"Saya bersekolah di sekolah hukum. Dan saya menjadi jaksa penuntut. Saya mengambil spesialisasi yang sangat sedikit dipilih orang lain. Saya menuntut kasus pelecehan anak dan pembunuhan anak. Kasus-kasus yang benar-benar menyayat hati. Tapi membela anak-anak itu, menjadi suara keadilan mereka, adalah kehormatan seumur hidup. " -Susana Martinez

Banyak yang mengikuti sekolah hukum dan bercita-cita menjadi pengacara untuk mengubah cara yang curang. Mereka yang mencintai keadilan sejati berjuang untuk mereka yang suaranya tidak terdengar di tengah keramaian. Mereka ingin membuat perubahan dan melihat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Sebelum menangani kasus hak-hak sipil yang rumit dan membela yang tidak bersalah di pengadilan, ada persyaratan pendidikan tertentu yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa pengacara memahami sistem hukum.

Di banyak negara, seperti Amerika Serikat, ujian pengacara adalah ujian dua hari yang diambil setelah lulus dari sekolah hukum. Ujian pengacara mengharuskan lulusan hukum baru untuk menulis jawaban esai dan mengajukan pertanyaan yang menguji pengetahuan tentang prinsip-prinsip hukum umum. Bagi mereka yang berhasil lulus ujian pengacara, izin praktek hukum dikeluarkan.

Di Amerika, mereka yang memiliki hasil ujian pengacara terbaik mendapatkan pekerjaan di firma hukum terbaik di negara tersebut.

Namun, di Indonesia, aturannya berbeda dan ujian pengacara lebih merupakan ujian sekolah profesi yang diambil setelah menyelesaikan empat tahun di sekolah hukum. Superprof hadir untuk menunjukkan kepada orang-orang yang tertarik tentang ujian pengacara di Indonesia.

Tersedia guru-guru Hukum terbaik
Joshua
4.9
4.9 (9 ulasan)
Joshua
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Megasyifa
4.9
4.9 (8 ulasan)
Megasyifa
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Suci hajratul aswad
5
5 (12 ulasan)
Suci hajratul aswad
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fidelia
5
5 (3 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Arif
5
5 (5 ulasan)
Arif
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Patricia
5
5 (2 ulasan)
Patricia
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Joshua
4.9
4.9 (9 ulasan)
Joshua
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Megasyifa
4.9
4.9 (8 ulasan)
Megasyifa
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Suci hajratul aswad
5
5 (12 ulasan)
Suci hajratul aswad
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fidelia
5
5 (3 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Arif
5
5 (5 ulasan)
Arif
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Patricia
5
5 (2 ulasan)
Patricia
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

PKPA Adalah ...

Setelah berhasil memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H), dari universitas yang memenuhi syarat, calon pengacara diharuskan untuk menyelesaikan pelatihan profesi untuk melanjutkan ke tahap pembelajaran berikutnya.

Dewan Pengacara dan Perkumpulan Hukum mewajibkan mahasiswa untuk memenuhi syarat sebagai pengacara melalui ujian dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) untuk memastikan tanggung jawab profesional dari mahasiswa hukum.

Pkpa
Gelar S.H. (Sarjana Hukum) adalah tiket awal untuk melanjutkan ke Pendidikan Khusus Profesi Advokat. Sumber: Pixabay.com

Syarat masuk

Seperti halnya dalam kursus pelatihan kejuruan, ada persyaratan masuk tertentu untuk Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Berikut adalah prasyarat dasar untuk diterima:

  • Berlatar belakang pendidikan tinggi hukum (lulusan fakultas hukum, fakultas syariah, perguruan tinggi hukum militer, dan perguruan tinggi ilmu kepolisian) yang dibuktikan dengan ijazah Sarjana Hukum (S.H.) atau ijazah pendidikan tinggi hukum lainnya dari perguruan tinggi di Indonesia.
  • Memenuhi ketentuan kehadiran sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) dari seluruh sesi PKPA untuk mendapatkan sertifikat PKPA (sesuai dengan Pasal 11, Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat)

Informasi Umum

Program kejuruan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ditawarkan oleh banyak universitas sebagai pelatihan penuh waktu, namun, di sekolah-sekolah tertentu, ada pilihan paruh waktu selama dua tahun yang tersedia bagi mereka yang ingin memperlambat dan bekerja di waktu yang sama untuk melunasi biaya sekolah ini.

Jika siswa memilih opsi satu tahun yang lebih populer, mereka harus mengikuti kelas selama 10-16 jam per minggu di kelas. Keistimewaan PKPA adalah penekanan pada kerja praktek. Siswa belajar bagaimana melakukan tugas pengacara secara langsung. Banyak lembaga pembelajaran memberi pelajar satu hari per minggu untuk mengerjakan kasus pro bono, kunjungan ke gedung pengadilan dan praktik berguna lainnya.

Selama pendidikan ini, calon pengacara diajari untuk memeriksa laporan singkat dan kasus yang kemungkinan besar akan mereka tangani di awal karier mereka.

Temukan tutor hukum di Bandung sekarang.

Mata pelajaran wajib yang dipelajari selama program termasuk fungsi dan peran profesi advokat, sistem peradilan Indonesia, Hukum acara pidana, hukum acara perdata, hukum peradilan agama, hukum acara mahkamah konstitusi, perancangan dan analisa kontrak, teknik wawancara, penelusuran dan dokumentasi hukum, serta argumentasi hukum.

Melalui pembelajaran mata pelajaran yang diperlukan ini, calon pengacara mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk memperjuangkan keadilan di pengadilan.

Pelajar diuji melalui ujian tertulis setelah mereka mengikuti pendidikan profesi advokat untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar tinggi dari PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia).

Ada banyak tutor hukum di Jakarta yang dapat membantu Anda mempersiapkan diri untuk cobaan ini!

Kampus Yang  Menawarkan PKPA

Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) adalah program kejuruan khusus dan ditawarkan di mana pun. Meskipun demikian, jangan takut karena ada beberapa sekolah profesional di Indonesia yang menawarkan pendidikan ini:

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Gajah Mada
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Airlangga Surabaya
  • Universitas Hassanudin

Opsi yang disebutkan di atas adalah yang paling umum yang tersedia di Indonesia, namun, mungkin ada opsi lainnya yang ditemukan melalui pencarian lebih lanjut.

Biaya Pendidikan

Mari kita mulai dengan mengatakan bahwa PKPA cukup murah! Harganya tidak terlalu mahal untuk program yang hanya berlangsung setahun. Namun demikian, tidak ada cara untuk melewati langkah ini dan tahap ini harus dilewati untuk menjadi pengacara yang berkualitas. Biaya tergantung pada sekolah yang Anda pilih:

Paling Mahal: FHP Law School, berlokasi di Jakarta, adalah pilihan termahal seharga Rp 6.500.000 untuk satu semester.

Paling Murah: UI, UGM  adalah pilihan termurah dalam daftar dengan perkiraan biaya kursus masing-masing Rp 5,5 Juta dan Rp 5 juta rupiah.

Setelah berhasil melewati semua ujian tertulis yang disyaratkan selama pendidikan ini, pelajar berhasil melanjutkan ke masa magang. Program PKPA adalah setara ujian pengacara yang benar-benar mempersiapkan pengacara masa depan untuk tantangan di masa depan.

Pendidikan Kenotariatan

Sama seperti calon pengacara diharuskan untuk mengikuti PKPA, Asosiasi Notaris juga mengharapkan calon notaris untuk mengambil program pelatihan yang setara dengan ujian pengacara juga. Agar calon notaris dapat bekerja secara profesional di Indonesia, mereka harus menyelesaikan Pendidikan Magister Kenotariatan.

Persyaratan masuk

Persyaratan masuk untuk Magister Kenotariatan cukup mendasar dan tidak terlalu rumit. Pelamar untuk program ini perlu menunjukkan nilai yang baik, berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang sangat baik dan sudah menyandang gelar sarjana hukum.

Untuk mendaftar di program ini, pelamar harus mengajukan aplikasi melalui kampus yang dipilih. Tidak ada wawancara yang diperlukan sehingga semua kesuksesan Anda tergantung pada formulir aplikasi, pernyataan pribadi, dan nilai sebelumnya.

Butuh guru hukum? Superprof dapat membantu Anda!

Informasi Umum

Syarat jadi pengacara
Selain ilmu hukum, ada banyak keterampilan lain yang perlu dikuasai untuk menjadi advokat. Sumber: Pixabay.com

Pendidikan Magister Kenotariatan dirancang untuk membantu transisi mahasiswa dari studi akademis ke pelatihan di bidang kenotariatan. Calon Notaris masa depan diajarkan dasar-dasar praktik hukum. Mereka belajar bagaimana mengadakan pertemuan dengan klien, membuat kontrak dan memahami cara kerja internal sistem hukum.

Program pascasarjana ini adalah dua tahun studi penuh waktu. Ini dibagi menjadi dua tahap atau bagian. Tahap pertama mencakup bidang praktik penting dari:

  • Hukum bisnis dan praktiknya,
  • litigasi,
  • hukum properti dan praktiknya.

Sepanjang tahap ini, pelajar akan menyempurnakan keterampilan mereka dalam memberi nasihat dan advokasi, menulis dan menyusun file, mewawancarai dan melakukan penelitian hukum untuk kepentingan klien.

Pelajar akan dinilai berbeda-beda tergantung pada kampus yang diikuti. Namun demikian, sebagian besar siswa diuji dengan cara yang sama di seluruh negeri, misalnya, melalui ujian, tugas tertulis, pertanyaan esai dan presentasi lisan di depan dosen atau teman sekelas dan tugas kuliah.

Sekolah yang membuka Magister Kenotariatan

Setelah menerima gelar sarjana hukum beberapa memulai magang dengan firma hukum tak lama setelah hari kelulusan. Jika ini masalahnya, pembimbing Anda mungkin sudah menyarankan tempat untuk belajar. Namun, jika tidak demikian, jangan khawatir karena Anda akan diberikan banyak pilihan!

Ada lebih dari 30 perguruan tinggi  yang diakui di Indonesia yang menawarkan berbagai pilihan untuk Magister Kenotariatan. Pilihan terserah Anda untuk memilih salah satu yang cocok untuk Anda. Beberapa sekolah yang direkomendasikan antara lain:

  • Universitas Sumatera Utara
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Padjajaran
  • Universitas Airlangga,
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Diponegoro

Ini hanyalah beberapa dari banyak perguruan tinggi yang menawarkan Magister Kenotariatan di Indonesia. Ada lebih banyak opsi untuk dipilih.

Biaya Kuliah

Belajar menjadi notaris yang berkualitas tidaklah murah. Biaya kursus sangat mahal dan seringkali cukup memberatkan mahasiswa. Harga berkisar dari 10 juta hingga 12 juta rupiah untuk satu semester semua tergantung pada lokasi dan reputasi perguruan tinggi  hukum. Berikut beberapa opsi yang paling mahal dan paling murah:

Perguruan tinggi paling mahal: jika Anda adalah mahasiswa yang sangat kaya dan tidak tahu harus berbuat apa lagi dengan uang Anda, pilih UI, kampus terbaik yang semuanya berlokasi di Jakarta dengan biaya kuliahsebesar 12 juta rupiah per semester .

Pilihan yang paling terjangkau: jika Anda selalu mendapat nilai bagus tetapi tidak memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti kelas paling bergengsi, ada pilihan yang lebih murah yang tersedia seperti Universitas Gadjah Mada. Kampus ini lebih terjangkau dengan biaya 10 juta rupiah per semester.

Magister Kenotariatan adalah program pendidikan hukum yang populer sehingga terdapat lebih banyak pilihan untuk dipilih yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang.

Tersedia guru-guru Hukum terbaik
Joshua
4.9
4.9 (9 ulasan)
Joshua
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Megasyifa
4.9
4.9 (8 ulasan)
Megasyifa
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Suci hajratul aswad
5
5 (12 ulasan)
Suci hajratul aswad
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fidelia
5
5 (3 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Arif
5
5 (5 ulasan)
Arif
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Patricia
5
5 (2 ulasan)
Patricia
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Joshua
4.9
4.9 (9 ulasan)
Joshua
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Megasyifa
4.9
4.9 (8 ulasan)
Megasyifa
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Suci hajratul aswad
5
5 (12 ulasan)
Suci hajratul aswad
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad
5
5 (12 ulasan)
Muhammad
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fidelia
5
5 (3 ulasan)
Fidelia
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Shara
5
5 (6 ulasan)
Shara
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Arif
5
5 (5 ulasan)
Arif
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Patricia
5
5 (2 ulasan)
Patricia
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Apakah Beasiswa Tersedia?

Pkpa peradi
Program kejuruan yang setara dengan ujian pengacara cukup mahal, namun, ada beasiswa untuk mewujudkan impian Anda. (Sumber: Visual Hunt)

Dengan meningkatnya biaya PKPA dan Magister Kenotariatan setiap tahun, banyak mahasiswa membutuhkan beasiswa untuk melewati tahap pendidikan kejuruan ini.

Pendidikan Khusus Profesi Advokat

Peradi Surabaya
Perjalanan menjadi pengacara tidak berhenti dari lulusan sarjana hukum, mulai PKPA, UPA, magang, hingga sumpah jabatan. Sumber: Pixabay.com

Mereka yang belajar untuk menjadi pengacara mendapat dukungan dari PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia). Asosiasi pengacara bergengsi ini menawarkan beasiswa setiap tahun kepada mereka yang ingin mengikuti PKPA..

Beasiswa pelajar tersedia bagi mereka yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Pilihan yang bagus adalah memperoleh beasiswa. Anda dapat memperolehnya dari kampus atau bahkan organisasi nirlaba.

Setelah pendidikan Anda selesai, Anda harus memilih di antara banyak kemungkinan yang ditawarkan kepada Anda sebagai pengacara baru.

Magister Kenotariatan

Firma hukum tempat Anda melakukan kerja magang dapat memutuskan untuk membayar semua biaya kuliah Anda. Namun, ketahuilah bahwa mungkin ada beberapa kewajiban untuk tetap bersama perusahaan selama beberapa tahun tambahan.

Jika tempat Anda bekerja tidak menawarkan untuk memberikan beasiswa, ada beasiswa yang tersedia. Beasiswa dari kampus yang disebutkan di atas juga tersedia bagi mereka yang mengambil Magister Kenotariatan. Penting untuk dicatat bahwa kampus mungkin memerlukan alasan dan bukti yang sah untuk memberikan Anda beasiswa.

Cara Menjadi Advokat: Dari Pendidikan Hingga Pengangkatan

Setelah sebelumnya membahas terkait syarat menjadi pengacara dengan mengharuskan mengikuti PKPA ataupun calon notaris yang harus mengambil program pelatihan setara, dalam bagian ini kita akan menjelaskan lebih jauh terkait syarat menjadi advokat setelah menempuh PKPA dari proses pendidikan, mekanisme ujian, proses magang, hingga memperoleh kartu advokat.

Ketahui, PKPA diadakan oleh organisai Advokat, yaitu PERADI yang mana kepanjangan PERADI adalah Perhimpunan Advokat Indonesia. PERADI dapat bekerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan PKPA sebagai mitra PERADI dalam pelaksanaan PKPA, yang dalam hal ini harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari PERADI serta memenhi persyaratan yang telah diatur.

PKPA sendiri berlangsung selama 2 hingga 3 bulan tergantung ketentuan dari mitra PERADI dalam pelaksanaan PKPA tersebut. Materi yang diajarkan dalam PKPA mencakup materi dasar yang berisi; fungsi dan peran organisasi advokat, sistem peradilan Indonesia, dan kode etik profesi advokat, kemudian materi hukum acara (litigasi) yang berisi materi seluruh pembahasan terkait jenis hukum acara, serta materi non-litigasi dan materi pendukung yang memuat keterampilan hukum.

Dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”) disebutkan:

Yang dapat diangkat sebagai Advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi Advokat yang dilaksanakan oleh Organisasi Advokat

Mengingat itu, maka kewajiban bagi calon Advokat untuk mengikuti PKPA jelas tertulis dalam Undang-Undang. Tidak hanya itu, Pasal 3 ayat (1) UU Advokat juga menyebutkan bahwa syarat menjadi advokat diantaranya:

  1. WNI;
  2. Bertempat tinggal di Indonesia;
  3. Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara;
  4. Berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun;
  5. Berijazah sarjana berlatar belakang pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1);
  6. Lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat;
  7. Magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor Advokat;
  8. Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  9. Berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan mempunyai integritas tinggi.

Dari sini kita dapat melihat bahwa untuk menjadi seorang Advokat setelah menempuh pendidikan sarjana hukum, dilanjutkan dengan pendidikan profesi di PKPA, dan diakhir pendidikan harus mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang diselenggarakan oleh PERADI. Jika dinyatakan lulus, calon Advokat dapat melaksanakan magang yang sekurang-kurangnya selama 2 tahun. Jika telah melalui tahapan-tahapan tersebut, maka calon Advokat dapat diangkat menjadi Advokat oleh PERADI dan mengucapkan sumpah jabatan.

Ringkasan

Sekarang semua informasi di atas tentu sangat membantu Anda dalam hal tata cara menjadi advokat. Mengetahui tahapan menjadi pengacara setelah menempuh pendidikan hukum di universitas. Perlu kembali kami sampaikan, untuk menjadi seorang advokat setelah mendapat gelar S.H., tahapannya dilanjut dengan mengikuti pendidikan profesi di PKPA, dan diakhir pendidikan calon advokat harus mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang diselenggarakan oleh PERADI. Setelah dinyatakan lulus, calon Advokat harus melaksanakan magang setidaknya selama 2 tahun baru kemudian dapat diangkat menjadi advokat oleh PERADI dan mengucapkan sumpah jabatan. Syarat jadi pengacara pun cukup jelas tertuang dalam undang-undang, salah satunya dalam Pasal 3 ayat (1) UU Advokat yang menjbarakan bahwa syarat menjadi advokat diantaranya:

  1. WNI;
  2. Bertempat tinggal di Indonesia;
  3. Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara;
  4. Berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun;
  5. Berijazah sarjana berlatar belakang pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1);
  6. Lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat;
  7. Magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor Advokat;
  8. Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  9. Berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan mempunyai integritas tinggi.

Yang tak banyak diketahui, PKPA atau Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini tidak selalu identik dnegan profesi advokat. Selain advokat, Legal Officer adalah salah satu profesi yang juga mensyaratkan sertifikat PKPA. Legal Officer berperan dalam perusahaan untuk menangani legalitas perusahaan hingga permasalahan hukum perusahan baik secara internal maupun eksternal. Dalam beberapa kasus, Legal Officer juga diminta untuk memiliki izin advokat dan tentu saja surat izin advokat ini diperoleh dengan mengikuti program PKPA. Ada banyak PKPA PERADI yang diselenggarakan di Indonesia, salah satunya PERADI Surabaya yang bekerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya atau juga di PKPA FH UII. Yang perlu Anda lakukan adlaah mulai dari sekarang!

Setelah membaca artikel ini, Anda akan lebih mengetahui bagaimana "ujian advokat" dilakukan di Indonesia. Penting untuk diingat bahwa ini bukanlah ujian, melainkan masa pelatihan kejuruan untuk menyempurnakan keterampilan.

Tutor hukum online siap membantu Anda memastikan Anda lulus ujian penting ini!

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

4.83 (6 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang