tersebut menampilkan harga yang lebih tinggi daripada yang sebenarnya ada di pasar saham. Hal ini secara efektif membentuk gelembung ekonomi tanpa ada yang menopangnya.

Sejumlah skema seperti pump and dump dianggap ilegal dan kebanyakan pelakunya ditangkap... bukan oleh individu, sebagaimana negara doktrin Laisser-Faire, tapi oleh pengawas pemerintah.

Mereka yang menganjurkan sistem tersebut berpendapat bahwa pasar secara efektif mengatur dirinya sendiri dan sehingga campur tangan pemerintah dalam kebijakan ekonomi, misalnya melalui penetapan tarif impor atau ekspor, dianggap berbahaya. Dengan demikian, agar semua pihak memperoleh manfaat terbesar, kapitalisme harus bebas menjalankan programnya sendiri.

Jenis-jenis pemodelan ekonomi
Ada berbagai jenis pemodelan ekonomi. (Sumber: CC BY-SA 3.0, Jarry1250, Wikimedia Commons)

Marxisme

Karl Marx mungkin lebih dikenal sebagai seorang filsuf, tetapi ia juga memberikan kontribusi yang besar dalam bidang ekonomi.

Dua karya besarnya di bidang ekonomi dan sejarah ekonomi adalah:

Judul (Bahasa Inggris)Judul (Bahasa Jerman)Tahun PenerbitanPengarang
The Communist ManifestoManifest der Kommunistischen Partei1848Karl Marx and Friedrich Engels
CapitalDas Kapital1867Karl Marx

Seperti yang banyak orang ketahui, Marx tidak menganjurkan kapitalisme dan ia melihat banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh sistem ini, termasuk konflik dan ketidakstabilan.

Berbeda dengan pemikiran mereka, filosofi Marx dan Smith didasarkan pada plot yang sama: pemodelan ekonomi harus didorong oleh kode moral.

Karl Marx percaya tidak ada satu orang pun yang lebih baik, lebih layak atau lebih pantas daripada orang lain.

Atas dasar tersebut, mengapa harus ada yang kaya dan harus ada yang miskin? Atau, yang lebih spesifik, mengapa harus ada yang mengalami kekurangan jika ada sumber daya yang cukup untuk setidaknya memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, dan perawatan kesehatan setiap orang?

Filosofi Marx sangat bertentangan dengan kepercayaan umum yang dipegang pada saat itu.

Ingatlah bahwa pernyataannya diutarakan ketika semua orang yang mampu sedang berlomba untuk menjadi kaya.

Setelah Revolusi 1848, ketika sebagian besar monarki Eropa digulingkan, transisi dari sistem perbudakan ke model ekonomi yang memungkinkan setiap orang untuk menjual jasa terbukti jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan sebelumnya.  

Sewaktu masih muda, Marx menyayangkan gagasan bahwa orang menjual waktu dan keterampilan hanya untuk memenuhi kebutuhan, sementara mereka yang bekerja keras pada dasarnya menggantikan kelas bangsawan yang baru saja ditinggalkan.

Mungkin tampak bertentangan bahwa Marx tidak memiliki masalah dengan kapitalisme sebagai model ekonomi. Sebaliknya, ia menentang konsep modal; kecenderungan pekerja untuk menjadi budak pemilik bisnis.

Bertentangan dengan para pemikir seperti Adam Smith, Marx percaya bahwa jantung kapitalisme adalah sejarah perjuangan kelas itu sendiri. Dalam nada yang hampir seperti Hegelian, Marx berargumen bahwa pada akhirnya perjuangan inilah yang akan menghancurkan kapitalisme dan bahwa ini akan mendorong masyarakat menuju era baru komunisme.

Hipotesis pasar efisien

Hipotesis Pasar Efisien (EMH) adalah teori dalam bidang ekonomi keuangan yang sering dirujuk dalam kaitannya dengan investasi dan pasar saham.

Pada dasarnya, EMH menyatakan bahwa seorang investor tidak pernah mampu “mengalahkan pasar” karena pasar saham mencerminkan semua informasi yang tersedia. Meskipun teori ini banyak digunakan dan dijadikan direferensi, teori ini telah menjadi bahan kritik dan perdebatan yang sengit. Para penentangnya berargumen, misalnya, bahwa tokoh-tokoh seperti Warren Buffet telah mampu mengalahkan pasar selama beberapa dekade secara konsisten.

Hipotesis Pasar Efisien menyatakan bahwa ada sistem check and balance yang bekerja, bahwa setiap entitas benar-benar jujur, ​​dan bahwa fluktuasi pasar selalu dapat diprediksi.

 Pada dasarnya, ini adalah cara yang efektif untuk merangkul ekonomi Laisser-Faire dan postulat ‘Tangan Tak Terlihat'; kombinasi yang secara alami akan mendorong perdagangan yang adil.

Karena faktor-faktor ekonomi dasar tersebut ada dan bekerja dengan baik, tidak ada entitas – investor atau bisnis yang dapat memainkan pasar untuk keuntungan mereka.

Kalau bukan karena faktor manusia, ini akan menjadi teori ekonomi yang baik dan kompak.

Mari kita periksa efek kebijakan internasional di Amerika terhadap pasar keuangan dunia, hanya untuk tujuan ilustrasi.

Bias informasi, kecenderungan untuk mencari lebih banyak informasi tentang suatu situasi walaupun tidak memiliki dampak langsung pada tindakan apa pun, adalah contoh dari bias kognitif yang mempengaruhi perekonomian.

Apakah penghasilan saya aman? Apakah negara lain ingin membeli produk saya?

Akankah investor terus mendukung usaha saya dengan itikad baik meskipun tampaknya pemerintah saat ini bermaksud mengganggu keseimbangan yang sejauh ini saya nikmati?

Bahkan setelah menyerap semua informasi tentang situasi ini, entitas-entitas ini menggunakan pemikiran mereka sendiri, mungkin pemikiran yang tidak rasional tentang hal itu. Praktik di masa lalu menunjukkan bahwa mereka kemungkinan akan melepaskan lebih banyak saham yang tidak stabil untuk membeli saham pertumbuhan, seringkali dengan harga yang lebih tinggi.   

Tren ini memiliki efek ganda pada perekonomian.

Di satu isi, hal ini mengurangi nilai saham berisiko dan memaksa investor untuk memangkasnya. 

Di sisi lain, orang lain akan mendapat untung dengan membeli saham-saham yang terabaikan itu dengan harga yang diturunkan serta dari reaksi berlebihan mereka yang menjual saham-saham pertumbuhan.

Inilah yang membentuk rumus Buffett, jika Anda bertanya-tanya.

Setiap Ekonom Hebat Memiliki Teori Ekonominya Sendiri

Seperti yang kami sebutkan di atas, ada berbagai teori ekonomi. Namun, jika Anda ingin mempelajari teori-teori ekonomi yang paling berpengaruh atau didukung secara luas, cobalah membaca teori-teori utama dari para ekonom ternama.

Tangan Tak Terlihat (The Invisible Hand)

Seorang filsuf abad ke 18, Adam Smith, adalah tokoh penting dalam ekonomi dan banyak dikaitkan dengan aliran pemikiran ekonomi klasik.

Salah satu konsep Smith yang paling populer adalah “tangan tak terlihat,” yang dia gambarkan dalam karyanya The Wealth of Nations. Menggambarkan ekonomi pasar bebas, Smith berpendapat bahwa ada tangan yang tak terlihat yang membimbing ekonomi menuju keseimbangan, terlepas dari kepentingan individu.

Adam Smith adalah tokoh ekonomi yang berpengaruh
Model ekonomi Adam Smith sangat berpengaruh. (Sumber: CC BY-SA 3.0, Guinnog, Wikimedia Commons)

Ekonomi Keynesian

John Maynard Keynes adalah salah satu tokoh yang paling terkenal di bidang ekonomi, sebagian besar karena pengaruh luas teorinya terhadap pasar global di abad ke 20.

Prinsip utama ekonomi Keynesian adalah gagasan bahwa pemerintah harus melibatkan diri dalam menjalankan ekonomi kapitalis.

Secara khusus, Keynes berpendapat bahwa pemerintah harus melakukan lebih banyak pengeluaran selama masa krisis ekonomi untuk menstabilkan ekonomi dan meningkatkan permintaan barang dan jasa. Pada akhirnya, hal ini akan memancing pertumbuhan ekonomi.

Seperti halnya semua filosofi ekonomi lain, kita harus melihat apa yang terjadi di dunia dan dengan berbagai model ekonomi untuk mendapatkan pengertian sebenarnya tentang apa yang dimaksud oleh seorang ekonom dengan model ekonomi yang dicetuskannya.

Ada sejumlah argumen di antara para ekonom saat ini bahwa Depresi Besar Amerika disebabkan oleh bank sentral negara itu, The Fed, yang tidak mengambil tindakan dalam menghadapi krisis perbankan.

Tindakan yang dapat mencegah keruntuhan ekonomi monumental termasuk menurunkan suku bunga dan mengatur bank.

Sebelum Depresi besar, bank-bank di AS sebagian besar tidak diatur; mereka memiliki kekuatan untuk mencetak uang untuk memenuhi semua kewajiban fiskal mereka. The Fed tidak mengambil langkah yang sesuai, yang mengarah ke perbedaan nilai antara kedua sistem.

Kontraksi moneter yang terjadi kemudian menyebabkan kepanikan, sehingga orang bergegas ke bank dan menarik semua uang mereka.

Itu pun jika uang tersebut tersedia untuk proses penarikan.

Model Keynesian berkisar pada gagasan bahwa, jika bank sentral memiliki pengawasan dan kendali terhadap bank-bank lokal, depresi dapat dihindari.

Pada saat ekonomi melambat, pemerintah harus mengalami defisit untuk menjaga agar orang tetap bekerja karena bisnis sektor swasta tidak dapat diandalkan untuk berinvestasi cukup banyak dalam produksi agar menjaga perekonomian tetap bertahan.

Defisit semacam itu mungkin termasuk menurunkan pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah (yang akan mewakili defisit dalam anggaran mereka).

Meskipun gagasannya juga menuai banyak kritik karena cenderung menentang kebijakan Laissez-Faire yang didukung oleh tokoh-tokoh seperti Adam Smith, pengaruh teori Keynes tidak dapat dipungkiri.

Monetarisme Friedman

Berbeda dengan Keynes, sebagai seorang ekonom AS, Milton Friedman adalah seorang pendukung pasar bebas dan telah dikaitkan erat dengan teori moneterisme.

Model Keynesian menganjurkan agar pemerintah memanipulasi ekonomi melalui tarif pajak yang berfluktuasi dan beragam pengeluaran pemerintah sesuai dengan zaman.

Di sisi lain, monetarisme mendukung pemerintah dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar tetapi tidak boleh mengambil tindakan.

Dengan kata lain: pemerintah harus fokus hanya pada mempertahankan tingkat kemampuan ekonomi yang berkelanjutan.

Percaya bahwa manipulasi tingkat pertumbuhan uang atau suplai uang itu sendiri akan membuat perekonomian tidak stabil, Friedman mengusulkan aturan uang tetap, di mana suplai uang akan ditingkatkan dengan persentase yang ditentukan setiap tahun.

Friedman percaya dengan menjaga upah dan harga agar tetap fleksibel sebagai bagian dari ekonomi Laissez-Faire. Secara khusus, teori monetarisme berpendapat bahwa jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian harus dijaga secara konstan, dengan ruang yang cukup untuk tumbuh dalam skala nasional.

Dengan demikian, berbeda dengan Keynes, konsep moneterisme bertentangan dengan anjuran atau saran kepada pemerintah untuk melakukan intervensi atau membuat regulasi yang berlebihan.

Dengan danya teori ekonomi monetaris pemerintah tidak melakukan interfensi uang
Teori ekonomi monetaris menyerukan agar pemerintah tidak melakukan interfensi terhadap uang Anda! Sumber: Kredit Kredit: Jarmoluk

Contoh Model Ekonomi Lainnya

Teori dan model ekonomi baru selalu berkembang, dan ada kontribusi besar dalam bidang ekonomi baru seperti ekonomi perilaku selama lima puluh tahun terakhir. Di bawah ini kami menjabarkan beberapa teori ekonomi baru yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa ekonomi atau lulusan jurusan ekonomi.

Informasi asimetris

Konsep informasi asimetris diperkenalkan oleh tiga ekonom:

  • George Akerlof;
  • Michael Spence; dan
  • Joseph Stiglitz.

Argumennya adalah bahwa, dalam suatu transaksi, seringkali satu pihak (biasanya penjual) lebih memiliki akses ke banyak informasi dan pengetahuan daripada pihak lain (biasanya pembeli).

Asimetri informasi bukan semata-mata masalah ekonomi: para pimpinan militer terus-menerus salah menghitung prospek kemenangan mereka – kasus klasik asimetri informasi.

 Kita melihat contoh persamaan yang tidak merata terjadi di mana-mana sekarang: kita tidak benar-benar tahu apakah Korea Utara masih terus mengoperasikan fasilitas nuklir mereka, apakah kekuatan ISIS benar-benar hancur, atau bagaimana Uni Eropa akan berdagang dengan Inggris pasca-Brexit – tidak peduli apa mereka katakan.

Dalam dunia yang sempurna, negosiasi semacam itu bekerja seperti permainan catur: semua pion dan semua kemungkinan gerakannya di atas papan hanya diketahui oleh mereka yang tahu cara memainkan catur.

Bertentangan dengan beberapa model ekonomi yang mengasumsikan simetri informasi yang sempurna, implikasi dari teori ini adalah bahwa pada kenyataannya, pasar tidak beroperasi dengan cara ini, dan bahwa keberadaan informasi asimetris dapat mengarah pada “seleksi yang merugikan.”

Teori Prospek

Daniel Kahneman dan Amos Tversky adalah tokoh di balik teori prospek. Teori ini mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan asumsi dalam kebanyakan model ekonomi bahwa individu tidak selalu mengambil keputusan yang sepenuhnya rasional.

Kahneman dan Tversky menggunakan penelitian mereka untuk berargumen bahwa individu melihat keuntungan dan kerugian dari sudut pandang yang berbeda, dengan penekanan yang lebih besar pada keuntungan yang mungkin terjadi daripada kemungkinan kerugian. Karena alasan ini, teori ini juga telah dideskripsikan sebagai teori loss aversion.

Akibatnya, Kahneman dan Tversky berpendapat bahwa beberapa keputusan kita lebih didasarkan pada emosi dan ingatan kita daripada logika. Teori ini masuk dalam bidang ekonomi perilaku dan dapat digunakan untuk menggambarkan mengapa orang kadang-kadang mengikuti perilaku yang kurang dari logis di pasar keuangan.

Teori Permainan

Teori permainan memiliki aplikasi yang luas, dari psikologi, politik, biologi hingga bisnis.

Tentunya, teori ini juga bisa diaplikasikan di bidang ekonomi. Pada dasarnya, teori ini mempelajari konflik manusia dan kerja sama di masa kompetisi, dan strategi yang diadopsi individu sebagai hasilnya.

Anda bisa mengatakan bahwa penerapan Teori Permainan dalam bidang ekonomi menggarisbawahi prinsip-prinsip ekonomi klasik:

  • Pembagian kerja: 'pemain' saling membantu
  • Pasar bebas: pemain menetapkan nilai-nilai mereka sendiri dalam melakukan barter.
  • Laisser-Faire: hasil permainan bisa diatur sendiri

Komponen tangan tak terlihat mengacu pada prinsip dasar permainan yang adil dan keseimbangan batin dari setiap pemain.

Teori permainan telah membantu mendandani sejumlah masalah yang tidak dapat dijelaskan oleh aliran pemikiran ekonomi lainnya. Misalnya, teori permainan membantu menjelaskan konsep persaingan tidak sempurna, yang tidak bisa dijelaskan oleh sejumlah model ekonomi.

Salah satu pelopor pertama bidang ini adalah John von Neumann, walaupun ada banyak kontributor lain, seperti John Nash, yang mengembangkan Nash Equilibrium.

Teori permainan sebagai teori ekonomi
Teori permainan menjadi teori ekonomi yang semakin populer. (Sumber: CC BY-SA 2.0, brewbooks, Wikimedia Commons)

Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Teori Ekonomi Favorit Anda

Meskipun ada sejumlah teori dan model ekonomi di luar sana, Anda perlu menghabiskan banyak waktu untuk memahami model ekonomi terkenal. Anda dapat melakukannya dengan membaca buku tentang topik tersebut. Ada berbagai alasan yang mendasarinya seperti:

  • Anda bisa belajar tentang aliran pemikiran ekonomi tertentu secara lebih mendalam;
  • Anda dapat mengembangkan pemahaman Anda tentang seorang pemikir ternama di bidang ekonomi – mulai dari Keynes hingga Friedman; dan
  • Anda bisa meningkatkan pengetahuan Anda tentang mata kuliah atau kurikulum di universitas Anda.

Cara terbaik untuk mempelajari model ekonomi tertentu adalah dengan membaca karya-karya yang relevan oleh para pendukungnya, misalnya, The Wealth of Nations atau Das Kapital. Akan tetapi, jika Anda memerlukan bantuan tambahan untuk memahami sejumlah teori ekonomi utama, Anda juga bisa mencari tutor les, terutama jika Anda tidak punya waktu untuk membaca setiap buku ekonomi utama secara terperinci.

Jika menurut Anda belajar dari seorang tutor Ekonomi akan menjadi cara terbaik untuk membantu Anda mempelajari teori-teori ekonomi penting tersebut secara mendalam, maka Anda bisa mencari tutor Ekonomi untuk SMA di situs bimbingan belajar online. Situs-situs seperti Superprof memiliki sejumlah tutor ekonomi yang sangat menguasai semua teori ekonomi utama yang tercantum di atas, dan mereka dengan senang hati akan membantu Anda memperdalam pengetahuan Anda tentang model-model tersebut.

Superprof memiliki tutor ekonomi online!

Jika Anda ingin membaca tentang krisis keuangan 2008, klik di sini.

Butuh guru Ekonomi ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

0.00/5, 0 votes
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang