Terletak di tengah-tengah Eropa Barat, Prancis adalah negara dengan sejarah menarik yang dibentuk oleh penaklukan, konflik, dan revolusi.

Dari pembentukan bangsa di abad pertengahan hingga penghapusan monarki hingga perannya dalam Perang Dunia Kedua, sejarah Prancis kaya dan beragam.

Peristiwa sejarah manakah yang paling penting? Dan yang mana yang meninggalkan jejaknya di era Prancis modern?

Perancis telah melewatu ratusan peristiwa –peristiwa yang menentukan serta kejayaan tokoh-tokoh penting. Ketika datang ke pembangunan sebuah republik, akan adil untuk mengatakan bahwa Perancis tidak memiliki perjalanan yang mudah. Mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu suatu negara adalah cara yang baik untuk mendapatkan pemahaman tentang pandangan dan tradisi rakyatnya.

Kemenangan dan kesulitan yang dilihat oleh bangsa Prancis tidak hanya penting dalam sejarah Prancis, tetapi juga dalam sejarah Eropa.

Jadi, mari kita lihat 10 momen terpenting dalam sejarah Prancis!

Amalia
Amalia
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (10) Rp90,000/h
Kursus pertama gratis!
Maisa
Maisa
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (12) Rp100,000/h
Kursus pertama gratis!
Lynn
Lynn
Guru Bahasa Prancis
Rp150,000/h
Kursus pertama gratis!
Hidayah
Hidayah
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (2) Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!
Khotibul
Khotibul
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (6) Rp70,000/h
Kursus pertama gratis!
Adam setyo
Adam setyo
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (5) Rp70,000/h
Kursus pertama gratis!
Ririn
Ririn
Guru Bahasa Prancis
Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!
Febby megawati
Febby megawati
Guru Bahasa Prancis
Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!

1. 481 - 511: Pemerintahan Clovis

Clovis I mendirikan Kerajaan Prancis dengan menyatukan semua suku Frank di bawah satu kekuasaan.

Awalnya raja dari suku Frank yang dikenal sebagai Salian Franks antara lain, Clovis sendiri dilahirkan dalam keluarga Pagan tetapi kemudia menganut Arianisme (Kristen Ortodoks) sebelum dibaptis ke dalam gereja Katolik di kemudian hari.

Perubahannya pada sistem politik dari di mana masing-masing suku memiliki penguasa sendiri, ke yang di mana mereka semua diperintah oleh seorang raja, homogenisasi Kerajaan Frank dan memastikan bahwa tahta akan diturunkan kepada keturunannya.

Karena itu, Clovis I dianggap sebagai pendiri dinasti Merovingian, yang bertahan selama lebih dari 200 tahun.

2. 800: Charlemagne Menjadi Kaisar Suci Romawi

Charlemagne, juga dikenal sebagai Karel Yang Agung, bersama-sama mewarisi tahta Frank dengan saudaranya, Carloman, setelah kematian ayah mereka, Pepin III.

Pembagian kekuasaan atas kerajaan membuat persaingan sengit diantara saudara-saudaranya, dan Charlemagne membuat aliansi sebanyak mungkin untuk mengamankan posisinya sebagai penguasa.

Namun, ketika Carloman meninggal mendadak dan tak terduga pada tahun 771, Charlemagne pada akhirnya menjadi penguasa Kerajaan Frank.

Tradisi Frank menyatakan bahwa sebagai Raja Orang Franka, Charlemagne adalah seorang prajurit yang bertugas memimpin pasukannya menuju kemenangan atas wilayah-wilayah lain dengan cara yang sama seperti yang dilakukan para pendahulunya di Merovingian.

Charlemagne Kaisar Suci Romawi
Charlemagne akhirnya menjadi Kaisar Suci Romawi ¦ sumber: Visualhunt - santanartist

Keterampilan militer Charlemagne diakui oleh Paus Leo III ketika ia menahbiskannya menjadi Kaisar Suci Romawi pada tahun 800. Dalam posisinya atas sebagian besar Eropa, Charlemagne mampu menjaga kekristenan di Barat sehingga tetap hidup

3. 843: Penandatanganan Perjanjian Verdun

Setelah kematian Louis the Pious (putra Charlemagne), kekaisaran Carolingia dibagi menjadi tiga wilayah - satu untuk masing-masing putra Louis yang masih hidup.

Putra sulung Louis, Lothair I, tidak senang dengan jumlah kekuasaan yang ditinggalkan oleh ayahnya, dan karena itu ia berusaha untuk menguasai saudaranya Louis the German dan saudara tirinya Charles the Bald untuk mendapatkan kendali atas keseluruhan kerajaan.

Sebagai balasan atas keserakahan Lothair, Louis dan Charles menyatakan perang terhadap saudara mereka.

Penandatanganan perjanjian Verdun mengakhiri Perang Saudara Carolingian dan membagi kerajaan Charlemagne menjadi tiga bagian: Francia Barat, Francia Tengah, dan Francia Timur, yang masing-masing diperintah oleh Charles the Bald, Lothair dan Louis the Jerman dan dipatuhi dengan terhormat.

Penandatanganan perjanjian ini sangat penting karena meletakkan dasar bagi negara-negara Eropa modern.

4. 1461-1483: Pemerintahan Louis XI

Raja Louis XI adalah raja yang mengakhiri perang Seratus Tahun dengan penandatanganan Perjanjian Picquigny pada tahun 1475.

Setelah kematian ayahnya, Charles VII, Louis ditugaskan untuk memerintah Kerajaan Prancis pada 1461.

Namun, hubungan Louis dengan ayahnya membuat situasi yang cukup rumit setelah kematiannya.

Sementara Louis telah diberi kekuasaan atas wilayah Dauphiné selama pemerintahan ayahnya, dia agak pemberontak. Terlepas dari pengampunan ayahnya, Louis mendirikan sistem politiknya sendiri di wilayahnya yang membuat ayahnya mengambil tindakan tegas.

Namun, ketika pasukan Charles VII tiba di Dauphiné, mereka mengetahui bahwa Louis telah melarikan diri ke Burgundy, di mana ia ditampung oleh Duke of Burgundy.

Setelah kematian Raja Charles, Louis membiarkan orang Burgundi mengendalikan Kerajaan Prancis, tetapi ini bukan akhir dari masalah untuk Louis.

Ketika Duke of Burgundy berikutnya, yang merupakan musuh Louis, berusaha untuk memberontak, Louis memisahkannya dari pasukan Inggris (mereka merupakan sekutu Burgundy) dengan penandatanganan Perjanjian Picquigny. Perjanjian ini menyatakan perdamaian antara Inggris dan Prancis.

Amalia
Amalia
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (10) Rp90,000/h
Kursus pertama gratis!
Maisa
Maisa
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (12) Rp100,000/h
Kursus pertama gratis!
Lynn
Lynn
Guru Bahasa Prancis
Rp150,000/h
Kursus pertama gratis!
Hidayah
Hidayah
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (2) Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!
Khotibul
Khotibul
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (6) Rp70,000/h
Kursus pertama gratis!
Adam setyo
Adam setyo
Guru Bahasa Prancis
5.00 5.00 (5) Rp70,000/h
Kursus pertama gratis!
Ririn
Ririn
Guru Bahasa Prancis
Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!
Febby megawati
Febby megawati
Guru Bahasa Prancis
Rp50,000/h
Kursus pertama gratis!

5. 1661 Sentralisasi Kekuasaan di Perancis oleh Louis XIV

Louis XIV, juga dikenal sebagai 'Raja Matahari memerintah dari tahun 1643 hingga tahun 1715.

Dia Raja yang paling terkenal karena benar-benar membawa pusat-pusat kerajaan dan politik Prancis di bawah satu atap di istananya, istana Versailles.

Pada Saat Muda Raja Louis XIV membangun Istana Versailles
Istana Versailles dibangun oleh Raja Louis XIV yang saat itu maih muda ¦ sumber: Pixabay - charlemagne

Louis mencapai kejayaan ini pertama dengan menyatakan dirinya sebagai penguasa ilahi dari Kerajaan Prancis setelah kematian Kardinal Mazarin, menteri utamanya. Meskipun langkah ini benar-benar bertentangan dengan tradisi politik dan kerajaan Prancis, Louis yakin akan hak ilahinya untuk memerintah Kerajaan sebagai seorang diktator.

Selama menjabat sebagai penguasa Prancis, Louis melihat hal ini sebagai tugasnya untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh kaum bangsawan, yang biasanya muncul dalam bentuk perang saudara. Dia berhasil melakukan hal itu dengan menjadi tuan rumah acara untuk para aristokrasi serta parlemen dan anggota keluarga kerajaan lainnya di Versailles.

Sementara kehidupan politik dan kerajaan bersatu ini, hal itu juga berarti bahwa Louis memiliki sarana untuk mengawasi para bangsawan.

6. 1789: Revolusi Perancis

Revolusi Perancis adalah titik penting dalam sejarah Prancis.

Dimulai dengan kerusuhan oleh Estates Ketiga yang tidak puas (terdiri dari petani), dan berakhir dengan penghapusan monarki Perancis, Revolusi Perancis menghasilkan banyak pertempuran berdarah, eksekusi dan kemenangan bagi para pemberontak.

Ada banyak penyebab dari revolusi. Misalnya, krisis keuangan dan hutang yang besar membuat Raja Louis XVI mencari cara untuk mengumpulkan dana. Sayangnya, pajak yang diusulkan untuk para bangsawan ditolak, dan dia menyatukan para Jenderal Elit dalam upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Namun, ini tidak berjalan sesuai rencana, dan Estates menyatakan dirinya penguasa Perancis setelah berpisah dari Estates-General.

Revolusi memuncak dengan ditandai oleh pengeksekusian para bangsawan dan siapa pun yang diduga merencanakan kegagalan revolusi oleh Maximilien Robespierre.

7. 1789: Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara 1789

Penyusunan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara pada tahun 1789 menandai titik kunci dalam revolusi Prancis ketika hal ini diadopsi oleh Majelis Konstituante Nasional sebagai bagian dari penciptaan konstitusi Perancis yang baru.

Dokumen itu terdiri dari tujuh belas artikel yang merinci hak-hak manusia dalam konteks Prancis yang baru. Misalnya, Deklarasi menyerukan diakhirinya feodalisme dan juga kekuasaan aristokrat atas tanah dan orang-orang yang mengerjakannya, serta memberikan kedaulatan penuh kepada rakyat Prancis atas negara mereka.

Deklarasi ini digunakan bersama Magna Carta sebagai inspirasi untuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 1948.

8. 1940-1944: Rezim Vichy

Selama Perang Dunia II, penandatanganan gencatan senjata antara Perancis dan Jerman pada tahun 1940 membagi Prancis menjadi dua zona: Zona Utara yang diduduki oleh pasukan Jerman dan bagian selatan negara yang tidak dikuasai yang kemudian dikenal sebagai 'Zona Bebas'.

Pemerintah Prancis pindah ke kota vichy di Zona Bebas
Karena pusat politik negara itu berada di bawah kekuasaan Jerman, pemerintah Prancis harus pindah ke kota Vichy di Zona Bebas ¦ sumber: Visualhunt - jp-03

Meskipun tampaknya Prancis akan berusaha melanjutkan pemerintahannya seperti biasa, pemimpinnya, Marshal Pétain punya ide lain. Pétain mendirikan rezim dengan nilai-nilai yang diikuti Nazi Jerman. Kesepakatan Pétiain selanjutnya untuk bekerjasama dengan Jerman disambut protes keras, dan rezim Vichy berakhir pada 1944 ketika Prancis dibebaskan oleh Sekutu.

Tahukah Anda bahwa tutor Superprof menawarkan pelajaran Bahasa Prancis online, di mana Anda dapat mendiskusikan acara ini secara mendalam?

9. 1959: Deklarasi Republik Kelima

Republik Kelima adalah sistem pemerintahan yang dirancang oleh presiden Charles de Gaulle dan kemudian disetujui oleh rakyat Prancis dalam referendum.

Perbedaan utama antara republik keempat dan kelima adalah bahwa presiden diberi lebih banyak wewenang atas biaya Majelis Nasional, yang sekarang menjadi majelis parlemen rendah.

Bentuk pemerintahan yang relatif baru, Republik Kelima masih ada saat ini dengan Emmanuel Macron menjabat sebagai presidennya.

10. 1968: Kerusuhan Mei '68

Peristiwa Mei 1968 menandai kehidupan generasi mahasiswa Prancis.

Tahun 1960-an telah terjadi banyak gejolak politik bagi Prancis. Kemerdekaan Aljazair, deklarasi republik kelima dan perang Vietnam mengartikan bahwa ada banyak hal untuk didiskusikan, dan dengan pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah anak muda yang kuliah di universitas di Prancis, para mahasiswa memiliki suara mereka sendiri.

Bosan dengan sebuah negara yang disibukkan dengan nilai-nilai lama imperialisme dan tradisionalisme, para mahasiswa yang meragukan cara negara itu dijalankan tersulut oleh perselisihan tentang keberadaan pria dan wanita di asrama universitas yang sama.

Argumen ini menyebabkan efek bola salju yang menyebabkan pemenjaraan mahasiswa, munculnya banyak barikade dan penutupan Universitas Sorbonne.

Mei 1968 dikenang sebagai demonstrasi anti-otoritarianisme dan penolakan terhadap nilai-nilai konservatif di Prancis.

Anda mungkin tidak belajar tentang peristiwa-peristiwa penting ini selama pelajaran bahasa Prancis di sekolah Anda, namun, Anda pasti akan mendapatkan kesempatan untuk memahami sedikit tentang budaya Prancis dan, tentu saja, bahasanya.

Butuh guru Bahasa Prancis ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5, 1 votes
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang