"Saya memilih untuk pergi ke sekolah hukum karena saya pikir suatu hari nanti, entah bagaimana saya akan membuat perbedaan." -Christopher Darden

 

Banyak siswa sekolah menengah mulai mempersiapkan untuk masuk sekolah hukum dari usia muda karena berbagai alasan. Mereka mungkin mendapat tekanan dari orang tua mereka untuk menjadi pengacara hebat (seperti semua orang lain di keluarga mereka), ingin membuat perbedaan di dunia yang bermasalah ini atau berpikir bahwa menjadi pengacara berarti memiliki kekayaan dan ketenaran.

Tidak satu pun dari alasan yang disebutkan di atas salah. Pengacara dapat memilih untuk menangani kasus tertentu di mana keahlian mereka akan membuat perbedaan di dalam lingkungan, budaya atau sosial. Selain itu, sesuai dengan kebenarannya, pengacara dikenal banyak mengemudikan mobil sport, mengenakan pakaian bermerek, dan bahkan mendapatkan uang dalam jumlah yang tidak masuk akal dari individu berhati jujur ​​yang mencari nasihat hukum.

Katakanlah Anda telah melakukan semua studi yang diperlukan dan memperoleh semua kualifikasi wajib untuk lulus sekolah hukum dan menerima gelar sarjana hukum, sekarang bagaimana?

Statistik terbaru yang dipublikasikan di situs Prospects menunjukkan bahwa 49% lulusan hukum dipekerjakan di luar sekolah hukum, 30,8% siswa melanjutkan studi magister dan doctoral ke spesialis di bidangnya, dan 10,5% lulusan memutuskan untuk bekerja dan belajar pada waktu yang sama.

Langit adalah batasnya! Ada begitu banyak pilihan pekerjaan potensial dan cara untuk melanjutkan pendidikan bagi mereka yang memiliki gelar sarjana hukum. Superprof hadir untuk memperkenalkan kepada Anda pilihan yang tersedia di dalam dan di luar bidang hukum.

Kualifikasi yang Dibutuhkan untuk Menjadi Pengacara di Indonesia

Sebelum mendaftar untuk masuk di sekolah hukum terbaik di negara ini dan memulai kuliah hukum Anda, sangatlah penting untuk mengetahui kualifikasi apa yang dibutuhkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk keseluruhan prosesnya.

Kualifikasi Sekolah Menengah

Jika karier di bidang hukum selalu menarik minat Anda, sangat disarankan untuk mulai mempersiapkan diri saat di sekolah menengah. Sebagian besar sekolah hukum merekomendasikan beberapa mata pelajaran yang harus memiliki nilai yang baik. Beberapa mata pelajaran tergantung pada preferensi dan keterampilan siswa, namun, mata pelajaran Bahasa Inggris, Sejarah, PKn, Matematika dan Sosiologi disarankan memiliki nilai baik oleh banyak kampus terkemuka.

Mata pelajaran tersebut mempersiapkan siswa untuk menulis esai, memecahkan masalah, dan lulus dalam jalur nilai raport, semua itu juga diperlukan selama sekolah hukum.

Lihatlah tutor bidang hukum tepercaya di sini.

Banyak universitas tidak melihat nilai dalam bidang Fotografi, Tari atau Pendidikan Jasmani sebagai salah satu dari 3 mata pelajaran utama untuk masuk fakultas hukum.

belajar sampai larut malam untuk gelar sarjana hukum
Malam-malam yang panjang untuk belajar demi mendapatkan gelar Sarjana Hukum akan dengan cepat tergantikan oleh pekerjaan bergaji tinggi dan pekerjaan yang terjamin setelah lulus dari universitas. (Sumber: Visual Hunt)

Setelah lulus dari sekolah menengah dengan nilai yang luar biasa dan diterima disalah satu kampus untuk menjadi mahasiswa di sekolah hukum tanpa tes masuk, kemungkinan besar Anda akan belajar segala hal tentang Hukum untuk mendapatkan gelar sarjana hukum Anda.

Ini mencakup apa saja?

Sarjana Hukum adalah kuliah selama 4 tahun yang memberikan siswa keterampilan hukum dan akademis yang penting agar berhasil dalam mempraktikkan hukum. Keterampilan yang diperoleh siswa selama kuliah ini membuka pintu ke berbagai peluang kerja bagi mereka yang ingin mengejar karir hukum dan bagi mereka yang mencari karir non-hukum di bidang perdagangan dan keuangan, dibidang kesehatan dan politik.

Selama 4 tahun studi, mata pelajaran inti yang dipelajari dibagi di tahun-tahun yang berbeda. Sebagai contoh:

  • Tahun pertama: mahasiswa diminta untuk mempelajari mata kuliah inti seperti Pengantar Ilmu Hukum, Pengantar Hukum Indonesia, Ilmu Negara, Bahasa Hukum Indonesia, Antropologi, Sosiologi, Hukum Adat, Hukum Islam, Etika Umum, Hukum Perdata, Hukum Pidana
  • Tahun ke-dua: selama tahun ini mahasiswa akan menganalisis mata kuliah inti yang tersisa seperti Logika, Multikulturalisme, Hukum Tata Negara, Hukum Internasional, Hukum Perkawinan, Hukum Acara Perdata, Hukum Acara Pidana, Hukum dagang, Hukum Administrasi negara, Hukum Agraria, Hukum Waris, Ilmu perundang-undangan. Selanjutnya mahasiswa harus memilih 5 modul dari berbagai mata kuliah pilihan yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan mengkhususkan diri dalam bidang yang mereka inginkan. Beberapa pilihan yang ditawarkan antara lain Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara, Hukum Internasional, Hukum Ekonomi dan Bisnis
  • Tahun ke-tiga: di tahun ini Anda akan menghabiskan sepanjang tahun mempelajari mata kuliah pilihan yang akan membantu Anda berspesialisasi dalam karir masa depan Anda. Mahasiswa diminta untuk memilih antara 8 mata kuliah yang mungkin termasuk Perbandingan Hukum Perdata, Viktimologi, Hukum Humaniter Internasional, Hukum Pemilu dan Etika Profesi
  • Tahu ke-empat: di tahun ini Anda akan diminta untuk menyelesaikan Penulisan hukum seperti Skripsi, Legal Memorandum dan studi kasus. Hal ini akan digunakan sebagai syarat untuk memperoleh gelar di bidang sarjana hukum

Selama 4 tahun studi untuk mendapatkan gelar hukum Anda, sangat sedikit jam yang dihabiskan di ruang kelas dengan seorang profesor. Mayoritas pembelajaran Anda akan dilakukan di perpustakaan universitas sebagai pembelajaran mandiri, atau bahkan menghadiri sidang yang sesungguhnya.

Setelah ujian akhir dan kelulusan, Anda siap untuk masuk di dunia kerja!

Pilihan Pekerjaan di Bidang Hukum

paralegal sebagai asisten pengacara
Paralegal bekerja lebih sedikit daripada pengacara dan bertindak sebagai asisten. Gelar sarjana hukum direkomendasikan untuk memahami dasar-dasar hukum. (Sumber: Visual Hunt)

Sekarang setelah Anda memiliki gelar sarjana hukum, sekarang saatnya untuk melamar pekerjaan yang berbeda di bidang hukum.

Ada banyak prospek karir bagi mereka yang memiliki gelar sarjana hukum. Banyak lulusan fakultas hukum mendapatkan pekerjaan atau berhasil diterima di sekolah lain untuk melanjutkan pendidikan mereka untuk menjadi pengacara atau notaris.

Beberapa mahasiswa yang bersekolah di bidang hukum telah mendapatkan pekerjaan tetap dalam bidang hukum seperti menjadi hakim, jaksaa atau pengacara. Ada juga beberapa lulusan yang menjadi notaris, staff legal dan bahkan menjadi staff personalia.

Apa pekerjaan potensial di bidang hukum bagi mereka yang memiliki gelar sarjana hukum?

  • Paralegal: jika Anda merasa tertantang bekerja di bawah tekanan dan ingin memberikan bantuan kepada pengacara hebat di berbagai firma hukum, menjadi paralegal adalah pilihan Anda! Anda dapat melamar pekerjaan di firma hukum sebagai paralegal jika Anda memiliki gelar sarjana hukum. Paralegal melakukan banyak tugas termasuk mengatur file kasus, menulis laporan hukum dan melakukan penelitian hukum, menagih klien dan menghadiri pengadilan.
  • PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah): mereka yang sangat berminat pada hukum properti selama di universitas dan sangat memperhatikan detail dalam hukum hak kepemiilikan tanah sangat cocok untuk karir ini! PPAT membeli dan menjual properti atas nama klien. Mereka mengurus kontrak, menyiapkan akta hipotek dan transfer uang dan memeriksa untuk melihat apakah kontrak penjualan atau properti yang dijual semuanya disahkan.
  • Sekretaris Pengacara: meskipun tidak ada gelar hukum yang diperlukan untuk melamar pekerjaan sebagai sekretaris seorang pengacara, sangat disarankan untuk memiliki gelar hukum karena pengetahuan tentang hukum dasar dan keterampilan hukum akan sangat membantu Anda untuk maju dan berkembang dalam pekerjaan ini. Sebagai sekretaris pengacara, Anda bertanggung jawab untuk menjalankan kegiatan administrasi dan bisnis pengacara.

Bagi mereka yang ingin bekerja sebagai, litigator, atau notaris, diperlukan lebih banyak sekolah.

Saya mendapat banyak klarifikasi ketika membicarakan pilihan karier saya dengan tutor hukum saya di Jakarta!

Pengacara

Pengacara adalah spesialis hukum dan mewakili individu dan organisasi di pengadilan. Mereka yang ingin menjadi pengacara perlu memiliki pemikiran analitis dan perhatian yang tajam terhadap detail. Mereka yang menjadi pengacara dapat berspesialisasi dalam berbagai bidang hukum seperti hukum komersial, umum (keluarga, kerugian pribadi, dll.), Kriminal, hiburan, dan olahraga.

Namun, penting untuk dicatat bahwa menjadi Sarjana Hukum saja tidak cukup untuk menjadi pengacara yang berkualitas dan dapat bekerja.

Setelah menerima gelar Sarjana Hukum, Pengacara diminta untuk menyelesaikan Pendidikan Khusus Profesi Advokat selama satu tahun yang ditawarkan di banyak universitas. Hal lain yang sangat penting untuk diingat adalah bahwa setelah lulus dalam program ini, Anda harus magang selama 2 tahun agar resmi menyandang gelar advokat/pengacara.

Dua tahun magang dengan organisasi atau firma hukum . Sepanjang tahun Anda belajar dari pengacara yang sangat berpengalaman.

Notaris/PPAT

Pada dasarnya Istilah Notaris diambil dari nama pengabdinya, Notarius, yang kemudian menjadi istilah / title bagi golongan orang penulis cepat atau stenografer. Notaris adalah salah satu cabang dari profesi hukum yang tertua didunia. Jabatan notaris ini tidak ditempatkan di lembaga yudikatif, eksekutif atau legislatif.

Karena notaris adalah pejabat umum yang menjalankan sebagian dari fungsi publik dari negara, khususnya dibagian hukum perdata. Kewenangan ini tidak dapat diberikan kepada warga negara asing. Karena menyangkut dengan menyimpan rahasia negara, notaris harus bersumpah setia atas Negara Republik Indonesia, sesuatu yang tidak mungkin bisa di taati sepenuhnya oleh warga negara asing.

Seorang Notaris harus berijazah sarjana hukum dan lulusan strata dua kenotariatan , telah mengerti dasar - dasar hukum Indonesia dan telah menjalani magang atau telah bekerja sebagai karyawan notaris dalam waktu satu tahun pada kantor notaris, atas prakarsa sendiri atau rekomendasi organisasi notaris setelah lulus magister kenotariatan, supaya mengetahui  praktik notaris, mengetahui strukur hukum yang dipakai dalam pembuatan aktanya, baik autentik maupun di bawah tangan  dan mengetahui administrasi notaris.

Temukan tutor hukum online di sini sekarang.

Potensi Karir untuk Mereka Dengan Gelar Hukum Yang Tidak Ingin Belajar Hukum

jurnalistik bisa jadi alternatif
Jurnalistik adalah perubahan karir yang populer bagi mereka yang sebelumnya berpraktek hukum. (Sumber: Visual Hunt)

Mungkin saja Anda menyadari saat tahun ketiga kuliah hukum bahwa Anda tidak ingin berpraktik hukum, litigasi atau menjadi bagian dari sistem hukum di masa depan. Namun demikian, Anda tidak ingin gelar sarjana hukum Anda terbuang sia-sia.

Apa yang harus dilakukan?

Banyak yang sangat senang mengetahui bahwa ada banyak jalur karir lain di mana gelar sarjana hukum dapat berguna. Tidak perlu khawatir karena seorang pemberi kerja selalu terkesan dengan mereka yang memiliki gelar sarjana hukum.

Berikut adalah beberapa pilihan karir untuk dipilih yang berada di luar bidang hukum:

  • Jurnalis: Saya yakin Anda menyadari bahwa selama 3 tahun Anda belajar untuk mendapatkan gelar sarjana hukum Anda banyak meneliti dan membaca! Jika Anda menyukai penelitian, karir di bidang jurnalisme tepat untuk Anda! Mahasiswa hukum sering beralih ke pekerjaan jurnalis untuk secara efektif menggunakan keterampilan penelitian mereka untuk menghasilkan sesuatu yang layak dibaca. Kepemilikan etika menulis dan pengetahuan hukum yang terlatih dengan baik adalah aset besar bagi jurnalis yang sukses. Mengetahui konsekuensi dari melewati batas etika jurnalime akan mencegah Anda melakukannya.
  • HRD dan Personalia: jika Anda memilih hukum ketenagakerjaan selama tahun ketiga studi Anda, bekerja sebagai staff HRD adalah pilihan yang tepat untuk Anda! Gelar profesional Anda akan dimanfaatkan dengan baik karena Anda sudah mengetahui undang-undang kerja dan cara menyelesaikan perselisihan antar karyawan.
  • Humas: ini seperti aktivis tetapi dengan gaji besar dan teman-teman yang kuat. Humas sangat bagus untuk mereka yang memiliki gelar sarjana hukum yang telah menguasai seni persuasi. Pekerjaan Anda sebagai pelobi melibatkan politisi yang berbicara manis, mempengaruhi media dan mendapatkan dukungan dari internet untuk hal-hal yang Anda promosikan.
  • Aktivis: jika perubahan drastis adalah apa yang Anda inginkan, aktivis mendorong batasan lebih dari siapa pun. Sebagai mantan mahasiswa hukum dan pendukung kuat advokasi hukum, Anda pasti tahu tombol apa yang harus ditekan untuk memotivasi perubahan di parlemen. Seorang mahasiswa hukum dengan pengalaman dalam hukum lingkungan dapat sangat tertarik dengan Greenpeace, Amnesty International atau Friends of the Earth.
  • Politik: banyak lulusan hukum terjun ke dunia politik dengan semangat yang sama untuk mengubah dunia yang korup ini. Banyak politisi mempekerjakan sarjana hukum untuk mengerjakan kampanye mereka agar memastikan bahwasannya tidak ada hukum yang dilanggar. Setelah satu atau dua tahun kuliah, banyak mahasiswa hukum yang kecewa mengetahui betapa sedikit waktu yang dihabiskan pengacara di ruang sidang untuk menyampaikan pidato inspiratif yang membuat anggota hakim Jika Anda menginginkan platform publik, politisi menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyampaikan pidato, debat, dan berbicara di depan pers.

Apa pun profesi yang Anda pilih setelah menerima gelar sarjana hukum, satu hal yang pasti, ada banyak pilihan!

Butuh guru Hukum ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang