“Hanya ada satu hal berharga dalam seni: hal yang tidak bisa Anda jelaskan.” - Georges Braque

Dari Mural hingga lukisan cat minyak, dunia seni telah banyak berubah seiring waktu. Dengan gerakan-gerakan seperti klasisisme, romantisisme, simbolisme, lukisan Flemish, seni pop, dll., dunia seni secara nasional maupun internasional telah sangat berubah sejak “The Raft of the Medusa”, “Guernica”, dan “The Mona Lisa”.

Galeri seni adalah salah satu tempat wisata paling populer di Inggris. Sekarang Anda bisa menemukan atau menemukan kembali seniman Inggris, pelukis renaisans Italia, atau kanvas kubis. Anda bisa mengunjungi National Portrait Gallery, the Tate Modern, dll.

Di artikel ini, kita akan melihat lukisan sepanjang sejarah: lukisan prasejarah di gua, lukisan selama Abad Kuno dan Abad Pertengahan, Renaisans, Barok dan Rokoko, Neo-klasisisme dan Realisme, serta seni modern dan kontemporer.

Tersedia guru-guru Melukis terbaik
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (40 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Jihan
5
5 (16 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Max
5
5 (6 ulasan)
Max
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (7 ulasan)
Rianti
Rp95,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hadi
5
5 (10 ulasan)
Hadi
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Diadjeng mustika putri
5
5 (20 ulasan)
Diadjeng mustika putri
Rp37,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (40 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Jihan
5
5 (16 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Max
5
5 (6 ulasan)
Max
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (7 ulasan)
Rianti
Rp95,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hadi
5
5 (10 ulasan)
Hadi
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Diadjeng mustika putri
5
5 (20 ulasan)
Diadjeng mustika putri
Rp37,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Lukisan Prasejarah

Melukis jauh lebih tua dari yang Anda kira. Manusia gua mulai melukis selama periode Magdalenian antara 17.000 dan 10.000 SM. Secara umum, orang-orang melukis dengan tiga warna, hitam arang, oker merah, dan oker kuning. Warna-warna ini berasal dari mangan dan besi.

Lukisan Prasejarah didalam goa
Lukisan yang ada didalam dinding gua.

Pada masa itu, Anda tidak akan menemukan lukisan potret atau benda mati. Sebenarnya, orang-orang prasejarah umumnya melukis binatang seperti kuda, bison, dan mammoth.

Untuk memberikan kedalaman pada karya mereka, mereka akan menggunakan tonjolan dan cekungan dinding tempat mereka melukis.

Baik itu adalah ritual atau ekspresi artistik, para pelukis ini masih merupakan objek dari banyak penelitian arkeologi. Kebanyakan lukisan gua ditemukan di Prancis dan Spanyol dengan gua Lascaux di Prancis yang paling populer dikunjungi orang.

Memahami Apa yang Mewakili Lukisan Sejarah

Di dunia kita, kita punya seluruh industri yang dibangun untuk mempercantik ruang hidup kita. Dekorasi interior, perbaikan dan renovasi rumah; toko-toko yang menjual barang-barang itu, pabrik yang membuatnya, dan acara televisi yang mempromosikannya, serta proyek-proyek swakarya.

Kemudian, ada orang-orang yang telah membangun karir mereka untuk mendekorasi rumah orang lain. Apakah ini semua gejala fase baru evolusi manusia?

Tidak. Seperti yang dibuktikan oleh lukisan-lukisan Gua Lascaux, desain interior telah ada sejak lama. Namun, baru sekitar satu abad terakhir ini berkembang menjadi serangkaian industri yang saling melengkapi.

Untuk sebagian besar keberadaan manusia yang beradab, hanya yang terkaya dan rumah-rumah ibadah yang mampu membeli karpet, permadani, lukisan, dan perawatan jendela; jendela, dinding, dan lantai tempat tinggal yang lebih miskin biasanya dibiarkan tanpa hiasan.

Itu bukan berarti orang-orang yang tidak lahir di keluarga bangsawan tidak menginginkan sentuhan dekoratif.

Ketika banyak orang mengasosiasikan seni dengan budaya – karene menjadi cerminan budaya, ada alasan yang lebih dalam dan mendasar mengapa kita ingin mempercantik lingkungan hidup kita.

Manusia Menginginkan Keindahan

Kita bukan satu-satunya binatang yang mendambakan citra visual yang menarik; pikirkan semua contoh pada alam yang terbukti: kemegahan surai singa, keagungan ekor merak atau warna dan pola sayap kupu-kupu, itu baru menyebutkan tiga.

Memang, jika seekor merak tidak cukup mengesankan dalam penampilannya, para betina akan menghindari rayuan mereka. Hal yang sama berlaku untuk setiap spesies.

Apakah kita mereduksi lukisan gua tertua di dunia menjadi serangkaian gambar yang menarik secara visual, yang digambar saat penghuni gua itu tidak punya pekerjaan lain?

Tanpa maksud tertentu. Ceritanya lebih dari sekadar itu.

Arkeolog dan sosiolog telah menarik garis lurus antara karya seni Lascaux Cave dan suku Bushmen di Afrika selatan. Mereka menyimpulkan bahwa seni ini bersifat spiritual, mungkin digores saat sedang kerasukan.

Mereka juga menganggap pasangan hewan itu penting. Analisis menunjukkan hewan yang lebih lembut seperti kuda dan rusa cenderung berkelompok, sedangkan hewan yang lebih agresif seperti bison dan auroch digambarkan lebih konfrontatif.

Lukisan Selama Abad Kuno

Lukisan telah berkembang dari waktu ke waktu tetapi landasannya tetap ada. Selama abad kuno, orang-orang Yunani melukis dinding vila-vila mereka dan karya arsitektur lainnya. Mereka secara umum melukis gambar manusia, binatang, atau karya religius yang merincikan ritual dan sesembahan.

Lukisan Yunani juga terkenal muncul di keramik. Merah dan hitam secara umum digunakan untuk melukis gambar kehidupan sehari-hari Yunani.

Gaya ini juga memengaruhi lukisan Romawi. Di Italia, para pelukis mendekorasi vila-vila mereka dengan lanskap, menciptakan beberapa ilusi optik paling awal.

Bagaimana Lukisan Berkembang Selama Abad Kuno

Dalam hal kreasi seni seperti hampir di semua hal, orang-orang Yunani yang terdepan.

Awalnya, pada periode Archaic, lukisan mereka menampilkan subjek dalam pose yang agak formal, berdiri tegak dengan setidaknya satu tangan tergantung di sisi mereka. Patung-patung mengikuti pola-pola serupa.

Periode Klasik mengikuti periode Archanic. Seni Yunani Klasik menunjukkan subjek yang lebih santai, terkedang bahkan dalam pose aktif, memegang persenjataan atau alat musik. Patung-patung mengikuti tren seni lukis; Zeus di Olympia adalah contoh yang sempurna.

Era Helenistik menyaksikan perluasan material subjek. Sebelumnya, hanya tokoh-tokoh yang dihormati yang diubah menjadi seni: dewa dan dewi, negarawan dan tentara. Penaklukan wilayah yang terus menerus membawa seniman pada zaman itu kekayaan material baru untuk dilukis dan dipahat; kini, wanita dan anak-anak ‘biasa’ juga dilukis dengan kuas seniman.

Hades Abducting Persephone adalah lukisan dinding yang dilukis di sebuah makam kerajaan di Makedonia yang tidak hanya menggambarkan pemandangan yang utuh – kereta yang ditarik kuda dengan Hades yang berusaha menahan korban penculikannya yang sedang panik, sementara ibunya terlihat cemas dan yang lainnya berusaha untuk menyingkir.

Tingkat detail – hingga ikal Hades yang berapi-api dan tingkat pengerjaannya membuktikan sejauh mana seni lukis telah berkembang. Lukisan ini juga menampilkan kapasitas manusia dalam bercerita dan kebutuhan kita akan mitologi.

Periode Helenistik juga membawa unsur lanskap ke permukaan.

Hingga kemudian sebagian besar hilang sebagai unsur artistik, jalur yang menggambarkan lanskap umumnya dianggap mencerminkan cerita penulis Helenistik; cerita-ceritat tersebut sering ditampilkan dalam rumah yang lebih kaya sebagai alat pendidikan.

Mosaik dan seni pahat juga menonjol pada periode Helenistik; Venus de Milo mungkin adalah patung paling terkenal pada masa itu.

naskah dan nyanyian gereja oleh Hans Braxmeier dari Pixabay
Lukisan dan nyanyian ini oleh Hans Braxmeier dari Pixabay yang memiliki gaya yang rumit.

Abad Pertengahan dan Naskah

Lukisan pada Abad Pertengahan sangat jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, lukisan tersebut hanya digunakan untuk menggambarkan naskah seperti Book of Hours, buku renungan Kristen yang merinci kapan dan bagaimana pengikut harus berdoa.

Naskah beriluminasi adalah salah satu contoh seni Abad Pertengahan yang paling umum. Tidak lama kemudian, para seniman mulai melukis pada papan kayu. Perkamen masih digunakan tetapi panel kayu akan digunakan sebagai kanvas. Para seniman berusaha menangani perspektif dalam karya-karya mereka. Giotto di Bondone dan Cimabue adalah dua di antara para pelukis Abad Pertengahan paling terkenal.

Bentuk Seni Lainnya di Abad Pertengahan

Ketika para pelukis mengeluh karena kurangnya bahan untuk dilukis atau kurangnya patron untuk mendukung seni mereka, jalan ekspresi artistik lainnya berkembang selama periode ini.

Teknik mosaik, pertama kali dieskplorasi selama periode Helenistik, berkembang pesat selama era ini. Dengan lebih banyak warna dan materi subjek yang lebih beragam untuk digambarkan, para seniman Bizantium terutama mengembangkan bakat mereka untuk teknik mosaik.

Mosaik Bizantium memiliki rasa yang sangat religius namun bentuk seni ini tidak hanya diturunkan di gereja. Bangunan-bangunan lain yang dindingnya tidak cocok untuk lukisan atau perhiasan lain dengan mudah mendukung lapisan mosaik.

Sayangnya, banyaknya ketidaksepakatan tentang apakah penggambaran tokoh agama harus ada menyebabkan kehancuran sebagian besar seni mosaik tersebut dari masa itu.

Para Bizantium memanfaatkan sebagian besar ubin bertatahkan dan lukisan fresco mereka untuk mengambil alih tempat dekorasi ditinggalkan.

Lukisan dinding abad pertengahan menggambarkan keseluruhan cerita, biasanya religius, dan dilukis di hampir setiap permukaan yang memungkinkan, termasuk langit-langit gereja.

Karena jaminan keabadian mereka – fresco dilukis pada plesteran kapur yang masih basah sehingga, ketika dinding kering, cat menyatu dengan tembok itu sendiri, metode melukis ini segera menjadi favorit di seluruh Eropa.

Ketika Bizantium dan Karoling memojokkan pasar dengan lukisan dan mosaik, orang Anglos beralih ke karya logam sebagai media ekspresi artistik mereka.

Karya seni Anglo-Saxon rumit, detail, rumit, dan cerah. Perhiasan, baju besi, dan bahkan hiasan dinding dibuat dengan terampil dari emas, perak dan, pada tingkat yang lebih rendah, perunggu dipoles dengan kilau tinggi.

Temukan kursus melukis Jakarta terbaik di Superprof sekarang.

Tersedia guru-guru Melukis terbaik
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (40 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Jihan
5
5 (16 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Max
5
5 (6 ulasan)
Max
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (7 ulasan)
Rianti
Rp95,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hadi
5
5 (10 ulasan)
Hadi
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Diadjeng mustika putri
5
5 (20 ulasan)
Diadjeng mustika putri
Rp37,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (40 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Jihan
5
5 (16 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Max
5
5 (6 ulasan)
Max
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Dayna fitria
5
5 (10 ulasan)
Dayna fitria
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Rianti
5
5 (7 ulasan)
Rianti
Rp95,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Hadi
5
5 (10 ulasan)
Hadi
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Diadjeng mustika putri
5
5 (20 ulasan)
Diadjeng mustika putri
Rp37,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Renaisans dan Awal Mula Kanvas

Periode Renaisans adalah revolusi lukisan. Para pelukis mulai beralih dari gambar religius tunggal dan mulai melukis dunia di sekeliling mereka serta potret.

Leonardo da Vinci membawa sains ke dalam seni. Da Vindi menggunakan sains untuk membantunya mempelajari anatomi manusia dan melukis orang dengan lebih realistis.

Kanvas mengubah cara lukisan itu dibuat. Ketika penyangga kayu masih digunakan, semakin banyak seniman yang beralih ke kanvas. Ini juga merupakan awal mula lukisan dengan kuda-kuda.

Perspektif mulai muncul dalam lukisan. Fra Angelico, Andrea Mantegna, Le Tintoret, Sandro Botticelli, Raphael, Leonardo da Vinci, Michaelangelo, para seniman paling terkenal saat itu adalah orang Italia. Namun, sekolah Belanda juga membuat namanya terkenal. Di Eropa utara, ada pelukis-pelukis seperti Lucas Cranach the Elder dan Pieter Bruegel the Elder.

Reinasans Tertinggi berlangsung antara tahun 1500 dan 1530 dan dianggap sebagai puncak lukisan. Leonardo da Vinci pindah ke Prancis di bawah utusan Francis I dari Prancis dan menciptakan sfumato yang memungkinkannya melembutkan transisi antar warna. Para seniman beralih ke mannerism. Ini menandai awal periode Barok.

Lukisan Fra Angelio
Contoh Lukisan Renaisans dari pelukis Fra Angelio

Temukan lebih banyak tentang para seniman hebat sepanjang masa.

Lukisan Barok dan Rokoko

Pada awal abad ke-17, para pelukis mulai beralih dari lukisan renaisans, memunculkan
lukisan Barok.

Beberapa yaitu:

  • Caravaggio
  • Rembrandt
  • Rubens
  • Vélasquez
  • Poussin
  • Georges de la Tour
  • Vermeer

Karya Caravaggio sangat mewakili lukisan Barok. Tidak seperti karya-karya Renaisans, lukisan Barok menggambarkan adegan yang suram dan tragis. Para senimannya secara teratur bermain dengan cahaya dan bayangan untuk membangkitkan emosi dalam karya tersebut.

Sejarawan seni mencatat bahwa teknik chiaroscuro memberikan kesan bahwa subjek diterangi oleh cahaya lilin. Ada penggunaan kontras yang kuat.

Kemudian, gaya Rokoko menyerbu Eropa. Ini adalah gaya yang lebih ringan yang terkadang erotis. Gaya dekoratif ini digunakan untuk furnitur dan gaya Rokoko sering ditemukan di istana kerajaan dan kaum bangsawan. Watteau, Chardin, dan Fragonard di Prancis adalah pembawa standar untuk gaya tersebut.

Bergabung di beberapa kelas melukis yang terdaftar di Superprof.

Dari Neo-Klasisisme hingga Realisme

Abad ke-19 adalah waktu yang bergejolak untuk gerakan artistik. Gaya dan gerakan menjadi subur dan cepat dan abad ini adalah salah satu abad yang paling penting dalam sejarah seni.

Neo-Klasisisme dan Jacques-Louis David

Menjelang akhir abad ke-18, banyak banyak pelukis mendambakan kembali ke kesederhanaan. Kesembronoan gaya Rococo dan kegelapan periode Barok membuat pelukis ingin kembali ke lukisan klasik. Di Zaman Pencerahan, gerakan Neo-klasisisme muncul ketika reruntuhan Pompeii ditemukan. Gaya kuno bertindak sebagai model untuk seniman-seniman yang ingin kembali ke akar mereka.

Gerakan ini membuka jalan bagi Romantisisme.

Romantisisme Eugène Delacroix

Gerakan Romantisisme adalah salah satu gerakan artistik terpenting dalam sejarah seni. Para pelukis besar seperti Eugène Delacroix, Théodore Géricault, dan Francisco de Goya adalah bagian dari gerakan yang membangkitkan emosi kuat serta melankolis. Kanvas tersebut seringkali merepresentasikan kejadian bencana alam. Gerakan tersebut mewakili keinginan untuk menunjukkan bahwa alam lebih kuat daripada kemanusiaan. Ada kanvas pembantaian, bangkai kapal, dll.

Karya Seni Courbet
Karya Courbet yang menggambarkan tentang keadaan sosial pada masa itu.

Gustave Courbet dan Realisme

Berperan sebagai pendukung fotografi, gerakan Realis cenderung menggambarkan kejadian nyata. Jauh dari imajinasi dan estetika gerakan Romantis, para pelukis Realis di abad ke-19 ingin menunjukkan manusia di tengah-tengah karya mereka. Perubahan sosial, kehidupan sehari-hari, kemunculan mesin, dll. Para pelukis Realis menunjukkan kehidupan dengan
ketepatan yang sama dengan fotografi (sebelum ditemukan).

Begitu fotografi sampai pada akhir abad ke-19, para seniman tidak lagi perlu melukis secara realistis. Sedikit demi sedikit, lukisan menjadi alat berekspresi.

Lukisan Modern dan Kontemporer

Pada tahun 1872, “Impression, Sunrise” milik Claude Monet ditunjukkan di Salon de Refusés. Jauh dari gaya akademis pada masa itu, lukisan itu diolok-olok dan diejek secara kejam oleh para kritikus. Sebuah lukisan yang menunjukkan kejadian sehari-hari daripada peristiwa mendalam yang secara teratur ditunjukkan dalam lukisan sepanjang sejarah.

Gerakan impresionis lahir. Sebenarnya, impresionisme mengambil namanya dari lukisan karya Monet, “Impression, Sunrise”.

Yang terjadi selanjutnya adalah banyak seniman melukis dengan pola pikir yang berbeda. Cézanne, Gauguin, dan Vincent van Gogh terus melukis semua jenis lanskap dan benda mati. Fauvisme dan Sekolah Pont-Aven memperkuat gagasan bahwa seni modern akan tetap ada.

Beberapa tahun kemudian, lukisan kontemporer akan muncul bersama dengan Pablo Picasso yang terkenal. Dengan lukisannya “The Demoiselles d’Avignon”, Picasso membuat jejanya dalam dunia seni dengan karya dekonstruksi yang tidak memiliki perspektif atau proporsi manusia yang akurat. Sehingga, seniman tersebut meletakkan dasar untuk Kubisme.

Bersama dengan temannya Georges Braque, dia mendorong seni sampai ke batasnya. Kemudian muncul seni Abstrak dari Kandinsky, Dadaisme dengan Marcel Duchamp dan Francis Picabia, serta Dali dan Magritte dengan surealisme. Pergerakan artistik yang selamanya akan mengubah lanskap abad ke-20 dan memengaruhi para seniman saat ini.

Gerakan Seni yang Hampir Tidak Terdaftar dan Beberapa yang Terdaftar

Akhir abad ke-19 terdapat ledakan ekspresi artistik, terutapa pada kanvas. Beberapa gerakan seni itu membuat dampak yang bertahan tentang bagaimana seni dilihat, sedangkan yang lainnya mendefinisikan ulang konsep tentang apa yang bisa disebut seni.

Fauvisme adalah gerakan seni Paris awal abad ke-20 yang hanya bertahan sekitar tiga tahun. Penganut Fauvisme – para pelukis muda dan liar menghindari representasi standar yang khas pada masa itu, dan malah merangkul warna-warna yang mustahil dan seni lukis yang tidak menentu.

Meskipun umurnya pendek, Fauvisme dikatakan telah mempengaruhi arah seni.

Di belakang Fauvisme muncul Kubisme, gerakan yang berumur lebih lama dan lebih menonjol yang dipelopori oleh Pablo Picasso. Karya proto-kubisnya yang paling terkenal, Les Demoiselles D’Avignon lebih mengejutkan bagi subjeknya daripada gaya avant-garde-nya. Banyak anggapan bahwa gerakan kubisme menggemakan periode ketika seni mosaik banyak dicari. Memang, kritikus seni Jean Béral mengomentari lukisan salah satu kubisme yang karyanya memberi kesan mosaic.

Sekitar tahun 1917, ketika pengaruh kubis menyusut, Dadaisme menjadi terkenal.

Tidak ada yang tahu persis dari mana istilah nama gerakan ini – beberapa orang menduga bahwa istilah itu berasal dari deskripsi anak-anak Prancis tentang menaiki kuda mainan.

Fokus penganut Dadaisme menunjukkan hal-hal yang tak masuk akal. Para seniman Dada menolak konvensi, logika, dan penalaran; tujuan mereka adalah untuk mengungkap irasionalitas semuanya dari kapitalisme hingga estetika.

Gerakan seni ini jauh melampaui lukisan; memang, mereka meminjam dari gerakan Kubisme untuk menciptakan membuat kolase dan lanjut mengeksplorasi penggunaan ruang melalui pemasangan seni dan montase yang menggambarkan elemen yang tidak mungkin di samping pemandangan sehari-hari.

Seniman Dada terkemuka mencakup Louis Aragon, Paul Dermee, Celine Arnaut dan Andre Breton.

Dalam empat tahun gerakan ini berkembang pesat, dari tahun 1916 hingga 1920, seni yang diciptakan itu secara bergiliran dihujat dan dicaci maki. Dalam pergolakan kematiannya, Dadaisme membuka jalan bagi Surealisme, dianggap oleh beberapa orang sebagai bentuk seni yang lebih cocok, dan akhirnya, pasca-modernisme.

Kata terakhir pada Dadaisme: spara seniman musik seperti Alice Cooper dan Frank Zappa sangat terpengaruh oleh konsep dari gerakan seni ini.

Surealisme mengikuti jangkauan yang mencakup semua gerakan Dada. Itu bukan hanya gerakan seni tetap gerakan budaya.

Salvador Dali adalah surealis terkenal, tetapi yang lainnya, termasuk André Breton, bermaksud untuk memperkuat persepsi realita sadar dan bawah sadar menjadi realita absolut.

Saat diinterpretasikan, jam dinding meleleh Dali memiliki makna yang lebih dalam. Kejutan, non-sequitir, dan menghiasi hal biasa dengan elemen luar biasa adalah ciri khas gerakan surealis. Seperti Dadaisme, Surealisme menyentuh setiap aspek ekspresi artistik dari musik hingga literatur; bahkan produksi teater pun tidak kebal terhadap imajinasi surealis.

Gerakan surealis bertahan hingga 30 tahun setelahnya yang, bukan main, ide-ide seni yang lebih konvensional memperoleh daya tarik.

Gerakan pasca-modernisme saat ini menyampaikan lebih banyak nilai sehari-hari. Gerakan ini mengekspresikan ironi dan skeptisisme terhadap ide-ide besar seperti agama dan keterpaduan sosial, lebih memilih wacana daripada minimalis, simbolisme dan kebebasan berekspresi.

Karya seni apa pun yang ingin Anda pelajari atau buat, pertimbangkan untuk mendapatkan guru privat untuk membantu Anda belajar lebih banyak tentang pelukis tertentu, cetakan, pahatan, akrilik, lukisan abstrak, seni rupa, benda mati, lukisan lanskap, cara melakukan potret diri, dll. Selain itu, Anda juga bisa melihat lukisan-lukisan dari berbagai seniman di museum seni.

Ada tiga jenis kursus yang tersedia: tatap muka, online, atau dalam kelompok.

Kursus tatap muka bisa dibilang yang paling efektif tetapi bisa juga cenderung paling mahal. Konon, kursus tersebut biasanya yang harganya paling masuk akal.

Kursus online lebih murah per jam karena gurunya tidak harus membayar biaya transport. Namun, kursus tersebut tidak melibatkan sentuhan fisik karena dilakukan melalui webcam.

Terakhir, kursus dalam kelompok adalah yang paling murah karena semua murid berbagi biaya kursus. Anda bebas memilih salah satu yang cocok untuk Anda.

Butuh guru Melukis ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang