Secara historis dan budaya: memasukkan jarum dan menambal kaus kaki sudah menjadi pekerjaan perempuan.

Bahkan jika perempuan tersebut tidak memiliki ketertarikan, atau kecintaan pada menjahit.

Hari ini, semuanya berubah.

Tidak pernah ada minat yang lebih besar pada seni jarum: Anda bisa mengikuti les menjahit, les menyulam; dan tempat tusuk silang di toko kain dipenuhi oleh laki-laki dan perempuan dalam bagian yang setara.

Memanggil seluruh pegiat swakarya: akhir-akhir ini, siapa pun dengan minat dapat merancang dan menjahit baju-bajunya sendiri!

Memang, jika kita melihat industri fesyen, sebagian besar perancang – setidaknya, hingga abad terakhir, adalah laki-laki.

Anda bisa bilang bahwa menjahit itu sedikit seperti memasak: secara tradisional adalah bidang perempuan di rumah, tetapi di dapur profesional, koki paling terkenal, hingga saat ini, adalah laki-laki.

Namun, kita hidup di era ketika hal yang disebut sebagai seni rumah tangga ini menjadi lebih demokratis: lebih banyak perempuan mengambil alih dapur profesional; lebih banyak laki-laki membeli gagasan.

Mari kita lihat bagaimana laki-laki mempengaruhi seni menjahit dari waktu ke waktu, sehingga laki-laki tidak perlu merasa harus menyembunyikan peralatan menjahit mereka.

Paling tidak, jari mereka yang lebih besar adalah alasan utama industri membuat bidal yang lebih besar.

Bukankah itu alasan untuk merasakan dampak pengaruh laki-laki pada setiap pola jahitan yang Anda hasilkan dan semua blog menjahit yang Anda baca?

Belajar cara menjahit melalui tutorial menjahit

Tersedia guru-guru Menjahit terbaik
Kursus pertama gratis!
Sarlina
4,9
4,9 (10 ulasan)
Sarlina
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Pophie
5
5 (8 ulasan)
Pophie
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Djanti
4,9
4,9 (11 ulasan)
Djanti
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Elisa
Elisa
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Enggis
5
5 (5 ulasan)
Enggis
Rp65,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hendah
5
5 (11 ulasan)
Hendah
Rp150
/jam
Kursus pertama gratis!
Dian putri bali
5
5 (3 ulasan)
Dian putri bali
Rp85,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ended
Ended
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Sarlina
4,9
4,9 (10 ulasan)
Sarlina
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Pophie
5
5 (8 ulasan)
Pophie
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Djanti
4,9
4,9 (11 ulasan)
Djanti
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Elisa
Elisa
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Enggis
5
5 (5 ulasan)
Enggis
Rp65,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hendah
5
5 (11 ulasan)
Hendah
Rp150
/jam
Kursus pertama gratis!
Dian putri bali
5
5 (3 ulasan)
Dian putri bali
Rp85,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Ended
Ended
Rp70,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Dasar-Dasar Menjahit: Ikatan Kuno antara Wanita dan Menjahit

Terlepas dari semua revolusi sosial saat ini yang mengizinkan perempuan masuk ke ruang rapat dan laki-laki di penitipan anak usia dini – peran gender yang tidak terpikirkan seratus tahun yang lalu, banyak yang masih berpendapat:

Menjahit adalah urusan perempuan. Laki-laki tidak punya kesabaran untuk itu, dan bagaimana pun juga, tidak punya pemahaman tentang bagaimana keseluruhan bisnis bekerja.

Di beberapa daerah di dunia, seorang wanita yang berbudi luhur masih digambarkan sebagai:

Pendiam, pemalu, sedikit bicara. Mengerti cara menjahit.

Zaman dahulu kala, ketika perempuan diharapkan untuk menikah dengan baik dan mendapatkan penghasilan dari menjadi juru masak dan pencuci botol, pernyataan itu mungkin memiliki bobot yang berat.

Baiklah, mungkin ibu rumah tangga masyarakat menyewa juru masak dan pencuci botol sehingga mereka bisa menghabiskan waktu mereka di ruang tamu, merajut dan menjahit serta menjadi tuan rumah quilting bees.

Itu adalah hari-hari ketika kehadiran laki-laki adalah tanggung jawab langsung atas wanitanya.

Kemejanya harus disetrika dengan baik, kerah kaku, tidak ada jahitan atau kancing yang hilang; dan jika dia tampak compang-camping atau kusut, wanitanya akan dianggap kurang baik.

Hari ini, untungnya, semua itu tidak benar. Setidaknya di beberapa bagian dunia.

Dahulu, anak perempuan umumnya tidak diberikan pendidikan lebih tinggi, mereka belajar seni rumah tangga dari ibu mereka: memasak, membersihkan, memperbaiki, dan menjahit.

Menyulam untuk membuat dekorasi – jika rumah tangganya cukup kaya untuk hal itu; merajut pakaian musim dingin dan pakaian bayi, merenda…

Sedangkan, saudara laki-lakinya belajar matematika dan membaca, sejauh posisi sosial-ekonomi mereka memperbolehkan.

Terlahir kaya, laki-laki dapat mengejar pendidikan tinggi; terlahir sebagai kelas pekerja, mereka akan segera magang. Atau mereka menggarap tanah, bersama ayah mereka.

Apa pun pilihannya: mereka tidak punya waktu untuk jarum jahit, tusuk cambuk, dan bisban.

Temukan bagaimana menjahit dengan serger membuat bisban menjadi usang!

Bersama datangnya Elisa Lemonnier, seorang wanita yang tersentuh dengan penderitaan (wanita) miskin di Paris sehingga ia membuka ruang kerja, dimaksudkan untuk memberi para pemohon itu sedikit bantuan finansial.

Hanya bertahan beberapa bulan.

Menyadari bahwa para wanita ini sama sekali tidak terampil, dia mendirikan sekolah vokasi pertama untuk wanita.

Saking suksesnya lembaga ini, segera, dia membuka fasilitas lain, di wilayah Paris lainnya.

Setelah kematiannya, temannya Caroline memperluas konsep tersebut, menyiapkan para gadis muda untuk masuk perguruan tinggi – konsep yang belum pernah didengar pada saat itu.

Ingat bahwa filosofi pada masa itu adalah laki-laki harus aktif dan perempuan, pasif.

Membagi peran gender di sepanjang garis itu, mudah untuk menentukan bahwa proyek menjahit, atau duduk di mesin jahit adalah aktivitas feminin.

Akhir-akhir ini, kita tahu bahwa, untuk kesehatan mental dan fisik yang baik, perempuan serta laki-laki harus aktif!

Indikasi lain dari jurang perbedaan dalam industri menjahit dan komersial menjahit adalah terminologi.

Perempuan yang menjahit disebut penjahit wanita (seamstress). Laki-laki yang menjahit disebut tukang jahit (tailor).

Tailor: dari Prancis – tailleur, artinya pemotong: batu atau bahan lainnya, termasuk kain.

Seamstress: seseorang yang pekerjaannya adalah menjahit – biasanya perempuan, seperti yang ditunjukkan oleh akhiran (suffix) feminin.

Gelar profesional menunjukkan bahwa laki-laki berkualifikasi untuk mengukur dan memotong kain, sedangkan perempuan hanya mampu memasukkan jarum dan benang!

Temukan sejarah menjahit yang kompleks

penjahit senior juga belajar menjahit sejak muda
Menjahit tidak lagi diperuntukkan bagi orang tua atau perempuan! Sumber : Pixabay

Peremajaan Menjahit Tangan dan Menjahit Mesin

Di mana pun di Indonesia, dari Tangerang Selatan hingga kursus menjahit Jakarta ada banyak kelas untuk menjahit dasar dan belajar menjahit dengan mesin.

Kelas-kelas tersebut tidak dihadiri secara sembunyi-sembunyi oleh orang-orang berkerah tinggi yang memakai kacamata hitam, berharap menyembunyikan identitas mereka.

Sebaliknya: kelas-kelas tersebut sangat ramai dan dihadiri dengan semangat oleh para murid dari gender apa pun.

Bagaimana testimoni tentang kebangkitan keterampilan yang populer ini?

Sebenarnya, Anda bisa belajar menjahit dengan Simon Henry, penulis buku The Little Black Dress.

Dia adalah bukti kuat bahwa laki-laki bisa unggul di ruang jahit!

Tetap saja, jika Anda melihat profil guru menjahit di Kelas Menjahit Saya Anda akan menemukan bahwa sebagian besar guru adalah perempuan.

Kenapa laki-laki masih menolak daya tarik aktivitas ini masih menjadi misteri!

Mungkin mereka takut diejek – sahut Billy Elliot. Mungkin, di masa ketika semua orang sama, beberapa lelaki ingin tampil menonjol dengan tidak mengikuti tren yang populer.

Mungkin mereka takut jarum… SEMUA jenis jarum, bahkan jarum yang menempel pada bantal jarum!

Bukankah itu alasan yang gila untuk menghindari kesempatan yang santai dan berpotensi menguntungkan untuk belajar teknik menjahit?

Beberapa nama besar dalam bidang pakaian, adalah nama-nama pria – sebagaimana yang akan kita bahas sesaat lagi, tidak belajar benang dan jarum di pangkuan nenek mereka.

Mereka belajar teknik melalui tutorial menjahit dan, meskipun beberapa orang belum pernah mengikuti lebih dari satu kelas menjahit, mereka masih menonjol di industri pakaian.

Tren lain yang menunjukkan kebangkitan belajar cara menjahit: penjualan mesin jahit Singer, Brother, dan Bernina.

Pada pergantian abad, konsumen yang membeli alat jahit dan pasokan jahit cenderung orang-orang berusia emas (dan perempuan).

Hari ini, kita melihat orang-orang paruh baya, orang-orang di usia 30-an dan 40-an, dari semua gender, menghantui tempat perlengkapan jahit, membeli kain dan pola untuk proyek menjahit pemula mereka.

Bahkan para remaja mencari pola menjahit gratis, mengklaim status mereka sebagai pemula di dunia menjahit.

Bersemangat memulai, mereka masih mencari kiat-kiat menjahit – bahkan online, sebelum memulai proyek mereka.

Kembali ke topik mesin jahit, sekarang…

Alat yang berkualitas sekarang yaitu:

  • portabel
  • efisien
  • multifungsi
  • terjangkau

Perkakas yang berdiri bebas dengan tapak dan sabuk panjang telah lama berlalu!

Mesin yang beroperasi baik pada arus bolak-balik atau searah, atau yang dikendalikan oleh gerakan meregangkan kaki secara konstan – memberikan arti baru pada sepatu jahit!

Peralatan yang membutuhkan pembelian aksesori tambahan untuk lubang kancing, dan tidak bisa melakukan banyak hal selain menggoyangkan jarumnya ke atas dan ke bawah, ke dalam wadah spul.

Mesin saat ini dapat menyulam, menjahit jelujur… melakukan segala macam jahitan!

Tusuk cambuk dan tusuk selip, jahitan lurus dan tusuk balik: itu mudah sekali dibuat ketika melakukan interfacing bahkan dengan mesin jahit dasar.

Berkat harga yang lebih murah, dan mungkin karena mesin jahit terbaik yang tersedia saat ini dikomputerisasi, anak-anak muda, sangat mahir dengan teknologi, menjahit kelim tidak seperti sebelumnya!

Tahukah Anda apa itu tusuk lilit? Atau cara menjahit kupnat? Pernahkah Anda menggunakan pendedel?

Anda bisa mulai mengikuti kelas menjahit Medan di sini.

penjahit bisa bekerja di industri besar
Legenda industri fesyen ini membuka pintu bagi banyak perancang lainnya! Sumber : Unsplash

Para Lelaki Ini Akan Membuat Anda Tetap Menjahit

Menjahit pakaian, itu saja.

Kami membicarakan tentang dunia desain rok, gaun, dan dompet.

Disayangkan tetapi benar: beberapa nama besar dalam fesyen wanita adalah nama-nama pria.

Para wanita sedang mengejar. Tidak lama lagi, ini akan menjadi lapangan bermain yang setara. Atau haruskah kita bilang meja jahit?

Tidak ada label dalam desain fesyen. Setidaknya, tidak ada label gender.

Berikut beberapa nama – laki-laki – teratas yang telah membuat jejaknya, tidak sebagai penjahit wanita, tetapi sebagai pembuat pakaian.

Visi dan kreativitas mereka telah menyegarkan makna fesyen.

Valentino Garavani bermain di film The Devil Wears Prada.

Perancang Italia ini mempelajari semuanya dari menjahit untuk pemula dab cara memasang benang pada semua jenis jarum, hingga penempatan hiasan dan applique yang efektif saat masih di sekolah.

Melampaui masa ketika sebagian besar dari kita akan mempertimbangkan pensiun, dia sibuk membuat kerajinan musim seminya.

Karl Lagerfeld adalah salah satu orang paling sibuk di dunia fesyen!

Selain menjadi direktur artistik untuk Chanel, dia merancang mereknya sendiri, dan label Italianya Fendi.

Pekerja tanpa Lelah ini, sibuk karena ia mengelola tidak kurang dari tiga rumah fesyen, masih menggunakan waktu untuk mengedit buku menjahit dan mengawasi pemotretan.

Tom Ford tidak ada kaitannya dengan Agensi Model Ford.

Pernah menjadi perancang artistik untuk Gucci dan Yves Saint Laurent, orang Amerika yang giat ini memulai labelnya sendiri, membuat pakaian untuk orang-orang terkenal seperti Beyonce dan Johnny Depp.

Pakaiannya juga ditampilkan di ketiga film Bond milik Daniel Craig!

Sekarang Anda bisa menikmati film artis serba bis aini: dia telah merambah ke industri film sebagai penulis skenario dan sutradara film.

Giorgio Armani utamanya dikenal karena pakaian pria buatannya, tetapi semakin meningkat, telah merambah ke parfum dan pakaian olahraga.

Dia adalah salah satu perancang paling inovatif di dunia fesyen!

Dia tidak hanya membuat pakaian untuk Lady Gaga untuk tur Monster Ball-nya, tetapi juga yang pertama kali melarang model kurus dan mengumumkan koleksinya langsung secara online (Musim Semi 2007).

Dia sangat terkenal karena jahitannya yang bersih dan rapi serta hasil akhir yang elegan.

Temukan bagaimana Anda bisa belajar menjahit dari nama-nama besar di dunia fesyen!

set jahit untuk pemula
Anda bisa memupuk kecintaan Anda terhadap menjahit dengan perlengkapan menjahit pemula. Sumber : Upsplash

Konsep Menjahit untuk Kelas Menjahit Anda

Setelah membaca artikel ini, Anda pasti telah menyimpulkan bahwa menjahit dan membuat pola adalah diperuntukkan bagi semua gender.

Semakin banyak, orang beralih ke ciptaan individu – tusuk jelujur di tepi kehidupan media sosial kita.

Sebenarnya, menjahit menopang peradaban: melalui sewing bees dan quilting bees, penggemar menjahit membagikan semuanya dari dasar hingga trik piping dan proyek mudah lainnya.

Jika Anda kerap berlama-lama di toko kain, atau bertanya-tanya apa itu rotary cutter, jangan malu!

Menjadi penjahit itu mudah.

Yang Anda butuhkan adalah gunting, jarum jahit, dan benang jahit. Atau Anda bisa membeli seluruh perlengkapan menjahit!

Belilah pola untuk celana, rok, gaun, dan sebagainya, Anda akan terlibat dalam menjahit kreatif, mengekspresikan selera gaya Anda di semua yang Anda kenakan.

Pelajari semua terminologi yang berkaitan dengan menjahit

Cari tahu lebih banyak tentang menjahit Prancis.

Temukan semuanya tentang pakaian adibusana.

Butuh guru Menjahit ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang