Dengan aktor luar biasa yang bisa menjadi bunglon dengan memainkan segala peran, terkadang sulit untuk mengetahui aktor mana yang memiliki akting paling memukau. Tahukah Anda bahwa Widyawati telah aktif berkarir sejak tahun 60’an? Dan bahwa Ray Sahetapy telah membentangi puluhan film populer.

Tersedia guru-guru Akting terbaik
Ikhsan
4.9
4.9 (11 ulasan)
Ikhsan
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4.9
4.9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eko
5
5 (12 ulasan)
Eko
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mohamad
5
5 (4 ulasan)
Mohamad
Rp25,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ikhsan
4.9
4.9 (11 ulasan)
Ikhsan
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4.9
4.9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eko
5
5 (12 ulasan)
Eko
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mohamad
5
5 (4 ulasan)
Mohamad
Rp25,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Widyawati

Aktor film hollywood
Widywati merupakan aktris senior yang masih nampak menawan dari muda hingga saat ini.

Dia lahir di Jakarta pada tahun 1950, dan dia aktif dalam dunia seni peran sejak tahun 1967.

Dirinya dikenal sejak berperan sebagai Yuli dalam film Pengantin Remaja yang tayang pada tahun 1971.

Dunia perfilman juga mempertemukan Widyawati dengan aktor sutradara yang juga menjadinya suaminya, Sophan Sophiaan. Mereka berdua bertemu dalam film yang juga membesarkan namanya. Saat itu Sophan berperan sebagai Romi dalam fWiilm Pengantin Remaja dan keduanya beradu akting sebagai pemeran utama dalam film tersebut.

Widyawati dan Sophan kemudian menikah pada tahun 1972 dan kini telah memiliki dua orang putra.

Pada tahun 1987 Widyawati mendapatkan penghargaan Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film berjudul Arini, Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat.  Film ini juga disutradarai oleh suami Widyawati, Sophan Sophiaan.

Widyawati telah memulai akting pada usia muda, hingga sekarang Widyawati masih aktif dalam dunia seni peran.

Dia telah membintangi puluhan judul film dan juga puluhan judul sinetron yang tayang di televisi swasta. Total 40 film yang pernah dibintangi oleh Widyawati dan belum termasuk judul sinetron dan FTV.

Selama karirnya, Widyawati juga telah memenangkan beberapa penghargaan seperti, pemenang Piala Citra pada tahun 1977 dalam kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Pada tahun 2010, Widyawati juga menerima penghargaan di Festival Film Asia Pasifik dalam kategori Aktris Pembantu Terbaik dalam film Wanita Berkalung Sorban

Cek di sini untuk kursus akting

Era 2000 dan 2010

Pada tahun 2008 Widyawati membintangi sebuah film bersama dengan suaminya Sophan Sophian berjudul Love. Sebuah film yang mengangkat tema cinta dengan latar belakang yang berdeda-beda. Film ini merupakan sebuah antologi romantis yang bercerita tentang kisah cinta berbagi tokoh dengan latar belakang dan cerita yang berbeda. Film ini juga diadaptasi dari komedi romantis dari Inggris berjudul Love Actually.

Film ini juga menjadi kemunculan terakhir Sophan Sophiaan dalam sebuah film, sebelum kematiannya pada tahun 2008 akibat kecelakaan motor saat dirinya melakukan perjalaan dalam parade motor untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Setelah kematian sumianya, Widyawati tetap aktif dalam dunia seni peran. Pada tahun 2009, setahun setelah kematian suaminya, Widyawati membintangi film Wanita Berkalung Sorban, sebuah film karya sutradara Hanung Bramantyo. Widyawati berperan sebagai Nyai Muthmainah, seorang ibu dari anak bernama Anisa. Peran ini membawanya menerima penghargaan dalam festival film asia pasifik dan menang dalam kategori Aktris Pembantu Terbaik pada tahun 2010.

Baca informasi lebih lengkap dari Widyawati di artikel ini

Slamet Rahardjo

Artis film
Slamet Rahardjo masih menjadi aktor terkemuka hingga saat ini.

Slamet Rahardjo lahir di Serang, Banten pada tahun 1949. Nama kecilnya adalah memet. Sebelum terjun ke duania perfilman dia aktif di dunia teater dan tergabung dalam kelompok teater Populer bersama dengan Teguh Karya.

Karir teaternya dimulai pada tahun 1968 saat dia bermain dengan Teguh Karya. Selanjutnya Slamet Rahardjo melanjutkan pendidikannya di Akademi Teater Nasional Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Film Nasional Jayabaya. Alasan dia terjuan ke dunia film karena ingin menjadi sutradara.

Karir sutradaranya dimulai pada tahun 1979 saat menyutradarai film Rembulan dan Matahari. Slamet Rahardjo telah menyutradari dan menulis skenario 20 film. Salah satunya adalah Langitku, Rumahku film yang diusulkan untuk masuk ke dalam nominasi piala oscar di kategori Film Berbahasa Asing, namun sayangnya usaha tersebut gagal dan ditolak oleh penyelenggara Piala Oscar.

Keluarganya memang mencintai dunia seni, adik kandungnya Eros Djarot adalah komposer ternama yang karya-karya musiknya telah dikenal diseluruh negeri. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tertarik akan kerajinan ukiran kayu.

Piala Citra (Festival Film Indonesia)

Dalam karirnya sebagai sutradara dia pernah memenangkang Piala Citra dalam kategori Sutrada Terbaik melalui karyanya yang berjudul Kembang Kertas pada tahun 1985 dan Kodrat pada tahun 1985. Dalam film Kodrat dia juga didapuk sebagai pemeran utama pria yang beradu peran dengan aktris Ida Iasha.

Selain sebagai sutradara Slamet Rahardjo juga pernah memenangkan Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik pada athun 1975 dalam film Ranjang Pengantin dan pada tahun 1983 dalam film Di Balik Kelambu.

Karirnya dalam dunia perfilman baik sebagai sutradara dan aktor telah menjadikannya salah satu aktor senior yang paling di hormati di Indonesia.

Saat ini

Sebagai seniman senior, dia menyayangkan budaya industri film Indonesia sangat berbeda dengan budaya industri film di Eropa atau Amerika. Menurut Slamet, aktor yang berpengalaman punya tempat yang istimewa di sana. Jadi tak heran aktor-aktor berusia tua seperti Sean Connery masih beraksi sebagai bintang utama. Slamet sendiri masih ingin menjadi peran utama dalam sebuah film.

Saat ini dia sedang sibuk dengan penggarapan film terbarunya yang berjudul DILEMA.

Tersedia guru-guru Akting terbaik
Ikhsan
4.9
4.9 (11 ulasan)
Ikhsan
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4.9
4.9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eko
5
5 (12 ulasan)
Eko
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mohamad
5
5 (4 ulasan)
Mohamad
Rp25,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ikhsan
4.9
4.9 (11 ulasan)
Ikhsan
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4.9
4.9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eko
5
5 (12 ulasan)
Eko
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mohamad
5
5 (4 ulasan)
Mohamad
Rp25,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Pesona dan Keanggunan: Aktris Indonesia Dian Sastrowardoyo

Nama aktor hollywood
Siapa yang tidak kenal Cinta dalam film AADC?

Lahir di Jakarta, Dia adalah adalah seorang aktris berkebangsaan Indonesia. Dian Sastrowardoyo bukan berasal dari keluarga yang terjun dalam dunia akting. Karirnya dimulai ketika dia menjadi model majalah Gadis. Dia meraih kepopuleran setelah tampil memukau di film Pasir Berbisik tahun 2001, dan sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? tahun 2002.

Kemunculan pertamanya di film Pasir Berbisik pada tahun 2001 membuatnya dipuji atas kemampun aktingnya yang baik.

Namun film yang yang menjadi penanda kepopulerannya adalah film Ada Apa Dengan Cinta?. Dia berperan sebagai remaja bernama Cinta. Film ini bercerita tentang tipikal kehidupan anak remaja.

Kemunculannya bersama aktor lain Nicholas Saputra di film ini menjadi ikon atas kebangkitan Perfilman Indonesia.

Ray Sahetapy

Bintang film Indonesia
Beragam penghargaan tanah air dalam industri perfilman dicapai oleh Ray Sahetapy.

Lahir di Donggala, Sulawesi Tenggara pada tahun 1957. Ray sejak kecil telah bercita-cita menjadi aktor. Untuk mengejar cita-citanya dia meneruskan pendidikannya di Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1977, dia seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok.

Pada tahun 1988 dia mulai memainkan peran pertamanya dalam film Majalah Gadis karya sutradara Nya' Abbas Akup. Pada tahun 1989 lewat film Nusa Penida dia dinominasikan sebagai aktor terbaik di Festival Film Indonesia.

Saat dunia perfilman Indonesia mengalama masa gelap, Ray Sahetapy mendirikan sanggar teater dan membentuk komunitas teater.

Pada pertengahan 2006, Ray kembali aktif di dunia film dengan membintangi Dunia Mereka garapan sutradara Lasja Fauzia dan menyandingkan dirinya dengan aktris Ira Wibowo. Bahkan kongres PARFI pada tahun yang sama memilih Ray Sahetapy menjadi salah satu ketuanya.

Aktor Terbaik Indonesia

Industri perfilaman Indonesia merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus memperlihatkan pertumbuhannya yang signifikan. Selain mengenal lebih dekat Widyawati, Slamet Rahardjo, Dian Sastrowardoyo, dan Ray Sahetapy yang merupakan bintang film Indonesia, beberapa nama artis film lainnya sedikit banyak perlu Anda ketahui perjalanannya karirnya. Nama-nama aktor terbaik Indonesia berikut tidak hanya cemerlang di tanah air, mereka juga terlibat sebagai aktor film Hollywood. Berhasil menjadi aktor Indonesia yang go Internasional, beberapa nama aktor Hollywood yang akan kami jabarkan sekilas ini, memang layak disandingkan dengan para pemaian Hollywood lainnya berkat aktingnya yang totalitas.

Daftar pertama, mari kita lihat Iko Uwais yang berhasil melirik perhatian produser film Hollywood lewat film The Raid (The Raid) yang diperankannya sangat baik. Lebih dari 5 film Hollywood yang diperankan, salah satunya menjadi pemain Star Wars, Iko Uwais terus mengasah kemampuannya dalam dunia akting. Beberapa judul film Hollywood yang pernah dibintanginya adalah Beyond Skyline (2017), Mile 22 (2018), Triple Threat (2019), dan Stuber (2019). Daftar selanjutnya adalah Joe Taslim yang sudah sangat akrab dikenal di dunia perfilman tanah air dan juga internasional. Beragam judul film Hollywood yang telah diperankannya, namun yang terbaru adalah keterlibatannya dalam film Mortal Kombat (2021). Namun sebelumnya, Joe Taslim juga pernah berkesempatan untuk beradu akting di film seperti Fast and Furious (2013), dan Star Trek Beyond (2016). Pernah bersama-sama berhasil membintangi film bertajuk The Raid, Yayan Ruhian juga mengikuti jejak Iko Uwais menjajaki dunai perfilman internasional. Yayan Ruhian juga membintangi film Star Wars: The Force Awakens tahun 2015 dan beberapa judul hebat film Hollywood. Aktor Indonesia selanjutnya yang juga berkiprah di industri film Hollywood adalah Ario Bayu. Salah satu film yang pernah dibintanginya adalah Java Heat (2013). Melalui film tersebut, Ario Bayu juga berkesempatan untuk mengenalkan budaya Jawa di Indonesia dengan menampilkan Candi Borobudur dan kebudayaan Jawa lainnya.

Satu nama yang tidak boleh dilewatkan dalam daftar ini adalah Christine Hakim yang turut berperan bersama bintang Hollywood, salah satunya terlibat langsung dalam film Eat, Pray, Love (2010). Di film tersebut, Christine Hakim mendapat kesempatan beradu akting akting langsung dengan Julia Robert. Sebagai aktris senior tanah air, kemampuannya tidak perlu diragukan lagi baik di tanah air maupun pasar Internasional. Christine Hakim merupakan artis pertama di Indonesia yang ditunjuk sebagai juri dalam Festival Film Cannes di Prancis (2002). Sepanjang karirnya, Christine Hakim juga memenangkan sejumlah penghargaan sebagai aktris pemeran utama terbaik di Festival Film Indonesia (FFI), seperti:

  • Pemeran Utama Terbaik dengan pujian FFI 1974 dalam film Cinta Pertama
  • Pemeran Utama Terbaik FFI 1977 dalam film Sesuatu Yang Indah
  • Pemeran Utama Terbaik FFI 1979 dalam film Pengemis dan Tukang Becak
  • Pemeran Utama Terbaik FFI 1983 dalam film Di Balik Kelambu
  • Pemeran Utama Terbaik FFI 1985 dalam film Kerikil-kerikil Tajam
  • Pemeran Utama Terbaik FFI 1988 dalam film Tjoet Nja’ Dhien

Dan penghargaan bergengsi lainnya yang tidak bisa kami sebutkan semua dengan adil.

Ingin belajar bagaimana akting dengan yang terbaik? Mengapa tidak mencoba tutor akting Superprof kami?

Cek di sini untuk sekolah akting di Jakarta Selatan

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5.00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang