“Akuntansi: kemungkinan adalah mata pelajaran paling membosankan di dunia. Dan bisa jadi juga yang paling membingungkan. Tetapi, jika Anda ingin kaya, dalam jangka panjang, mungkin ini adalah mata pelajaran paling penting.” –Orang Tidak Dikenal

Kamus Cambridge mendefinisikan akuntan sebagai seseorang yang menjaga dan meneliti laporan uang yang diterima, dibayarkan, dan dimiliki oleh perusahaan atau seseorang. Karena definisi yang kurang menarik ini, acara televisi, film, dan buku akuntansi telah menggambarkannya secara negatif dan tidak hidup.

Banyak yang berpikir bawha yang akuntan lakukan adalah membuat invoice, menentukan pajak insentif, atau menganalisis dokumen keuangan dan bagi sebagian orang pekerja profesional, ini adalah mimpi buruk.

Akan tetapi, akuntan adalah seseorang yang sangat terampil, yang sering dicara jasanya. Tergantung tempat kerja mereka, pekerjaan mereka beragam dan apapun yang terasa membosankan.

Selama kursus akuntansi pasca sekolah menengah, calon akuntan belajar lebih banyak tentang dasar konsep-konsep akuntansi agar terampil dalam bidangnya.

Superprof hadir untuk membimbing semua orang yang berminat dengan sepuluh konsep utama teratas dalam akuntansi.

Tersedia guru-guru Akuntansi terbaik
Kursus pertama gratis!
Shinta
5
5 (40 ulasan)
Shinta
Rp150,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Nazira
5
5 (17 ulasan)
Nazira
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hendy
5
5 (27 ulasan)
Hendy
Rp85,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Amanda
5
5 (22 ulasan)
Amanda
Rp175,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (17 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Arica
5
5 (12 ulasan)
Arica
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Muhamad fajri
5
5 (9 ulasan)
Muhamad fajri
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Chandra  airlangga
5
5 (8 ulasan)
Chandra airlangga
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Shinta
5
5 (40 ulasan)
Shinta
Rp150,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Nazira
5
5 (17 ulasan)
Nazira
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hendy
5
5 (27 ulasan)
Hendy
Rp85,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Amanda
5
5 (22 ulasan)
Amanda
Rp175,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (17 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Arica
5
5 (12 ulasan)
Arica
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Muhamad fajri
5
5 (9 ulasan)
Muhamad fajri
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Chandra  airlangga
5
5 (8 ulasan)
Chandra airlangga
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Konsep Entitas

menata keuangan
Dalam konsep entitas, transaksi atau pengeluaran pemilik bisnis dan bisnis harus dipisahkan untuk menghindari kesimpangsiuran saat mengulas buku. (Sumber : pixabay)

Konsep entitas adalah konsep paling umum yang dipelajari oleh akuntan. Ini adalah konsep berguna yang diterapkan untuk menghindari kesimpangsiuran antara akun pribadi pemilik bisnis dan akun bisnisnya.

Dalam situasi finansial ini, akuntan berhati-hati dalam memisahkan aset dan liabilitas yang didedikasikan untuk aktivitas bisnis sebagai aset entitas dan liabilitas. Transaksi dan pengeluaran bisnis dipisahkan dan dilaporkan ketimbang disatukan menjadi uang pribadi pemilik bisnis.

Tanpa konsep ini, pencatatan beragam entitas akan campur aduk, dan akan sulit membedakan hasil kena pajak sebuah bisnis.

Ada beragam entitas bisnis yang bisa diamati sebagai kepemilikan perseorangan, kemitraan, perusahaan, dan entitas pemerintah.

Manfaat konsep ini sangat menguntungkan bisnis dan pemilik bisnis. Beberapa keuntungan paling umum yaitu fakta bahwa entitas bisnis dikenakan pajak yang berbeda, ini diperlukan untuk menentukan performa keuangan dan kemakmuran sebuah badan. Mustahil untuk mengaudit sebuah entitas secara finansial jika mereka telah mencampurnya dengan keuangan orang lain.

Konsep Akrual

Akrual adalah pembukuan jurnal yang dapat digunakan untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran yang diperoleh dan dihabiskan. Penting dicatat bahwa pada situasi ini, jumlah cash terkait yang telah diperoleh atau dihabiskan belum diterima atau dibayarkan.

Auditor hanya menerima laporan keuangan yang sebelumnya telah dibuat menggunakan konsep akrual karena laporan yang dibuat tanpa menggunakan konsep akrual dianggap kurang akurat.

Selain itu, tanpa akrual, jumlah pendapatan, pengeluaran, dan laba atau rugi dalam suatu periode akan mencerminkan aktivitas ekonomi sebuah perusahaan secara keliru. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang akuntansi laba dan rugi.

Karena konsep akuntansi berbeda ini agak membingungkan untuk dipahami, berikut beberapa contoh akrual yang kemungkinan dicatat oleh sebuah bisnis:

  • Biaya akrual untuk bunga: penting bagi peminjam untuk mendaftarkan beban bunganya sebelum menerima invoice dan ini dikenal sebagai pencatatan bunga yang harus dibayar,
  • Biaya akrual untuk upah: atasan dapat memperoleh biaya tambahan yang didapatkan dari beberapa hari terakhir di bulan tersebut, dan ini dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah upah pembayaran penuh diakui.
  • Biaya akrual untuk penyuplai barang dan jasa: sangat penting untuk memperkirakan jumlah pengeluaran di bulan saat ini sebelum menerima nota dari penyuplai,
  • Penjualan akrual: perusahaan dapat memperopleh pendapatan untuk jumlah pekerjaan yang selesai hingga saat ini, sebelum menerima invoice atau tagihan.

Konsep Keberlangsungan Usaha

memeriksa pembukuan
Auditor dapat menganalisis laporan keuangan entitas dan menganalisis faktor-faktor tertentu untuk menentukan apakah perusahaan harus berlanjut menggunakan konsep keberlangsungan usaha. (Sumber : pixabay)

Konsep keberlangsungan usaha adalah salah satu konsep landasan akuntansi. Akuntan yang menggunakan konsep ini berasumsi bahwa perusahaan akan tetap beroperasi tanpa batas waktu dan akan tetap menggunakan rencana saat ini.

Manfaat konsep ini yaitu perusahaan bisa menyebarkan biaya aset selama yang diharapkan, daripada mempercepat biaya ke periode saat ini.

Untuk melakukannya, akuntan menganggap perusahaan akan terus memenuhi kewajiban finansialnya dengan menggunakan aset yang ada.

Dengan menggunakan konsep ini, akuntan tidak melihat kemungkinan berhentinya operasional dan likuidasi aset. Karena itu, akuntan yang memiliki keyakinan ini, menangguhkan biaya ke lain waktu ketika bisnis masih bisa berjalan dan dalam kondisi yang baik untuk menangani pengeluaran tambahan.

Konsep keberlangsungan usaha tidak didefinisikan dengan jelas ketika mempelajari prinsip akuntansi dasar. Karena itu banyak akuntan dan perusahaan tidak yakin ketika entitas harus mulai melaporkan teori jenis ini.

Jika sebuah perusahaan ragu untuk terus menggunakan konsep keberlangsungan usaha, auditor dapat diminta untuk masuk dan menganalisis faktor-faktor tertentu. Beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan termasuk tren negatif dalam hasil operasional, penolakan kredit perdagangan kepada perusahaan dari penyuplainya, dan proses hukum terhadap perusahaan.

Jika ada masalah substansial, auditor akan menyebutkannya dalam laporan bersama dengan beberapa saran berguna tentang keadaan perusahaan.

Konsep Konservativisme

Konsep akuntansi yang sangat penting yang didekripsikan sebagai mengantisipasi ada tidaknya keuntungan dan menyiapkan atau menyediakan semua kerugian.

Akuntan membantu bisnis dan individu meminimalisir peluang kerugian maksimum yang dilakukan dengan memahami pendapatan dan laba ketimbang melebih-lebihkannya. Hal ini terutama berlaku untuk jumlah pengeluaran yang memiliki tingkat ketidakpastian tertentu.

Konsep ini mungkin terlihat aneh, namun ini dilakukan agar laporan keuangan tidak melebih-lebihkan posisi atau kesejahteraan keuangan entitas.

Firma akuntansi atau penasihat keuangan yang memilih untuk berhati-hati menyukai konsep ini, selain itu, menyediakan investor dengan dokumen keuangan yang akurat dan tidak berlebihan.

Metode konservativisme bisa dibilang yang paling konservatif dari semua konsep akuntansi. Laba dan keuntungan finansial tidak masuk dalam pertimbangan hingga terealisasikan, dan uang berada di bank.

Tersedia guru-guru Akuntansi terbaik
Kursus pertama gratis!
Shinta
5
5 (40 ulasan)
Shinta
Rp150,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Nazira
5
5 (17 ulasan)
Nazira
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hendy
5
5 (27 ulasan)
Hendy
Rp85,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Amanda
5
5 (22 ulasan)
Amanda
Rp175,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (17 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Arica
5
5 (12 ulasan)
Arica
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Muhamad fajri
5
5 (9 ulasan)
Muhamad fajri
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Chandra  airlangga
5
5 (8 ulasan)
Chandra airlangga
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Shinta
5
5 (40 ulasan)
Shinta
Rp150,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Nazira
5
5 (17 ulasan)
Nazira
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hendy
5
5 (27 ulasan)
Hendy
Rp85,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Amanda
5
5 (22 ulasan)
Amanda
Rp175,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ghina
5
5 (17 ulasan)
Ghina
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Arica
5
5 (12 ulasan)
Arica
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Muhamad fajri
5
5 (9 ulasan)
Muhamad fajri
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Chandra  airlangga
5
5 (8 ulasan)
Chandra airlangga
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Konsep Realisasi

Konsep realisasi atau pengakuan menunjukkan jumlah pendapatan yang harus dicatat dari skala tertentu. Aturan metode realisasi membantu penasihat keuangan menentukan bahwa pemasukan atau pengeluaran telah terjadi.

Konsep ini terealisasi ketika penjual menerima cash dari penjualan barang atau jasa. Dalam hal ini, ini sangat mirip dengan konsep konservativisme bahwa pendapatan atau pemasukan hanya dicatat ke dokumen keuangan ketika uang diterima dan bukan ketika kontrak dituliskan.

Pada konsep akuntansi ini, akuntan akan menyarankan klien bahwa pemasukan untuk proyek jangka panjang tidak akan dibayarkan sekaligus, melainkan dibagi seiring waktu sesuai pekerjaan yang telah diselesaikan.

Akuntan yang paling kompeten akan mencegah perusahaan besar melanggar konsep realisasi dengan mempercepat pengakuan pendapatannya.

Semua konsep ini lebih lanjut dapat dipelajari di kelas akuntansi...

Konsep Penandingan

Konsep akuntansi ini dilakukan untuk menghindari pernyataan berlebihan tentang pemasukan di suatu periode. Ide penandikan membutukan biaya yang disandingkan dengan pendapatan untuk mencegah kesimpangsiuran ketika ahli keuangan lain melihat dokumen keuangan sebelumnya.

Penting diingat, bahwa untuk memenuhi karakteristik konsep penandingan dengan benar, akuntan perlu menyelesaikan konsep realisasi yang sebelumnya disebutkan.

Biaya dan pendapatan harus dicatat di periode yang sama seperti minggu, bulan, triwulan, atau tahun untuk menghindari menunda-nunda pengeluaran ke laporan periode selanjutnya.

Untuk memahami konsep ini sepenuhnya, kita harus menggunakan contoh. Katakanlah tagihan perusahaan Anda 100 juta rupiah per bulan, untuk melaporkan pemasukan di bulan tertentu secara akurat, Anda harus memberitahu biaya yang keluar ketika menghasilkan pemasukan tersebut di bulan yang sama.

Neraca bisa digunakan oleh akun untuk menggunakan konsep penandingan dengan benar dan melacak semua biaya dan pendapatan untuk bisnis.

Konsep Materialitas

Prinsip akuntansi ini membuat akuntan mengabaikan pengeluaran yang tidak signifikan. Namun, penting dikatakan bahwa tidak semuanya dapat diabaikan. Yang bisa diabaikan hanya pengeluaran yang memberikan dampak kecil pada laporan keuangan bisnis dan yang tidak akan menyesatkan penasihat keuangan lain ketika membacanya di kemudian hari.

Menurut banyak ahli hukum dan akuntansi, seorang akuntan tidak harus mencatat material atau objek yang dianggap tidak material.

Konsep materialitas juga sangat bergantung pada ukuran entitas. Industri beromset miliaran rupiah akan menggap transaksi 1 juta rupiah sebagai tidak material, sedangkan beberapa perusahaan yang tidak menghasilkan lebih dari 1 miliar rupiah dalam setahun penghasilan akan menganggap transaksi ini sangat material.

Akan tetapi, tidak ada instruksi yang jelas untuk memutuskan apakah sebuah item adalah material atau tidak material, jadi akuntan perlu berhati-hati dalam hal ini dan mencatat rincian dokumen keuangan jika mereka tidak yakin. Lebih baik berhati-hati daripada menyesal!

Hal yang paling penting untuk diingat dari konsep ini yaitu semua transaksi atau pengeluaran harus dicatat jika, dalam jangka panjang, transaksi tersebut memengaruhi hasil atau arus kas keuangan perusahaan. Jika tidak memengaruhi, pengeluaran tidak perlu dicatat.

Untuk lebih memahami konsep akuntansi yang penting ini, beragam artikel tersedia secara online untuk membantu menginspirasi para akuntan menentukan antara objek atau pengeluaran material dan tidak material.

Konsep Konsistensi

Akuntan bekerja keras untuk membantu perusahaan, bisnis kecil, atau badan usaha yang memilih metode akuntansi yang cocok dengan kebutuhannya. Setelah entitas sudah menentukan konsep akuntansi yang tepat, ia harus konsisten menggunakan proses yang sama untuk menghindari kerumitan keuangan.

Jika entitas menolak mempertimbangkan nasihat berharga dari akuntannya untuk menghindari perubahan metode akuntansi, perbandingan laporan keuangan dari satu periode ke periode lainnya akan sulit dan hampir tidak mungkin.

Konsistensi sangat penting dalam pengaturan bisnis untuk mencatat informasi keuangan dengan hati-hati dan membantu sumber eksternal memahami cara kerja internal sebuah perusahaan.

Konsep Dua Aspek

menghitung kembali laporan keuangan
Akuntansi dua aspek berkaitan dengan pembukuan double entry dan merupakan salah satu konsep akuntansi yang paling penting. (Sumber : pixabay)

Metode akuntansi ini menyatakan bahwa setiap transaksi bisnis harus dicatat di setidaknya dua akun berbeda. Konsep dua aspek berkaitan dengan akuntansi double entry dan dapat dipahami lebih baik menggunakan persamaan keuangan:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Aset adalah apa yang dimiliki perusahaan, liabilitas adalah utang yang dimiliki entitas kepada kreditur, dan ekuitas adalah perbedaan antara keduanya dan merupakan utang perusahaan kepada investor.

Konsep akuntansi ini menjadi inti dari keseluruhan proses akuntansi dan akuntan terbaik tahu bahwa persamaan ini harus terlihat di neraca.

Penting dikatakan bahwa jumlah aset yang terdaftar di neraca harus sama dengan total semua liabilitas dan ekuitas.

Contoh dari konsep ini yang dapat diamati secara umum yaitu menerbitkan invoice kepada pelanggan atau menerima invoice dari penyuplai.

Konsep Biaya

Prinsip biaya mengharuskan akuntan untuk mencatat aset, liabilitas, atau ekuitas pada biaya perolehan awal. Ini adalah salah satu metode akuntansi yang paling umum digunakan untuk mencatat transaksi item yang baru diperoleh.

Namun, penting diingat, masalah signifikan dari konsep biaya yaitu fakta bahwa “harga” aset berubah seiring waktu ketika perusahaan ingin melikuidasi, hampir tidak mungkin untuk mecatat nilai pasar untuk aset entitas pada saat itu.

Akan tetapi, masih ada harapan, karena konsep biaya menyadari bahwa objek atau aset mengalami depresiasi. Maka, jumlah depresiasi dihapus dari biaya awal untuk menunjukkan nilai sebagai jumlah bersih.

Konsep biaya tidak dapat digunakan untuk investasi keuangan dan paling efektif bila digunakan untuk menentukan aset dan liabilitas jangka pendek.

Akuntansi bisa menjadi disiplin akademis yang dinamis untuk dipelajari, terutama karena keberagaman konsep dan istilahnya. Calon akuntan tidak akan pernah bosan jika mereka mengembangkan keahlian mereka dan tetap mengikuti kemajuan terkini serta memanfaatkan perangkat lunak akuntansi bisnis kecil untuk bekerja dengan cara yang lebih efisien.

Jika artikel yang membahas tentang konsep akuntansi utama ini menarik perhatian Anda, pelajari lebih lanjut tentang istilah-istilah akuntansi dasar untuk menggelitik minat Anda.

Selain itu, akuntan pemula perlu belajar lebih lajut tentang pembukuan double entry dan prinsip-prinsip akuntansi penting.

Butuh guru Akuntansi ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang