Di jantung ibukota Spanyol, Museum Seni Prado di Madrid memiliki beberapa karya paling penting Eropa.

Prado adalah museum yang mengesankan dan galeri-galerinya adalah rumah bagi pameran-pameran luar biasa. Semua seniman hebat di sepanjang sejarah ada, mulai dari Leonardo da Vinci hingga Manet via Michaelangelo. Jika Anda bepergian ke Madrid, Anda harus mengunjunginya untuk menyaksikan koleksi permanen berisi gambar, patung, cetakan, dan karya-karya seni dari para mster!

Museum seni rupa ini adalah rumah bagi contoh-contoh bagus dari realisme, barok, naturalisme, klasisme, dan impresionisme.

Dalam artikel ini, Superprof membahas beberapa karya terbaik untuk dilihat ketika Anda mengunjungi museum Prado di Madrid, Spanyol.

Tersedia guru-guru Melukis terbaik
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anika
5
5 (11 ulasan)
Anika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anika
5
5 (11 ulasan)
Anika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

The Garden of Earthly Delights karya Hieronymus Bosch

The Garden of Earthly Delights adalah lukisan triptych minyak di atas kayu karya master asal Belanda, Hieronymus Bosch. Karya ini dilukis antara tahun 1494 dan 1505 dan sangat besar; hampir selebar 3 meter dan tinggi 2 meter.

lukisan Hieronymus Bosch
Jelas sekali sisi kirinya lebih baik daripada sisi kanan. (Sumber: Wikimedia Commons)

Karya ini menggambarkan Taman Eden dari Alkitab, kemudian kehidupan sebelum banjir, kemudian penampakan neraka umat Kristen. Ketika sayap triptych ditutup Anda bisa melihat penciptaan dunia.

Lukisan ini bepergian cukup jauh sebelum tiba di Prado:

  • Dibuat pada akhir abad ke-15.
  • Diberikan kepada pelindung, Henri III dari Nassau-Breda pada tahun 1503.
  • Masih di istana Nassau pada tahun 1517.
  • Menjadi milik William the Silent dari House of Orange-Nassau.
  • Duke of Alba menyitanya pada tahun 1567.
  • Pada tahun 1570, dibawa ke Spanyol.
  • Lukisan itu diserahkan ke mahkota Spanyol pada tahun 1593.
  • Disimpan di istana El Escorial sampai tahun 1939.
  • Lukisan itu kemudian dipindahkan ke Prado saat ini.

Lukisan ini adalah contoh sempurna dari seni Flemish dari Abad Pertengahan dan merupakan karya simbolis mengesankan yang kami sarankan pada Anda untuk melihatnya.

Jika Anda berada di Prancis, Anda mungkin ingin mengunjungi Louvre karena merupakan salah satu galeri seni terbaik di dunia.

Saturn Devouring His Son karya Goya

Lukisan mitologis Saturn Devouring His Son dilukis oleh pelukis terkenal dunia Francisco de Goya. Jika Anda mengunjungi Prado, pastikan Anda melihatnya.

Lukisan tersebut, awalnya adalah mural sebelum dipindahkan ke kanvas, menggambarkan mitos Yunani-Romawi: Titan Saturn (Cronus dalam bahasa Yunani) yang memakan anaknya untuk menghentikan mereka mengambil tahtanya.

Jika Anda tahu mitos ini, Anda akan tahu bahwa itu cukup soal Jupiter (Zeus). Goya menggambarkan Saturn yang memakan tubuh seorang anak mentah-mentah dalam gambar yang mengerikan dalam gaya yang sama seperti Ruben dua abad sebelumnya.

Temukan berbagai kelas melukis di dekat saya di sini di Superprof.

The Descent from the Cross karya Rogier van der Weyden

Kita perlu berterima kasih pada pelukis Flemish Rogier van der Weyden karena adegan alkitabiah Yesus spektakuler yang diturunkan dari salib setelah penyaliban-Nya. The Descent from the Cross adalah lukisan minyak di atas kayu dari tahun 1435 dan merupakan contoh seni Flemish primitif.

Setelah dibeli oleh serikat pemanah Leuven, Mary dari Austria, saudari Charles V, karya itu menjadi miliknya.

 “Itu adalah gambar terbaik di seluruh kastil dan bahkan, saya yakin, di seluruh dunia, karena saya telah melihat banyak lukisan bagus tetapi tidak satupun menandingi lukisan ini dalam hal kebenaran terhadap alam atau ketaatan. Semua orang yang telah melihat ini punya pendapat yang sama.” - Vicente Alvarez

Karya ini telah memengaruhi para pelukis religius selama berabad-abad, terutama dalam hal postur karakter. Singkatnya, Anda perlu pergi ke Prado.

Las Meninas karya Diego Velásquez

Secara harfiah “The Ladies-in-waiting (Para wanita yang sedang menunggu)” dalam bahasa Inggris, Las Meninas adalah lukisan minyak di kanvas dari tahun 1656-1657 yang dilukis oleh Diego Velásquez, seorang master Barok asal Spanyol.

Lihat berbagai kursus melukis di sini.

infanta margaret dalam lukisan Diego Velásquez
Menurut Thomas Lawrence, lukisan ini adalah “filosofi seni”. (Sumber: Wikimedia Commons)

Lukisan tersebut menggambarkan Infanta Margaret Theresa yang dikelilingi oleh para wanita yang sedang menunggu, seorang pendamping, pengawal, dua kurcaci, dan seekor anjing. Velásquez sendiri muncul di tengah karya tersebut sedang melukis raja dan ratu yang dapat dilihat di cermin.

Lukisan ini sangat memengaruhi para seniman seperti lukisan Charles IV of Spain and His Family karya Francisco de Goya dan The Daughters of Edward Darley Boit karya John Singer Sargent.

Tersedia guru-guru Melukis terbaik
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anika
5
5 (11 ulasan)
Anika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anika
5
5 (11 ulasan)
Anika
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

The Three Graces karya Pierre Paul Rubens

Pierre Paul Rubens adalah pelukis barok Flemish yang terkenal karena gaya dan subjeknya yang beragam termasuk potret serta adegan-adegan religius dan mitologis. Yang terakhir terlihat dalam The Three Graces, sebuah karya yang dilukis pada tahun 1639.

The Graces adalah bagian dari mitologi Yunani-Romawi, para dewi pesona yang dikenal sebagai Kharites dalam bahasa Yunani. Mereka adalah putri-putri Zeus (Jupiter) dan Eurynome. The Graces melayani Venus, Dewi Cinta Romawi.

Setiap tiga Grace mewakili sebuah gagasan atau konsep:

  • Aglaea melambangkan kemegahan
  • Euphrosyne melambangkan keceriaan
  • Thalia melambangkan pesta

Perlu diingat bahwa Graca di sebelah kiri terinspirasi langsung oleh istri Ruben!

Potret Diri karya Albrecht Dürer

Potret diri adalah lukisan minyak di panel kayu dari tahun 1498 karya Albrecht Dürer. Pelukis, perancang, dan pengukir asal Jerman ini memainkan peran penting dalam Renaisans Jerman dan menciptakan beberapa lukisan dengan prasasti:

“Das malt ich nach meiner gestalt / Ich war sex und zwenzig Jor alt / Albrecht Dürer”: “Saya melukis ini dari penampilan saya sendiri; saya berusia dua puluh enam tahun; Albrecht Dürer”

Namun, Albrecht Dürer bukan sekadar seorang seniman, ia juga seorang matematikawan seperti para seniman Renaisans lainnya termasuk Leonardo da Vinci. Jika Anda pergi ke Prado, pastikan Anda tidak melewatkan lukisan dirinya ini yang merupakan representasi penting dari masa lalu seniman tersebut.

Danaë karya Titian

Titian adalah pelukis Renaisans asal Italia yang karyanya akan Anda kenali jika Anda tahu sedikit tentang seni. Pada tahun 1550-an dan 1560-an, ia membuat serangkaian 6 karya seputar karakter mitologikal, Danaë.

Temukan kelas melukis Bandung di Superprof.

Danae dilukis oleh Titian
Zeus bukanlah Dewa pertama yang ikut campur dalam dunia manusia. (Sumber: Wikimedia Commons)

Danaë adalah seorang putri mitologis yang diramalkan bahwa putranya akan membunuh ayahnya, Acrisius. Dia dikurung di menara kuningan tinggi untuk memastikan bahwa ramalan tersebut tidak akan terwujud. Sayangnya, Zeus berubah menjadi titisan hujan emas untuk bersatu kembali dengan Danaë. Persatuan ini menciptakan pahlawan Perseus.

Karya ini menggambarkan momen ketika para dewa mengalahkan upaya terbaik manusia. Di Prado, karya ini dikelilingi oleh karya-karya mitologis lainnya termasuk Venus, Bacchus, and Adonis!

Jika Anda berada di Kota New York, Anda harus melihat pameran besar di MET.

The Triumph of Death karya Pieter Bruegel the Elder

The Triumph of Death adalah karya yang dibuat oleh Pieter Bruegel the Elder, seorang pelukis dan pengukir asal Belanda. Lukisan ini dibuat pada tahun 1562 dan merepresentasikan sebuah alegori kematian dalam segala bentuknya: kejahatan, eksekusi, penyakit, pertempuran, dan bunuh diri.

Lukisan ini layak mendapat perhatian Anda karena menunjukkan bahwa tidak ada yang berada di atas kematian. Meskipun ini berbeda dari kiamat Alkitab, kita bisa melihat dalam karya ini bahwa kematian tak terkalahkan dan tak terhindarkan.

The Adoration of the Shepherds karya El Greco

El Greco adalah seorang pelukis, pemahat, dan arsitek Yunani yang pindah ke Spanyol. Dia menciptakan The Adoration of the Shepherds antara tahun 1612 dan 1614.

The Adoration of the Shepherds adalah adegan di Luke 2. Para gembala menerima berita tentang kelahiran Yesus dari Malaikat Jibril dan pergi untuk melihat bayi ilahi tersebut. Mereka berakhir memujanya.

El Greco menyelesaikan lukisan ini di akhir tahun kehidupannya dan hendak digantung di makamnya namun berhasil menjadi koleksi Prado.

Cari tahu karya-karya terbaik Musée d'Orsay.

Tres de Mayo karya Francisco de Goya

Mari kita kembali ke pelukis Spanyol terkenal, Francisco de Goya, yang bersama dengan banyak lukisan luar biasa lainnya, menciptakan lukisan Tres de Mayo yang dapat Anda lihat di Prado.

lukisan Francisco de Goya
Sekitar 400 orang tewas dalam insiden tersebut. (Sumber: Wikimedia Commons)

Karya ini merepresentasikan peristiwa penting dalam sejarah Spanyol ketika tentara Prancis membunuh kaum revolusioner Spanyol setelah penobatan Joseph, Saudara Napoleon, setelah pengunduran diri Raja Ferdinand IV dari Spanyol. Sebuah lukisan yang membuat Anda memikirkan tentang sejarah Spanyol. Jangan lewatkan ini ketika Anda mengunjungi Prado!

Museum Prado memiliki banyak contoh lukisan religius, seni Flemish, seni Prancis, dan seni Spanyol, tentunya!

Jika Anda merencanakan perjalanan ke museum tersebut, Anda mungkin ingin memeriksa peristiwa-peristiwa yang akan datang juga, karena ada koleksi-koleksi permanen maupun temporer di museum tersebut. Fakta bahwa koleksi-koleksi seni sering dibagikan di museum-museum terbaik, artinya melihat apa pameran yang ada saat ini akan menjadi ide bagus dan mungkin layak untuk dikunjungi kembali kalaupun Anda sudah mengunjunginya dan melihat pameran-pameran terpopuler.

Hal yang bahkan lebih baik tentang Prado adalah jika ada pameran yang ingin Anda lihat, Anda bisa mengunjungi galeri seni ini dua jam terakhir setiap hari terbuka untuk umum ketika ada tiket masuk gratis!

Tentu saja, jika Anda tertarik dengan seni modern, Anda mungkin ingin memeriksa Museo de la Reina Sofia di Madrid yang merupakan rumah bagi “Guernica” yang terkenal karya Picasso. Adapun museum seni modern, ada juga Museum Seni Kontemporer di Madrid. Sederhananya, jika Anda ingin melihat karya seni di museum-museum di Madrid, Anda tidak akan kecewa.

Untuk mempelajari lebih lanjut, kami sarankan Anda mencari guru privat untuk membantu Anda belajar tentang sejarah seni dan museum-museum terbaik di seluruh dunia. Anda juga bisa belajar melukis dengan guru-guru privat.

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang