“Melakukan apa yang Anda suka adalah kebebasan. Menyukai apa yang Anda kerjakan adalah kebahagiaan.” –Tidak dikenal

Mengerjakan pekerjaan yang Anda benci dan begitu-begitu saja sangat menurunkan moral dan merusak kesehatan mental seseorang. Sebagai manusia, kita suka melibatkan diri kita sepenuhnya dalam aktivitas yang kita nikmati. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan tugas pekerjaan kita secara antusias, kita perlu menghargai apa yang kita kerjakan, dan ini sangat benar karena kita menghabiskan setidaknya delapan jam per hari, lima hari seminggu pada pekerjaan kita.

Namun, penting dikatakan bahwa tidak semua pekerjaan kita berada di bidang yang kita hargai atau kagumi. Sayangnya, mencintai pekerjaan Anda dan merasa utuh karenanya adalah sebuah kemewahan yang dialami oleh segelintir orang-orang terpilih. Karena kita butuh uang untuk hidup dan memenuhi tanggung jawab kita, beberapa orang mungkin merasa buntu pada pekerjaan yang tidak mereka sukai selama sisa tahun-tahun bekerja mereka. Apakah ada solusi?

Meskipun menyerah dan meninggalkan pekerjaan Anda untuk menemukan pekerjaan baru yang akan Anda sukai bukan ide bagus, seringkali, yang diperlukan hanya sedikit rencana untuk memiliki keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan. Karena, mari kita hadapi, jika Anda terus bekerja lembur dan melakukan lebih sedikit aktivitas yang Anda sukai, Anda mungkin bahkan mulai membenci pekerjaan impian Anda!

Jadi, tanpa menunda-nunda lebih lanjut, pada artikel hari ini, kita akan membahas keseimbangan kehidupan-kerja yang sehat, apakah rata-rata pengacara memilikinya, dan sarana apa yang dapat mereka terapkan untuk memastikan mereka sama-sama memaksimalkan kehidupan karier dan pribadi mereka.

Tersedia guru-guru Hukum terbaik
Fidelia
5
5 (2 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chris
Chris
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Andhika
5
5 (1 ulasan)
Andhika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayu
Dayu
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Marihot
Marihot
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ega
5
5 (1 ulasan)
Ega
Rp20,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fidelia
5
5 (2 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chris
Chris
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Andhika
5
5 (1 ulasan)
Andhika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayu
Dayu
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Marihot
Marihot
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ega
5
5 (1 ulasan)
Ega
Rp20,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Apa Itu Keseimbangan Kehidupan-Kerja yang Sehat?

 “Berinvestasilah pada keseimbangan kehidupan-kerja. Waktu bersama teman dan keluarga Anda sama pentingnya dengan waktu bekerja.”  -Stephen Gillett

Dalam beberapa tahun terakhir, Anda mungkin sudah mendengar istilah “keseimbangan kehidupan-kerja” atau work-life balance muncul di percakapan lebih dari sekali. Para milenial cenderung ditanya dan bertanya, lebih banyak dari generasi sebelumnya, tentang keseimbangan kehidupan-kerja di posisi pekerjaan selama wawancara. Mengapa demikian?

Pertama-tama, bagi mereka yang tidak familier dengan istilah tersebut, keseimbangan kehidupan-kerja diartikan sebagai keseimbangan yang dimiliki seseorang antara kehidupan pribadi dan kariernya. Frasa tersebut dibuat oleh Lillian Moller Gilbreth, yang mengeluarkan dasar filosofis untuk keseimbangan kehidupan-kerja di abad ke-21.

Seseorang dengan keseimbangan kehidupan-kerja tahu cara meninggalkan pekerjaan sejenak dan sepenuhnya hadir selama kehidupan pribadi mereka. Kehidupan pekerjaan dan pribadi yang seimbang menjaga keluarga lebih puas tanpa merasakan tekanan yang dialami orang-orang dewasa di pekerjaan mereka.

Seperti yang kami katakan di atas, milenial cenderung lebih peduli tentang keseimbangan kehidupan-kerja daripada kelompok lain dalam sejarah karena mereka telah mengamati dan mempelajari efek-efek merugikan dari kelelahan di tempat kerja, burnout, dan tekanan pada generasi pekerja.

Anda bisa mengatakan bahwa keseimbangan kehidupan-kerja adalah solusi yang akan menghemat jutaan rupiah para pemberi kerja dalam merawat isu kesehatan mental karyawan mereka sambil juga memberikan waktu bersama keluarga yang sangat dibutuhkan.

Apakah Sebagian Besar Pengacara Memiliki Keseimbangan Kehidupan Kerja yang Sehat?

lingkungan kerja pengacara
Apakah pengacara akan memiliki keseimbangan kehidupan-kerja yang sehat secara dramatis tergantung pada orangnya dan lingkungan tempat mereka bekerja. (Sumber : Unsplash)

Meskipun niat berjuang untuk mencapai keseimbangan kehidupan-kerja yang sehat sangat mengagumkan, seringkali, di banyak pekerjaan, lebih mudah mengatakannya daripada melakukannya . Namun, bagaimana dengan pengacara? Apakah mereka memiliki keseimbangan kehidupan-kerja yang sehat? Jawaban dari pertanyaan itu sangat bergantung pada dua faktor berikut:

  • Firma hukumnya,
  • Pengacaranya.

Pertama, seperti yang sudah menjadi kebiasaan selama beberapa dekade, firma hukum, baik di ranah negeri maupun swasta, cenderung memberi hadiah orang-orang yang bekerja berjam-jam dan para pengacara yang membawa kasus profil tinggi dengan bayaran besar. Uang lebih berharga daripada kebahagiaan dan kesehatan mental pengacara di firma; namun, itu tidak selalu terjadi di setiap firma.

Baru-baru ini, untuk memenuhi tuntutan para pekerja milenial yang mengkampanyekan kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan-kerja yang positif, firma hukum mulai menawarkan jam kerja yang lebih fleksibel yang mendukung kedua jenis gaya hidup: mereka yang tergila-gila dengan pekerjaan mereka dan mereka yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan istri/suami dan anak-anak.

Jadi, untuk generasi pengacara berikutnya, ada pilihan untuk bekerja dengan jam kerja pengacara "konvensional" yang melengkapi gaji tinggi dan kemungkinan menemukan mitra atau pilihan untuk memiliki jam kerja fleksibel yang memungkinkan pengacara juga berkembang di kehidupan pribadi mereka.

Dalam hal itu, penasihat hukum atau advokat memutuskan jenis gaya hidup dan karier apa yang ingin mereka miliki.

Meskipun beberapa firma mencari jenis profesional tertentu, keseimbangan kehidupan-kerja bukanlah pilihan firma, melainkan keputusan pengacara.

Kebiasaan-Kebiasaan Negatif yang Harus Dihindari agar Tidak Memengaruhi Keseimbangan Kehidupan-Kerja yang Baik

hal yang mempengaruhi kesehatan pengacara
Salah satu masalah utama yang memengaruhi keseimbangan kehidupan-kerja adalah fakta bahwa terlalu banyak orang yang gila kerja. (Sumber : Unsplash)

Meskipun benar bahwa pengacara bisa memutuskan apakah mereka ingin membangun keseimbangan kehidupan-kerja atau tidak, kami sangat menyarankan mereka untuk membangunnya karena ada banyak efek samping yang merugikan dari hanya bekerja dan tidak menikmati hal-hal yang lebih baik dalam hidup.

Jadi, jika Anda adalah pengacara yang bijak, yang ingin menemukan keseimbangan antara kehidupan dan kerja, berikut adalah beberapa kebiasaan berbahaya yang harus dihindari:

  • Bekerja Terlalu Banyak Lembur: meskipun terkadang kerja lembur diperlukan untuk menyelesaikan kasus besar, jika Anda memiliki kebiasaan bekerja lembur hampir setiap malam, ini tidak akan membantu Anda menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Atasan mengharapkan lebih banyak dari mereka yang menawarkan untuk bekerja lembur, dan itu dapat menyebabkan tekanan yang tidak dibutuhkan.
  • Memeriksa Email Anda di Rumah: berapa kali Anda memeriksa email Anda? Lima, sepuluh, lima belas kali sehari? Terus-menerus memeriksa email kantor Anda saat di rumah menyebabkan seseorang merasa kurang santai saat berada di tempat tinggal mereka dan, perlahan tapi pasti, mereka tidak akan mengerti mengapa mereka tidak bisa membawa pekerjaan ke rumah.
  • Tidak Memiliki Rutinitas: ketika seorang pengacara memiliki jadwal yang teratur dengan tugas-tugas tertentu yang harus diselesaikan pada waktu tertentu, mereka jauh lebih termotivasi untuk menyelesaikan semuanya dan memprioritaskan tugas. Tanpa rutinitas kerja, Anda akan mudah terbawa suasana dan tidak produktif, yang terkadang berarti harus bekerja lembur untuk menyelesaikan tugas yang tidak Anda selesaikan.

Apakah ada kiat-kiat positif untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan-kerja sebagai pengacara? Teruslah membaca untuk mencari tahu lebih lanjut!

Kiat-Kiat Positif untuk Meningkatkan Keseimbangan Kehidupan-Kerja sebagai Pengacara

prioritas kerja pengacara
Dengan mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan dan tidak dapat Anda penuhi tepat waktu, Anda mengatakan ya pada diri Anda. (Sumber : Unsplash)

Menemukan keseimbangan dalam kehidupan dan berhasil menyulap semua tanggung jawab bukanlah tugas yang mudah. Banyak orang mencoba menemukan keseimbangan antara kehidupan-kerja di sepanjang karir mereka dan tidak menemukannya; namun, ini mungkin terjadi, jadi jangan menyerah!

Mekipun pengacara memiliki kehidupan kerja yang penuh tekanan dan terkadang mengganggu masalah pribadi mereka, dengan mengikuti saran berikut, para advokat dan penasihat hukum dapat memiliki keseimbangan kehidupan-kerja yang lebih baik:

  • Katakan Saja Tidak: seperti yang kita lihat di subjudul sebelumnya, salah satu kebiasaan terburuk yang mungkin dimiliki seorang profesional adalah mengatakan ya untuk segalanya. Dengan mengatakan ya karena takut mengecewakan orang lain, pada dasarnya Anda mengatakan tidak pada diri sendiri dan Anda akan lelah karena menerima terlalu banyak tugas yang membebani. Pengacara mengatakan tidak untuk hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan atau ketika tidak punya waktu untuk menyelesaikannya. Belajar mengatakan tidak adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi waktu Anda dan menyeimbangkan hidup Anda.
  • Menjauhkan Diri Dari Gangguan: setiap hari, selama jam kerja atau, sesaat setelah itu, Anda harus memberi diri Anda waktu untuk mencabut, menjauh dari ponsel, dan melakukan sesuatu yang Anda sukai, seperti membaca, berjalan-jalan, atau pergi ke gimnasium. Matikan ponsel Anda sebentar untuk memberi diri Anda sedikit waktu untuk bernafas. Pada awalnya, Anda mungkin merasa tidak enak karena tidak menjawab panggilan telepon, pesan, atau email, namun ingat, kita tidak pernah diprogram untuk diperbudak oleh perangkat kita. Penyegaran diri dengan menjauhi gangguan membuat segalanya tampak lebih mudah diatur dalam sehari.
  • Menyambut Hangat Kemungkinan Jadwal Yang Fleksibel: agar 100% hadir bersama keluarga Anda dan menikmati momen-momen bermakna bersama mereka, Anda mungkin perlu menerapkan jadwal yang tidak begitu konvensional. Bagaimana? Beberapa firma mengizinkan advokat dan penasihat hukum mereka untuk memilih jadwal mereka sendiri selama pekerjaan tersebut selesai. Sehingga, ini memungkinkan Anda untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan mengatur waktu dengan bijak. Jadwal yang fleksibel memungkinkan Anda untuk menjadi ibu atau ayah yang lebih hadir ketika ada acara khusus di sekolah atau selama liburan karena Anda dapat mencoba menyelesaikan pekerjaan lebih awal di pagi hari atau sore hari untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga di siang hari dan mengembangkan keseimbangan kehidupan-kerja yang lebih realistis.

Jika Anda menerapkan kiat-kiat mana pun yang disebutkan sebelumnya sebagai pengacara, perlahan Anda akan mulai merasakan efek positif dari keseimbangan kehidupan-kerja dan lebih menikmati pekerjaan Anda sepenuhnya.

Kesimpulannya, penting dikatakan bahwa apakah pengacara memiliki keseimbangan kehidupan-kerja sepenuhnya tergantung mereka dan belum tentu firma tempat mereka bekerja. Jadi, jika seorang advokat atau penasihat hukum ingin memaksimalkan diri menikmati hidup sambil sekaligus mengembangkan karier profesional mereka, itu mungkin terjadi; jangan menyerah!

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang