Ruang angkasa – dengan tata surya, galaksi, bintang, dan planetnya – adalah sesuatu yang menakjubkan dalam keluasan dan kompleksitasnya. Dengan banyaknya hal yang perlu diketahui – dan dengan sangat sedikitnya pengetahuan kita – daya tarik itu sangat bisa dipahami.

Apa itu lubang hitam? Apa yang sebenarnya menyebabkan Big Bang? Bagaimana sebenarnya gaya gravitasi bekerja? Akankah perjalanan galaksi mungkin terjadi? Semua pertanyaan-pertanyaan ini yang Anda ajukan sendiri saat kecil tidak menjadi semakin jelas ketika Anda semakin dewasa. Memang, pemikir terbesar dalam sains – astronom dan ahli fisika – juga belum tentu punya jawaban untuk Anda.

Itu karena, sungguh, kita cukup baru dalam permainan menyelidiki alam semesta. Tentu, kita pikir kita punya beberapa teleskop yang bagus, kita sedikit tahu tentang pembentukan bintang, dan kita baru saja mengamati gelombang gravitasi. Namun, siapa pun yang mengetahui sesuatu tentang hal ini akan memberi tahu Anda bahwa kita hanya menggaruk permukaannya. Masih ada banyak hal yang perlu diketahui.

Dan inilah mengapa industri ruang angkasa sangat sibuk – dan mengapa ada lebih banyak pekerjaan dalam studi dan penelitian ruang angkasa daripada yang Anda pikirkan.

Di sini, kita akan melihat tiga disiplin utama di dalam ilmu ruang angkasa: kosmologi, astronomi, dan astrofisika. Karena, meskipun ketiga peran tersebut saling tumpang tindih dan mengambil inspirasi dari satu sama lain, ketiganya sebenarnya sedikit berbeda. Dan penggemar ruang angkasa mana pun harus tahu perbedaannya.

Mari kita lihat.

Temukan semua yang perlu Anda ketahui tentang astronomi di sini.

Keindahaan Bimasakti
Sangat Ingin Menikmati Indahnya Bimasakti Keluarlah dari gemerlapnya kota, maka kamu akan menemukan keindahaan yang suguhkan oleh Bimasakti.
Tersedia guru-guru Fisika terbaik
Kursus pertama gratis!
Khamid
4,9
4,9 (23 ulasan)
Khamid
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Samhan
5
5 (30 ulasan)
Samhan
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Anastasia
4,9
4,9 (13 ulasan)
Anastasia
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
M taufiq
5
5 (28 ulasan)
M taufiq
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Vinka
5
5 (9 ulasan)
Vinka
Rp35,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Khamid
4,9
4,9 (23 ulasan)
Khamid
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Samhan
5
5 (30 ulasan)
Samhan
Rp30,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Anastasia
4,9
4,9 (13 ulasan)
Anastasia
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis!
M taufiq
5
5 (28 ulasan)
M taufiq
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (30 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Vinka
5
5 (9 ulasan)
Vinka
Rp35,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Siti
5
5 (21 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Apa Perbedaan Utama antara Kosmologi, Astronomi, dan Astrofisika?

Tiga disiplin utama yang terlibat dalam ilmu ruang angkasa adalah astronomi, astrofisika, dan kosmologi. Dan, seperti yang kami katakan, meskipun ketiganya sangat symbiosis – dalam arti bahwa seorang kosmolog tidak bisa melakukan pekerjaannya tanpa data yang diberikan oleh seorang astrofisikawan – perbedaan antara ketiga disiplin tersebut sangat penting.

Bayangkan seorang filsuf. Mungkin ia utamanya menulis teori politik. Namun, untuk sampai pada teorinya, ia harus mengamati dunia di sekelilingnya – apa yang terjadi, di mana, dan oleh siapa – dan ia harus melihat mekanisme tersembunyi di balik tren politik ini. Apa dampak ekonomi pada politik ini? Atau dampak perubahan iklim? Atau dampak agama?

Analisis serupa dapat dilakukan untuk ilmu ruang angkasa.

Kosmolog mempelajari asal-usul dan perkembangan alam semesta – dari Big Bang hingga perluasan abadi alam semesta.

Namun, mereka mendapatkan banyak data dari astronom. Astronom menggunakan teknik pengamatannya untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menggambarkan benda langit – bintang dan benda planet.

Dan mereka juga akan mendapatkan data dari astrofisikawan. Jika astronomi berdasarkan ilmu ruang angkasa secara umum, astrofisikawan berusaha menjelaskan proses yang membentuk alam semesta sebagaimana jadinya. Astrofisika merupakan subkategori dari astronomi – namun, tempat astronom akan melihat karakter kimiawi planet, astrofisikawan akan melihat secara eksklusif pada fisika ruang angkasa.

Seperti filsuf politik analog, seseorang yang mempelajari ruang angkasa tidak membatasi diri mereka pada salah satu dari tiga disiplin ini. Malah, kosmologi, astrofisika, dan astronomi adalah apa yang orang lakukan, ketimbang sesuatu yang apa adanya begitu.

Sekarang mari kita bahas disiplin ini satu per satu.

Periksa beberapa penemuan paling penting dalam astronomi.

Apa Itu Astronomi?

Mari kita mulai dengan astronomi. Ini mungkin disiplin yang paling luas, karena dalam banyak cara, ini merupakan istilah payung yang mencakup disiplin lainnya. Astrofisika pada dasarnya adalah astronomi, sedangkan kosmologi menggabungkan pengetahuan astronomi tentang tata surya, galaksi, dan alam semesta dengan filososfi.

Kita Telah Mempelajari Astronomi Sejak Awal Mula Manusia

Astronomi itu kuno; ada bukti bahwa astronomi telah dipelajari selama awal manusia hidup. Karena Anda tidak butuh teleskop ruang angkasa besar untuk menjadi astronom. Anda juga tidak perlu teleskop untuk mengamati Bimasakti, benda langit seperti komet dan asteroid, dan sistem planet dan orbitnya.

Karena ini adalah hal-hal yang menjadi objek studi astronom. Dan metodologi pengamatannya masih metode yang digunakan astronom – hanya dengan cara yang lebih canggih.

Orang Yunani kuno hebat dalam astronomi. Aristarchus dari Samos, pada abad ke-3 SM, misalnya, telah mengetahui bahwa Bumi mengelilingi Matahari – sesuatu yang belum dikonfirmasi ilmuwan hingga abad ke-17. Sedangkan, Eratosthenes menggunakan bayangan untuk mengukur ukuran bumi – sesuatu yang ia lakukan dengan akurasi luar biasa.

Dan saat kita semua tahu tentang Orang Yunani, kalender tertua yang kita tahu telah ditemukan di Aberdeenshire, Skotlandia. Dikenal sebagai kalender Warren Field, kalender itu terbuat dari dua belas lubang yang berhubungan dengan fase bulan. Kalender tersebut diperkirakan berusia sepuluh ribu tahun.

Cek guru matematika fisika yang bagus di sini.

Dunia Astronomi
Hal yang dangkal ini didasarkan pada astronomi.

Astronomi Saat Ini

Dalam hal ini, investigasi apa pun terkait planet dan alam semesta – termasuk mengamati bintang dan studi apa pun yang berkaitan – masuk dalam astronomi.

Saat ini, kita hanya memiliki instrumen yang lebih baik untuk melakukan investigasi semacam itu. Kita lanjut menemukan planet, bintang, dan bahkan galaksi baru, sementara pada tahun 2013, Voyager 1 menjadi pesarat ulang-alik pertama yang melewati Neptunus dan melakukan perjalanan ke medium antarbintang di luar tata surya kita.

Pelajari tentang Tata Surya kita!

Apa Itu Astrofisika?

Kita telah melihat bahwa astronomi adalah disiplin yang luas dalam hal ilmu ruang angkasa. Astrofisika adalah subdisiplin astronomi, khususnya, yang menggabungkan – Anda sudah menebaknya – fisika dan astronomi.

Jika astronomi memetakan posisi dan pergerakan benda-benda astronomi, astrofisika menggunakan hukum fisika untuk menggambarkan dan menjelaskan sifat-sifatnya.

Menggunakan Fisika untuk Memahami Ruang Angkasa

Anda tahu apa itu fisika dan apa perhatian utama dari subjek itu: termodinamika, fisika atom dan molekuler, relativitas, fisika kuantum, perilaku nuklir - dan banyak lagi.

Tentu saja, ini semua adalah hal-hal yang relevan dengan Bumi dan yang kita kembangkan melalui studi dan pengetahuan tentang sifat Bumi beserta sifat fisiknya. Namun, ruang angkasa menawarkan arena yang lebih besar untuk dipelajari – begitu juga banyak hal lainnya.

Dengan melihat lubang hitam, kita mendorong lebih jauh pengetahuan kita tentang gravitasi. Dengan melihat materi gelap dan energi gelap, kita perlu menerapkan pengetahuan kita tentang partikel subatomic dan fisika partikel.

Namun, ada banyak yang belum kita pahami tentang ruang angkasa bahwa astrofisika seringkali sangat teoretis. Materi gelap itu sendiri akan cukup terkenal sebagai fenomena, yang sangat spekulatif: kita belum benar-benar menemukan bukti bahwa itu ada.

Kapan Astrofisika Berawal?

Meskipun astronomi sudah ada sejak awal peradaban manusia, namun tidak dengan astrofisika.

Karena disiplin ini sebenarnya baru dijuluki demikian pada pertengahan abad ke-19, ketika Joseph von Fraunhofer mulai menggunakan spektroskopi – studi tentang spektrum – untuk menarik kesimpulan tentang sifat material bintang.

Sejak itu, ilmu astrofisika semakin berbeda dari astronomi, dengan sebagian besar penemuan baru tentang luar angkasa terjadi dalam astrofisika.

Tahukah Anda bagaimana bintang terbentuk? Temukan di sini!

Dan Kosmologi?

Lalu, bagaimana dengan kosmologi? Jika astronomi fokus menggambarkan posisi dan pergerakan ruang angkasa, dan astrofisika fokus menjelaskan sifatnya, apa yang bisa dengan tepat digambarkan sebagai kosmologis?

NASA menggambarkan kosmologi sebagai ilmu ‘sifat skala besar alam semesta secara keseluruhan’ – berkebalikan dengan astronomi yang melihat objek di ruang angkasa secara spesifik .

Namun, definisi ini tidak terlalu memberikan pemahaman penuh tentang segala sesuatu yang sedang atau telah dipelajari di kosmologi. Karena kosmologi sering kali tumpang tindih dan didorong oleh spekulasi dalan filsafat dan ilmu fisika juga – tentang sifat alam semesta dan asal-usulnya.

Galaksi Bimasakti
Keindahan Galaksi Bimasakti

Kosmologi sepanjang Abad

Para filsuf, agama, dan pemikir terdahulu semuanya mengajukan gambaran mereka sendiri tentang alam semesta – kosmologi mereka sendiri.

Contohnya yang dikenal sebagai kosmologi Hindu, yang diajukan pada milenium kedua SM. Kosmologi tersebut di sini dipercaya bahwa alam semesta tidak terbatas dan bersiklus, dan bahwa setiap dunia atau kosmos akan bertahan delapan miliar tahun.

Sedangkan, kosmologi Ptolemeus, pemikir Yunani, menggambarkan alam semesta dengan Bumi di tengahnya.

Sains dan Kosmologi Fisik

Namun, dengan epistemologi ilmiah yang berkembang di barat selama lima ribu tahun terakhir, sifat metafisik kosmologi telah menurun.

Kosmologi saat ini lebih mementingkan pengujian hipotesis terkait asal-usul, perkembangan, dan masa depan alam semesta. Bisa ditebak, salah satu perhatian utamanya adalah Big Bang – begitu juga perluasan alam semesta dan sifat alam semesta awal.

Mengingat hal itu, saat ini, kosmologi adalah sains, yang mengambil data dari astronomi dan astrofisika – karena kosmologi mengamati material yang menjadi dasar hipotesisnya.

Apakah ada kehidupan di planet lain?

Catatan: Anda bisa menemukan guru Fisika online di Superprof.

Butuh guru Fisika ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang