Kiprahnya dalam dunia film sudah tidak dapat diragukan lagi. Aktor ternama dan papan atas di Indonesia ini, Ray Sahetapy menunjukkan perjalanan karirnya yang begitu memukau. Bukan hanya bintangi film-film dalam negeri, Ray Sahetapy berhasil menarik perhatian produksi film luar negeri. Pengalamannya bergabung dalam salah satu film produksi Marvel, Captain Amerika ini belum bisa ditandingi. Bagaiamana perjalanannya dan apa yang sudah aktor ini alami? Simak berikut cerita singkat kiprah Ray Sahetapy menembus kancah Interansional.

Tersedia guru-guru Akting terbaik
Ikhsan
4,9
4,9 (10 ulasan)
Ikhsan
Rp400,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4,9
4,9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Denny
Denny
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
Indra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ikhsan
4,9
4,9 (10 ulasan)
Ikhsan
Rp400,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4,9
4,9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Denny
Denny
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
Indra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Awal Mula Ray Sahetapy

Jika Anda ingin membahas tentang aktor terkenal Indonesia, tidak bisa Anda lewatkan satu nama ini, Ray Sahetapy.

Ray Sahetapy lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada tanggal 1 Januari 1957. Aktor berkebangsaan Indonesia ini memiliki nama asli Ferenc Raymon Sahetapy, namun kita mengenalnya dengan panggilan Ray Sahetapy. Apa yang dia dapatkan hingga hari ini adalah cita-cita yang ia impikan sejak kecil. Ray Sahetapy memang benar-benar mencintai dunia peran, ia meneruskan pendidikannya di Insitut Kesenian Jakarta tahun 1977 dan lulus pada tahun 1988. Ray Sahetapy satu angkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok.

Debut pertama Ray Sahetapy dalam film berjudul Gadis sekitar tahun 1980 yang disutradarai oleh Nya’ Abbas Akup. Dalam film ini, ia disandingkan oleh Dewi Yull. Meski dalam cerita film tersebut hubungan cinta mereka tidak berhasil, dalam dunia nyata Ray Sahetapy dan Dewi Yull akhirnya menjadi kekasih yang sesungguhnya dan memutuskan untuk menikah. Meski akhirnya di tahun 2004 mereka harus menikah karena alasan Dewi Yull yang tidak ingin berpoligami, kisah rumah tangga mereka cukup membahagiakan dengan dikarunia 4 orang anak.

Yang tak banyak orang tahu, di masa kecil, Ray Sahetapy tinggal di Panti Asuhan Yatim Piatu Indonesia, Surabaya.

Setelah berhasil membintangi Gadis dengan istri pertamanya itu, Ray Sahetapy akhirnya mendapat banyak tawaran lainnya untuk bermain film hingga ia menjadi aktor terkenal sampai saat ini. Tentu bukan pencapaian tanpa kerja keras. Meski sempat vakum di dunia film, Ray Sahetapy juga aktif di dunia sinetron, sitkom, dan juga teater. Anda dapat belajar banyak dari cara Ray Sahetapy eksis hingga saat ini.

Dibalik Cerita Kehidupan Keluarga

Ray Sahetapy menikah dengan Dewi Yull pada 16 Juni 1981 silam. Meskipun pernikahan tersebut tidak mendapat restu dari orang tua Dewi Yull pada awalnya, kisah cinta mereka membuktikan sukses mempertahankan hubungan rumah tangga hingga kurang lebih 23 tahun. Walaupun pada akhirnya, keduanya terpaksa harus memilih keputusan untuk bercerai pada tahun 2004.

Ray Sahetapy memiliki 4 orang anak bersama Dewi Yull, yakni (Almh) Gizca Puteri Agustina Sahetapy (1982-2010), Rama Putra (1991), Panji Surya (1993), dan Mohammad Raya Sahetapy (2003). Meskipun memiliki dua anak yang tuli, pasangan ini menunjukkan tali kasih orang tua yang sangat mencintai setiap kekurangan apapun dari sang anak. Yang mengagumkan adalah anak bungsu dari keduanya, Panji Surya, yang lulus dari Universitas di New York dengan peringkat cam ludde. Bukan hanya itu, Surya juga dikenal sebagai aktifis tuli yang aktif di berbagai gerakan dan kegiatan.

Surya anak Ray Sahetapy ini cukup membanggakan Indonesia dengan berbagai prestasinya dan dia sering menjadi wakil Indonesia di kongres dunia. Lebih dari tu, tahun 2018 silam, Surya sempat menjadi calon staf khusus disabilitas negara tetapi harus tertunda karena harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu di luar negeri pada saat itu.

Baca juga cerita tentang aktris berbakat, Widyawati

Tersedia guru-guru Akting terbaik
Ikhsan
4,9
4,9 (10 ulasan)
Ikhsan
Rp400,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4,9
4,9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Denny
Denny
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
Indra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ikhsan
4,9
4,9 (10 ulasan)
Ikhsan
Rp400,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Atikah
4,9
4,9 (11 ulasan)
Atikah
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (6 ulasan)
Michelle 인나
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fitriana hutami
5
5 (7 ulasan)
Fitriana hutami
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Denny
Denny
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
5
5 (8 ulasan)
Indra
Rp45,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adela mega
5
5 (7 ulasan)
Adela mega
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Indra
Indra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Berawal Dari The Raid Hingga Luar Negeri

Ray Sahetapy, aktor 63 tahun ini, tentu sudah banyak Anda temukan di film layar lebar tanah air. Sejak embintangi Gadis, Ray Sahetapy aktif di berbagai judul film. Lebih dari 70 judul film telah ia bintangi hingga saat ini. Tentu itu bukan jumlah pencapaian yang biasa.

Setelah bermain di film Gadis 1980, Ray Sahetapy membintangi Kabut Ungu Di Biibir Pantai tahun 1981, Sejuta Serat Sutra tahun 1982, Darah dan Mahkota tahun 1983, Tirai Kasih, Secangkir Kopi Pahit, Hati Seorang Perawan, Pelangi di Balik Awan, Kerikil-Kerikil Tajam, Kabut Perkawinan tahun 1984.

Film action yang begitu menarik pernah dibintangi oleh Ray Sahetapy, The Raid tahun 2012. Ray Sahetapy  berperan sebagai gerbong narkoba yang sadis bernama Tama Riyadi dalam film The Raid: Redemption atau The Reid 1. Dia memerankan tokoh antagonis. Dia beradu peran dengan Iko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, hingga Yayan Ruhian. Film laga yang disutradarai oleh Gareth Evans ini, berhasil menunjukkan perfilman Indonesia sudah setara dengan film International dengan visualiasisa dan ceritanya yang luar biasa.

Film-film lain yang dimainkan oleh Ray Sahetapy adalah Noesa Penida tahun 1988 yang berlatar belakang Bali, 2014: Siapa Di Atas Presiden yang menempatkan Ray Sahetapy sebagai politikus yang berambisi untuk menjadi Presiden, dan film Sebelum Iblis Menjemput tahun 2018 yang diperankan juga oleh Chelsea Islan sebagai Alfie anak dari Lesmana (Ray Sahetapy). Ray Sahetapy adalah raja film, karena dari awal karirnya tahun 1980 ia terus eksis hingga saat ini bintangi banyak film-film tanah air hingga luar negeri, Captain Amerika.

Keren, Ray Sahetapy Bergabung Di Film Captain Amerika!

Ray sahetapy dalam film captain amerika
Ray Sahetapy ketika beradu akting dengan Daniel Burhl di Civil War.

Prestasi aktor Ray Sahetapy tidak diragukan lagi. Berkat aktingnya yang memukau di film the Raid silam, Ray Sahetapy mendapat tawaran untuk bergabung dalam film Holywood. Sutradara film Captain Amerika Civil War kagum dengan cara main Ray Sahetapy dalam film tersebut. Tawaran yang didapatkan Ray Sahetapy tidak nangung-nanggung lagi, ia diajak bergabung ke salah satu film produksi Marvel ini. Meski sempat menolak, Ray Sahetapy menerima tawaran ini karena kesempatan yang luar biasa yang ia dapatkan dari tawaran tersebut.

Bergabungnya Ray Sahetapy dalam Captain Amerika memang sempat diragukan oleh para penggemar film Marvel. Namun, kemunculan video cuplikan adegannya sudah sangat membuktikan peran aktor The Raid ini. Dalam film Civil War, Ray Sahetapy berperan sebagai auctioneer atau sebagai seorang pemimpin lelang. Meski adegan Ray Sahetapy dalam film ini tidak jadi ditayangkan, film Civil War yang lengkap dengan adegan Ray Sahetapy diunggah dalam versi BlueRay dan unduhan digital.

Ray Sahetapy yang berlaga sebagai pemimpin lelang cukup memukau dengan adegannya yang menggunakan bahasa Indonesia dan nampak beberapa orang Indonesia yang berpakaian khas menggunakan batik dan peci. Di adegan ini, Ray Sahetapy beradu akting langsung dengan Baron Zemo (Daniel Bruhl) yang menjadi alasan utama Iron Man dan Captain Amerika bermusuhan dalam film. Adegan Ray Sahetapy tidak jadi ditayangkan karena Joe Russo, sutradara film, menganggap bahwa aksi ray Sahetapy terlalu menonjol melebihi Zemo yang mana para adegan ini dimaksudkan sebagai perkenalan awal Zemo. Meskipun demikian, Joe Russo begitu kagum dan sangat apresiasi untuk mengundang kembali Ray Sahetapy di film Marvel lainnya. Meski tidak menjadi kesatuan utuh di film Civil War, potongan adegan Ray Sahetapy dimuat dalam Infinity Saga Collector’s Edition yang berisi box set rangkuman film MCU dari Iron Man tahun 2008 hingga Spider Man: Far From Home tahun 2019.

Kepiawaian Ray Sahetapy dalam memainkan film hingga film sekelas Marvel ini bisa menjadi bukti bahwa akting para aktor Indonesia dapat disandingkan dengan para aktor Holywood lainnya.

Temukan kelas akting di sekitar Anda.

Belajar dari Kesuksesan Aktor Ray Sahetapy

Ya, bakat akting aktor The Raid ini sudah tidak bisa Anda ragukan lagi. Semua genre film, ia bantai habis. Meskipun sudah menyentuh usia kepala enam, kemampuan akting Ray Sahetapy tidak tergerus zaman. Ia masih aktif membintangi film-film baru saat ini. Berawal dari tahun 1980, aktor The Raid ini bintangi lebih dari 70 judul film.

Ketika dunia perfilman sempat mati suri tahun 1990-an karena kalah dengan sinetron, Ray terlibat di beberapa judul film seperti “Jangan Bilang Siapa-siapa”, “Nona Manis”, dan yang lainnya. Dan kembali bersinar di sekitar tahun 2000-an, dengan keterlibatannya dalam film “Dunia Mereka” tahun 2006.

Aktor film InsyaAllah Sah 2 ini, juga aktif terlibat dalam Parfi 56. Bukan hanya sebagai anggota biasa, Ray Sahetapy adalah ketuanya. Parfi 56 (Persatuan Artis Film Indonesia) adalah asosiasi aktor yang berfungsi sebagai rumah dan wadah bagi artis film Indonesia, untuk mengembangkan potensi serta dapat berperan penting dan memberikan kontribusi bagi kemajuan perfilman nasional sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif. Dengan gagasan nusantara, Ray bersama rekan sejawatnya Deddi Mizwar berusaha terus aktif untuk memajukan perfilman Indonesia.

Ray saheta[y dengan putranya
Ray Sahetapy bersama anaknya Panji Surya yang menyandang tunarungu tetapi sukses lulus dari Universitas New York
Selain itu, dari latar belakang kehidupan pribadinya, Ray belajar banyak arti kehidupan dari sang anak bungsu Surya. Dengan keterbatasan yang dimiliki sang anak, Ray akhirnya memiliki ide untuk mendirikan Teater Tujuh. Teater yang dimilikinya ini adalah terkhusus untuk mereka yang penyandang tunarungu, baik dari segi kru hinga pemerannya. Ray ingin melibatkan para pemeran tuli berbakat untuk ikut aktif dalam dunia seni di Indonesia. Dengan idealis gagasan nusantara yang dimiliki Ray, dia berkeinginan untuk menjadikan dunia seni ini adalah milik semua orang tidak pandang siapa mereka.

Baca juga cerita tentang aktor senior membanggakan, Slamet Rahardjo

Penghargaan Yang Membanggakan Dari Ray Sahetapy

Karya-karya Ray Sahetapy selain sukses dari segi penontonnya, Ray juga mendapat berbagai penghargaan atas karyanya.

Ray Sahetapy mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik dalam IMA tahun 2013 dari film The Raid dan Pemeran Pembantu Pria Film Terpuji Festival Film Bandung 2015. Ray juga pernah dinominasikan sebanyak tujuh kali di ajang yang sama dalam Festival Film Indonesia (FFI), yakni melalui film 'Ponirah Terpidana' (FFI 1984), 'Secangkir Kopi Pahit' (FFI1985), 'Kerikil-Kerikil Tajam' (FFI 1985), 'Opera Jakarta' (FFI 1986), 'Tatkala Mimpi Berakhir' (FFI 1988), dan 'Jangan Bilang Siapa-Siapa' (FFI 1990).

Film yang diperankan oleh Ray Sahetapy juga mendapat berbagai penghargaan dunia seperti dalam film The Raid yang meraih penghargaan International: Toronto International Film Festival, Jameson Dublin International Film Festival, Imagine Film Festival, Indiana Film Journalist Association, dan Festival Mauvais Genre Perancis.

Anda dapat belajar banyak dari cerita sukses para aktor Indonesia, termasuk aktris muda berbakat, Dian Satrowardoyo

Cari tutor terbaik untuk kelas akting Anda, disini.

 

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang