“Sebelum yang lain-lain, persiapan adalah kunci kesuksesan.” -Alexander Graham Bell

Apapun yang ingin Anda capai dalam hidup, penting dikatakan bahwa persiapan adalah landasannya. Mengapa begitu? Latihan memisahkan yang bagus dari yang hebat. Orang-orang yang secara teratur mencoba yang terbaik untuk merakit dan menyatukan hal-hal dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka artinya sedang menyiapkan diri untuk produktivitas, efisiensi, dan momen stres yang disebabkan oleh kesalahan di menit-menit terakhir yang tidak dapat dihindari.

Selain itu, kalau soal belajar untuk kelas pendidikan lainnya, Anda memerlukan persiapan agar bisa melalui semua aspek dari proses belajar yang akhirnya setara dengan gelar dari universitas yang berkualitas. Tahapan-tahapan pelajaran kampus yang direncanakan dengan hati-hati akan secara efektif menyiapkan karier mahasiswa di masa depan, tidak masalah posisi pekerjaan apa pun itu.

Karena itu, tanpa menunda-nunda lagi, agar mempersiapkan para calon pengacara secara efektif dengan informasi yang diperlukan untuk menjadi pengacara, kita harus menyelesaikan kualifikasi dan tahapan-tahapan yang diperlukan untuk menerima diploma hukum dan melakukan praktik di bidang profesi legal dengan sukses.

Tersedia guru-guru Hukum terbaik
Fidelia
5
5 (2 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chris
Chris
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Andhika
5
5 (1 ulasan)
Andhika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Kantor advokat law office
Kantor advokat law office
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Asdi
Asdi
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayu
Dayu
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fidelia
5
5 (2 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chris
Chris
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Andhika
5
5 (1 ulasan)
Andhika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Kantor advokat law office
Kantor advokat law office
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Asdi
Asdi
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayu
Dayu
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Level Sekolah Menengah: Mata Pelajaran Apa Saja yang Harus Saya Kuasai Sebelum Masuk Kuliah Hukum?

menyiapkan ilmu hukum di sekolah
Sebelum kuliah hukum menjadi opsi, murid sekolah menengah harus menyiapkan diri mereka dengan menguasai mata pelajaran yang relevan dengan hukum. (Sumber : Unsplash)

Berbeda dengan keyakinan yang populer, sekolah menengah bukan sekadar penjara yang menjebak para remaja dan memaksa mereka mempelajari topik-topik yang tidak akan pernah mereka gunakan di kehidupan nyata. Malah sebaliknya, jika Anda cukup serius melakukannya, sekolah menengah adalah tempat yang sempurna untuk menyiapkan karier masa depan Anda. Mengapa begitu?

Yah, penting dikatakan bahwa kelas-kelas yang Anda pilih di tahun akhir sekolah menengah, dan nilai yang Anda terima di ujian akhir, sangat berpengaruh terhadap jurusan pendidikan lanjutan mana yang akan Anda ikuti dan kampus mana yang akan menerima Anda.

Jadi, meskipun meminta para remaja untuk duduk, belajar, dan memperhatikan mungkin cukup melelahkan, terutama bagi mereka yang mempelajari kesulitan, keberhasilan selama sekolah menengah membuka jalan bagi momen-momen kemenangan di universitas-universitas terbaik di Indonesia.

Dan, meskipun mata pelajaran seperti matematika, sains, dan bahasa Inggris cocok untuk semua jenis jurusan apa pun disiplin spesifik yang mungkin ingin dipelajari murid, jika Anda ingin menjadi pengacara, beberapa topik minat dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki keahlian yang diperlukan kepada tim penerimaan kampus. Seperti?

Murid sekolah menengah penuh passion yang ingin bekerja sebagai pengacara di gedung tinggi pusat kota dan berpenghasilan di atas rata-rata harus ingat bahwa disiplin akademik apa pun yang melibatkan riset, analisis, dan komunikasi akan membuat mereka unggul dibandingkan dengan pelamar kuliah hukum lainnya; mata pelajaran apa saja itu?

Sejarah, geografi, bahasa modern, sains, dan matematika adalah topik-topik mata pelajaran yang mengasah kemampuan investigasi siswa, membantu mereka memahami dunia di sekeliling mereka dan bertujuan megembangkan komunikator yang lebih baik, semua kriteria yang harus dimiliki pengacara magang.

Penting dikatakan bahwa meskipun mata pelajaran tertentu lebih baik untuk murid-murid yang ingin menjadi pengacara di Indonesia, sebagian besar universitas akan melihat nilai yang diterima dari topik-topik tersebut selama sekolah. Untuk mendapatkan gelar hukum, setidaknya harus menguasai mata pelajaran tersebut setingkat SBMPTN.

Mata pelajaran seperti seni atau olahraga tidak terlalu dibutuhkan untuk diterima di jurusan hukum. Namun, mata pelajaran seperti bahasa Inggris, matematika, dan bahasa asing akan menjadi pertimbangan.

Selama sekolah, para siswa yang sangat ingin belajar hukum di universitas bergengsi seperti Universitas Indonesia perlu melakukan segala hal yang mereka bisa untuk memastikan nilai mereka adalah yang terbaik karena bidang hukum menantang secara intelektual dan sangat kompetitif.

Di sebagian besar kasus, nilai sekolah yang baik menunjukkan bahwa Anda bisa menangani tekanan intens saat belajar untuk menjadi advokat atau penasihat hukum.

Jadi, sebelum menyimpulkan bagian ini, penting dikatakan bahwa jika Anda berpikir bahwa terkualifikasi untuk menjadi pengacara hanya dimulai sejak kuliah hukum, Anda perlu berpikir dua kali karena nilai yang baik di sekolah menengah sangat diperlukan dalam menyiapkan calon profesional hukum agar sukses.

Kualifikasi Tertentu Apa Saja yang Diperlukan Seseorang Sebelum Melakukan Praktik Hukum?

tantangan calon pengacara
Setelah menyelesaikan tahap pendidikan khusus profesi untuk menjadi pengacara, ada ujian rumit yang membuat proses belajar hukum menjadi tantangan bagi sebagian orang. (Sumber : Unsplash)

Proses menjadi pengacara memerlukan waktu beberapa tahun dan mencakup banyak aspek pelatihan berbeda. Seperti? Yah, bukan hanya perlu persiapan yang baik di tingkat sekolah menengah, setelah lulus sekolah, calon pengacara perlu siap untuk beberapa tahapan penting sebelum mereka terkualifikasi untuk melakukan praktik hukum sebagai advokat atau penasihat hukum. Tahapan-tahapan apa sajakah itu?

Tanpa menunda-nunda lagi, kami akan menganalisis tiga tahapan penting yang diperlukan setelah sekolah menengah agar berkualifikasi sebagai pengacara di Indonesia.

Sarjana Hukum

Di beberapa kasus, meskipun memungkinkan untuk melakukan praktik hukum tanpa gelar hukum (situasi tertentu dan jarang), mayoritas calon pengacara menjadi berkualifikasi secara profesional dalam semua aspek bidang legal dengan memulai salah satu petualangan paling menakutkan dalam hidup mereka: kuliah hukum.

Karena itu langkah yang paling penting sebelum bekerja sebagai pengacara adalah menerima gelar hukum yang berkualifikasi (S.H.) di universitas yang sangat direkomendasikan di Indonesia. Seorang S.H. dapat diartikan Sarjana Hukum, dan ini membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk menyelesaikannya.

Untuk menjadi pengacara, gelar sarjana yang diambil haruslah gelar sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum namun tidak terbatas pada sarjana hukum saja.

Ada banyak universitas yang menawarkan gelar S.H. kepada para siswa yang memiliki nilai terbaik selama di sekolah menengah. Seperti? Berikut adalah beberapa universitas terbaik untuk belajar dan mendapatkan gelar hukum:

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Diponegoro
  • Univesitas Gadjah Mada
  • Universitas Padjajaran

Penting disebutkan bahwa jika seseorang sudah menerima gelar sarjana di jurusan yang relevan (misalnya sarjana agama syariah, sarjana kepolisian) mereka tetap bisa diangkat menjadi pengacara, namun jika jurusan saat S1 tidak relevan, meskipun mengambil gelar S2 hukum, mereka tetap tidak bisa diangkat menjadi pengacara.

Pendidikan Profesi dan Kualifikasi Advokat

Setelah calon pengacara menerima gelar sarjana hukum, mereka yang ingin menjadi advokat harus lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat yaitu Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Banyak universitas yang mengadakan ujian ini bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Pendidikan Profesi ini berlangsung selama setahun. Sesuai dengan Pasal 11, Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat, untuk mendapatkan sertifikat PKPA, calon advokat harus memenuhi ketentuan kehadiran sekurang-kurangnya 80% dari seluruh sesi PKPA.

Bagaimana dengan penasihat hukum? Apakah ada kualifikasi khusus untuk menjadi penasihat hukum? Secara teknis, setelah berlakunya UU Advokat, tidak ada perbedaan lagi mengenai istilah penasihat hukum, advokat, kuasa hukum, dan konsultan hukum semuanya disebut sebagai advokat. Sehingga pendidikan dan ujian yang harus ditempuh juga sama melalui PKPA.

Pengalaman Magang

Setelah kualifikasi yang memadai telah diselesaikan, ada tahap terakhir dalam proses menjadi pengacara yang baik penasihat hukum maupun advokat diharuskan untuk menyelesaikannya. Seperti? Pengalaman magang setidaknya 2 tahun.

Tanpa melatih keterampilan mereka sebagai advokat atau penasihat hukum dalam magang, sulit bagi pengacara untuk mencari pekerjaan di firma hukum. Itulah mengapa pengacara diharuskan untuk menyelesaikan dua tahun magang sebagai pengacara untuk memenuhi syarat melakukan praktik dan membela klien.

Apa Lagi yang Harus Saya Siapkan untuk Mempelajari Hukum?

durasi belajar calon pengacara
Setelah mengetahui semua kualifikasi yang diperlukan untuk bekerja sebagai advokat atau pengacara di Indonesia, seorang calon pengacara harus menyadari bahwa jam belajar yang panjang adalah suatu keharusan. (Sumber : Unsplash)

Selain kualifikasi yang kami sebutkan dalam subjudul yang disebutkan sebelumnya, penting dikatakan bahwa pengacara magang harus memenuhi syarat dan mempersiapkan diri dengan mempraktikkan saran-saran berikut:

  • Mengasah Keterampilan yang Relevan: meskipun mendapatkan nilai yang sangat baik pada ujian dan pelatihan merupakan aspek penting dari belajar untuk menjadi pengacara, calon advokat dan penasihat hukum juga dapat meningkatkan keterampilan pribadi dan profesional mereka. Kemampuan terlatih seperti manajemen waktu, keterampilan sosial, komunikasi, dan kreativitas adalah keterampilan luar biasa yang harus dimiliki oleh semua pengacara.
  • Belajar: banyak materi pelajaran dan kasus ditinjau dengan cukup cepat selama waktu belajar, dan karena ada begitu banyak informasi, banyak siswa menjadi kewalahan dan kelelahan jika mereka tidak meluangkan waktu untuk belajar sebanyak yang mereka bisa. Temukan metode alternatif untuk dicoba dan membentuk kelompok belajar untuk membuat sesi ulasan jadi lebih menyenangkan.

Selain itu, penting dikatakan bahwa meskipun pengacara mendedikasikan berjam-jam melatih keahlian mereka untuk menjadi lebih baik dan menawarkan yang terbaik untuk klien mereka, bukan berarti kehidupan kerja yang seimbang tidak mungkin.

Kesimpulannya, dengan mengetahui apa yang diharapkan dari pengacara dan kualifikasi yang harus dipenuhi, calon advokat dan penasihat hukum lebih siap untuk terjun ke dunia hukum di depan mata!

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang