Meskipun banyak museum terbaik dunia berada di Eropa, Anda tidak boleh melupakan salah satu museum seni terbaik di dunia: Metropolitan Museum of Art di New York.

Museum besar di Manhattan, New York, ini adalah rumah bagi lebih dari 2 juta karya seni dari seluruh dunia. Van Gogh, Cézanne, Pissarro, Auguste Renoir, Joseph Durand-Ruel, Jean-Frédéric Bazille, Manet, Berthe Morisot, Degas, Ingres, Delacroix, dan Warhol semuanya ada di MET, museum seni luar biasa di Amerika Serikat.

Gerakan-gerakan artistik terbaik semuanya ada di MET: impresionisme, realisme, potret diri, ekspresionisme, fauvisme, naturalisme, pointillisme, dan simbolisme.

Dalam artikel ini, kita akan mengumpulkan daftar singkat beberapa lukisan terbaik yang bisa Anda lihat di Metropolitan Museum of Art di New York.

Tersedia guru-guru Melukis terbaik
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Debby
5
5 (11 ulasan)
Debby
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Debby
5
5 (11 ulasan)
Debby
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Washington Crossing the Delaware karya Emanuel Leutze

Emanuel Gottlieb Leutze adalah pelukis asal Jerman yang berspesialisasi dalam melukis peristiwa-peristiwa sejarah, terutama catatan sejarah Amerika termasuk tibanya Christopher Columbus dan Perang Kemerdekaan Amerika.

karya hebat Emanuel Leutze
Washington tahu jalan masuknya. (Sumber: Wikimedia Commons)

Yang terakhir adalah tema pada lukisan Washington Crossing the Delaware tahun 1851 ini, sebuah kanvas minyak yang menampilkan peristiwa yang terjadi pada 1776 setelah serangan mendadak dari Amerika terhadap Inggris selama pertempuran Trenton.

Cerita di balik lukisan ini adalah studi tentang daya tarik, di antara alasan lainnya karena karya ini tidak dilukis di AS.

Seniman yang lahir di Jerman ini telah kembali ke tanah airnya dari persinggahan di Amerika, dengan menanamkan keinginan untuk mendorong reformasi di Eropa melalui contoh yang diberikan oleh Amerika Serikat.

Dia menyusun ide karya tersebut pada 1848, selama Spring of Nations, serangkaian revolusi yang mengguncang Eropa.

Canvas pertamanya yang selesai dirusak oleh api yang membakar studionya. Dia bisa mengembalikan lukisan tersebut dan kemudian menjualnya kepada museum seni Bremen, Kunsthalle. Sayangnya, lukisan tersebut hilang selamanya selama pengeboman Pasukan Sekutu selama Perang Dunia Kedua.

Untungnya, ia melukiskan versi lainnya. Kanvas seukuran objek aslinya ini adalah bagian dari beberapa koleksi seni pribadi sebelum menjadi koleksi permanen di MET.

Seperti banyak karya seni lainnya, tablo ini merepresentasikan versi artistik ketimbang fakta.

Meskipun catatan sejarah menunjukkan bahwa Jenderal Washington memang menyeberangi Sungai Delaware pada malam Natal, dia melakukannya hampir satu abad sebelum penggambaran peristiwa itu dilakukan – memang, sekitar 40 tahun sebelum Tuan Leutze lahir.

Kita tidak tahu apakah Washington berdiri dengan kaki disangga atau apa yang dia dan penyeberang sungai lainnya tersebut kenakan.

Untuk mendapatkan tampilan Amerika yang unik itu, Tua Leutze menyewa para turis Amerika untuk menjadi model untuknya; model-model lainnya termasuk para siswa seni dari akademi terdekat.

Kisah patriotisme Amerika, dibuat di Jerman!

Cari tahu beberapa karya terbesar yang disimpan di Louvre.

The Death of Socrates karya Jacques-Louis David

Sebagai kepala gerakan neo-klasik di Prancis dan seorang pelukis Prancis penting, Anda mungkin mengenal Jacques-Louis David. Meskipun, karya paling terkenalnya adalah The Coronation of Napoleon (yang dapat disaksikan di Louvre di Paris), The Death of Socrates juga merupakan karyanya yang terkenal.

Karya tersebut dilukis pada 1787 untuk Salon dan menampilkan peristiwa sejarah Filsuf Yunani, Socrates, yang dipaksa untuk meminum racun hemlock. Kebobrokan pemuda dan memperkenalkan dewa-dewa aneh adalah alasan keputusan itu.

Tuan David melakukan risetnya sebelum membuat sketsa dan melukis adegan populer ini. Namun, para sejarawan mengatakan bahwa tablo tersebut mengandung banyak ketidakakuratan, mungkin yang paling mencolok adalah Apollodorus, terlihat bersandar di dinding di dalam lengkungan, sedang menangis.

The Dialogues of Plato secara spesifik menyebutkan Socrates menyuruh Apollodorus pergi karena dia terlalu berduka.

Plato sendiri salah diinterpretasikan dalam lukisan ini. Pada saat kematian Socrates, Plato adalah seorang pemuda. Namun, dia ditampilkan jauh lebih tua – pria botak berjubah putih yang duduk dengan sedih di kaki ranjang seharusnya adalah murid paling terkenal Socrates.

Banyak tokoh yang masuk dalam penceritaan Plato dihilangkan dalam render Jacques-Louis David dan orang-orang yang berada di dalamnya, seperti Plato, dilukis dengan lisensi dramatis yang murah hati.

Socrates sendiri ditampilkan sebagai mulia dan bijaksana ketimbang digambarkan sebagai yang dideskripsikan: lelaki buruk rupa, seringkali kotor dan tidak terawat.

The Death of Socrates dilukis oleh beberapa seniman lainnya:

  • Michel-François Dandré-Bardon pada 1753
  • Charles-Michel-Ange Challe pada 1761
  • Jacques-Philippe-Joseph de Saint-Quentin pada 1762
  • Jean-Baptiste Alizard pada 1762
  • Pierre Peyron pada 1787

Ini adalah lukisan agung yang patut dilihat ketika Anda berada di Metropolitan Museum of Art.

Anda juga bisa mempelajari lebih lanjut tentang karya-karya di Musée d'Orsay.

Woman with a Parrot karya Gustave Courbet

Woman with a Parrot dilukis pada 1866 oleh seniman realis Gustave Courbet. Dalam lukisan itu, kita melihat wanita telanjang di atas kain putih mengangkat lengannya dengan seekor burung beo hinggap di tangannya.

Penyerahan lukisan telanjang pertamanya di Salon, dua tahun sebelumnya, ditolak karena dianggap tidak senonoh.

Canvas kedua tersebut, dengan model yang berpose dan terbungkus diterima sebagai penyerahan, namun tetap kontroversial tidak hanya karena tidak mengenakan pakaian tetapi, untuk semuanya, karena rambutnya yang acak-acakan.

Para sejarawan dan penikmat seni sepakat, setidaknya pada sebagian besar bagian, bahwa model yang begitu bebas bersandar pastilah Joanna Hiffernan, inspirasi bagi Courbet dan pelukis Amerika James Whistler.

Nona Hiffernan sendiri adalah seorang pelukis meskipun tidak ada satu pun karyanya yang pernah ditampilkan. Ia juga salah satu model untuk lukisan erotis Courbet lainnya yang berjudul The Sleepers (Le Sommeil) yang juga dilukis pada 1866.

Begitu membaranya lukisan ini sehingga tidak diizinkan untuk ditampilkan di depan umum hingga tahun 1988. Berlawanan dengan karya-karyanya yang lebih erotis, Woman with a Parrot masih dianggap wajar.

Lukisan tersebut ditampilkan di Salon pad 1866 dan dinilai tidak akademis karena kaki terbuka wanita itu. Namun, Courbet terus melawan tradisi dan melukis orang-orang:

“Keindahan terletak pada alam, dan ditemui di bawah bentuk realitas yang paling beragam. Begitu ditemukan, keindahan tersebut milik seni, atau melainkan milik seniman yang menemukannya.” - Gustave Courbet

Lukisan ini ditambahkan ke koleksi MET pada 1929 oleh Henry Osborne Havemeyer, seorang kolektor seni Amerika.

Lihatlah berbagai kursus melukis di sini.

lukisan bunga Claude Monet
Monet melukis banyak gambar bunga lili air miliknya. (Sumber: Wikimedia Commons)

Bridge Over the Lily Pond karya Claude Monet

Claude Monet bisa dibilang merupakan pelukis impresionis Prancis paling terkenal. Ketika ia melukis karya-karya seperti “Impression, Sunrise” pada abad ke-19, pada abad ke-20, ia mulai melukis serangkaian Water Lillies termasuk “Bridge Over the Lily Pond” pada 1899 yang saat ini ada di MET.

Tahukah Anda bahwa gerakan seni impresionis mendapatkan namanya dari tablo Impression, Sunrise milik Monet?

Mahakarya gerakan impresionis ini adalah salah satu dari 250 lebih karya yang dilukis seniman tersebut dari taman lili airnya. Sebelum lili air, seniman tersebut melukis serangkaian karya seperti Haystacks, Rouen Cathedral, and La Gare Saint-Lazare.

Begitu produktifnya Monet sehingga ia bisa menghasilkan lebih dari lima karya yang selesai dalam satu tahun.

Mungkin produksinya yang memecahkan rekor itu berasal dari fakta bahwa ia sering melukis adegan yang sama, meskipun dengan sedikit variasi dalam tone, rona, dan saturasi.

Misalnya, Bridge Over the Lily Pond miliknya ang digantung di MET menampilkan jembatan yang sama, ditangkap pada sudut yang kira-kira sama dengan sembilan kanvas lainnya, masing-masing menyandang nama yang sedikit berbeda.

The Japanese Footbridge menggantung di National Gallery of Art di Washington DC sedangkan The Lily Pond menggantung di National Gallery di London.

Kalau soal pelukis impresionis, karya-karya Claude Monet dan Edouard Manet adalah contoh terbaik dari lukisan impresionis.

Prado di Madrid juga merupakan rumah bagi beberapa karya seni fantastis.

Tersedia guru-guru Melukis terbaik
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Debby
5
5 (11 ulasan)
Debby
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (46 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Jihan
4,9
4,9 (18 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sheba
5
5 (11 ulasan)
Sheba
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (13 ulasan)
Lydia dumaria
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (8 ulasan)
Rianti
Rp135,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Debby
5
5 (11 ulasan)
Debby
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Madame X karya John Singer Sargent

Madame X atau Portrait of Madame X adalah lukisan karya pelukis Amerika John Singer Sargent. Karya tahun 1884 itu menggambarkan wanita Amerika, Virginie Gautreau, yang meninggalkan Louisana untuk ke Paris, sebuah lambang masyarakat Paris.

Nona Gautreau mungkin adalah salah satu contoh awal yang menjadi terkenal karena menjadi terkenal.

goresan khas lukisan madam x
Keangkuhan yang ditunjukkan Madame X dalam potret ini membuat marah masyarakat kelas atas Paris. (Sumber: Wikipedia)

Menjalani hidup dengan skandal aroma lavender, Nona Gautreau selalu menebarkan aroma bunga itu tidak peduli apakah ia bermain-main dengan masyarakat Paris atau melakukan perbuatan terlarang di belakang suaminya.

Pasti ada sesuatu tentang dirinya.

Pelukis Amerika Edward Simmons membuntuti sepanjang jalan Paris dan menurut semua catatan, para pria menganggap Nona Gautreau sangat menarik. Tuan Sargent juga sama terkesannya, membuatnya memohon pada seorang kenalan:

“Saya punya keinginan besar untuk melukis potretnya dan punya alasan untuk berpikir bahwa ia akan mengizinkan hal ini dan sedang menunggu seseorang untuk mengusulkan penghormatan ini terhadap kecantikannya. Jika Anda adalah 'bien avec elle' dan akan menemuinya di Paris, Anda bisa memberitahunya bahwa saya punya bakat yang luar biasa.” - John Singer Sargent

Mungkin karena semua ketertarikan romantisnya yang membuatnya merasa kesepian, ia menyetujui pelukis ini, yang sama-sama berasal dari Amerika, untuk melukis dirinya di kanvas. Atau mungkin seperti spekulasi banyak orang hingga saat ini: seniman dan model sama-sama pemanjat sosial, yang membantu satu sama lain untuk menaiki tangga.

Penting dicatat bahwa Tuan Sargent tidak melukis Madame X karena pesanan – yang diminta oleh subjeknya. Keinginannya untuk mengabadikan wanita itu membuatnya teguh atas permintaannya sendiri.

Sesuai rencana, lukisan tersebut ditampilkan di Salon, dan menyebabkan skandal besar – bukan karena karya itu sendiri, tetapi karena reputasi Madame X.

Kemarahan kedua karena kulitnya yang hampir tembus cahaya, sosok dramatisnya, dan keangkuhannya secara umum ketika ia bukan berasal dari kelas sosial yang angkuh.

Namun, Tuan Sargent memang mengumpulkan banyak pers yang membuatnya mendapatkan pesanan untuk lebih banyak lukisan potret, seperti yang ia rencanakan.

Namun, ia pasti merasakan sesuatu pada Nona Gautreau. Setahun setelah kematian Nona Gautreau pada 1915, seniman tersebut akhirnya melepaskan karya itu, menulis kepada direktur MET “Saya kira ini adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan.”

Mungkin rasa cinta terhadap kreasinya ketimbang pada wanita itu yang membuat Tuan Sargent bertahan.

Manuel Osorio Manrique de Zúñiga karya Francisco de Goya

Hampir mustahil untuk tidak mengagumi karya Francisco de Goya, salah satu seniman Spanyol paling terkenal.

Tres de Mayo, The Nude Maja, the Witches' Sabbath semuanya adalah lukisan besar abad ke-18 dan 19. Namun, Goya juga membuat potret seperti lukisan salah satu putra Pangeran Altamira ini yang ia selesaikan pada 1787.

Merupakan sebuah norma bagi para penyokong kaya untuk memesan potret anggota keluarga; memang ayah anak itu membuat kontrak dengan Tuan Goya untuk melukis istrinya, anak perempuannya yang baru lahir, dan anak-anak laki-lakinya yang lain.

Bagi Francisco Goya, potret anak-anak khususnya pasti memilukan.

Terlahir di keluarga yang bergumul dengan kemiskinan, ia mulai berlatih sebagai pelukis ketika berusia 14 tahun. Ia meninggalkan rumahnya dan mengejar pendidikan tinggi di bidang seni di Madrid, tempat ia juga bertemu istrinya.

Hidup mereka dirusak oleh tragedi. Meskipun istrinya cepat hamil, semua kehamilannya berakhir keguguran kecuali satu.

Namun, semua kehilangan dalam hidupnya itu bukanlah hal yang membuat Goya melukis adegan-adegan renungan yang suram; ketika ia berusia 47 tahun, Goya terserang penyakit yang membuatnya tuli.

Kita mungkin percaya bahwa terlepas karier yan sukses sebagai seniman – ia menjadi pelukis Istana Kerajaan Spanyol pada 1799, kehidupan pribadinya begitu dilanda kemalangan sehingga ia akhirnya membungkuk di bawah tekanan, membuat lukisan yang pesimis selama sisa kariernya.

Hal itu dan fakta bahwa Manuel kecil, anak yang digambarkan di lukisannya meninggal ketika baru berusia delapan tahun membuat potret ini jauh lebih menarik.

Seniman tersebut memilih cara yang menarik untuk melukis anak itu; masih tegap seperti manekin dan dikelilingi oleh hewan piaraan, warna-warna dan penggunaan cahaya yang menarik.

Mungkin Goya memiliki getaran firasat dalam diri Manuel yang membatu dalam pose statis itu.

Aristotle with a Bust of Homer karya Rembrandt

Rembrandt tidak memerlukan pengenalan; master Barok Belanda ini adalah salah satu pelukis paling terkenal di dunia.

Sangat terkenal dirinya hingga Don Antonio Ruffo, seorang pengusaha Sisilia menugaskan Rembrandt untuk melukisnya. Don Ruffo yakin bahwa apa pun yang dilukis seniman tersebut akan menjadi mahakarya sehingga ia tidak menetukan apa yang harus digambarkan di lukisan itu.

Temukan berbagai kelas melukis di dekat saya di sini di Superprof.

Aristotle with a Bust of Homer karya Rembrandt
Seorang filsuf berpikir tentang seorang filsuf. (Sumber: Wikimedia Commons)

Hasilnya adalah karya ini. Anda bisa melihat Aristoteles mengenakan pakaian abad ke-17 dan berpose dengan patung penyair Homer.

Karena kebebasan semacam itu diberikan kepada seniman tersebut, interpretasi lukisannya dan identitas subjek utamanya menyebabkan cukup banyak kontroversi.

Pria yang tangannya memegang kepala Homer dianggap mewakili baik Torquato Tasso atau Ludovico Ariosto, keduanya adalah penyair Italia. Spekulasi itu membuat beberapa orang melihat apresiasi penyair yang masih hidup kepada pendahulunya dalam karya Rembrandt.

Bahkan saat ini, para kritikus seni tampaknya tidak bisa menyepakati apa yang ingin disampaikan lukisan ini.

Ada satu teori yaitu, karena tangan kanan (disukai) memegang patung sedangkan tangan kiri (tidak disukai) memegang rantai permata, pesan lukisan tersebut yaitu pemikiran lebih berharga daripada uang.

Lainnya berpendapat bahwa objek-objek di sekitar tokoh lebih penting daripada tokohnya dan apa yang dilakukannya.

Tumpukan buku di latar belakang misalnya, dimaksudkan untuk memberikan nilai besar pada karya sastra.

Ide ini bertentangan dengan tema yang paling banyak diterima bahwa filosofi muncul sebelum puisi dan seni secara umum. Sehingga, Aritoteles terinspirasi oleh puisi. Aspek politiknya diwakili oleh potret Alexander yang Agung pada medali Aristoteles.

Karya tersebut diakuisisi oleh MET pada tahun 1961 dengan jumlah kecil yaitu 2,3 juta dolar.

The Musicians karya Caravaggio

The Musicians atau Concert of Youths adalah lukisan minyak di kanvas dari master barok Italia Michelangelo Merisi da Caravaggio. Sebagai seorang naturalis, realis, dan pengguna chiaroscuro yang hebat, Caravaggio terkenal karena karya besarnya.

Pemain kecapi diperkirakan sebagai Mario Minniti, sahabat Caravaggio dan seorang seniman dalam dirinya sendiri. Subjek karya Carravaggio lainnya, The Lute Player, sangat mirip dengan pemain kecapi dalam lukisannya, membuat banyak orang percaya bahwa orang yang sama berpose untuk kedua karya.

Mungkin saja bahwa orang yang ada di latar belakang tersebut adalah Caravaggio, membuat ini menjadi salah satu potret diri pertama seniman tersebut.

Untuk semua cahaya dan kejelasan karya ini – yang berlawanan dengan kontras dramatis chiaroscuro-nya, keberadaan Cupid (mengambil anggur) di latar belakang dan manuskrip yang menunjukkan para musisi tersebut sedang berlatih madrigal, tampaknya tidak ada kebahagiaan dalam tablo ini.

Mata pemain kecapi itu berkaca-kaca, mungkin mengindikasikan bahwa lagu yang mereka nyanyikan berisi tentang sisi menyakitkan dari cinta. Tidak ada musisi yang tampak bahagia atau ceria; memang, mereka tampak sedang menyanyikan lagu penguburan ketimbang lagu-lagu cinta.

Restorasi telah merusak kanvas ini sampai batas tertentu. Namun, karya ini dipuji sebagai salah satu karya terbaik Caravaggio.

Tema mitologi dan Bacchus hadir di karya Caravaggio dan di karya-karya yang dapat ditemukan di New York, Prancis, Italia, Inggris, dan Spanyol.

Woman with a Water Jug karya Johannes Vermeer

Vermeer, pelukis Barok Belanda, paling terkenal karena karya-karyanya seperti The Milkmaid or Girl with a Pearl Earring. Vermeer, seperti Rembrandt, dianggap master Zaman Keemasan Belanda.

keunikan lukisan Woman with a Water Jug
Vermeer adalah seorang master barok. (Sumber: Wikimedia Commons)

Karya Woman with a Water Jug, dilukis pada 1658, menggambarkan wanita muda kelas pekerja yang sedang membawa kendi air dengan satu tangan dan membuka jendela dengan tangan satunya.

Lukisan ini adalah salah satu lukisan karya Vermeer antara awal hingga pertengahan tahun 1660-an.

Luar biasa dalam hal kejelasan dan detail, hal itu sangat sesuai dengan apa yang orang-orang percayai bahwa Vermeer menggunakan kamera obscura untuk menghasilkan fotorealisme seperti itu dalam lukisannya.

Ini dikenal sebagai Tesis Hockney-Falco, yang mengklaim bahwa bukan hanya Vermeer tapi juga beberapa pelukis Renaisans dan Barok lainnya menggunakan semacam optik untuk membuat gambar yang jelas seperti itu di kanvas.

Selain itu, sejarawan seni mencatat bahwa banyak tableaux Vermeer dilukis dengan latar belakang yang sama, mungkin di ruangan yang sama, menumbuhkan kepercayaan pada teori tersebut bahwa kamera lubang jarum pasti telah dipasang

Ada perdebatan substansial seputar gagasan bahwa Vermeer menggunakan suatu jenis lensa atau perangkat fokus dalam mengerjakan lukisannya terlepas banyaknya sentuhan artistiknya – bagaimana bayangan jatuh dan tingkat detail dalam komponen kecil seperti scrollwork atau rambut ikal subjek akan nyaris mustahil untuk dibuat jika hanya melihat menggunakan mata telanjang.

Tim Jenison mencoba membuktikan teori ini dengan membuat kembali karya-karya paling terkenal Vermeer menggunakan berbagai trik optis seperti kamera lucida dan cermin cekung.

Anda bisa melihat hasil ini di film dokumenter Tim’s Vermeer.

Seperti dalam karya-karya lainnya, Vermeer melukis wanita leka, membandingkan kebebasan di luar dengan aturan-aturan tradisional di dalam.

Autumn Rhythm (Number 30) karya Jackson Pollock

Autumn Rhythm (Number 30), adalah lukisan enamel di kanvas karya Jackson Pollock, seorang pelukis ekspresionis abstrak asal Amerika. Seniman kontemporer berpengaruh ini menciptakan lebih dari 700 karya!

Berikut adalah beberapa karya-karya besarnya yang lain:

  • Tidak berjudul (Pria Telanjang dengan Pisau), 1938-1940
  • Mural, 1943
  • Number 5, 1948
  • One: Number 31, 1950
  • Number 1 (Lavender Mist), 1950
  • Blue Poles: Number 11, 1952
  • Convergence, 1952
  • The Deep, 1953
  • White Light, 1954

Pada saat ia membuat karya ini, Jackson Pollock sudah sangat alkoholik. Pukulan keras adalah keharusan bagi seniman yang temperamental ini; memang, ada yang mengatakan bahwa dia menggempur kanvasnya ketimbang melukisnya.

Gayanya sungguh gesit. Sementara kebanyakan pelukis berdiri dengan tenang di depan tripod kayu mereka, palet di tangan, dan menggoreskan kuas dengan kecermatan yang mengagumkan, Pollock menari di sekitar kanvasnya dalam pertunjukan hiruk pikuk, hampir seakan-akan kebutuhan untuk menciptakan lukisan merasukinya sepenuhnya dan berjuang untuk keluar dari setiap pori-porinya.

Jiwanya yang menderita cocok dengan eksekusinya yang menderita, dan ketenangan yang tertinggal di kanvas besar tak terawat itu bisa dianggap sebagai ketenangan usai badai.

Meskipun teknik ini seringkali menjadi fokusnya, Autumn Rhythm terlihat mengutarakan amarah. Itu mungkin saja karena Tuan Pollock berada pada kondisi paling kalut ketika melukisnya, hanya enam tahun sebelum kematiannya dalam kecelakaan mobil.

Kita bisa saja menyebutkan para seniman lainnya yang dipajang di MET seperti Gauguin, Kandinsky, Caillebotte, Sisley, Corot, Géricault, Seurat, atau bahkan Watteau.

Apakah Anda ingin mengunjungi Metropolitan Musem of Art?

Jika Anda tidak bisa, jangan lupa bahwa Anda bisa melihat lukisan-lukisan impresionis secara online atau mengunjungi museum-museum yang lebih dekat dengan rumah.

Superprof dapat membantu memperdalam pemahaman Anda tentang sejarah seni atau suatu gerakan seni dengan guru privat! Baik Anda ingin belajar lebih lanjut tentang patung, seni impresionis, lukisan udara plein, atau seni modern, menyewa guru privat adalah cara yang tepat!

Ada tiga jenis bimbingan privat berbeda yang bisa Anda dapatkan dari guru-guru di Superprof: bimbingan tatap muka, bimbingan online, dan bimbingan kelompok.

Bimbingan tatap muka berlangsung dengan seorang guru dan satu murid serta yang paling efektif dari ketiganya karena guru Anda akan mendedikasikan waktu mereka untuk Anda.

Bimbingan online berlangsung via webcam menggunakan program-program seperti Skype. Tanpa biaya perjalanan, guru dapat memberikan harga yang lebih murah per jamnya daripada yang biasanya mereka berikan dalam bimbingan tatap muka.

Bimbingan kelompok lebih seperti kelas seni konvensional. Namun, Anda bisa selalu mengajak kelompok atau teman bersama-sama dan semuanya belajar melukis bersamaan. Ini cenderung yang paling murah per jamnya karena para murid berbagi biaya waktu guru.

Jenis bimbingan mana yang akan Anda pilih?

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang