Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan
Bagikan

Matematika dan Disleksia: Apa yang berbeda dari mengajar seorang anak dengan kebutuhan khusus?

Oleh , dipublikasikan pada 12/04/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Cara Mengajar Matematika Kepada Anak Penderita Disleksia

Mengajarkan matematika pada anak bukan perihal yang mudah.

Para guru matematika perlu untuk menjadi seseorang berpengetahuan luas, memotivasi dan tegas namun ber-empati.

Memiliki kualitas tersebut agar para guru mampu untuk membangkitkan semangat murid-muridnya sembari memastikan mereka cukup disiplin untuk mengikuti pendidikan mereka.

Kesulitan dalam Membaca dan Menulis Dapat Mempengaruhi Proses Mempelajari Matematika

Disleksia merupakan salah satu dari kebutuhan khusus yang menyebabkan sulit untuk membaca, menulis, mengeja dan mengolah informasi.

Kebutuhan khusus seperti disleksia dan kesulitan lainnya yang jarang diketahui, diskalkulia, disgrafia dan dispraksia tidak hanya merugikan karir akademik seseorang, tapi juga kehidupan sehari-harinya karena mempengaruhi ingatan jangka pendek, konsentrasi dan organisir. Yang berhubungan dengan kesulitan membaca, disleksia juga mempengaruhi pemahaman anak terhadap konsep matematika.

Apapun kebutuhan khusus yang dimiliki seorang anak, penting sekali jika mereka tidak merasa kewalahan ketika sedang mempelajari matematika atau pelajaran lainnya, memungkinkan mereka agar tidak ketinggalan dengan teman sekelasnya.

Anak yang minder membutuhkan pelayanan dan pembelajaran yang khusus Anak dengan kebutuhan khusus sering merasa tidak percaya diri. Sumber : Pixabay

Untuk memberikan peluang anak agar sukses, berapapun usia mereka, para ahli menyarankan untuk melakukan pendekatan pancaindra untuk belajar memastikan jika informasi didapat dari berbagai macam sumber.

Seperti beberapa orang yang belajar melalui visual dan anak lainnya yang belajar dengan mempraktekkannya, anak berkebutuhan khusus memiliki preferensi belajar, namun akan sangat membantu jika informasi diberikan berulang-ulang dengan metode yang berbeda.

Ini akan membantu anak mengembangkan pemahaman yang sempurna pada topik matematika dan membentuk dasar matematika untuk operasi rumit.

Pendekatan PancaIndra untuk Pelajaran Matematika

Pendekatan ini menggunakan indra seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan dan gerakan untuk menyalurkan dan mempertahankan informasi.

Jadi, bagaimana Anda akan melakukannya?

Pelajar Visual

Ketika mengajari matematika terhadap anak disleksia, Anda harus memanfaatkan visual sebaik mungkin dalam pengajaran Anda.

Sebisa mungkin gunakan kartu revisi untuk menuliskan formula sembari berlatih.

Tambahkan kegiatan yang menyenangkan ke dalam kelas matematika Anda. Karena kesulitan konsentrasinya, bermain permainan mental matematika dapat bemanfaat bagi anak berkebutuhan khusus karena melibatkan mereka dalam proses pembelajaran tanpa menekan mereka.

Para murid juga bisa memainkan permainan online di waktu senggangnya. Website gratis matematika seperti Primary Games Arena dipenuhi dengan permainan matematika yang menyenangkan bagi anak-anak untuk berlatih memecahkan masalah matematika meliputi berhitung, membaca waktu, urutan operasi hitung, tabel perkalian, pertidaksamaan, kemungkinan, penalaran, pecahan, penjumlahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, menyortir digit dan berlatih Sudoku.

Aplikasi visul tertentu dapat mengubah pelajar menjadi kerasan dalam belajar Membantu dengan visual yang sederhana dapat membuat perubahan besar!. Sumber : Pixabay

Dari sudut pandang para murid, pendekatan ini dirasa lebih menarik dan bermanfaat seperti saat menyelesaikan permainan edukasi dan puzzle matematika dengan rasa bangga. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa bangga dan percaya diri terhadap keterampilan dan kemampuan matematika mereka.

Warna juga dapat membantu anak dengan disleksia dan kebutuhan khusus lainnya sebagai bantuan visual yang bisa digunakan untuk menata materi ujian kedalam topic atau kelompok dan membedakan beberapa gagasan.

Warna dapat digunakan ketika menulis di papan tulis, angka desimal dan menempatkan nilai yang dapat diperagakan dengan menulis puluhan dengan warna tertentu, dan kertas warna dapat digunakan sebagai selebaran (beberapa penderita disleksia merasa sensitif dengan tinta hitam pada kertas putih).

Tip: pastikan menggunakan warna selain yang dipakai oleh para murid ketika menilai pekerjaan mereka, usahakan tidak menggunakan warna merah ketika mengoreksi kuis dan pekerjaan matematikanya karena konotasi negatif yang dimilikanya.

Penggunaan Waktu

Orang berkebutuhan khusus sulit untuk mengetahui waktu yang berjalan, inilah mengapa mereka kesulitan untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu lama.

Mereka mudah teralihkan jika mereka harus mendengarkan guru mereka dalam waktu lama atau mengikuti video berdurasi lebih dari 10 menit.

Ketika menentukan jadwal waktu yang tersedia, perlu diingat bahwa penderita disleksia memiliki ingatan jangka pendek yang buruk yang dapat mempersulit mereka untuk mencatat dan mengikuti instruksi.

Membantu Anak Berkebutuhan Khusus untuk Mempelajari Matematika

Hal terpenting adalah gunakan waktu Anda. Jangan terburu-buru ketika memberikan pelajaran dan berikan cukup waktu bagi murid Anda untuk menyalin dan mencatat catatan mereka.

Jangan lupa untuk memastikan pelajar telah sepenuhnya memahami bab tersebut sebelum lanjut ke bab selanjutnya.

Ulangi instruksi sebanyak mungkin jika diperlukan, menekankan kata kunci dan kosakata agar para murid terbiasa dengan bagaimana menggunakan bahasa matematis dengan tepat.

Konsentrasi dan Motivasi

Banyak beristirahat. Penderita disleksia lebih produktif ketika berkonsentrasi dalam durasi pendek dan mungkin akan pindah dari kursi mereka.

Orang berkebutuhan khusus perlu untuk berkeliling dan bergantian di antara kegiatan matematika, jadi jangan ragu untuk sering mengganti topik. Hal ini akan menjaga konsentrasi murid tetap fokus dengan apa yang sedang mereka pelajari karena informasi yang diberikan selalu terasa baru.

Selalu ada kemungkinan jika kita mau berusaha belajar Buatlah yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin. Sumber : Pixabay

Disleksia dan kebutuhan khusus lainnya tidak menghambat proses pembelajaran, tapi memperlambatnya. Bagaimanapun, sekalinya para tutor dan muridnya terbiasa satu sama lain dan tugas yang ditangani, para murid bisa membuat proses yang baik dan menjadi ahli matematika seperti yang mereka inginkan.

Memiliki Dukungan yang Mencukupi

Kebutuhan khusus menyebabkan permasalahan terhadap kemampuan untuk mempertahankan dan memproses informasi. Dalam hal tertentu, hal ini berarti masalah dengan ingatan jangka pendek yang masih bekerja.

Untuk melawan kesulitan ini, disarankan bagi tutor matematika untuk memberikan selebaran dan rangkuman materi yang juga menyajikan bantuan visual ketika revisi.

Gunakan tanda visual seperti angka, stabile dan tanda bintang untuk menjelaskan informasi penting.

Apakah anak laki-laki lebih baik dari perempuan dalam hal matematika? Kami menghilangkan prasangka terhadap mitos matematika disini.

Organisir dan Struktur

Ketika menyediakan bantuan matematika terhadap penderita disleksia, Anda harus membantu mereka menata konten kelas dan ide-idenya. Ini akan membantu mereka untuk menata pemikiran dan pengetahuan mereka dalam pikiran mereka dengan memiliki gambaran visual tentang berbagai topik yang saling terhubung.

Ciptakan model organisasi selama kelas matematika Anda dan yakinkan murid Anda untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Berikut adalah beberapa contoh dari model organisasi:

  • Gunakan sistem kode warna untuk menata topik dan membuatnya menjadi lebih mudah bagi para murid untuk mengakses catata dan pekerjaan sebelumnya.
  • Tetap pada rutinitas. Penderita disleksia merasa sulit untuk membayangkan diri mereka di masa mendatang, jadi memiliki jadwal dapat membantu mereka mempersiapkan hari yang akan datang. Membuat kalender agar bisa ditempel di dinding kamar mereka agar mereka bisa langsung melihatnya dan memodifikasinya jika mereka ingin.
  • Gunakan buku latihan untuk pekerjaan murid Anda. Dengan cara ini, maka semua pekerjaan dan PR akan berada dalam satu tempat, jadi kemungkinan akan hilangnya pekerjaan menjadi tipis.

Menyediakan Cara Lain

Semakin banyak cara dan bantuan yang Anda sediakan bagi anak disleksia, semakin besar pula hasilnya.

Jika Anda mampu, coba dan sugestikan jika mereka menerima bantuan dari guru selain Anda. Menyediakan berbagai macam pembelajaran akan menguntungkan bagi murid dan guru, karena saling mendukung satu sama lain.

Para murid juga akan merasa nyaman untuk mendiskusikan pelajaran mereka dengan teman-teman mereka di sekolah atau kampus mereka, bagaimanapun,jika seorang pendidik takut murid-muridnya tertinggal jauh dengan teman sekelasnya karena kesulitan belajarnya, mereka harus mencari panduan satu persatu untuk murid tersebut.

Ada banyak teknologi tersedia untuk membantu anak berkebutuhan khusus. Beberapa contohnya adalah permainan matematika interaktif, perangkat lunak pengolah kata yang diaktifkan melalui suara dan perekam digital, yang menarik ke dalam otak disleksik yang bekerja.

Tips untuk Mengajar Anak Disleksia untuk Mencoba Mempelajari Matematika

  • Jangan memberikan selebaran dengan banyak kata sebagai metode revisi
  • Di awal waktu setiap pembelajaran, berikan rangkuman yang dipelajari sebelumnya
  • Selalu pecahkan operasi menjadi beberapa langkah kecil, berikan tanda visual untuk membantu murid tetap mengikuti
  • Gunakan warna-warni ketika mengajar dan menegaskan kata kunci
  • Sering-seringlah membahas topik di pelajaran sebelumnya untuk memperkuat pengetahuan murid Anda
  • Berikan jarak waktu terhadap PR agar pelajar memiliki waktu yang cukup untuk memahami: daripada mempelajari 3 teori dalam 2 minggu, mempelajari 1 teori 1 minggu dan mengecek pengetahuan murid sebelum menuju materi selanjutnya
  • Bantu para murid menghafal elemen penting dari pelajaran dan biarkan mereka menggambarkan poin pentingnya dengan diagram, grafik, dan gambar. Sebagai proses pembelajaran, para murid membuat berkas catatan merekayang bisa digunakan sebagai revisinya
  • Diakhir waktu setiap pembelajaran, buatlah daftar sederhana dari poin penting, menegaskan kata kunci. Tujuannya adalah memecah kelas hingga menjadi beberapa sesi

Berapapun umur mereka, membantu anak disleksia dalam matematika tidaklah mudah, bagaimanapun, hal ini cukup membanggakan ketika mereka mendapatkan dukungan yang tepat.

Penderita disleksia tak perlu banyak khawatir karena banyak aplikasi mudah yang dapat membantu mengatasinya Belajar terasa lebih mudah bagi disleksia di era digital ini. Sumber : Pexels

Kemudian ketika mengajarkan matematika pada anak dengan kebutuhan khusus, tidak hanya pengetahuan subjek saja yang penting tapi kemampuan untuk mendukung yang bermanfaat bagi pelajar.

Kesabaran adalah hal yang paling penting, karena mengetahui mengapa kelebihan dan kekurangan dari penderita disleksia berbeda-beda sesuai cara kerjanya. Contohnya, penderita disleksia terkadang berbicara dengan sangat cepat, semenjak mereka memiliki pemahaman visual yang lebih baik,namun ketika dihadapkan dengan membaca, mereka bisa saja menjadi lambat.

Lebih banyak bantuan visual yang Anda berikan kepada penderita disleksia, semakin mudah bagi mereka untuk memahami dan mengingat apa yang telah diajarkan kepada mereka. Biarkan mereka menggunakan grafik atau kertas bergaris untuk memecahkan masalah matematika. Kertas bergaris berguna untuk menelusuri masalah secara mendatar maupun vertical, tergantung dari tipe pertanyaaan matematika tersebut.

Mengapa tidak mencoba untuk menggunakan kertas warna dalam kelas Anda? Kertas warna dapat membantu penderita Irlen Syndrome yang masih terhubung dengan kebutuhan khusus.

Ber-Empati dalam Kelas Matematika

Terakhir, jangan lupa untuk selalu memperagakan empati, toleransi dan sabar kepada murid Anda. Jelaskan dengan sejelas mungkin, berikan contoh konkrit dari setiap penjelasan, dan selalu berikan motivasi kepada murid-murid.

Seorang tutor matematika perlu untuk mengajarkan berbagai macam metode untuk mengoreksi kesalahan mereka di latihan matematika sebagai bentuk revisi pelajaran.

Hindari menggunakan terlalu banyak kosakata rumit dan sebaiknya pilihlah contoh visual. Semenjak “disleksia” berarti “kesulitan dengan kata-kata”, menjaga hal tetap sederhana adalah cara terbaik jika Anda bisa menghindari kebingungan yang ada.

Tidak ada cara untuk membantu anak berkebutuhan khusus untuk memahami konsep matematika seperti penjumlahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, angka negatif, aljabar, geometris, grafik, pembulatan, perkiraan, aritmatika, memecahkan soal matematika cerita, kalkulus, pembagian panjang dari persamaan polynomial dan menemukan eksponen, selain dengan latihan yang cukup, murid-murid juga akan mampu menguasai matematika.

 

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (media di 5,00 su 5 per 1 voti)
Loading...
avatar