Oh, betapa gemilangnya melihat para penggemar tenis berbondong-bondong ke Wimbledon sekali lagi! Betapa menakjubkannya merasakan pengalaman kemegahan dan upacara pertandingan tenis paling bergengsi di dunia!

Dua minggu Wimbledon tahun ini dipenuhi momen-momen berkilau yang membuat pertandingan tersebut lebih istimewa karena ini menandakan kembalinya suasana normal setelah tahun panjang yang membuat kita terpaksa menahan diri dari peristiwa-peristiwa penting yang dibagikan.

Bahkan kembalinya Duchess of Cambridge dari isolasi karantina menggarisbawahi betapa mengerikannya pandemi ini (dan terus berlanjut). Begitu juga memori tahun-tahun terakhir Kejuaraan yang dibatalkan; pembatalan pertama sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Namun Wimbledon kembali tahun ini dan, seperti foto-foto yang tersimpan dalam album keluarga yang berharga, kita perlu melestarikan catatan kemenangan ini, di dalam dan di luar lapangan, untuk anak dan cucu kita.

Superprof memainkan perannya dengan merincikan daftar pemenang putri Wimbledon 2021.

Tersedia guru-guru terbaik
Eka
5
5 (33 ulasan)
Eka
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Danu
Danu
Rp15,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Zanza
4,9
4,9 (21 ulasan)
Zanza
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Amalia
5
5 (15 ulasan)
Amalia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Theodore
4,9
4,9 (36 ulasan)
Theodore
Rp180,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lukas
4,9
4,9 (8 ulasan)
Lukas
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Crystal
5
5 (81 ulasan)
Crystal
Rp80
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Pardomuan
5
5 (17 ulasan)
Pardomuan
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Irene natalia
4,8
4,8 (5 ulasan)
Irene natalia
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chatarina
4,9
4,9 (34 ulasan)
Chatarina
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (13 ulasan)
Michelle 인나
Rp65,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fahmi bashar, m. Pd.
5
5 (24 ulasan)
Fahmi bashar, m. Pd.
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samuel
4,9
4,9 (9 ulasan)
Samuel
Rp200,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shani
5
5 (33 ulasan)
Shani
Rp50
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Masiga buana juli
5
5 (74 ulasan)
Masiga buana juli
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (18 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eka
5
5 (33 ulasan)
Eka
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Danu
Danu
Rp15,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Zanza
4,9
4,9 (21 ulasan)
Zanza
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Amalia
5
5 (15 ulasan)
Amalia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Theodore
4,9
4,9 (36 ulasan)
Theodore
Rp180,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lukas
4,9
4,9 (8 ulasan)
Lukas
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Crystal
5
5 (81 ulasan)
Crystal
Rp80
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Pardomuan
5
5 (17 ulasan)
Pardomuan
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Irene natalia
4,8
4,8 (5 ulasan)
Irene natalia
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chatarina
4,9
4,9 (34 ulasan)
Chatarina
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (13 ulasan)
Michelle 인나
Rp65,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fahmi bashar, m. Pd.
5
5 (24 ulasan)
Fahmi bashar, m. Pd.
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samuel
4,9
4,9 (9 ulasan)
Samuel
Rp200,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shani
5
5 (33 ulasan)
Shani
Rp50
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Masiga buana juli
5
5 (74 ulasan)
Masiga buana juli
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (18 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Tunggal Putri

Sekilas, tampaknya Ashleigh Barty tidak mungkin menjadi juara tenis. Tidak ada satu pun, dari bingkai mungilnya – dia berdiri setinggi lima kaki, lima inci terhadap komitmennya yang lesu di tahun-tahun bermainnya sebagai junior menandakan bahwa ia sedang mempersiapkan menjadi juara.

profil Ashleigh Barty
Pemain pint-sized Ashleigh Barty mengklaim gelar Tunggal Putri pada Wimbledon tahun ini. Sumber : Wikipedia

Tumbuh di pinggiran kota Ipswich, Queensland, dengan kedua kakak perempuannya, Ashleigh awalnya bingung antara bermain bola jaring atau mengejar karier tenis. Dia akhirnya memilih yang terakhir karena baginya bola jaring adalah ‘permainan perempuan’. Sehingga ia berusaha sungguh-sungguh, bahkan menantang pelatihnya untuk melatihnya lebih keras.

Setelah serangkaian keberhasilan di bidang tenis, termasuk memenangkan gelar Tunggal Junior Putri di Wimbledon pada 2011 ketika ia baru berusia 15 tahun, ia tiba-tiba keluar dari tenis untuk bermain kriket – olahraga yang ia sendiri belum pernah dilatih untuk bermain, setidaknya tidak secara kompetitif.

Kemudian, ia kembali ke tenis. Ia memenangkan gelar Putri pertamanya pada 2017; itu adalah pengalaman pertamanya mendapat peringkat di 100 Teratas. Sebenarnya, ia mengakhiri season tersebut di #17, meskipun tidak pernah berada di peringkat 100 Teratas.

Pelatih Juniornya mengaitkan keterampilan dan kesuksesan Ashleigh dalam tenis dengan kapasitas tidak biasa yang ia miliki yaitu koordinasi tangan-mata serta tingkat fokus yang tinggi. Kedua kualitas itu terlihat pada pertandingan di Centre Court, pada 10 Juli, ketika Nona Barty Mengalahkan lawannya dari Ceko, Karolina Pliskova, 6-3 6-7 6-3.

Karolina Pliskova

Dengan tinggi 6 kaki 2 inci, Karolina Pliskova menjulang di atas lawannya pada babak final. Meskipun kali ini, tinggi badannya tidak memberinya keuntungan. Begitu juga pendekatannya yang tidak ambigu terhadap tenis.

Karolina dan saudari kembarnya, Kristyna, mengambil pendekatan awal dan serius terhadap tenis. Potensi Karolina sebagai pemain tenis sudah jelas sejak awal. Segera, ia berkompetisi dalam turnamen-turnamen tenis di seluruh dunia.

Ia memenangkan gelar Junior pertamaya di Australia Open 2010, hanya sebelum ulang tahunnya yang ke-18. Ia kemudian melanjutkan bermain di Grand Slam pertamanya pada 2012, di French Open. Ia kalah di babak pertama tapi rebound pada tahun berikutnya, memenangkan gelar Asosiasi Tenis Putri.

Sementara Nona Barty perlu istirahat dari tenis untuk menemukan kembali passion-nya untuk permainan tersebut, Nona Pliskova tidak pernah sekalipun berpikir untuk melepaskan raketnya. Gaya bermainnya yang agresif sangat membantunya, di net maupun dalam servis.

Status runner-up Nona Pliskova telah memperkuat warisan tenisnya namun ia hampir tidak berpuas diri. Kita dapat menantikan lebih banyak hal lagi dari pemain dinamis ini; kemungkinan ia tidak akan bertahan lama di posisi kedua.

Dan bagaimana penampilan para pria di Wimbledon tahun ini?

Ganda Putri

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa Elise Mertens asal Belgia, yang dipasangkan dengan Su-Wei Hsieh berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, bermain berlawanan dengan pasangan Ganda Rusia yang gaya dan teknik bermainnya sangat mirip. Nyatanya, tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran. Mari kita lihat statistik dasarnya:

  • Veronika Kudermetova: Rusia, 24 tahun, 5 kaki 9 inci, bermain dengan tangan kanan; pertandingan dimenangkan - 71
  • Elena Vesnina: Rusia, 34 tahun, 5 kaki 9 inci, bermain dengan tangan kanan; pertandingan dimenangkan - 265
  • Elise Mertens: Belgia, 25 tahun, 5 kaki 10 inci, bermain dengan tangan kanan; pertandingan yang dimenangkan - 174
  • Su-Wei Hsieh: Taiwan, 35 tahun, 5 kaki 7 inci, bermain dengan tangan kanan; pertandingan yang dimenangkan – 148

Anda harus benar-benar pilih-pilih untuk menunjukkan bahwa Mertens-Hsieh memiliki kelemahanan usia satu tahun atau bahwa runner up Ganda Putri tahun ini telah memenangkan lebih banyak pertandingan daripada pasangan yang menang.

Empat pemain ini begitu serasa sehingga, terkadang, penonron ragu pasangan mana yang akan mendapatkan gelar tersebut. Tembakannya tampak berlangsung sangat lama dan pengembaliannya sangat cepat. Sedikit net-play yang dramatis dan dengusan panggilan dan jawaban yang memicu kekaguman yang terengah-engah dari banyak orang, dan sentuhan lembut Nona Hsieh menyebabkan lebih dari satu perebutan bola ke net yang kalut dan tidak dapat dikembalikan.

Meskipun Kudernetova-Vesnina memenangkan set pertama, Mertens-Hsieh membuktikan bahwa mereka adalah tim yang tak terkalahkan, mengklaim kemenangan dengan penghitungan akhir 3-6 7-5 9-7.

Tersedia guru-guru terbaik
Eka
5
5 (33 ulasan)
Eka
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Danu
Danu
Rp15,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Zanza
4,9
4,9 (21 ulasan)
Zanza
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Amalia
5
5 (15 ulasan)
Amalia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Theodore
4,9
4,9 (36 ulasan)
Theodore
Rp180,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lukas
4,9
4,9 (8 ulasan)
Lukas
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Crystal
5
5 (81 ulasan)
Crystal
Rp80
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Pardomuan
5
5 (17 ulasan)
Pardomuan
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Irene natalia
4,8
4,8 (5 ulasan)
Irene natalia
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chatarina
4,9
4,9 (34 ulasan)
Chatarina
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (13 ulasan)
Michelle 인나
Rp65,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fahmi bashar, m. Pd.
5
5 (24 ulasan)
Fahmi bashar, m. Pd.
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samuel
4,9
4,9 (9 ulasan)
Samuel
Rp200,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shani
5
5 (33 ulasan)
Shani
Rp50
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Masiga buana juli
5
5 (74 ulasan)
Masiga buana juli
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (18 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eka
5
5 (33 ulasan)
Eka
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Danu
Danu
Rp15,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Zanza
4,9
4,9 (21 ulasan)
Zanza
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Amalia
5
5 (15 ulasan)
Amalia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Theodore
4,9
4,9 (36 ulasan)
Theodore
Rp180,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lukas
4,9
4,9 (8 ulasan)
Lukas
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Crystal
5
5 (81 ulasan)
Crystal
Rp80
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Pardomuan
5
5 (17 ulasan)
Pardomuan
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Irene natalia
4,8
4,8 (5 ulasan)
Irene natalia
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chatarina
4,9
4,9 (34 ulasan)
Chatarina
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Michelle 인나
5
5 (13 ulasan)
Michelle 인나
Rp65,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fahmi bashar, m. Pd.
5
5 (24 ulasan)
Fahmi bashar, m. Pd.
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samuel
4,9
4,9 (9 ulasan)
Samuel
Rp200,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shani
5
5 (33 ulasan)
Shani
Rp50
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Masiga buana juli
5
5 (74 ulasan)
Masiga buana juli
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (18 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Kursi Roda Tunggal Putri

Wimbledon adalah crème de la crème-nya tenis; pertandingan yang dinantikan setiap pemain tenis...setidaknya berkompetisi di dalamnya, kalau tidak menang. Lapangan ikonik All-England Lawn dan Tennis Club adalah lapangan terakhir dari jenisnya di tenis Grand Slam; hanya bermain di sana memberikan pemain tenis hak membual yang serius.

Diede de Groot juara tenis kursi roda putri
Juara tenis kursi roda asal Belanda, Diede de Groot, mengklaim hadiah kursi roda Putri. Sumber : Wikipedia

Sayangnya, lapangan-lapangan tersebut membuat para pemain tenis kursi roda jauh lebih kesulitan untuk bermain.

Namun, pada hari terakhir Kejuaraan, para penonton Lapangan 1 melihat bagaimana hal itu dilakukan ketika atlet Belanda Diede de Groot berhadapan dengan Kgothatso Montjane, dari Afrika Selatan.

Awalnya, pertandingan tampak seperti agak jinak tapi tidak membutuhkan waktu lama bagi para pesaing untuk menjadi sengit dalam servis, pengembalian, dan pukulan mereka. Nona de Groot segera menepis ilusi itu dengan backhand jahatnya. Ia tampak sangat fokus selama pertandingan tersebut sementara Nona Montjane, terkadang, tampak tertekan.

Bukan berarti ia bermain dengan buruk. Mengadu permainan tangan kirinya dengan setiap bola yang datang ke arahnya, Nona Monjane mencetak beberapa pon di setiap set dan memberikan yang terbaik. Namun, Nona de Groot mengklaim kemenangan dengan skor akhir 6-2 6-2.

Pertandingan de Groot – Montjane hanyalah salah satu poin tinggi Kejuaraan tahun ini; kontes kursi roda Ganda bahkan lebih memikat.

Kursi Roda Ganda Putri

Jika Nona Montjane tampaknya bergumul di pertandingan Tunggal, ia tidak menunjukkan indikasi seperti itu ketika dipasangkan dengan Lucy Shuker dari Inggris. Bersama, mereka melakukan upaya terkoordinasi untuk membuat jejak di Kejuaraan tahun ini. Sayangnya, mereka tidak bisa mencetak poin sama sekali di set pertama.

Ini mungkin karena lawan mereka, Jordanne Whiley dan Yui Kamiji, memiliki pengalaman panjang berkompetisi bersama di tenis Ganda. Sejauh tahun 2014, mereka memenangkan tidak hanya Calendar Slam pada tahun itu tetapi juga Wheelchair Tennis Masters ganda, pertandingan yang diatur oleh Federasi Tenis Internasional.

Namu lagi-lagi, ini tidak seperti Lucy Shuker dan Kgothatso Montjane tidak pernah bermain bersama. Mereka dalam satu tim pada Australian Open 2019, yang pada saat itu mereka dikalahkan oleh Buis-Ellerbrook.

Mungkin terasa aneh bagi Nona Shuker untuk menghadapi Jordanne Whiley di seberang net. Kedua atlet ini mengukir posisi mereka dalam sejarah tenis tahun 2012 dengan berpasangan untuk merebut Perunggu di ajang ganda tenis Paralimpiade London tahun itu.

Ketika para penyiar berita dan pakar membahas sorotan Wimbledon, kontes kursi roda umumnya diabaikan. Itu agak disayangkan, mengingat dorongan AELTC menuju inklusi, bukan begitu?

Jangan ragu untuk memberi tahu kami apa pendapat Anda tentang hal itu di kolom komentar. Anda juga bisa meninggalkan pujian Anda untuk Whiley-Kamiji, yang mengklaim kemenangan dengan 6-0 7-6.

Tunggal Junior Putri

Pada hari terakhir Kejuaraan, ketika pemain Tunggal Putra bermain di Centre Court, pemain junior asal Spanyol Ane Mintegi del Olmo menghadapi Junior Jerman Nastasja Schunk untuk kemenangan: 2-6 6-4 6-1.

Awalnya, Nona Schunk tampak akan mendominasi pertandingan karena dia tampil kuat dengan backhand-nya yang sangat agresif. Namun, Nona Mintegi del Olmo tampaknya adalah pemain yang lebih strategis. Itu hampir seperti dia sedang mengukur kelemahan lawannya, yang ia lanjutkan untuk memanfaatkannya dengan maksimal dalam dua set terakhir.

Cukup anehnya, terlepas dari kemenangan Wimbledon itu, Nona Mintegi del Olmo berdiri di peringkat Tunggal sedikit tergelincir, dari karier tertinggi 698 pada Mei tahun ini menjadi 715. Namun, ia masih terkualifikasi untuk turnamen Putri nanti pada tahun ini; itu akan membebaskannya untuk bermain lebih banyak pertandingan Open dan turnamen. Tentunya, dengan semua potensi yang ia miliki, ia akan menaikkan peringkatnya.

Hal yang sama berlaku untuk Nona Schunk, yang mencapai peringkat kariernya yang tinggi melalui Kejuaraan ini.

Apakah Anda bertanya-tanya hadiah apa yang disediakan Wimbledon untuk orang-orang ini dan para calon pemain tenis hebat lainnya?

kelebihan kompetisi tenis ganda
Meskipun dianugerahi hadiah uang dan gengsi yang lebih sedikit, kontes ganda sama sengitnya. Sumber : Visualhunt

Ganda Junior Putri

Tahun lalu, di French Open, Diana Shnaider beregu dengan sesama pemain tenis junior Rusia Maria Bondarenko untuk berhadapan dengan tim Ganda junior asal Italia Alvisi-Pigato. Hal-hal tidak berjalan baik. Tahun ini, dipasangkan dengan Belarusian Kristina Dmitruk, pukulan dua tangannya yang kuat secara konsisten mengenai sasarannya.

Di sisi lain net, Sofia Costoulas dan Finn Laura Hieraranta asal Belgia – yang juga menyukai pukulan backhand dua tangan, melakukan yang terbaik melawan pesaing mereka yang jauh lebih berpengalaman.

Kita harus memberi mereka dukungan atas upaya mereka. Beberapa pukulan mereka bergerak sangat indah tapi, pada akhirnya, mereka kalah di pertandingan dengan 6-1 6-2.

Tidak diragukan lagi bahwa Sofia dan Laura memiliki karier yang panjang dan cerah dalam tenis di depan mereka. Lagipula, Sofia baru berusia 16 tahun dan peringkat tertinggi karier Junior Laura (17 tahun) adalah 32. Dia akan beralih ke tenis Putri tahun depan; kami tidak sabar melihat pertunjukan Wimbledon-nya yang akan datang!

Sekarang, cari tahu lebih lanjut ringkasan acara wimbledon 2021...

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang