
Translasi, atau pergeseran, adalah salah satu transformasi geometri yang memindahkan semua titik suatu bangun dengan jarak dan arah tertentu tanpa mengubah bentuk atau ukurannya. Artikel ini akan membahas secara mendalam konsep translasi, rumus yang digunakan, sifat-sifatnya, serta penerapannya dalam berbagai bentuk geometri.
Translasi dalam matematika adalah transformasi yang memindahkan setiap titik suatu objek sejauh vektor tertentu, menghasilkan bayangan yang kongruen dengan objek aslinya. Rumus umum translasi untuk titik P(x, y) yang ditranslasikan oleh vektor (a, b) adalah P'(x + a, y + b).
1. Pengertian Translasi dalam Matematika
Dalam ilmu geometri, translasi matematikatermasuk salah satu bentuk transformasi yang berfungsi untuk memindahkan letak suatu objek. Perubahan ini hanya memengaruhi posisi objek, sedangkan bentuk, ukuran, dan arahnya tetap sama. Karena itu, rumus translasi sering digunakan untuk menyelesaikan soal yang berkaitan dengan perpindahan titik atau bangun pada bidang koordinat.
Definisi Translasi
Secara sederhana, translasi pergeseran dapat diartikan sebagai perpindahan suatu objek sejauh jarak tertentu ke arah tertentu. Proses ini biasanya dijelaskan menggunakan bidang Cartesius agar lebih mudah dipahami. Setelah dipindahkan, objek hasil translasi matematika tetap identik dengan objek sebelumnya karena tidak mengalami perubahan bentuk maupun ukuran.
Pada materi translasi, titik awal yang memiliki koordinat (x, y) akan berpindah ke koordinat baru (x’, y’). Perubahan tersebut ditentukan oleh seberapa jauh titik bergerak ke kanan, kiri, atas, atau bawah pada sumbu x dan sumbu y.
Contoh Sederhana Translasi

Konsep translasi sebenarnya sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh paling mudah adalah ketika menggeser meja atau kursi dari satu tempat ke tempat lain. Benda tersebut berpindah posisi, tetapi bentuk dan ukurannya tetap sama.
Contoh lainnya adalah saat memindahkan buku di atas meja, menggeser lemari, atau mendorong kotak ke arah tertentu. Semua gerakan tersebut termasuk translasi pergeseran karena hanya mengubah letak benda tanpa mengubah bentuknya.
2. Rumus Translasi
Setelah memahami konsep dasarnya, materi translasi juga dapat diterapkan pada titik, garis, maupun bangun datar. Setiap objek memiliki cara perhitungan yang sedikit berbeda, meskipun prinsipnya tetap sama, yaitu memindahkan posisi tanpa mengubah bentuk.
Rumus Umum Translasi Titik
Pada translasi titik, koordinat awal akan berubah sesuai dengan besar pergeseran pada sumbu x dan sumbu y.
Keterangan:
P(x, y) adalah titik awal.
a merupakan besar pergeseran pada arah horizontal.
b merupakan besar pergeseran pada arah vertikal.
P’(x + a, y + b) adalah titik setelah translasi.
Rumus di atas juga sering disebut sebagai rumus translasi pergeseran karena menunjukkan perubahan posisi berdasarkan arah horizontal dan vertikal. Sebagai contoh, titik A(2, 3) yang mengalami translasi titik dengan vektor (4, 1) akan berpindah menjadi A’(6, 4).
Rumus Translasi Garis
Selain titik, konsep translasi garis juga banyak digunakan dalam geometri. Jika sebuah garis digeser sejauh a pada sumbu x dan b pada sumbu y, maka nilai x dan y pada persamaan garis akan disesuaikan.
Misalnya, garis:

Jika ditranslasi dengan vektor (1, 2), maka bentuk persamaan garis akan berubah sesuai posisi barunya, tetapi gradien garis tetap sama.
Rumus tersebut dikenal sebagai rumus translasi garis karena digunakan untuk menentukan perubahan posisi garis setelah digeser. Meskipun posisi garis berubah, gradien garis tetap sama sehingga garis hasil translasi garis tetap sejajar dengan garis awal.
Rumus Translasi Bangun Datar
Pada bangun datar, translasi dilakukan dengan menggeser seluruh titik sudut bangun menggunakan vektor yang sama. Karena semua titik berpindah dengan jarak dan arah yang sama, bentuk bangun tidak akan berubah.
Sebagai contoh, sebuah segitiga dengan titik A(1,1), B(3,1), dan C(2,4) yang ditranslasi dengan vektor (2,3) akan menghasilkan titik baru A’(3,4), B’(5,4), dan C’(4,7). Hal tersebut juga berlaku pada persegi panjang, persegi, lingkaran, dan bangun datar lainnya.
3. Sifat-sifat Translasi

Setelah memahami pengertian translasi, penting juga untuk mengetahui karakteristik atau sifat-sifatnya. Sifat ini membantu dalam memahami bagaimana sebuah bangun berubah posisi tanpa mengalami perubahan bentuk maupun ukuran.
Kekongruenan Bentuk
Salah satu sifat utama translasi adalah tidak mengubah bentuk maupun ukuran suatu bangun. Bangun yang telah dipindahkan akan tetap memiliki panjang sisi, besar sudut, dan luas yang sama seperti bangun asalnya. Oleh karena itu, bayangan hasil translasi selalu kongruen dengan bentuk awal.
Komposisi Translasi
Jika sebuah bangun mengalami dua translasi secara berurutan, keduanya dapat disederhanakan menjadi satu translasi saja. Translasi tunggal tersebut diperoleh dari hasil penjumlahan arah dan jarak perpindahan sebelumnya. Dengan cara ini, proses perpindahan bangun menjadi lebih mudah untuk dihitung.
Pergerakan bidak catur di papan, lift yang bergerak naik dan turun, hingga mobil yang melaju lurus di jalan raya merupakan contoh penerapan translasi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Penerapan Translasi dalam Geometri
Translasi dapat diterapkan pada berbagai objek geometri, mulai dari titik, garis, hingga bangun datar. Setiap objek akan berpindah posisi sesuai arah dan jarak tertentu tanpa mengalami perubahan bentuk atau ukuran.
Translasi Titik
Pada translasi titik, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan koordinat awal titik. Setelah itu, tentukan vektor translasi yang terdiri dari pergeseran pada sumbu x dan sumbu y.
Sebagai contoh, titik A(2, 4) ditranslasi dengan vektor (3, -1). Maka:
x’ = 2 + 3 = 5
y’ = 4 - 1 = 3
Hasilnya, titik A akan berpindah menjadi A’(5, 3).
Contoh ini menunjukkan bahwa rumus translasi pergeseran dapat digunakan untuk menentukan posisi baru titik dengan cepat.
Translasi Garis
Translasi garis dilakukan dengan menggeser seluruh titik pada garis menggunakan vektor yang sama. Meskipun posisi garis berubah, gradien atau kemiringannya tetap sama.
Sebagai contoh, garis:

Jika ditranslasi dengan vektor (2, 1), maka garis akan bergeser ke kanan 2 satuan dan ke atas 1 satuan. Bentuk garis tetap sejajar dengan garis semula karena gradiennya tidak berubah.
Karena itu, rumus translasi garis penting untuk memahami perubahan posisi garis pada bidang koordinat.
Translasi Bangun Datar
Pada bangun datar, semua titik sudut digeser dengan besar translasi yang sama. Cara ini dapat diterapkan pada segitiga, persegi panjang, persegi, dan bangun lainnya.
Sebagai contoh, sebuah persegi panjang memiliki titik sudut A(1,1), B(5,1), C(5,3), dan D(1,3). Jika ditranslasi dengan vektor (2,4), maka koordinat barunya menjadi:
A’(3,5)
B’(7,5)
C’(7,7)
D’(3,7)
Karena seluruh titik berpindah dengan jarak yang sama, bentuk dan ukuran persegi panjang tetap tidak berubah.
5. Contoh Soal dan Pembahasan
Agar lebih memahami konsep translasi, berikut beberapa contoh soal beserta pembahasannya. Contoh-contoh ini dapat membantu memahami cara menerapkan translasi pada titik, garis, maupun bangun datar.
| Objek | Komponen/Persamaan Awal | Vektor Translasi | Rumus Bayangan/Hasil Translasi |
|---|---|---|---|
| Titik | P(x, y) | (a, b) | P(x, y) = P’(x + a, y + b) |
| Garis | f(x, y) = 0 atau y = mx + c | (a, b) | f(x, y) = f(x − a, y − b) |
| Kurva/Fungsi | y = f(x) | (a, b) | y = f(x − a) + b |
| Bangun Datar | Titik-titik sudut | (a, b) | Setiap titik sudut: (x, y) = (x + a, y + b) |
Contoh Soal Translasi Titik
Titik A(3, 2) ditranslasi dengan vektor (4, -1). Tentukan koordinat bayangan titik A.
Penyelesaian:
x’ = 3 + 4 = 7
y’ = 2 - 1 = 1
Jadi, bayangan titik A adalah A’(7, 1). Contoh ini termasuk salah satu bentuk dasar translasi titik yang paling sering muncul dalam soal.
Contoh Soal Translasi Garis

ditranslasi dengan vektor (2, 3). Tentukan perubahan posisi garis tersebut.
Penyelesaian:
Pada soal ini, garis akan bergeser 2 satuan ke kanan dan 3 satuan ke atas. Meskipun posisinya berubah, gradien garis tetap sama sehingga garis hasil translasi garis tetap sejajar dengan garis awal.
Contoh Soal Translasi Bangun Datar
Sebuah segitiga memiliki titik A(1,1), B(3,1), dan C(2,4). Segitiga tersebut ditranslasi dengan vektor (2,3). Tentukan koordinat bayangan titik-titiknya.
Penyelesaian:
A’ = (1 + 2, 1 + 3) = (3,4)
B’ = (3 + 2, 1 + 3) = (5,4)
C’ = (2 + 2, 4 + 3) = (4,7)
Jadi, hasil translasi segitiga tersebut adalah A’(3,4), B’(5,4), dan C’(4,7).
Kamu bisa simak video berikut ini untuk pengalaman belajar lebih menyenangkan!
6. Penerapan Translasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Translasi matematika tidak hanya digunakan dalam pelajaran matematika, tetapi juga sering diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Konsep ini membantu menjelaskan perpindahan suatu benda dari satu posisi ke posisi lain tanpa mengubah bentuk maupun ukurannya.
Contoh Penerapan Translasi

- Menggeser meja, kursi, atau buku ke posisi lain tanpa mengubah bentuk benda.
- Memindahkan ikon, gambar, atau teks pada software desain grafis.
- Menggerakkan karakter, kendaraan, atau objek dalam permainan video.
- Menggunakan fitur scrolling dan swipe pada layar ponsel.
- Menggeser tampilan peta pada aplikasi navigasi.
- Lift yang bergerak lurus ke atas dan ke bawah.
- Kendaraan yang melaju lurus di jalan raya.
- Memindahkan bidak catur dari satu petak ke petak lainnya.
Agar lebih mudah dipahami, Anda juga bisa melihat contoh gambar translasi pada buku matematika atau media pembelajaran digital. Biasanya, contoh gambar translasi menampilkan posisi bangun sebelum dan sesudah dipindahkan sehingga perubahan koordinat terlihat lebih jelas.
Jika masih merasa kesulitan memahami materi translasi, belajar bersama tutor professional adalah solusi yang tepat. Melalui Superprof, Anda bisa menemukan guru matematika berpengalaman yang siap membantu memahami translasi matematika, mulai dari translasi titik, translasigaris, hingga berbagai jenis transformasi geometri lainnya dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Ringkaskan dengan AI


















