

Profil Maulana dan detail kontaknya telah diverifikasi oleh pakar kami
Maulana
- Tarif Rp35,000
- Respon 1 jam

Rp35,000/jam
Sesi ke 1 gratis
- Mengaji
- Jurnalistik
Lulusan pondok pesantren terbaik serta bekerja didalam suatu website berita, siap mengajarkan prinsip keilmuan agama dari dasar berdasarkan pedoman Islam yg benar serta mengajari lingkup jurnalistik
- Mengaji
- Jurnalistik
Lokasi kursus
Tentang Maulana
Kisah Maulana Mardian Fahreza: Dari Wartawan ke Guru Mengaji & Jurnalistik
Maulana Mardian Fahreza adalah sosok yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan jurnalistik. Dengan latar belakang sebagai lulusan wisudawan terbaik se-fakultas tahun 2024, ia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman luas dalam dunia kepenulisan. Ia telah mengikuti berbagai lomba menulis dan bahkan meraih prestasi sebagai best presenter essay internasional, membuktikan bahwa kemampuannya dalam menyusun gagasan dan menyampaikannya dengan efektif diakui di tingkat global.
Namun, sebelum mencapai semua itu, ia telah lebih dulu menempa dirinya dalam pendidikan agama. Selama enam tahun mondok, ia tidak hanya belajar Al-Qur’an, tetapi juga memahami bagaimana cara menyampaikannya dengan penuh hikmah. Pengalaman ini menjadikannya seseorang yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mengerti tantangan yang dihadapi oleh orang-orang yang ingin belajar mengaji.
Setelah mendalami dunia jurnalistik dan menjadi wartawan, ia menyadari bahwa menulis bukan sekadar menyusun kata-kata, tetapi juga tentang menyampaikan kebenaran, menggugah hati, dan membangun pemikiran kritis. Ia memahami bahwa jurnalistik memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir masyarakat, dan ia ingin berbagi ilmu tersebut dengan generasi muda agar mereka tidak hanya bisa menulis, tetapi juga mampu berpikir analitis dan objektif.
Keinginannya untuk menjadi guru tidak muncul begitu saja. Ada panggilan hati yang mendorongnya untuk mengajar, lahir dari keyakinan bahwa ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus bermanfaat bagi orang lain. Ia ingin berbagi pengalaman, membimbing mereka yang masih ragu untuk melangkah, dan membantu mereka menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Mengajar bukan sekadar profesi baginya, tetapi juga bentuk pengabdian—sebuah cara untuk memberikan manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan.
Kini, dengan bekal ilmu agama yang kuat serta pengalaman di dunia jurnalistik dan akademik, ia memilih untuk mengajar. Ia ingin melihat lebih banyak orang mahir membaca Al-Qur’an dengan baik, serta mampu menulis dengan kuat dan berani menyuarakan kebenaran. Baginya, mengajar bukan hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga membimbing seseorang untuk berkembang, baik dalam hal spiritual maupun intelektual.
Tentang kursus ini
- Semua tingkat
- Indonesia
Tersedia semua bahasa di kursus ini :
Indonesia
Pendekatan Saya dalam Mengajar Mengaji dan Jurnalistik
Sebagai seseorang yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia akademik, kepenulisan, dan keagamaan, saya percaya bahwa mengajar bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat belajar murid. Saya ingin menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan penuh motivasi, sehingga murid-murid saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga merasa dihargai dan didukung dalam setiap proses belajarnya.
Pendekatan dalam Mengajar Mengaji
Saya memahami bahwa banyak orang ingin belajar mengaji, tetapi merasa minder, takut salah, atau kurang percaya diri. Oleh karena itu, pendekatan yang saya gunakan adalah ramah dan menenangkan. Saya ingin murid saya merasa nyaman, tanpa takut dimarahi atau dipermalukan jika melakukan kesalahan. Saya selalu mengatakan:
"Mengaji itu perjalanan, bukan perlombaan. Kita belajar bersama, santai tapi serius, sampai bisa."
Selain itu, saya tidak ingin hanya fokus pada hafalan atau tajwid tanpa memberi pemahaman. Saya ingin membimbing murid-murid saya untuk benar-benar memahami bacaan Al-Qur’an, bukan hanya sekadar membacanya, tetapi juga menghayati maknanya. Metode yang saya gunakan sederhana dan bertahap, dimulai dari:
Mengenali huruf hijaiyah dengan benar
Melafalkan dengan tajwid yang baik
Mempelajari hukum-hukum bacaan secara bertahap
Saya juga selalu memberikan motivasi kepada murid saya dengan menjelaskan keutamaan mengaji, agar mereka semakin bersemangat dalam belajar. Saya sering berkata:
"Setiap huruf yang kamu baca itu bernilai pahala. Bayangkan berapa banyak pahala yang bisa kamu kumpulkan dengan lancar membaca Al-Qur’an."
Jika dibutuhkan, saya juga tidak ragu untuk menggunakan teknologi, seperti video pembelajaran atau metode online yang dapat membantu mereka mengulang pelajaran dengan lebih mudah.
Pendekatan dalam Mengajar Jurnalistik
Menulis adalah bagian dari hidup saya. Saya memahami bahwa jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan menyuarakan kebenaran. Oleh karena itu, dalam mengajar jurnalistik, saya selalu menekankan kepada murid-murid saya bahwa:
"Di era informasi ini, menjadi penulis yang tajam dan objektif adalah aset berharga. Saya akan membimbing kamu menulis dengan baik, akurat, dan menarik."
Saya tidak ingin hanya mengajarkan teori, tetapi juga mempraktikkannya langsung. Saya mengajak murid saya untuk:
Menulis berita sederhana tentang lingkungan sekitar
Membuat wawancara kecil dan menuangkannya dalam tulisan
Menulis opini berdasarkan data yang kuat
Saya juga selalu menunjukkan contoh nyata tentang bagaimana sebuah tulisan dapat memberikan dampak besar. Saya sering berkata:
"Lihat bagaimana berita bisa mengubah kebijakan? Jurnalistik bukan sekadar menulis, tapi juga membangun perubahan."
Salah satu tantangan terbesar dalam belajar menulis adalah rasa ragu terhadap kualitas tulisan sendiri. Banyak orang merasa takut tulisannya buruk, sehingga enggan memulai. Saya selalu meyakinkan murid-murid saya:
"Tulisan yang bagus bukan tentang sempurna dari awal, tapi tentang terus menulis dan belajar dari kesalahan."
Saya juga mendorong mereka untuk segera memublikasikan karya mereka, baik melalui blog pribadi, media sosial, atau platform lainnya, agar mereka merasakan bagaimana tulisan mereka bisa dibaca dan diapresiasi oleh banyak orang.
Tarif
Tarif
- Rp35,000
Tarif paket
- 5 jam: Rp175,000
- 10 jam: Rp350,000
online
- Rp 35,000/jam
kursus gratis
Kursus pertama secara gratis dengan Maulana memungkinkan Anda untuk mengenal satu sama lain dan untuk menentukan apa yang ingin Anda pelajari pada pertemuan selanjutnya.
- 1jam
Guru Mengaji lain yang ada di
Yolanda
Kecamatan Batang Cenaku & Online
- Rp25,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Mir'atushoofy
Kecamatan Batang Cenaku & Online
- Rp50,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Abbas M Ibn
Kecamatan Cipayung & Online
- Rp70,000/jam
Ustadz Iwan
Kecamatan Cimahi Selatan & Online
- Rp52,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Ihda
Jakarta & Online
- Rp60,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Sahla
Kecamatan Serpong & Online
- Rp50,000/jam
M Amrol
Kecamatan Menteng & Online
- Rp60,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Hasyim Asy'ari, Lc
Kecamatan Gambir & Online
- Rp60,000/jam
M Anas Mubarok, Lc
Kecamatan Tambun Selatan & Online
- Rp60,000/jam
Sasti
Tasikmalaya & Online
- Rp45,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Rendi
Kecamatan Ciomas & Online
- Rp95,000/jam
Rafi
Kecamatan Tanah Sereal & Online
- Rp70,000/jam
Silmi
Kecamatan Serpong & Online
- Rp170,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
IMAM MUSTOFA, LC
Kecamatan Bekasi Selatan & Online
- Rp55,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Indi Fitriani
Kecamatan Adiwerna & Online
- Rp55,000/jam
Nanda
Kecamatan Antapani & Online
- Rp60,000/jam
Zain
Kecamatan Cinere & Online
- Rp100,000/jam
Suci Nurhayati
Kecamatan Jatiasih & Online
- Rp35,789/jam
- Sesi ke 1 gratis
Lailatul
Kecamatan Wonocolo & Online
- Rp60,000/jam
- Sesi ke 1 gratis
Fahmi Bashar, MPd
Kecamatan Bandung Kulon & Online
- Rp70,000/jam
-
Lihat guru di mengaji
