Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Semua Orang Bisa Mempelajari Matematika Level Tinggi, tidak hanya Guru

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 24/01/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Setiap orang bisa mempelajari Matematika tingkat mahir, bukan hanya Guru

“Aku tidak terlahir untuk matematika, aku tidak akan pernah bisa menguasainya!” – Kedengarannya familiar? Jika kamu belum pernah mendengarnya, kamu pasti pernah mengatakannya pada tahap tertentu dalam karier akademikmu.

Dari semua disiplin ilmu yang diajarkan dalam sistem pendidikan, sisi teoritis dan penerapan praktis matematika membuat pelajaran ini menonjol.

Matematika dapat dianggap sebagai pelajaran yang mengatur beberbagai ilmu pengetahuan karena berhadapan dengan segala sesuatu mulai dari perhitungan probabilitas, aljabar dasar, pecahan, sampai penalaran matematis.

Tapi bagaimana penguasaan matematikamu?

Ketika berbicara tentang matematika, biasanya kamu akan masuk ke dalam salah satu kategori berikut:

  • Kamu berbakat dalam matematika dan langsung memahami semuanya setelah diajar, sehingga kamu hampir selalu menjadi yang paling mahir di kelas. Kamu sangat tertarik dengan matematika dan kamu tidak akan pernah khawatir tertinggal dari teman-teman sekelasmu!
  • Kamu tidak berbakat dalam matematika dan kamu takut ketinggalan. Mungkin dulunya kamu pernah mengalami kesulitan dalam beberapa poin penting seperti tabel perkalian atau teoremaPythagorassehingga kamu tidak punya dasar yang kuat untuk membangun pengetahuanmu.

Jadi, tampaknya ketidakjelasan metematika juga berlaku bagi mereka yang mempelajarinya: entah kamu gugup maupun tidak.

Tetapi, mengapa ini harus membuatmu berhenti mencoba utnuk menguasai matematika?

Tidak ada alasan sama sekali untuk takut dengan angka – mereka tidak menggigit!

Jika kamu kewalahan untuk mengatasi rasa takut akan kegagalan yang menyerang saat memikirkan pembelajaran matematika, kemungkinan masalahmu berasal dari rendahnya rasa percaya diri atau kurangnya strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajarmu.

Menjaga pola pikir positif dan melakukan pendekatan dalam pelajaran ini dari perspektif yang berbeda akan membantumu kembali ke jalur yang benar dengan mudah untuk meningkatkan keterampilan matematikamu.

Trial and Error Membantu Perkembangan Otak

Professor Jo Boaler, yang mengajar matematika di Stanford, telah menemukan alasan mengapa anak-anak mengalami kesulitan ketika diajari matematika.

Ketika putra dari salah satu rekannya yang berusia 7 tahun menyatakan bahwa dia tidak lagi menyukai matematika, ibunya bertanya mengapa. Responsnya adalah ‘karena matamatika selalu meminta kami untuk menjawab tanpa mengajarkan apa pun kepada kami’.

Cerita ini, seperti ribuan cerita lainnya, menunjukkan bahwa anak-anak sekolah dasar mungkin berpikir bahwa matematika tidak mempunyai tujuan yang jelas dibandingkan mata pelajaran lain. Ini mungkin tampak sangat ironis, mengingat sifat dasar matematika yang menentukan kejelasan suatu jawaban.

Jika kita benar-benar ingin memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan matematika terbaik, kita harus mengubah pendekatan yang kita gunakan.

Ada mitos bahwa sebagian orang terlahir untuk matematika dan yang lainnya tidak – tetapi kenyataannya, itu hanyalah mitos.

Sebenarnya, tidak ada yang namanya ‘otak matematis’. Nyatanya, penguasaan matematika dilakukan untuk menemukan metode pengajaran yang tepat bagi setiap orang.

Dengan mengerjakan lembar kerja matematika tentang penjumlahan dan pengurangan atau trigonometri dengan metode individual, kamu dapat menjadi matematikawan sejati!

Neurosains telah mengidentifikasi hubungan yang kuat antara pendapat siswa tentang diri mereka sendiri dan keberhasilan akademis mereka.

Banyak cara untuk berhasil dengan pendekatan yang benar Setiap orang mampu mencapai kesuksesan dengan pendekatan yang tepat | sumber: Pixabay

Sains telah membuktikan bahwa otak manusia mampu tumbuh dan menyusut baik secara fisik dan kapasitas, tergantung bagaimana otak digunakan.

Fenomena ini ditunjukkan oleh sebuah studi tentang supir taksi di London yang harus menghafal setiap jalan di London demi mendapatkan surat izin mengemudi mereka. Kapasitas otak mereka (berkat hippocampus) meningkat, sementara kapasitas otak para pengemudi pensiunan, yang tidak lagi membutuhkan informasi jalan tersebut, mulai menyusut.

Ketika berbicara tentang konsep matematika, trial and errorberarti otakmu berkembang karena tingkat konsentrasi tinggi beserta hambatan dalam masalah aljabar atau pemahamanmu yang salah dalam kalkulus. Tingginya tingkat aktivitas otak menyebabkan neuron berlipat ganda, sehingga kamu bisa menemukan jawaban yang benar bahkan dalam waktu yang lebih singkat ketika kamu mengerjakan masalah yang sama di lain kesempatan.

Meskipun membuat kesalahan dalam matematika tidak bisa menjamin kamu akan bisa matematika, ini menunjukkan bahwa pendekatan tertentu bisa lebih efektif daripada pendekatan lain dalam mengatasi hambatan dalam matematika.

Trial and errorbisa digunakan untuk semua jenis disiplin ilmu matematika, termasuk geometri, fungsi polinomial, persamaan diferensial, perkalian dan pembagian, persamaan kuadrat, dan bahkan grafik parabola!

Di dunia di mana kesempurnaan dan efisiensi menjadi maksud dan tujuan, belajar dengan cara ini menunjukkan sisi yang berbeda yang bisa digunakan dalam belajar matematika, di mana kesalahan tidak selalu merupakan hal yang buruk.

Metode Boaler untuk Belajar Matematika

Studi lain pada anak-anak yang belajar matematika menunjukkan bahwa otak anak-anak yang mengalami masalah ketika berhadapan dengan pelajaran ini mempunyai perilaku yang berbeda dengan anak-anak yang menunjukkan kemampuan matematika yang baik.

Fenomena ini disadari oleh Prof. Jo Boaler, yang menyadari bahwa beberapa bagian berbeda dari otak anak akan menyala ketika mereka mencoba menangani serangkaian pertanyaan matematika.

Metode pengajaran Boaler termasuk merepresentasikan matematika secara visual dan memantau kemajuan siswa dengan mendiskusikan pandangan mereka tentang kelebihan dan kelemahan mereka secara teratur. Sebuah studi tentang metode ini menunjukkan bahwa setiap anak mampu memahami matematika ketika pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Prof. Boaler memperkirakan bahwa hanya 2-3% dari populasi yang mengalami kesulitan yang nyata dalam belajar matematika, dan oleh karena itu, sisanya sepenuhnya mampu mempelajari pelajaran ini, termasuk pada level tinggi.

Orang-orang yang belajar matematika menggunakan metode pembelajaran tradisional sering terkejut ketika diperkenalkan dengan metode visual, karena bertentangan dengan pemahaman otak mereka tentang cara kerja matematika. Ini karena bagian otak yang digunakan untuk visualisasi benar-benar berbeda dengan bagian yang berhubungan dengan angka.

Cara Boaler membuat matematika menjadi menarik Metode Boaler menghidupkan matematika agar sesuai dengan semua jenis gaya belajar | sumber: Pixabay

Alasan mengapa metode ini begitu sukses adalah karena metode ini mendorong kedua sisi otak untuk bekerja bersama. Otak kiri yang logis mendapat manfaat dari kreativitas otak kanan dan begitu juga bagi orang yang belajar secara visual maupun kreatif, metode ini sangat berguna.

Belajar Matematika Perlu Suasana Hati yang Baik

Semakin banyak guru yang menyadari bahwa kepercayaan diri siswa terhadap diri mereka sendiri dapat memengaruhi kemajuan mereka dalam matematika.

Melakukan pendekatan terhadap puzzle matematika dengan suasana hati yang positif akan mengubah proses pembelajaran dan memberikan hasil yang lebih baik.

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya gagasan ini, para guru mencari cara untuk membawa pendekatan ini ke dalam kelas.

Menurut Prof. Boaler, anak-anak lebih mampu belajar matematika daripada mata pelajaran lainnya.

Menjadikan matematika menjadi menarik Membuat matematika jadi menyenangkan adalah rahasia untuk melibatkan anak-anak dalam kurikulum matematika | sumber: Visualhunt

Guru seringkali gagal untuk melihat potensi pada anak serta seringkali meragukan kemampuan mereka untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam matematika di sekolah. Ini menimbulkan masalah bagi anak-anak yang mereka ajar, yang, pada akhirnya, mulai memiliki keyakinan yang sama tentang diri mereka sendiri.

Boaler mengatakan bahwa kesulitan dalam menciptakan pola pikir positif terjadi ketika anak-anak disuguhi dengan pertanyaan ya/tidak, karena jawaban yang sepenuhnya benar atau salah, anak tidak memiliki dasar pembelajaran konstruktif.

Dia mengusulkan alternatif visual, di mana pendidik bekerja sama dengan siswa untuk membuka dialog yang menawarkan sudut pandang yang berbeda dan karena itu adalah cara yang berbeda untuk sampai pada solusi dari permasalahan matematika.

Jadi, daripada menyelesaikan lembar kerja matematika dan kuis tentang penjumlahan dan pengurangan, segitiga, soal cerita, luas permukaan, simbol matematika, menunjukkan jam, dan ketidaksetaraan linear yang tak ada habisnya, hanya untuk menjawab dengan tanda centang atau tanda silang, siswa harus dapat secara aktif memecahkan permasalahan dalam bentuk permainan tambahan, misalnya.

Membiarkan siswa untuk menemukan solusi mereka sendiri dalam permainan matematika interaktif memungkinkan mereka menggunakan sisi kreatif mereka dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematika mereka, sambil membantu mereka belajar tentang strategi belajar yang mereka sukai. Metode ini akan membantu siswa untuk mengapresiasi penerapan matematika dalam kehidupan nyata.

Permainan matematika yang menyenangkan untuk anak-anak seperti permaian bingo dapat menjadi sumber yang sangat membantu jika kamu adalah orang tua atau guru matematika yang ingin mendorong revisi matematika dari topik yang telah dibahas di kelas, misalnya. Ada banyak situs matematika seperti BBC bitesize maths dan Hooda Math yang menawarkan permainan matematika online dan bantuan dalam matematika.

Belajar Matematika tanpa Tekanan

Tentu saja, terkadang tekanan juga bisa menguntungkan. Ini memotivasi kita untuk melakukan yang lebih baik dan ini menarik bagi sisi kompetitif kita.

Namun, penelitian lain yang dilakukan oleh Prof. Jo Boaler di University of Chicago menunjukkan bahwa tekanan konstan terutama stres yang disebabkan oleh batasan waktu sebenarnya dapat menyebabkan gangguan mental. Ini membuat otak tidak bisa menjadi 100% efisien dalam proses tersebut.

Ketika berbicara tentang matematika di sekolah dan kursus matematika lainnya, hambatan yang disebabkan oleh tekanan untuk memperbaiki performa sangat sering terjadi.

Khususnya, ini terjadi pada anak-anak yang menderita kecemasan di sekolah atau yang kurang percaya diri. Tekanan yang meningkat menandakan bahwa siswa tersebut berfokus pada stres dan dapat kehilangan arah.

Seringkali guru matematika memanggil murid-murid mereka untuk menjawab pertanyaan di depan teman-teman sekelas mereka. Format quick-fire ini memperkuat gagasan bahwa penghitungan cepat diperhitungkan.

Ironisnya adalah bahwa matematikawan dengan gelar doktor matematika sekalipun tidak bisa memproses angka jauh lebih cepat dari orang biasa, mereka hanya menggunakan teknik matematika mental tertentu untuk melakukan penghitungan yang lebih mudah. Kamu tidak harus menjadi orang yang jenius dalam matematika – teknik seperti itu dapat dipelajari oleh siapapun untuk meningkatkan efisiensi mental aritmetika.

The Programme for International Student Assessment (PISA) untuk Pengajaran Matematika

Sering dianggap sebagai ukuran performa di banyak mata pelajaran termasuk matematika untuk banyak negara di seluruh dunia, PISA sangat menarik bagi guru bersertifikat dan orang lain dalam profesi guru yang bersertifikat, yang ingin melihat bagaimana performa negara mereka dalam taraf global.

Studi yang dilakukan oleh PISA menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di negara-negara di mana matematika diajarkan melalui penghafalan berada di peringkat terburuk secara keseluruhan. Di sisi lain, mereka yang mengambil pendekatan berbeda dan memandang matematika sebagai jaringan proses berbeda yang mengikuti aturan yang sama cenderung memiliki performa yang jauh lebih baik.

Studi PISA juga menunjukkan bahwa tugas yang berulang adalah cara belajar yang tidak efektif.

Jadi, jangan lagi mempelajari tabel perkalian dengan cara menghafal, dan mulailah mengubah tabel waktu ke dalam bentuk permainan matematika yang keren, misalnya. Siswa membutuhkan cara yang produktif untuk melakuakan pendekatan terhadap permasalahan matematika dari perspektif yang berbeda untuk sampai pada jawaban yang sama serta penjelasan yang jelas dari setiap proses matematis.

Banyak negara menerapkan praktek langsung Negara-negara dengan peringkat tertinggi belajar melalui praktek langsung | sumber: Visualhunt

Metodologi belajar sambil praktek langsung milik Jo Boaler telah merevolusi cara pengajaran matematika di seluruh AS. Boaler telah menulis beberapa buku untuk guru yang ingin menggunakan metodenya di kelas, dan dia juga menawarkan les matematika online yang gratis.

Lebih dari seratus ribu lembaga pendidikan telah melakukan uji coba terhadap metode Boaler dan survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 96% dari siswa mereka berharap untuk terus belajar matematika bahkan ketika mereka menghadapi kesulitan selama pembelajaran.

Apakah Belajar Matematika Membuat Tutor Matematika Stres?

Lucunya, guru matematika sendiri mungkin merasa cemas ketika sampai pada topik tertentu. Ini biasanya karena pemahaman mereka didasarkan pada pemahaman guru yang mengajari mereka ketika mereka masih muda, menggunakan metode yang ketinggalan jaman dan tidak efektif.

Guru sekolah dasar tampaknya termasuk yang terkena dampak paling parah.

Berfokus pada komunikasi dan visualisasi, serta membahas berbagai solusi permasalahan matematika sangat berharga bagi anak-anak yang belajar matematika. Menumbuhkan kreativitas dan mencari tahu strategi pembelajaran individual terbaik untuk setiap pelajar akan membantu pembelajaran jangka panjang.

Pembelajaran yang efektif dimulai dengan keadaan pikiran yang positif.

Guru dapat menerapkan metode pengajaran baru ini agar anak-anak mengetahui bahwa matematika itu menyenangkan!

Pendekatan dalam kurikulum matematika nasional jelas perlu diubah jika semua anak diberikan kesempatan belajar yang sama. Mengajar matematika dengan metode satu solusi untuk semua masalah terbukti jauh lebih efektif daripada membantu siswa memahami cara kerja matematika dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari mereka. Di sinilah pendekatan tutor yang disesuaikan dapat diterima. Dengan kelas yang terdiri dari 30 siswa, sulit bagi guru untuk menanggapi kebutuhan spesifik setiap individu, dan bagi siswa yang khawatir akan tertinggal dari teman sebayanya atau yang membutuhkan bantuan dengan PR matematika mereka, les privat bisa menjadi solusinya.

Pengajaran empat mata merupakan bentuk pembelajaran adaptif yang terbaik karena tutor berfokus pada masing-masing siswa bukan pada buku pelajaran. Mendapatkan bimbingan privat matematika memungkinkan anak-anak dan orang dewasa belajar matematika untuk menyempurnakan keterampilan mereka dan mendapatkan kepercayaan diri dalam pelajaran ini.

Bimbingan belajar dapat membantu semua tipe orang, mulai dari yang menguasai matematika KS1 hingga maths revision GCSE, siswa yang bersiap menghadapi ujian, hingga sarjana yang membutuhkan bantuan dengan program studi matematika mereka, dan bahkan orang dewasa yang tidak memiliki kualifikasi matematika formal!

Jadi, pelajari matematika secara online atau secara langsung dengan tutor pribadi atau guru matematika privat dan temukan bakat matematika dalam diri kamu!

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar