Dengan aktor luar biasa yang bisa menjadi bunglon dengan memainkan segala peran, terkadang sulit untuk mengetahui aktor mana yang memiliki akting paling memukau. Tahukah Anda bahwa Widyawati telah aktif berkarir sejak tahun 60’an? Dan bahwa Ray Sahetapy telah membentangi puluhan film populer.

Tersedia guru-guru Akting terbaik
Kursus pertama gratis!
Ikhsan
4,9
4,9 (9 ulasan)
Ikhsan
Rp250,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Atikah
4,9
4,9 (10 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Yuliyani
Yuliyani
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Indra
Indra
Rp150,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Andy
Andy
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ikhsan
4,9
4,9 (9 ulasan)
Ikhsan
Rp250,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Atikah
4,9
4,9 (10 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Yuliyani
Yuliyani
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Indra
Indra
Rp150,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Andy
Andy
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Widyawati

aktor perempuan dengan banyak penghargaan widyawati
Widyawati adalah salah satu aktris yang telah menerima banyak penghargaan. Kredit Foto: detik.com

Dia lahir di Jakarta pada tahun 1950, dan dia aktif dalam dunia seni peran sejak tahun 1967.

Dirinya dikenal sejak berperan sebagai Yuli dalam film Pengantin Remaja yang tayang pada tahun 1971.

Dunia perfilman juga mempertemukan Widyawati dengan aktor sutradara yang juga menjadinya suaminya, Sophan Sophiaan. Mereka berdua bertemu dalam film yang juga membesarkan namanya. Saat itu Sophan berperan sebagai Romi dalam fWiilm Pengantin Remaja dan keduanya beradu akting sebagai pemeran utama dalam film tersebut.

Widyawati dan Sophan kemudian menikah pada tahun 1972 dan kini telah memiliki dua orang putra.

Pada tahun 1987 Widyawati mendapatkan penghargaan Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film berjudul Arini, Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat.  Film ini juga disutradarai oleh suami Widyawati, Sophan Sophiaan.

Widyawati telah memulai akting pada usia muda, hingga sekarang Widyawati masih aktif dalam dunia seni peran.

Dia telah membintangi puluhan judul film dan juga puluhan judul sinetron yang tayang di televisi swasta. Total 40 film yang pernah dibintangi oleh Widyawati dan belum termasuk judul sinetron dan FTV.

Selama karirnya, Widyawati juga telah memenangkan beberapa penghargaan seperti, pemenang Piala Citra pada tahun 1977 dalam kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Pada tahun 2010, Widyawati juga menerima penghargaan di Festival Film Asia Pasifik dalam kategori Aktris Pembantu Terbaik dalam film Wanita Berkalung Sorban

Era 2000 dan 2010

Pada tahun 2008 Widyawati membintangi sebuah film bersama dengan suaminya Sophan Sophian berjudul Love. Sebuah film yang mengangkat tema cinta dengan latar belakang yang berdeda-beda. Film ini merupakan sebuah antologi romantis yang bercerita tentang kisah cinta berbagi tokoh dengan latar belakang dan cerita yang berbeda. Film ini juga diadaptasi dari komedi romantis dari Inggris berjudul Love Actually.

Film ini juga menjadi kemunculan terakhir Sophan Sophiaan dalam sebuah film, sebelum kematiannya pada tahun 2008 akibat kecelakaan motor saat dirinya melakukan perjalaan dalam parade motor untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Setelah kematian sumianya, Widyawati tetap aktif dalam dunia seni peran. Pada tahun 2009, setahun setelah kematian suaminya, Widyawati membintangi film Wanita Berkalung Sorban, sebuah film karya sutradara Hanung Bramantyo. Widyawati berperan sebagai Nyai Muthmainah, seorang ibu dari anak bernama Anisa. Peran ini membawanya menerima penghargaan dalam festival film asia pasifik dan menang dalam kategori Aktris Pembantu Terbaik pada tahun 2010.

Baca informasi lebih lengkap dari Widyawati di artikel ini

Slamet Rahardjo

aktor terkenal slamet rahorjo pada film wadjah seorang laki-laki
Slamet Rahardjo dikenal luas setelah membintangi film Wadjah Seorang Laki-Laki. Kredit Foto: republika

Slamet Rahardjo lahir di Serang, Banten pada tahun 1949. Nama kecilnya adalah memet. Sebelum terjun ke duania perfilman dia aktif di dunia teater dan tergabung dalam kelompok teater Populer bersama dengan Teguh Karya.

Karir teaternya dimulai pada tahun 1968 saat dia bermain dengan Teguh Karya. Selanjutnya Slamet Rahardjo melanjutkan pendidikannya di Akademi Teater Nasional Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Film Nasional Jayabaya. Alasan dia terjuan ke dunia film karena ingin menjadi sutradara.

Karir sutradaranya dimulai pada tahun 1979 saat menyutradarai film Rembulan dan Matahari. Slamet Rahardjo telah menyutradari dan menulis skenario 20 film. Salah satunya adalah Langitku, Rumahku film yang diusulkan untuk masuk ke dalam nominasi piala oscar di kategori Film Berbahasa Asing, namun sayangnya usaha tersebut gagal dan ditolak oleh penyelenggara Piala Oscar.

Keluarganya memang mencintai dunia seni, adik kandungnya Eros Djarot adalah komposer ternama yang karya-karya musiknya telah dikenal diseluruh negeri. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tertarik akan kerajinan ukiran kayu.

Piala Citra (Festival Film Indonesia)

Dalam karirnya sebagai sutradara dia pernah memenangkang Piala Citra dalam kategori Sutrada Terbaik melalui karyanya yang berjudul Kembang Kertas pada tahun 1985 dan Kodrat pada tahun 1985. Dalam film Kodrat dia juga didapuk sebagai pemeran utama pria yang beradu peran dengan aktris Ida Iasha.

Selain sebagai sutradara Slamet Rahardjo juga pernah memenangkan Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik pada athun 1975 dalam film Ranjang Pengantin dan pada tahun 1983 dalam film Di Balik Kelambu.

Karirnya dalam dunia perfilman baik sebagai sutradara dan aktor telah menjadikannya salah satu aktor senior yang paling di hormati di Indonesia.

Saat ini

Sebagai seniman senior, dia menyayangkan budaya industri film Indonesia sangat berbeda dengan budaya industri film di Eropa atau Amerika. Menurut Slamet, aktor yang berpengalaman punya tempat yang istimewa di sana. Jadi tak heran aktor-aktor berusia tua seperti Sean Connery masih beraksi sebagai bintang utama. Slamet sendiri masih ingin menjadi peran utama dalam sebuah film.

Saat ini dia sedang sibuk dengan penggarapan film terbarunya yang berjudul DILEMA.

Pesona dan Keanggunan: Aktris Indonesia Dian Sastrowardoyo

aktor dian sastro dan berbagai genre filmnya
Dian Sastro telah membintangi berbagai film dengan berbagai genre. Foto kredit: akun.biz

Lahir di Jakarta, Dia adalah adalah seorang aktris berkebangsaan Indonesia. Dian Sastrowardoyo bukan berasal dari keluarga yang terjun dalam dunia akting. Karirnya dimulai ketika dia menjadi model majalah Gadis. Dia meraih kepopuleran setelah tampil memukau di film Pasir Berbisik tahun 2001, dan sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? tahun 2002.

Kemunculan pertamanya di film Pasir Berbisik pada tahun 2001 membuatnya dipuji atas kemampun aktingnya yang baik.

Namun film yang yang menjadi penanda kepopulerannya adalah film Ada Apa Dengan Cinta?. Dia berperan sebagai remaja bernama Cinta. Film ini bercerita tentang tipikal kehidupan anak remaja.

Kemunculannya bersama aktor lain Nicholas Saputra di film ini menjadi ikon atas kebangkitan Perfilman Indonesia.

Ray Sahetapy

aktor serba bisa ray sahetapy
Ray Sahetapy adalah aktor serba bisa yang bisa memainkan semua peran. Foto Kredit: mediaindonesia

Lahir di Donggala, Sulawesi Tenggara pada tahun 1957. Ray sejak kecil telah bercita-cita menjadi aktor. Untuk mengejar cita-citanya dia meneruskan pendidikannya di Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1977, dia seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok.

Pada tahun 1988 dia mulai memainkan peran pertamanya dalam film Majalah Gadis karya sutradara Nya' Abbas Akup. Pada tahun 1989 lewat film Nusa Penida dia dinominasikan sebagai aktor terbaik di Festival Film Indonesia.

Saat dunia perfilman Indonesia mengalama masa gelap, Ray Sahetapy mendirikan sanggar teater dan membentuk komunitas teater.

Pada pertengahan 2006, Ray kembali aktif di dunia film dengan membintangi Dunia Mereka garapan sutradara Lasja Fauzia dan menyandingkan dirinya dengan aktris Ira Wibowo. Bahkan kongres PARFI pada tahun yang sama memilih Ray Sahetapy menjadi salah satu ketuanya.

Ingin belajar bagaimana akting dengan yang terbaik? Mengapa tidak mencoba tutor akting Superprof kami?

Temukan kursus drama di dekat saya dengan Superprof.

Butuh guru Akting ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang