Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Bisakah Kamu Mengatasi Rasa Cemas dan Rasa Takut terhadap Matematika?

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 23/01/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Dapatkah kamu mengatasi rasa khawatir dan fobia mu dengan Matematika?

Matematika adalah penyebab dari segala penderitaan siswa sepanjang karir pendidikan mereka. Memikirkan tes matematika bahkan cukup untuk memicu serangan kecemasan atau gejala kecemasan lainnya.

Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, setiap siswa pasti pernah terhalangoleh pertanyaan matematika yang tampaknya mustahil.

Kecemasan dan stres ini diperkuat oleh fakta bahwa matematika adalah disiplin utama dalam kurikulum matematika dan bahwa keterampilan matematika serta penalaran dan pemahaman konsep-konsep matematika adalah bagian penting dari pendidikan.

Matematika tidak hanya memungkinkan siswa untuk memahami dunia di sekitar mereka dan memecahkan suatu permasalahan di kehidupan nyata, tetapi juga merupakan persyaratan dari banyak karir profesional. Mahir dalam matematika A-level adalah kualifikasi yang sangat berharga yang membuka banyak berbagai jalan menuju pendidikan lanjutan.

Ini semua menunjukkan bahwa mengatasi fobia matematikamu sangatlah penting, tetapi bagaimana caranya?

Bantuan untuk Mengatasi Rasa Takut terhadap Matematika

Semua siswa, mulai dari studi KS1hingga sekolah menengah dan pasca A-Level, sangat menyadari pentingnya matematika, tidak hanya dalam kurikulum sekolah pada setiap tahap pendidikan mereka, tetapi juga dalam kehidupan profesional dan sehari-hari

selalu akan ada rintangan mulai dari kecil hingga dewasa Hambatan mental seringkali terjadi, mulai dari sekolah dasar hingga universitas (Sumber: Superprof.fr).

Para siswa tahu bahwa mereka perlu memperhatikan pelajaran di kelas matematika, dan mendengarkan guru mereka. Tetapi bagaimana jika matematika membuatmu benar-benar cemas?

Justru karena karana pentingnya memperhatikan dan mendengarkan, matematika menyebabkan stres, kecemasan, dan kepanikan.

Singkatnya, inilah yang dikenal sebagai “rasa takut terhadap matematika”. Lebih buruknya lagi, rasa takut tersebut dapat berkontribusi pada halangan mental, gangguan kecemasan, dan serangan panik, jadi rasa takut ini memang nyata. Inilah 5 tips dari kami untuk membantu mengatasi rasa takutmu terhadap matematika:

  • Ambil les privat matematika dengan seorang guru privat. Jenis pengajaran matematika terapan seperti ini dapat membantu dalam menolong beberapa siswa yang mengalami masalah. Berkat sumber pengajaran yang dipersonalisasikan, seorang tutor, baik yang berasal dari sekolah umum maupun otodidak (misalnya seorang mahasiswa S1 atau pascasarjana), akan tahu cara mengatasi suatu hambatan yang mengakar terkait dengan matematika.
  • Gunakan bahan-bahan belajar yang praktis dan relevan: Rasa takut terhadap matematika dapat diatasi dengan pendekatan pembelajaran alternatif, dan penggunaan bahan-bahan belajar yang praktis. Pikirkan metematika melalui sebuah objek, diagram lingkaran, atau batu kecil bertuliskan angka, untuk memahami suatu konsep secara logis dan menguasai poin-poin penting.
  • Atasi rasa cemas terhadap matematika dengan membaca buku-buku yang terspesialisai. Menghindari topik sulit tidak akan membantumu dalam jangka panjang.
  • Identifikasi hambatan mental: Ini sering muncul dari lingkungan keluarga siswa. Dalam hal ini, guru dapat, berperan sebagai psikolog juga.
  • Pelajari lagi dasar-dasar matematika: Penambahan dan pengurangan, mental aritmetika, permasalahan perkalian, desimal, bilangan bulat, permasalahan pembagian, pemecahan masalah dalam geometri, teorema Thales, teorema Pythagoras, simetri, lingkaran, sudut, trigonometri, aljabar, aritmetika, akar pangkat dua…. Singkatnya, pelajari semua dasar yang diperlukan untuk mempersiapkan matematika atau sains A-Level! Ini akan membantu kamu membangun logika.

Memahami Rasa Takut terhadap Matematika

Semua pengalaman di sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi dan universitas dapat menyebabkan ketidaktertarikan atau rasa takut terhadap matematika. Tetapi, jika kamu memiliki pengalaman buruk dalam matematika, belum terlambat untuk mengubah pola pikirmu.

Rasa takut tersebut dapat muncul sebagai akibat dari kecemasan, stres, dan kekecewaan karena tidak memahami konsep kunci, selama pelajaran matematika. Sedangkan, sebagian siswa yang lain hanya berpikir bahwa trigonometri, aljabar, kalkulus, dan materi-materi lain itu membosankan dan “tidak menarik”.

Bagaimana jika kamu suka matematika sejak lahir? Mungkin terlihat bahwa untuk menghabiskan waktu dengan belajar persamaan linear, latihan pemecahan masalah matematika, geometri atau teorema Pythagoras, seseorang harus menjadi seorang pemimpi sebagaimana Albert Einstein: Seorang siswa yang kreatif dan intuitif yang diberkahi dengan kemampuan untuk mensintesis berbagai bidang pengetahuan.

Bagi siswa yang lain, matematika bisa mebuat mereka menderita! Sebuah studi menunjukkan bahwa tindakan antisipasi sederhana terhadap permasalahan matematika yang sulit bisa berubah menjadi rasa sakit fisik. Matematika juga dapat dikaitkan dengan emosi masa lalu yang menyakitkan. Bisa jadi ada rasa malu yang dirasakan oleh seorang murid yang tidak mampu memecahkan suatu permasalah persamaan sulit di papan tulis.

Secara keseluruhan, kepanikan, kegelisahan, hambatan mental, dan rasa malu tersebut yang disebabkan oleh orang lain dapat menyebabkan rasa enggan dan muak yang sulit diubah terhadap matematika. Pelajaran matematika bahkan bisa berujung pada tangisan air mata, hilangnya harga diri, dan emosi negatif. Namun, ada beberapa teknik bantuan matematika yang bisa deberikan oleh guru untuk mengatasi dan menyelesaikan masalahdalam belajar matematika:

  • Soroti dan puji poin yang baik,
  • Beri dorongan pada usahanya,
  • Jangan menghukum.
  • Dengarkan penyebab kecemasan, ketakutan, dan kepanikan murid,
  • Buatlah matematika jadi lebih menyenangkan dengan permainan, kuis, dan teka-teki..

Kamu dapat Mengatasi Rasa Takutmu terhadap Matematika!

Hanya sedikit orang yang tidak mahir matematika Di antara banyak orang, hanya sebagian kecil yang tidak mahir dalam matematika (sumber: Unsplash).

Ketika kita mundur selangkah dan melihat semua tekanan yang ditimbulkan oleh matematika terapan, sains (biologi, ilmu pengetahuan sosial, geografi), fisika, kimia, teknik, teknologi, tampaknya matematika tidak terlalu menakutkan atau sulit dipahami.

Penelitian telah menunjukkan bahwa otak memiliki kapasitas untuk tumbuh atau menyusut. Sekarang, kita juga tahu bahwa membuat kesalahan dalam matematika memungkinkan otak untuk berkembang karena kesalahan tersebut: Untuk belajar dari kesalahan itu sebenarnya. Jadi, meskipun kecemasan dan panik mungkin tidak rasional, justru stres dan kesalahan yang membebani pikiran dapat menyebabkan otak menjadi lebih pintar. Salah dalam menangani permasalahan matematikasebenarnya memberi kesempatan kepada otak untuk memperbanyak neuron dan koneksinya.

Selain itu, berkat eksperimen yang dilakukan oleh Jo Boaler, kita sekarang tahu bahwa hanya 2 hingga 3% dari populasi yang benar-benar mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Sisanya mampu mengatasi stres dan menyelesaikan permasalahan matematika, termasuk permasalahan tingkat tinggi. Karena itu, kita harus mencoba mengubah perasaan panik dan cemas ini menjadi “stres yang baik”: Tekanan yang mampu merangsang kemajuan dalam matematika.

Boaler telah membuktikan bahwa dengan tekanan konstan di bawah bawah batasan waktu, otak tidak dapat berfungsi dengan baik. Dengan menghilangkan batasan waktu, siswa dapat membuat kemajuan yang signifikan dalam pertanyaan aljabar, pemecahan masalah pecahan, geometri, mental aritmatika, perhitungan bilangan prima, dan sebagainya.

Jadilah Mahir dalam Matematika dengan Cara yang Menyenangkan

Untuk menghilangkan unsur tekanan, kamu juga bisa membuat matematika jadi menyenangkan menggunakan permainan matematika. Kamu tidak perlu duduk dan menderita di kelas matematika untuk mencoba mempelajari tabel perkalian dengan cara menghafal.

Berikut ini situs web yang telah menyediakan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dengan permainan pemecahan masalah matematika untuk anak-anak dan orang dewasa:

Sebuah kalimat yang aneh, "Matematika enak kan!" “Matematika asik kan!” … sebuah frasa yang jarang terdengar (Sumber: Jisc)

Ada juga aplikasi matematika yang bagus untuk digunakan di kelas, yang memuat aktivitas pemecahan masalah dan masalah matematika yang menyenangkan untuk membantu kamu mengatasi stres, kecemasan, atau kepanikan yang kamu rasakan ketika belajar matematika, sepertiMath Master, Edupad, dan iTooch. Mengubah konsep matematika menjadi permainan dapat benar-benar membantu mengurangi ketakutan dan kecemasan umum.

Sumber materi matematika online gratis yang sangat baik untuk siswa dan guru dapat ditemukan di NRICH Maths Cambridge University. Sumber bagus lainnya adalah Funmaths.

Pembelajaran Ulang dan Perbaikan Matematika untuk Dewasa

Jika metode “pembelajaran matematika yang menyenangkan” belum membuatmu yakin, mungkin pembelajaran ulang matematika akan lebih membuatmu tertarik.

Banyak yang mengatakan bahwa belajar matematika sama halnya seperti belajar bahasa baru. Jika demikian, maka mengabaikan pemerolehan dasar-dasar bahasa yang baru ini akan terus menjadi kelemahan mendasar. Dibutuhkan banyak latihan untuk mendapatkan kelancaran dalam bahasa ini. Jika ini belum dilakukan, maka siswa tidak perlu membuang-buang waktu untuk pembelajaran ulang, entah itu sebelum memulai gelar sarjana, magister, atau doktor di universitas atau di tempat-tempat lain.

Pengajar matematika privat dan pengajaran matematika privat sangat dianjurkan dalam upaya ini. Beberapa pelajar lebih suka belajar sendiri menggunakan berbagai buku, situs web, dan aplikasi yang relevan. Bagaimanapun juga, inilah tips yang bisa dipraktikkan untuk sepenuhnya menghilangkan perasaan sedih, gelisah dan panik:

  • Menggunakan flashcards (kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata),
  • Mempelajari materi sebelumnya,
  • Belajar matematika dengan Lego.
Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar