Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Apa Kabar Bahasa Latin?

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 02/09/2019 Blog > Bahasa > Bahasa Italia > Kapankah Bahasa Latin Punah (Akankah Terjadi? Benarkah)

Anda menyadari bahwa orang Romawi menggunakan bahasa Latin. Mungkin Anda juga tahu bahwa orang Italia adalah keturunan orang Romawi.

Namun, jika Anda mempelajari kedua bahasa tersebut, Anda akan melihat bahwa keduanya sangat berbeda.

Kok bisa bahasa Latin berangsur-angsur berubah menjadi bahasa Italia? Mengapa bahasa Latin berubah banyak dan menjadi bahasa Italia seperti yang kita kenal sekarang? Kapan orang berhenti menggunakan bahasa Latin dan apa alasannya? Yuk pelajari sejarah bahasa Italia bersama kami.

Banyak perubahan selama 2.000 tahun. Semoga artikel ini menjawab keingintahuan Anda.

Sejarah Bahasa Latin: Asal Usul Bahasa

Bahasa Latin berasal dari bahasa Italic. Bahasa Italic umumnya digunakan di tempat yang sekarang disebut Italia.

Bahasa Latin tidak pernah menjadi satu-satunya bahasa yang digunakan di wilayah ini. Faktanya, seluruh wilayahnya adalah rumah bagi berbagai macam orang dan bahasa yang berbeda.

Italia selalu menjadi tanah subur untuk perkembangan bahasa. (Sumber: unsplash)

Mari kita kembali ke abad ke 6 SM.

Orang Italic tinggal di daerah pusat dan selatan Italia. Pada saat itu, wilayah ini dikenal sebagai Latium. Daerah ini adalah asal usul Vatikan.

Bahasa Italic, seperti semua bahasa yang digunakan di Eropa, adalah rumpun bahasa Indo-Eropa. Termasuk bahasa-bahasa yang telah lama hilang serta bahasa-bahasa seperti Italia, Prancis, Portugis, Spanyol, dan Rumania.

Perlu dicatat bahwa meskipun bahasa Italic daerah yang sekarang kita kenal sebagai Italia, penutur bahasa Italic tidak berasal dari Italia.

Menurut sejarawan, mereka beremigrasi dari Balkan sekitar 1500 sebelum masehi. Beberap ahli berpikir bahwa kelompok yang mendiami Italia sebelum mereka adalah para Ligures yang dianggap orang Italia-Celtic.

Sebelum Roma didirikan pada 753 sebelum masehi, para ahli percaya bahwa bahasa Italic sangat dipengaruhi oleh bahasa Yunani dan Estrucans.

Begitu Roma didirikan, Penyebaran bahasa Latin menjadi agenda penting di seluruh wilayah. Latin mewarisi 6 dari 8 tata bahasa dari bahasa Indo-Eropa.

Termasuk:

·        Genitif: digunakan untuk kepemilikan

·        Vokatif: digunakan untuk merujuk atau memanggil orang

·        Akusatif: digunakan untuk objek kata kerja

·        Datif: digunakan untuk kata benda aktif

·        Ablatif: digunakan dengan kata benda pasif

·        Nominatif: digunakan untuk subjek kata kerja

Latin Klasik dan Latin Vulgar

Sebelum berbicara tentang Latin Klasik dan Vulgar, kita perlu melihat Latin Kuno yang digunakan hingga abad ke-1 sebelum masehi.

Latin Kuno: Evolusi dan Kemunduran

Setelah Roma didirikan dan diperluas, bahasa Latin mulai menyebar ke seluruh wilayah yang diduduki.

Berkat kolonisasi, Bahasa Latin sampai ke Eropa Barat, Asia Minor, dan Afrika Utara.

Bangsa Romawi mewariskna lebih dari sekedar kata-kata. (Sumber: unsplash)

Pada abad ke-3 sebelum masehi, bahasa Latin adalah bahasa resmi Republik Romawi. Digunakan oleh pemerintahan Romawi untuk hukum, politik, dan agama. Meskipun kegunaannya berdampingan dengan dialek-dialek Yunani, bahasa Latin mengambil alih bahasa-bahasa lain dengan cepat. Disebabkan oleh para pemimpin yang melarang orang-orangnya berbicara bahasa Yunani dan mengharuskan menggunakan bahasa Latin.

Latin klasik memasuki zaman keemasannya antara 75 tahun masehi dan 14 tahun sebelum masehi ketika sastra Latin memiliki peran penting dalam propagasinya. Dua abad berikutnya dapat disebut zaman perak Latin Klasik.

Jika Bangsa Roma yang mendukung atas penyebaran bahasa Latin, jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat lah yang menyebabkan kemundurannya.

Bagaimana peralihan dari Bahasa Latin Klasik ke Bahasa Latin Vulgar?

Sebelum orang Hun tiba dari Timur dan dipaksa bermigrasi ke Barat, Kekaisaran Romawi melemah. Pada abad ke-5, beberapa orang Jerman berkuasa atas wilayah Italia. Kekaisaran Romawi Timur, juga dikenal sebagai Kekaisaran Bizantium, selamat dari serangan dan budaya Yunani mulai menyebar.

Namun, bahasa Latin hanya mengalami penurunan sedikit. Bahasa Latin bisa dibilang tangguh, bisa bertahan melalui semua perubahan. Kita bisa mengatakan bahwa alih-alih menghilang, bahasa Latin berubah ketika bertemu dengan bahasa lain (seperti bahasa Jerman misalnya).

Kemudian Bahasa Latin Klasik digunakan oleh para pemimpin, kaum intelektual, dan penulis. Di sisi lain, para penjajah dan tentara yang berbicara bahasa Latin bersama orang-orang, biasa disebut sebagai Bahasa Latin Vulgar. Bayangkan perbedaan antara bahasa Inggris standar – yang digunakan oleh politisi dan akademisi dan dalam teks tertulis – dan bahasa yang sebenarnya kita gunakan: ada perbedaan yang sangat besar.

Latin vulgar

Latin vulgar melahirkan sejumlah bahasa yang berbeda: bahasa Roman dan Italia.

Meskipun sudah menurun pada abad ke-2, Latin Klasik dianggap kurang penting, berkebalikan dengan Latin Vulgar. Bahkan, para juru tulis dan panitera mulai menulis ulang dokumen sipil dan agama ke dalam bahasa Latin Vulgar yang nantinya mengambil alih bahasa Latin Klasik.

Bahasa Latin Klasik (yang tidak digunakan oleh orang-orang) kehilangan masa keemasannya begitu kekaisaran runtuh. Karena koneksi antara Roma dan kota-kota lain rumit, bahasa di wilayah itu mulai retak karena tidak ada bentuk bahasa standar untuk digunakan orang-orang. Namun, orang Romawi tetap menggunakan alfabet Latin untuk digunakan sehari-hari dan saat ini digunakan oleh banyak bahasa di seluruh dunia.

Latin ke Abad Renaisans

Dengan kedatangan orang-orang baru selama berabad-abad, bahasa Latin berubah dan berevolusi.

Pada abad ke-5, Italia diserang oleh Ostrogoth. Pada abad ke-6, orang-orang Lombard mencoba melawan. Bangsa Francs, di bawah pemerintahan Charlemagne, datang ke Italia pada abad ke-8. Pada saat itu Italia Selatan berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Bizantium dan kaum Muslim.

Banyaknya budaya yang berbeda memungkinkan bahasa menerima istilah baru.

Latin Abad Pertengahan

Antara abad ke-9 dan ke-14 ada bahasa Latin Abad Pertengahan. Meskipun bahasa Latin semakin tidak populer, para pendeta dan kaum intelektual masih menggunakannya. Mereka menambahkan istilah baru dari bahasa Ibrani dan Yunani.

Jadi, pada Abad Pertengahan, Anda akan melihat sebuah fenomena aneh di mana orang-orang tidak ada yang menggunakan bahasa itu karena mereka lebih suka berbicara bahasa Latin daerah, di sisi lain Gereja dan Kekaisaran Romawi Suci (kekuasaan Charlemagne) menggunakan bahasa tersebut dalam semua korespondensi dan catatan resmi. Bahkan, Charlemagne mempromosikan penggunaan bahasa Latin dan sastra yang kemudian dikenal sebagai Renaissance Carolingian.

Akibatnya, bahasa ‘yang sudah mati’ itu menyebar ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak pernah menggunakan bahasa Latin, seperti negara-negara Jerman. Hal ini disebabkan oleh Kekaisaran Romawi Suci yang dipimpin oleh Charlemagne menguasai negara-negara baru. Oleh karena itu, para pejabat di kerajaan diharuskan untuk mengikuti keinginan Kaisar.

Namun, selama periode ini, dasar-dasar bahasa Latin berubah: tata bahasa, pelafalan, sintaksis, dan kosa kata semuanya berubah, dengan pengguna yang berbeda, adanya kontak dengan masing-masing bahasa, bahkan hingga perubahan yang lebih mencolok, contohnya penggunaan preposisi.

Latin Renaisans

Selama abad Renaisans (antara abad 14 dan 16), kita melihat perkembangan kekuatan budaya yang dikenal sebagai humanisme Renaisans.

Ini adalah gerakan yang sejalan dengan proyek besar Renaisans tentang ‘kelahiran kembali’ bentuk-bentuk klasik yang berfokus pada studi tentang benda antik klasik. Banyak yang terlibat dalam gerakan ini, seperti Petrarch, Boccaccio, dan Bracciolin. Mereka adalah kolektor manuskrip antik, dan mereka dikenal karena mempromosikan model klasik untuk seni dan sastra saat itu.

Namun, bahasa Latin yang mereka pelajari dianggap sebagai sebagai oposisi Bahasa Latin Abad Pertengahan: sangat berbeda dengan bahasa Latin masa itu dengan semua perubahan dan perkembangannya dibandingkan bahasa Latin yang ‘pantas’ diucapkan oleh orang Romawi kuno. Sebagai contoh, mereka melihat penulis seperti Cicero dan Virgil sebagai figur idola.

Gerakan ini sangat penting dan sangat berdampak karena di seluruh Eropa, bahasa Latin diajarkan dengan gaya humanis. Orang-orang seperti Shakespeare dan Christopher Marlowe harus belajar bahasa Latin dari Virgil di London.

Bahasa ini kemudian dikenal sebagai Latin abad renaisans. Meskipun tidak pernah digunakan oleh masyarakat, bahasa ini ditulis oleh diplomat, seniman, politisi, dan filsuf sepanjang abad itu.

Kelahiran Bahasa Italia

Kita tahu bahwa bahasa Italia yang kita kenal sekarang mengambil alih dari bahasa Latin baik secara tulisan dan lisan.

Placiti Cassinesi

Dokumen-dokumen paling awal yang tertulis dalam bahasa Italia berasal dari akhir abad kesepuluh – dan itu agak membosankan. Dokumen tersebut merupakan dokumen hukum mengenai perselisihan antara beberapa biara dan pemilik tanah sekitar lima puluh mil selatan Roma.

Tidak seperti sebagian besar dokumen hukum lainnya masih ditulis menggunakan bahasa Latin pada saat itu, teks-teks ini yang dikenal sebagai Placiti Cassinesi, ditulis dalam bahasa sehari-hari. Mereka menunjukkan perbedaan yang jelas dengan bahasa Latin, tata bahasanya jauh dari Bahasa Latin dan dengan ejaan dan sintaksis yang berbeda serta kata-kata baru. Dialek yang tertulis dikembangkan langsung dari bahasa Latin vulgar yang kita bahas di atas.

Abad reinasans dan Bahasa Italia Sehari-hari

Kita dapat melihat penulis jaman Renaisans dan Florentine seperti Dante, Boccaccio, dan Petrarch sebagai titik penting dalam kemunduran bahasa Latin sebagai budaya bahasa di Eropa.

Meskipun para penulis ini mempromosikan budaya klasik dan bahasa Latin sebagai model dan tolok ukur kualitas sastra, mereka juga yang pertama kali menulis puisi dalam bahasa sehari-hari, yaitu dalam bahasa lokal.

Dante’s Divine Comedy adalah salah satu karya yang berperan dalam penyatuan linguistik bahasa Italia. (Sumber: Wikimedia Commons)

Dante’s The Divine Comedy

Berkat karyanya ‘The Divine Comedy’, Dante adalah salah satu leluhur Italia. Penulis Florentine ini ingin dipahami oleh semua orang dan bukan hanya oleh kaum elit, dan karya ini adalah salah satu puisi pertama yang pernah ditulis dalam suatu bahasa yang dikenal sebagai Bahasa Italia.

Dia menulis di Florentine, menggunakan sub-dialek Tuscan, dan meminjam kata-kata dari bahasa Latin, Prancis, Lombard, dan Provençal. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa bahasa sehari-hari sama mulianya dengan bahasa Latin – dan karyanya De vulgari eloquentia (ironisnya, pembelaan terhadap nilai bahasa sehari-hari yang ditulis dalam bahasa Latin) menjelaskan keputusannya.

Perjuangannya terbayar sejak sejumlah penyair lainnya mengikuti jejaknya – termasuk Petrarch. Diilhami oleh puisi dengan bahasa ini, penulis di seluruh Eropa juga pindah dari bahasa Latin, contohnya Geoffrey Chaucer dan John Gower.

Kamus Bahasa Italia Pertama

Namun, ‘Bahasa Italia’ masih jauh dari sempurna pada saat itu. Dante menulis dalam sebuah dialek – di satu semenanjung yang mana terdapat hampir seribu dialek semacam itu.

Baru pada tahun 1612 kamus Italia pertama diterbitkan, oleh sebuah institusi di Roma yang disebut Academia della Crusca. Vocabolario degli Accademici della Crusca, salah satu kamus pertama di dunia yang merupakan upaya untuk meresmikan dialek Florentine (bahasa yang digunakan di tempat Dante menulis) dan ini menjadi dasar untuk standar bahasa Italia di kemudian hari.

Sejak Florence menjadi kota yang sangat penting sejak zaman Dante hingga abad ketujuh belas, dialek Tuscan inilah yang terbukti paling berpengaruh dalam perkembangan bahasa Italia. Bahkan hingga saat ini, bahasa Italia didasarkan pada dialek ini. Seperti bahasa Inggris ‘standar’ yang didasarkan pada dialek yang digunakan di sekitar London sejak zaman Chaucer.

Bahasa Italia modern

Pada 1861, ketika Italia akhirnya dipersatukan sebagai sebuah negara, hanya 2,5% dari total populasi bisa berbahasa Italia. Semua orang masih berbicara menggunakan dialek daerah.

Ketika negara itu memasuki persatuan politik, ‘Bahasa Italia’ menjadi bahasa resmi dan juga bahasa umum orang-orang di semenanjung.

Novel Alessandro Manzoni, The Betrothed, yang diterbitkan pada tahun 1827, diperkirakan sebagai dasar bahasa Italia modern.

Ingin mencari les bahasa Italia di google? Anda tidak perlu buang waktu, langsung saja ke Superprof untuk cari tutor di kota Anda sekarang.

Bagaimana Gereja Katolik Menggunakan Bahasa Latin Sekarang?

Sedikit demi sedikit, bahasa Latin menjadi bahasa agama alih-alih bahasa sehari-hari. Sementara, setelah abad ke-16, orang-orang menggunakan istilah Latin Baru (atau Neo-Latin) untuk merujuk bahasa Latin yang digunakan dalam sains internasional, sedangkan untuk bahasa yang digunakan Gereja Katolik, mereka merujuknya sebagai ‘Bahasa Latin Ecclesiastical’.

Akan tetapi, sekarang bahasa Latin hanya digunakan di Vatikan sebagai bahasa resmi. Alasannya adalah dulu Gereja pada Abad Pertengahan merupakan salah satu pendukung utama penggunaan bahasa Latin. Upacara gereja yang dilakukan dalam bahasa daerah merupakan bagian dari tuntutan Reformasi pada abad keenambelas.

Akibatnya, keterikatan bahasa Latin yang kuat dapat dilihat di Gereja Katolik Roma. Baru pada tahun 1960an Gereja mengizinkan misa untuk dilakukan dalam bahasa selain bahasa Latin! Meskipun demikian, hingga sekarang semua dokumen resmi ditulis dalam bahasa Latin.

Yang menarik adalah ketika orang-orang berbicara bahasa Latin di Vatikan, pelafalannya didasarkan pada bahasa Italia, jadi sepertinya kedua bahasa ini tidak begitu berbeda!

Apakah Bahasa Latin Pernah Mati?

Jawaban untuk pertanyaan ini adalah ya dan tidak. Sulit untuk mengidentifikasi kapan dan dimana Bahasa ini mati secara pasti. Para ahli membuat perbedaan yang bermanfaat antara bahasa yang punah, yaitu yang tidak digunakan oleh siapapun, dan Bahasa yang mati, yaitu yang sudah kehilangan penutur aslinya. Dalam hal ini, bahasa Latin adalah Bahasa yang sudah lama mati.

Sebaliknya, sejarah bahasa Latin mengalami perubahan: orang yang menggunakan bahasa tersebut berubah, pengucapan dan tata bahasa Latin berubah, dan sudah sangat dimanipulasi dan direformasi oleh berbagai kaum intelektual sepanjang sejarah.

Tetapi jelas bahasa Latin tidak pernah punah, tidak seperti bahasa-bahasa seperti Etruscan atau Fenisia. Sebaliknya, hakikatnya sebagai Bahasa tetap hidup. Setidaknya sebagai bahasa yang dipelajari dan diakui karena banyaknya orang yang menaruh hormat pada budaya Eropa, belum lagi kecintaan untuk budaya klasik Roma kuno.

Sepanjang sejarah, gerakan budaya dan kekuatan politik berusaha untuk melegitimasi budaya dan otoritas mereka dengan memohon untuk jadi bagian sejarah Roma kuno. Jadi, Kekaisaran Romawi Suci memilih namanya untuk dikenang sebagai budaya kuno tersebut – dan tentu saja Charlemagne lah yang memiliki pengaruh besar untuk kebangkitan bahasa.

Demikian pula, tokoh-tokoh selama abad Renaisans di Italia berusaha memberikan otoritas pada karya seni mereka dengan kembali ke model budaya kuno – dan ini lah yang mengembalikan bahasa Latin sebagai pusat produksi artistik.

Perhatian terhadap Roma kuno ini terus berlanjut, yaitu arsitektur Romawi yang menjadi inspirasi bagi kota-kota seperti Edinburgh di abad kesembilan belas. Dengan banyaknya kecintaan pada budaya kuno, bahasa Latin tidak mungkin punah sepenuhnya.

Anda juga bisa melihat sejarah bahasa Ibrani, bahasa yang berhasil dihidupkan kembali dari kematian ketika negara Israel mengadopsinya sebagai bahasa resmi.

Contoh Kata dalam Bahasa Italia yang Mirip dengan Bahasa Latin

Bahasa Latin masih memiliki pengaruh besar pada kosakata Italia.

Untuk membuktikan ini, kami telah menyusun daftar beberapa istilah Latin dan rekan-rekan kata bahasa Italia yang hampir identik.

Daftar ini tidak lengkap, Bahasa Italia di sebelah kiri, diikuti oleh akar bahasa Latin dan terjemahan bahasa Inggrisnya:

ItaliaLatinInggris
AccelerareAccelerareAccelerate
BibliotecaBibliothecaLibrary
CalamitàCalamitasCalamity/Disaster
DiplomaDiplomaDiploma
EnciclopediaEnciclopediaEncyclopaedia
FondamentaleFundamentalisFundamental
GladiatoreGladiatorGladiator
IndeterminatoIndeterminatusUndetermined
LacrimaLacrimaTear
MaggiordomoMajor domusButler
NegoziatoreNegotiatorNegotiator
OccasionareOccasionariCause
PacificazionePacifiicatioPacification
QuerimoniaQuerimoniaLamentation

Ada banyak ekspresi dalam bahasa Latin yang juga masuk ke bahasa Inggris.

Bahasa Latin juga berkontribusi dalam alfabet. (Sumber: unsplash)

Kenapa Harus Belajar Bahasa Latin?

Orang-orang masih belajar bahasa Latin hingga saat ini, dan bukan hanya orang-orang yang bekerja di Gereja Katolik, atau orang-orang yang memilih untuk belajar sejarah klasik atau sejarah abad pertengahan atau Eropa modern.

Sebaliknya, anak-anak masih diajarkan bahasa Latin di banyak sekolah. Yang paling terkenal, anak-anak di sekolah swasta juga mempelajari pelajaran ini, tetapi tidak jarang di sekolah negeri juga. Jika Anda salah satu dari orang-orang ini, Anda bisa belajar dari guru bahasa Latin.

Jika Anda bukan salah satu dari mereka, mungkin Anda bertanya-tanya mengapa harus repot-repot belajar bahasa Latin. Tapi kami sudah memberi tahu bahwa bahasa Latin belum punah – dan itu sangat berguna.

Cobalah Pahami Bahasa Anda Sendiri

Jika Anda menyukai budaya Italia dan bahasa Italia, bahasa Latin bisa membantu Anda memahami pelajaran bahasa Italia (serta sejumlah kata bahasa Inggris). Hal ini dapat membantu Anda belajar bahasa Italia di sekolah atau les privat ataupun online. Anda bisa memahami alasan mengapa suatu aturan khusus diterapkan dalam bahasa tersebut, karena Anda akan melihat bahwa semua aspek dari bahasa tersebut berasal langsung dari bahasa Latin.

Anda juga akan terbantu untuk memahami bahasa Prancis, Portugis, Rumania, serta dialek Italia mana pun bahkan bahasa Inggris. Bahasa ini telah dipengaruhi oleh bahasa Latin hingga ke tingkat yang sangat mengejutkan. Jika Anda tertarik pada tata bahasa, etimologi (sejarah makna kata), atau sintaksis atau aspek linguistik apapun, pengetahuan bahasa Latin akan sangat berguna.

Kembangkan Pengetahuan Anda tentang Sejarah – dan Sejarah Sastra

Pelajaran bahasa Latin tidak hanya membantu dalam hal pengetahuan bahasa, tetapi juga membantu Anda memahami sejarah kuno dengan lebih dalam.

Ketika mempelajari bahasa Latin, Anda akan melihat teks-teks penting yang ditulis dalam bahasa tersebut. Dan ini adalah dokumen sejarah yang sangat penting yang membantu kita memahami apa yang sedang terjadi di dunia saat itu juga. Anda tidak bisa mempelajari sejarah Roma secara detail atau sejarah apapun tanpa pemahaman yang kuat tentang bahasa Latin.

Mengenal bahasa Latin juga membantu Anda memahami sastra. Jadi, jika Anda seorang kutu buku puisi, mungkin Anda akan berpikir, dari mana kita mendapatkan semua bentuk sastra, tema, masalah puitis, dan motif kata? Jawabannya adalah sastra kuno – termasuk bahasa Latin, dan juga bahasa Yunani. Jadi, jika Anda ingin mengembangkan pengetahuan Anda, bahasa Latin adalah bahasa yang harus dipelajari.

Jika Anda ingin mempelajari budaya Italia secara umum, Anda harus belajar bahasa Latin seperti yang digunakan oleh Virgil. Pelajari dasar-dasar bahasa Italia di blog kami untuk dasar-dasar bahasa Italia.

Seorang tutor privat bisa membantu Anda mempelajari dasar-dasar bahasa Italia:

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar