Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Pekerjaan Sebagai Tutor: Bagaimana Anda sebagai Guru Bahasa Inggris bisa Membantu Siswa Penderita Disleksia Belajar Secara Efektif?

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 10/10/2019 Blog > Les privat > Petunjuk untuk para guru > Cara Mengajarkan Bahasa Inggris Kepada Siswa Disleksia

Siswa penderita disleksia bisa mengalami kesulitan untuk tetap bersekolah bersama teman-teman sebayanya.

Mereka mungkin kesulitan untuk merasa percaya diri karena kekurangan mereka. Setelah sekolah, mereka harus berjuang sendirian, yang membuat segalanya menjadi lebih buruk.

Tetapi masalah mereka bisa diselesaikan jika guru menyadari kondisi mereka dan menerima tantangan mengajar siswa penderita disleksia.

Mengajar siswa penderita disleksia adalah tugas yang cukup menantang karena siswa penderita disleksia mungkin kesulitan tidak hanya dalam membaca tetapi juga pemahaman, menulis dan mengeja.

Ini adalah kondisi seumur hidup yang memengaruhi kemampuan membaca seseorang. Disleksia juga merupakan masalah paling umum yang di antara para siswa. Menurut beberapa ahli, persentase anak-anak penderita disleksia adalah antara 5 sampai 10 persen.

Anak-anak yang menderita disleksia tidak bisa menjawab pertanyaan tentang apa pun yang baru saja mereka baca. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan dengan pelajaran matematika. Banyak orang salah memahami kondisi ini dan menganggapnya sebagai masalah kecerdasan, yang mana tidak benar.

sabarlah mengajar pengidap disleksia karena umumnya mereka bisa lebih pintar dari orang biasa Siswa yang menderita disleksia bisa jadi lebih cerdas daripada teman sebayanya. (Sumber Gambar: Unsplash)

Orang penderita disleksia bisa sesukses orang lain. Kondisi mereka bisa menjadi lebih baik di tingkat perguruan tinggi walaupun mereka mungkin perlu mengikuti bimbingan belajar pada saat liburan, bimbingan belajar di rumah, dan bahkan bimbingan belajar online.

Dengan dukungan yang tepat dari guru, metode dan alat pengajaran yang tepat, mereka bisa berkembang.

Masalah yang Dihadapi Siswa penderita disleksia Saat Les

  • Mereka mungkin kesulitan membaca, mengeja, atau bahkan menulis di tingkat awal meskipun mereka tampak cerdas dan pandai berbicara.
  • Orang-orang salah mengira kondisi mereka sebagai kemalasan, kecerobohan dan perilaku yang tidak dewasa. Guru dan teman sebaya mereka mungkin melabeli mereka sebagai seseorang dengan masalah perilaku.
  • Mereka memiliki IQ tinggi tetapi kinerja mereka dalam tes akademik dan tertulis buruk.
  • Mereka memiliki kepercayaan diri yang rendah dan berusaha menutupi kelemahan mereka. Mereka mungkin juga merasa bodoh.
  • Mereka bisa dengan mudah frustrasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, terutama menulis, membaca, dan ujian.
  • Mungkin mengalami kesulitan mempertahankan perhatian
  • Teknik untuk mengajar mereka biasanya berbeda dari yang digunakan untuk siswa lain.
  • Mereka belajar lebih baik dengan eksperimen, observasi dan alat bantu visual.

Memberikan bimbingan belajar Bahasa Inggris adalah tugas yang menantang karena Bahasa Inggris berurusan dengan kata-kata dan ejaan dll. Siswa penderita disleksia mungkin menghadapi masalah berikut saat membaca dan mengeja.  

  • Siswa yang menderita disleksia kesulitan saat membaca. Mereka menjadi pusing dan mungkin mengalami sakit kepala dan sakit perut.
  • Kata-kata, angka, huruf, urutan, dan ekspresi verbal yang normal bisa membuat mereka kebingungan.
  • Perilaku mereka saat menulis dan membaca tidak biasa. Mereka menunjukkan perilaku yang berulang. Mereka mungkin menambahan, menghilangkan, atau mengganti sesuatu yang tidak perlu. Transposisi dan pembalikan alfabet juga biasa ditemui.
  • Mereka bergerak-gerak saat menulis, menyalin, atau membaca.
  • Mereka sangat jeli tetapi mereka juga bisa kekurangan penglihatan periferal dan persepsi mendalam.
  • Ejaan mereka tidak konsisten dan didasarkan pada fonetik
  • Baik itu Bahasa Inggris, matematika, dan sains di TK dan SD, Kalkulus dan Aljabar di kelas yang lebih tinggi, tes seperti TOEFL atau IELTS. Jika mereka ingin berhasil, mereka perlu belajar dengan cara yang berbeda.

Sebelum kita masuk lebih dalam ke cara mengajar yang perlu dipakai oleh tutor Bahasa Inggris untuk anak-anak penderita disleksia, penting untuk memahami masalah pendengaran dan ucapan mereka. Karena tanpa memahami kondisi siswa penderita disleksia, guru (terutama guru Bahasa Inggris) tidak bisa mengajar dengan baik.

Masalah dengan Pengucapan dan Pendengaran

  • Siswa penderita disleksia sering mendengar hal-hal yang tidak dikatakan karena mereka memiliki pendengaran berlebih
  • Mereka juga mudah terganggu. Rentang fokus mereka bisa sangat pendek
  • Tidak mudah bagi mereka untuk menuangkan pikiran ke dalam kata-kata.
  • Mereka biasanya berbicara dalam frasa dan kalimat pendek
  • Mereka sering berbicara dengan kalimat yang tidak lengkap
  • Mereka mungkin gagap ketika berada dalam kondisi terterkan
  • Mereka tidak bisa mengucapkan kalimat panjang dengan benar
  • Mereka sering mengubah kata dan suku kata ketika berbicara

Masalah keterampilan motorik dan menulis

Dalam kasus yang lebih ekstrim:

  • Tulisan tangan mereka tidak bisa terbaca dan sangat bervariasi.
  • Kepribadian mereka canggung dan tidak terkoordinasi
  • Mereka berpotensi untuk menjadi ambidextrous yang berarti bahwa mereka sering bingung antara kanan dan kiri, atas dan bawah, dan juga sebaliknya.

 Masalah Memori

  • Sebaliknya, penderita disleksia biasanya memiliki ingatan jangka panjang yang sangat baik dan tidak melupakan pengalaman, wajah, atau lokasi dengan mudah
  • Mereka memiliki ingatan yang buruk ketika harus mengingat urutan, informasi faktual atau apapun yang belum mereka alami
  • Ingatan mereka kebanyakan berdasarkan visi dan emosional. Mereka berpikir dengan gambar dan perasaan daripada dengan kata-kata dan suara.

Tips bagi Tutor Siswa Disleksia

Dengan fakta-fakta yang disebutkan di atas, jelas bahwa mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak penderita disleksia bukanlah tugas yang mudah. Ini adalah pekerjaan yang cukup menantang. Pengajaran ini membutuhkan metode dan teknik khusus. Pelajar disleksia membutuhkan perhatian dan dukungan khusus. Dengan bantuan yang tepat, mereka bisa bersaing dengan siswa lain dengan mudah.

pastikan anda memiliki cukup waktu untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus Luangkan lebih banyak waktu merencanakan pembelajaran untuk siswa disleksia. (Sumber Gambar: Unsplash)

Berikut ini adalah pendekatan ketika mengajar siswa penderita disleksia:

Penggunaan MSL (Multi-Sensory Structured language)

Ini adalah metode terbaik yang bisa Anda gunakan untuk mengajar anak-anak penderita disleksia. Dengan bantuan bahasa Multi-Sensorik Terstruktur, Anda bisa mengajar dengan cara yang jauh lebih baik karena berfokus pada membantu pembelajaran pemahaman, kosa kata, kelancaran dan ketepatan, mengeja kata dan menulis bersamaan dengan menciptakan kesadaran fonem.

Multi-Sensory Structured Language melibatkan penggunaan semua indera siswa untuk membantu mereka belajar. Sentuhan, gerakan, penglihatan dan suara membantu mereka selama proses belajar.

MSL melibatkan penyebaran kesadaran fonologis yang membantu siswa dalam membaca. Siswa bisa menerjemahkan, mengeja, membaca dan mengenali kata-kata dengan lebih lancar.

Pengajaran Diagnostik

Tutor harus terus mengawasi siswa dan kemajuan mereka. Tutor harus mengevaluasi dan melihat apakah siswa dirasa masih kurang dalam beberapa keterampilan dan jika mereka perlu mengulang kembali materi yang sudah diajarkan.

Saat mengajarkan fonem, beri siswa Anda beberapa kata sebelumnya. Kemudian minta mereka untuk mengidentifikasi bunyi dalam kata tersebut. Perhatikan kelemahan dan kelebihan mereka dan rancang pembelajaran di masa mendatang yang sesuai untuk mereka.

Memakai metode langsung dan eksplisit saat mengajar

Pengajaran eksplisit mengacu pada perancangan dan penggambaran keterampilan, membaginya menjadi beberapa langkah dan memberikan instruksi yang jelas bersamaan dengan feedback yang berharga. Melakukan hal ini melibatkan pernyataan alasan dan tujuan di balik pencapaian keterampilan tertentu.

Misalnya, jika Anda ingin memberikan pelajaran pada huruf “b”, tekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam pelajaran itu dan minta siswa mengulangi suara huruf “b”. Gunakan nyanyian, lagu, puisi, dan gambar yang dimulai dengan huruf “b”.

Beberapa tips lain untuk meningkatkan keterampilan belajar mereka adalah sebagai berikut:

  • Saat mengajar, pertahankan kecepatan mengajar. Ajarkan satu kata setiap hari. Setelah siswa menguasai kata tersebut, baru kemudian beri mereka kata baru. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengalami kesulitan.
  • Buat mereka menghitung jumlah kata dalam suara. Ini akan meningkatkan kemampuan mengeja fonetik kata-kata asing.
  • Ajarkan aturan fonik dan pastikan mereka memeriksanya beberapa kali
  • Sebelum mereka mulai menulis, tutor harus membuat kegiatan yang mengharuskan mereka bertukar pikiran, dan mencari kata kunci dan kosa kata baru
  • Gunakan gambar visual dan dorong siswa untuk membuat jurnal
  • Catat instruksi untuk PR, cerita dan kata-kata baru dan berikan kepada anak sehingga dia bisa mendengarkannya beberapa kali. Ini juga akan berfungsi sebagai bantuan PR bagi mereka.
  • Sebelum membaca, diskusikan kosakata dengan siswa. Ini akan membantu mereka memahami dengan lebih baik dan membuat prediksi
  • Berikan mereka pembiasaan terhadap kata irregular
  • Gunakan kartu, warna, alat tulis, objek yang berbeda bersamaan dengan peragaan untuk mengajari mereka kata kerja, kata benda, dan kata keterangan tertentu.

pastikan anda memiliki banyak variasi cara mengajar Penggunaan teknik visual dan teknik baru membantu siswa belajar lebih cepat. (Sumber Gambar: Unsplash)

Dengan bimbingan yang tepat, siswa yang menderita disleksia bisa mencapai keberhasilan akademis. Tutor Bahasa Inggris terbaik di luar sana memastikan bahwa semua siswa terdaftar di kelas mereka bisa pergi dengan keterampilan membaca & menulis yang telah meningkat.

Ada lembaga bimbingan belajar yang berfokus pada siswa penderita disleksia. Layanan bimbingan belajar Anda di lembaga tersebut akan sangat dibutuhkan.

Jika Anda memberikan les privat dan siswa Anda ternyata menderita disleksia, Anda perlu mendapatkan pelatihan untuk mengajar siswa itu.

Sebagai tutor, Anda perlu merancang tugas, ujian, dan tes secara strategis agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa Anda.

Baik Anda seorang guru biologi, guru matematika atau guru bahasa seperti guru Bahasa Spanyol, Prancis dll, teknik pengajaran yang disebutkan di atas akan berlaku untuk semua guru.

Anda harus bersemangat dalam mengajar jika Anda ingin membuat dampak yang nyata pada kemampuan belajar siswa. Dengan sikap yang benar, Anda akan bisa menciptakan perbedaan besar dalam kehidupan siswa penderita disleksia dan mereka akan selamanya berterima kasih kepada Anda. Pelajari cara menentukan tarif les Bahasa Inggris Anda di sini.

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar