Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan
Bagikan

Bisakah Menggambar Membantu Seseorang Menguasai Matematika dan Sebaliknya?

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 25/02/2019 Blog > Seni dan hobi > Menggambar > Apakah bisa ilmu menggambar menolong seseorang untuk belajar Matematika dan sebaliknya?

Apakah Anda orang yang dominan menggunakan otak kanan, orang yang masuk dalam kategori kreatif?

Kalau iya, maka menggambar bisa menjadi wadah kreativitas Anda, sebuah alasan yang kuat untuk terus bermimpi dan berhayal.

Dengan kata lain, Anda kurang sabar dan kurang berbakat pada bidang yang kaku seperti matermatika…iya kan?

Kalau memang demikian, Anda mungkin akan terheran-heran ketika mendengar bahwa matematika dan seni ternyata berkaitan!

Proporsi, simetri, dan rasio cahaya dengan bayangan pada suatu objek; dimensi, perspektif dan gradasi warna: lihatlah, kosakata di bidang seni sama dengan bahasa yang dipakai pada matematika!

Mari telaah lebih dalam persamaan dan perbedaan antara dua bidang ini.

Menggambar serta matematika seperti dafging dan kuku Matematika dan menggambar bagaikan kuku dan daging! Sumber: Pixabay Kredit: Bess Harniti

Matematika dan Seni: Bagaikan Kuku dan Daging

Kalau Anda tidak pecaya dengan semua bukti yang ada mengenai keterkaitan antara dua bidang tersebut, coba renungkan ini:

Bentuk, ruang, figur: semua ini berdasarkan pada realisme; observasi, dan studi terhadap alam.

Bahkan ruang negatif pun dibahas, baik di bidang seni maupun matematika!

Kesamaan antara seni abstrak dengan seni figuratif adalah bahwa matematika sebagai pembaginya. Ini adalah salah satu alasan untuk belajar menggambar, sekaligus sebuah alasan baru untuk belajar matematika!

Menggambar Tangan dengan Menggunakan Persamaan

Mungkin Anda pernah mendengars kisah seseorang yang bernama Jason Padgett. Suatu malam, setelah karaoke, ia mengalami cedera serius, dan ketika ia bangun, entah bagaimana sejak saat itu ia melihat dunia dengan sudut pandang pola geometris yang kompleks.

Sebelumnya, ia hanyalah seorang pedagang mebel yang sama sekali tidak peduli dengan bentuk bentuk mebel yang dijualnya, apalagi mau menggambar dan mndesain mebel.

Tentu kami tidak bermaksud menyarankan Anda agar dipukuli orang hingga Anda mengidap sindrom savant yang juga diidap oleh Jason Padgett.

Nikmati saja pola-pola geomteris karyanya, yang sebagian besar digambar dengan perspektif satu titik.

Satu lagi keunikan dari Mr. Padgett, sebelumnya ia sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau akademik, apalagi matematika.

Dia mulai menggambar apapun yang ia lihat, dan uniknya, dia berhasil menarik perhatian para akademisi.

Kesimpulannya: Semua sepakat setiap tarikan garis dan karyanya sangat akurat secara geometris dan mengandung persamaan matematika yang tepat.

Saat ini, si seniman yang menakjubkan ini terus menghasilkan karya yang secara matematika sangat menakjubkan yang bahkan membuat iri para profesor geometri.

Bagi kita, karya-karyanya termasuk di antara karya seni simetri terbaik yang pernah ada.

Apakah Anda tahu karya lain yang bisa dijadikan contoh utama dalam hal ini?

Tentu saja Virtuvian Man karya Da Vinci, hasil goresan pena dan tinta di atas kertas, yang, secara tidak disengaja dijadikan acuan dalam menentukan nilai phi, yang juga dikenal dengan proporsi yang sempurna atau rasio emas.

Ada baiknya Anda mengetahui pekerjaan apa saja yang bisa Anda dapatkan kalau Anda bisa menggambar, baik di bidang matematika maupun seni.

Terdapat garis horizon di gambar tersebut Apakah Anda mengetahui garis horizon pada gambar ini? Sumber: Pixabay Kredit: ManeeG

Menggambar untuk Memahami Konsep Matematika

Tidak perlu jauh-jauh sampai harus menggambar fraktal, yang ingin kami tekankan adalah Anda pasti pernah menggunakan bantuan gambar untuk memahami matematika.

Menggambar bentuk, yang merupakan bagian penting dari aljabar dan geometri, juga sangat penting ketika menggambar wajah atau bahkan manusia.

Bisakah Anda menggambar lingkaran tanpa bantuan alat apapun? Di kelas matematika, hampir bisa dipastikan Anda akan menggunakan bantuan kompas.

Setelah itu, Anda mungkin akan diminta menghitung jari-jari dan busurnya…

Tujuan dari latihan dimensional semacam itu adalah untuk memberikan gambaran kepada Anda dalam menghitung sebuah figur abstrak.

Ketika memecahkan soal matematika, kemampuan Anda untuk membayangkan secara visual merupakan kemampuan yang sangat membantu.

Sudah menjadi hal yang lazim ketika Anda menggunakan alat menggambar pada pelajaran matematka: seperti yang sudah disebutkan di atas yaitu kompas, kemudia protaktor, penggaris untuk membuat garis lurus, segi empat, atau persegi panjang…

Bahkan mungkin Anda menggunakan stensil untuk menggambar elips.

Sejak SD, anak-anak sudah didorong untuk mengaitkan seni dengan matematika: buku pelajaran SD dipenuhi oleh karakter kartun dengan beragam bentuk.

Baik dengan menggambar sendiri atau hanya dengan melihat karya para ilustrator, menggambar dapat membantu menstimulasiΒ otak kanan Anda, juga logika Anda, yang dikenal berada pada otak kiri.

Perpaduan antara aspek intelektual dan artistik pada perkembangan peserta didik tentu akan sangat membantu mereka dalam meraih presetasi akademik!

Hal yang sama juga dibutuhkan untuk dapat mahir dalam matematika.

Cari tahu disini kenapa seorang ahli matematika bisa mengoperasikan tablet Wacom untuk menggambar hewan.

Belajar Menggambar dengan Menggunakan Ilmu Matematika

Pada pertemuan pertama dari kelas seni yang Anda ikuti, Anda akan belajar menggambar dasar dengan meniru bentuk-bentuk sederhana karya seniman lain.

Biasanya, guru seni Anda akan meminta Anda untuk menggambar objek tersebut dengan pola geometris.

Mari menggambar wajah manusia sama-sama:

  • Untuk konturnya, gambarlah sebuah oval
  • Dua garis horizontal yang lurus untuk menandai area elemen wajah
    • Satu garis vertikal tepat berada di tengah-tengah oval tadi
  • Gambar mata berada pada bagian sepertiga teratas, dengan satu mata di tiap sisi garis vertikal
    • Kecuali kalau Anda sedang menerapkan kubisme Picaso!
  • Hidungnya berada di antara garis horizontal
  • Gambarlah mulut di garis horizontal yang di bagian bawah

Setelah Anda paham bagaimana cara menggambar wajah, Anda bisa lanjutkan dengan teknik mengarsir untuk menciptakan gambar yang lebih realistik.

Semakin sering Anda menerapkan tips-tips tersebut, Anda pun akan semakin merasa nyaman dan lancar ketika membuat sebuah karya seni.

Pernahkan Anda mencoba menggambar mobil?

Mulai dari menggambar kubus. Garis kontur tersebut berguna sebagai batasan bagi karya itu sendiri.

Di dalam kubus tersebut, Anda akan menggambarkan penanda, seperti yang Anda lakukan ketika menggambar wajah: garis paralel dan vertikal.

Dari situ, Anda bisa menggambar berbagai elemen yang ada pada mobil, sambil sesekali mengapus garis-garis yang salah.

Jelas, bukan? Metodenya tetap sama, apapun yang Anda gambar!

Anda bisa menggambar kucing, kuda, tanga, tubuh manusia, juga menggambar binatang lainnya…teknik ini bisa diaplikasikan pada hampir semua gambar!

Akan tetapi, untuk menggambar manusia dibutuhkan rincian realistik guna mendapatkan proporsi badan yang tepat, terkait anggota tubuh yang satu dengan yang lainnya.

Menggambar anggota tubuh langkah demi langkah memang akan menghasilkan gambar yang utuh mirip seperti manusia, namun dibutuhkan pula beberapa penyempurnaan, termasuk permainan cahaya dan bayangan pada gamabr anggota-anggota tubuh yang ada.

Kalau tidak gambarnya akan nampak biasa saja.

Masalah paralelisme dan simetri akan menjadi menu utama Anda ketika baru belajar menggambar: belajar menggambar berarti belajar mengukur, membandingkan, dan membagi.

Sudah jelas, kan? Tanpa kita sadari, ketika menggambar kita juga sedang menerapkan ilmu matematika … itulah langkah pertama yang harus dikuasai untuk menjadi, mungkin, seorang seniman grafis?

Sehabis menguasai garis panduan, kamu bisa gambar apa saja setelah menggambar garis-garis panduan, Anda bisa menggambar apapun! Sumber: Pixabay Kredit: Werner22Brigitte

Matematika: Dibutuhkan Saat Menggambar Perspektif

Tentu saja, Anda sudah mengikuti semua pelajaran di kelas seni Anda, bukan?

Setelah banyak berlatih, Anda bisa menggambar dan melukis objek-objek yang lebih kompleks.

Komposisi yang semakin kompleks, dimana matematika jauh lebih dibutuhkan dari sebelumnya!

Pada saat menggambar pemandangan, misalnya, Anda harus menguasai semua teknik yang diperlukan untuk dapat menuangkan objek tiga dimensional ke atas permukaan datar.

Untuk menciptakan efek tersebut, Anda harus menguasai topik kedalaman dan menemukan garis alaminya yang bisa dilihat oleh siapapaun.

Bagaimana cara menggambar perspektif?

Untuk menggambar apapun – seorang model yang berpose atau[un sebuah mawar, Anda perlu mempersiapkan kertas gambar Anda dan melakukan tracing untuk memberi penanda-penanda yang diperlukan:

  • Garis horizon – garis yang paling nampak
  • Titik hilang tempat bertemunya garis-garis yang ada
  • Garis bantu atau pembatas: yang akan menjadi panduang Anda dalam menciotakan efek perspektif.

Seiring perjalanan kelas seni Anda, Anda pun nanti akan sampai pada perspektif dan foreshortening, bermain dengan foreground atau mematikan backroundnya…

Tentu saja, Anda bisa melakukan itu semua tanpa harus mahir dalam matematika, namun Anda harus memiliki mata yang jeli!

Latihan melihat perspektif bisa menjadi runtinitas baru.

Ketika Anda sedang berjalan di pinggiran kota, temukanlah garis horizon pemandangan yang ada di hadapan Anda. Selanjutnya, carilah sebuah gubuk, letakkan pada perspektif horizon tadi. Kemudian, bayangkan matahari yang sedang terbit: bayangkan bagaimana interaksi antara matahari tersebut dengan gubung dan garis horizon tadi.

Dengan cara itu, Anda sudah mencitakan sebuah persepektif satu titik dalam imajinasi Anda!

Alangkah baiknya kalau Anda sedang berada dekat dengan buku gambar Anda, karena imajinasi geometri seperti ini tidak muncul begitu saja! Dibutuhkan banyak latihan.

Kecuali kalau Anda adalah Jason Pagdett.

Intinya Adalah Phi

Pada semua tutorial menggambar yang Anda punya, ketika Anda mengasah keterampilan menggambar Anda; saat Anda menggambar suatu objek still lifeΒ atau saat Anda memberikan tekstur dan cahaya dengan krayon Anda…

Sadar atau tidak, semua yang Anda gambar dipengaruhi oleh phi (dibaca fi).

Phi adalah rasio emas yang sudah kita sebutkan sebelumnya; sesuatu yang menjadi obsesi Leonardo da Vinci, hingga konon ia menggali jenazah yang baru saja dimakamkan untuk dibagi, dipelajari, dan diukur.

Sadar atau tidak, seniman apapun itu, mulai dari kartunis dan seniman manga hingga pelukis potret dan arsitek, semuanya berusaha dan mewujudkan nilai matematika tersebut dalam karya seni mereka dengan mengikuti jiwa artistik mereka.

Kita bisa menyaksikan rasio emas pada tiang kuil Parthenon, dan pada struktur Le Corbusier dan Frank Lloyd Wright.

Para desainer grafis pun telah menerapkan proporse ini, yang bisa Anda temui pada logo perusahaan-perusahaan terkenal, terutama pada logo Apple yang dikenal semua orang.

Belum lagi logo National Geographic. Tahukah Anda, persegi panjang berwarna kuning itu, sulit untuk menyederhanakannya … itu bukan sekedar kuning, tapi itu adalah sebuah persegi panjang emas!

Dengan hadirnya phi pada objek di sekitar kita, maka jelas terlihat bagaimana matematika sangat mempengaruhi dunia seni.

Atau mungkin malah sebaliknya?

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar