Wajar saja jika ingin mengikuti tren terbaru. Itulah sebabnya kita selalu memperbaruismartphone, setiap ada seri baru yang keluar. Contohnya: memotretmakanan yang dipesan di restoran untuk diupload di media sosial - tren populer seperti itu salah satunya. Tentunyaselalu ada orang yang antimainstream: memilih ponsel lipat dengan kemampuan digital yang minim. Cukup aneh, dan dalam kasus tertentu, bisa menjadiviral dan masuk berita populer. Kate Beckinsale adalah salah satu contoh orang yang memilih ponsel jadul; bukan smartphone! Apa hubungannya dengan kamera dan fotografi? Yah, hanya saja ada banyak orang yang mendambakan gadget terbaru, mengeluarkan uang untuk sesuatu yang mungkin tidak bisa dimanfaatkansepenuhnya. Di sisi lain, ada orang-orang yang lebih suka barang-barang yang sudah ketinggalan jaman:sudah jadul. Mungkin memang ada hal-hal dan aktifitas yang sebaiknya ditinggalkan: sekarang saja sudah susah mencari lapangan untuk bermain kasti!Perdebatan di ranahfotografi: film vs digital? Lalu bagaimana dengan fotografi analog? apakah kamera SLR masih diakui di dunia yang semakin digital ini, di mana Photoshop bisa mengedit gambar lebih efisien daripada proses sentuhan darkroom? Kini ijinkan Superprof memberikan paduan dalam bentuk ungkapan yang artistik.

Kelebihan dan Kekurangan Fotografi Digital
Saya harus punya mainan! - Robert DeBeaux
Siapa pun yang terobsesi ingin memiliki kamera terbaru dan terhebat mungkin tidak tahukemampuan apa yang dimiliki kamera itu. Yang perlu diperhatikan: pemilikkamera DSLR yang memotret dengan bagus pada pengaturan otomatis, sebenarnya telah mengabaikan atau mungkin tidak menyadari bahwa mereka bisa mengatur aperture dan waktu pemaparan manual.Mungkin mereka tidak tahu cara mengatur kamera mereka untuk penerangan alami atau fotografi malam... Fotografer yang ahli pada bidangnya akan mengikuti pelatihan atau kelas fotografi untuk memahami kemampuan kamera kompak atau kamera hybrid milik mereka. Fotografer profesional adalah lulusankursus fotografi dengan gelar Sarjana Kehormatan. Setelah bertahun-tahun di universitas, sudah pasti mereka tahu cara menggunakan setiap fitur dan pengaturan kamera. Dan mereka pasti bisa membedakan antara memotret menggunakan film dan memotret digital.
Kamera digital dikelompokkan ke dalam tiga kategori besar: kompak, DSLR dan hybrid.
Meskipun fotografer profesional membawa berbagai jenis kamera, sebagian besar pemotretan komersil menggunakan SLR digital.
Kelebihan Digital SLR
- Kualitas gambar: jika Anda memotret dalam kondisi yang kurang optimal, mungkin fotografi lanskap ketika sedang berawan atau fotografi jalanan saat senja, kamera ini bisa mengimbangi cahaya yang minim sehingga menghasilkan bidikan yang sangat jernih.
Tentunya Anda harus mengatur white balance untuk mengimbangi kondisi cahaya.
- Fokus dan kecepatan rana: kamera ini sangat cepat fokus pada subjek dan bisa digunakan untuk pemotretan ganda per detik.
- Lensa yang bisa diganti: untuk setiap pemotretan, ada lensa yang berbeda!
Contohnya jika Anda seorang fotografer satwa liar, Anda pasti butuhpanjang fokus minimal 300mm. Sebaliknya, jika Anda seorang fotografer makro - memotret gambarperhiasan untuk katalog, misalnya, Anda butuh lensa 30mm agar bisa mendapat semua detail halus dengan bantuan yang tajam.
Kekurangan Digital SLR
Biaya! Pengeluaran untuk alat berkualitas dan semuaperlengkapannya - lensa, filter, baterai cadangan, kartu memori, mono, dan tripod bisa mencapaijutaan rupiah! Apalagi untuk membeli perangkat lunak pengolah gambar, seperti Photoshop atau InDesign, juga dengan sistem komputer yang memiliki kemampuan CPU dan memori yang cukup untuk membuka file RAW atau menjalankan Lightroom... Jika Anda seorang fotografer profesional, atau baru memulaifotografi, mungkin Anda inginmencetak beberapa foto terbaik untuk ditempatkan dalam portofolio, agar dilihat dan dihargai oleh klien Anda. Jika iya, maka Anda butuh printer yang mampu memberikan kualitas dan kedalaman warna yang sama seperti di monitor PC. Dan, Anda harus mengeluarkan uang untuk probekalibrasi agar hasil cetaknya sama seperti gambar di layar komputer Anda. Tidak perlu produk Adobe atau kartu memori untuk pemotretan menggunakan film!

Kelebihan dan Kekurangan Fotografi Film
Pastinya Anda bisa membeli kamera digital point and shoot yang dilengkapi dengan kemampuan zoom minimal, tetapi jenis kamera ini yang paling populer adalah yang menggunakan film. Mungkin yang paling terkenal adalah kamera sekali pakai. Kamera semacam itu masih sangat populer untuk potret candid di acara-acara pernikahan dan pesta ulang tahun. Bahkan Anda bisa membeli kamera khusus untuk acara tertentu: cardboad sleeve nya cocok dengan acara!Selain itu, Anda bisa membeli kamerapoint and shootNikon atau Canon, meskipun sekarang dianggap sebagai perlengkapan kamera vintage.Dan tentunya ada Leica klasik, yang sudah terkenal sebagai peralatan fotografi unggulan! Untuk fotografer menengah dan handal, dan para profesional yang menyukai film sebagai bentuk seni hingga saat ini, ada kamera dan lensa SLR yang berbeda untuk setiap adegan. Tertarik membaca tentang fotografi? Temukan buku-buku fotografi terbaik.
Kelebihan Film SLR
- Percaya atau tidak, film bisa menghasilkan kualitas cetak yang lebih baik daripada kartu memori.
Inilah alasannya: Setiap kamera digital memiliki sensor yang diprogram untuk menyeimbangkan gambar. Jadi, jika Anda seorang fotografer alam yang memotret dedaunan jatuh, kamera Anda bisa mengimbangi setiap warna merah atau kuning yang berlebihan pada lensa dengan cara menyelaraskan warna, sehingga mendekati gambar sesuai sensor. Sebaliknya, film menunjukkan hasil gambar sesuai dengan pengaturan yang Anda buat sebelum memotret.
- Film lebih mampu mengatasimasalah kecil yang berhubungan eksposur dan fokus.
Tentunya hasil gambar bidikan Anda tetap tidak akan bagus jika seseorang menyikut lengan Anda!
- Film memiliki rentang dinamis yang lebih tinggi; sangat cocok untuk pemotretanhitam putih.
Dibandingkan dengan pemotretan film, pemotretan digital hitam putih kelihatan kurang dalam!
- Intinya: biaya awal fotografi filmlebih murah, tetapi orang-orang harus memperhitungkan biaya pengisian stok film dan cara mengembangkan gambar.
Kekurangan Film SLR
Kerugian pemotretan menggunakan film yang paling jelas adalah Anda harus menunggu prosesnya agar bisa melihat apakah ada hasil potret yang bisa dikomersilkan. Yang kedua adalah biaya beli filmterus-menerus dan pengembangannya... dan kepercayaan terhadap laboratorium yang memproses hasil bidikan Anda.
Pemrosesan lab adalah bagian dari pencetakan foto hasil film yang tidak bisa Anda kontrol, dan Anda tidak bisa memperbaiki foto apa pun.
Pertanda zaman: banyak perusahaan sudah menghentikan produksi beberapa jenis film, artinyapilihan yang tersedia sudah berkurang. Hal ini merupakan tantangan bagi fotografer film yang sudah bertahun-tahun setia pada merek tertentu, atau yang gaya seni fotografinya yang harus menggunakan jenis film tertentu.SLR Film cenderung lebihbesar daripada peralatan digital lainnya, dan orang-orang harus memperhatikan cara menyimpan film yang tepat - jauh dari panas dan lembab. Jika Anda seorang wartawan atau fotografer perjalanan, barang yang melewati batas berat sedikit saja bisa bermasalah, terutama ketika bepergianjarak jauh saat bertugas! Sepertinya kita menganakemaskan digital dibanding film, ya? Baca terus sebelum memutuskan! Pelajari tentang sejarah fotografi. Cari kursus fotografi di semua kota besar Indonesia di Superprof:
- Kursus fotografi Jakarta
- Kursus fotografi Bandung
- Kursus fotografi Jogjakarta
- Kursus fotografi Surabaya
- Kelas fotografi Bali

Mempelajari Teknik Close Up
- Siapa pun yang mencari nafkah sebagai fotografer - baik yang bekerjaseni potret diri atau wartawan, semuanya menyarankan bahwa kartu memori bisa disimpan lebih mudah dibandingkan gulungan film.
- Mengunggah gambar digital jelas lebih mudah, dan pengeditan gambar dengan perangkat lunak bisa sangat mudah - asalkan Anda belajar cara menggunakannya.
Ada trik dan tingkat kreativitas tertentu untuk menggunakan Adobe Lightroom dan butuh guru untuk mempelajarinya.
- Di sisi lain, gambar digital tidak memiliki nuansa yang menarik bagi penggemarfotografi film hingga hari ini.
Gambar digital memiliki kualitas seperti wajah Anda: menantang Anda untuk meningkatkan kualitasnya, setelah susah payahmengimbangikekurangannya di dunia nyata. Kita cinta kekurangan itu! Kita butuh kekurangan itu untuk merefleksikan diri kita yang kurang sempurna - yang menjadi tujuan awal perangkat lunak pengeditan foto sejak awal.
Model yang terlalu cantik, terlalu kurus, kulit tanpa cacat dan rambut luar biasa keliatan terlalu berlebihan...
Bukan berartimodel fashion yang dipotret dengan film tidak pernah ditingkatkan hasil gambarnya setelah pemotretan; hanya saja kini menjadi sangat populer dan benar-benar menyebabkan kerugian dengan munculnya pengeditan gambar digital.
- Seorang fotografer profesional yang bekerja dengan peralatan digital bisa memencet tombol ranasesering mungkin dan kartu memori bisa menyimpan gambar yang tak terhitung jumlahnya, sementara pemotretan dengan film perlu pertimbangan matang.
Satu buah rol film hanya punya maksimal 36 eksposur, artinya ketika sedang melakukan pemotretan, memilih subjek dan mengatur cahaya, semuanya butuhpertimbangan yang lebih matang.
Kecuali jika membuang-buang film adalah hobi favorit, fotografer kamera SLR akan mempertimbangkan setiap elemen pemotretan sebelum mengambil satu gambar dengan sangat cermat.
Aspek fotografi film inilah yang merupakan masalah utama ketika memotret menggunakan film.
- Mempelajari cara memotret menggunakanmedia ini membutuhkan setiap insting artistik dan keterampilan fotografi yang mumpuni.
Aturan komposisi, teknik pencahayaan - semuanya!; cara memotret dalam kondisi apa pun: semua ini adalah keterampilan yang sangat penting bagi setiap fotografer, tetapi merupakan beban berat bagi fotografer film.
- Saat ini, semua orang dipersenjatai dengan kamera, dari Smartphone hingga Go Pro, kamera aksi kecil yang terpasang di monopod.
Itulah sebabnya beberapa fotografer kembali ke film: di dunia digital ini, hasil gambar berkualitas menggunakan film adalah saksi bisu hasil keterampilan teknis yang dipadukan dengan seni rupa.
Ini adalah foto asli yang saya rekam di film sendiri - Edgar England, West End Cameras
Beberapa perbandingan fotografi film dan fotografi digital adalah:
- Kasar: gambar film terlihat kurang dipoles - lebih kasar dan nyata daripada gambar yang diambil secara digital
- format: film memiliki rentang dinamis yang lebih tinggi; kamera digital yang memiliki kemampuan serupa jauh lebih mahal
- kontrol: fotografer suka ikut berproses dalam setiap langkah kecil dalam proses pengambilan gambar kreatif, dari menganalisis subjek hingga menentukan ISO pun kecepatan rana
- Seperti berpindah dari mobil gigi manual ke otomatis; dengan mobil gigi manual, Anda bisa mengontrol ketika mengemudi: Anda menyatu dengan mesin.
- Keajaiban melihat hasil gambar yang Anda potret menyeruak diatas kertas dari dalam pemandian kimianya
Bahkan sampai sekarang, keajaiban itulah yang menginspirasi fotografer agar terus semangat mengejar kesempurnaan dalam setiap bidikan.
Mereka adalah jiwa-jiwa yang ketika belajar memotret dengan film, tidak lupa menerapkan teknik fotografi mendasar dengan setiap klik rana.
Mereka lebih fokus pada seni, tidak sering bolak-balik mengecek layar LCD kamera setiap selesai membidik, serta menghapus seperlunya. Melalui film, hasrat mereka untuk mendapatkan hasil gambar yang murni dan meningkatkan kemampuan "bercerita" telah terpenuhi. Apakah fotografi filmcocok untuk Anda? Anda tidak akan tahu sampai Anda mencoba sendiri. Mengapa tidak mendaftar ikut kursus fotografi atau pelatihan; mengembangkan diri: merasa kagum saat foto Anda muncul dari kertas kosong. SelidikiProyek Fotografi Film; menjadi pengikut dan membantu menjaga seni ini tetap hidup dan tetap eksis di era digital ini. Siapa tahu? Setelah berkutat dengan kamera digital selama ini, ternyata Anda punya passion sebagai seorang fotografer film yang terpendam! Temukan 20 kutipan terkenal fotografi!
Ringkaskan dengan AI









