Saat ini kami bisa melihat bagaimana segalanya bergantung pada listrik, dari alat yang kami gunakan di tempat kerja hingga apa yang kami gunakan untuk melihat berbagi hiburan. Itu semua nampaknya diberi daya, diisi, terpasang dan terhubung dengan listrik.

Sejatinya kami menggunakan listrik setiap saat. Jadi, secara gamblang kami menilai bahwa listrik spontan datang ke rumah kami, tepat berada di dinding samping tempat tidur, sofa, atu pun meja kami.

Sedang kami tidak lagi menghargai betapa menakjubkannya ini sebagai suatu infrastruktur, banyak dari kami mungkin tidak mengetahui banyak tentang apa saja teknologi yang bergantung atas penemuan hebat ini. Itu adalah trafo, sebuah peralatan elektromagnetik yang memfasilitasi aliran listrik dari pembangkit listrik ke stop kontak.

Tanpa adanya trafo, nampaknya kami tidak bisa melakukan banyak hal dengan normal dalam segala bentuk aktivitas sehari-hari. Pada kenyataannya, kemungkinan besar kami tidak akan bisa memiliki listrik di rumah.

Itulah mengapa kami sebaiknya perlu meluangkan waktu untuk mempelajari tentang hal-hal kecil yang sederhana ini, alat-alat kecil yang kita gunakan dalam banyak hal. Karena tanpa mereka, kami mungkin masih akan hidup dalam kondisi tahun 1820-an atau sekitar itu.

Artikel ini adalah bagian dari seri kami tentang magnetisme dan elektromagnetisme. Karena ini adalah fenomena mendasari transformator. Ingatkah Anda tentang apa yang dimaksud dengan elektromagnetisme? Jika belum, sebaiknya sebelum Anda melanjutkan membaca, simak terlebih dahulu artikel kami khusus tentang ilmu elektromagnetisme.

Jika Anda mengingatnya, mari kami lanjutkan. Mari kami bahas lebih dalam tentang transformator, salah satu objek yang sering diremehkan oleh sebagian orang.

Anda dapat menemukan tutor fisika dan matematika lulusan s1 sekarang.

pembangkit listrik memanfaatkan elektromagnetik
Kita tidak mungkin mampu mentransferkan listrik tanpa adanya elektromagentisme.
Tersedia guru-guru Fisika terbaik
Lern
4,8
4,8 (32 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
M taufiq
5
5 (34 ulasan)
M taufiq
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Khamid
4,9
4,9 (29 ulasan)
Khamid
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (38 ulasan)
Fahri
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anastasia
5
5 (16 ulasan)
Anastasia
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Siti
4,9
4,9 (35 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ogifta
5
5 (28 ulasan)
Ogifta
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lern
4,8
4,8 (32 ulasan)
Lern
Rp69,900
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
M taufiq
5
5 (34 ulasan)
M taufiq
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Khamid
4,9
4,9 (29 ulasan)
Khamid
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fahri
4,9
4,9 (38 ulasan)
Fahri
Rp35,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anastasia
5
5 (16 ulasan)
Anastasia
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fajar
5
5 (19 ulasan)
Fajar
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Siti
4,9
4,9 (35 ulasan)
Siti
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ogifta
5
5 (28 ulasan)
Ogifta
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Apa yang Dimaksud Dengan Transformator?

Jadi pertanyaan terpentingnya adalah; apa sebenarnya transformator itu?

Sederhananya, trafo listrik adalah alat yang mentransfer energi listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lainnya. Bagian terkeren dan termasuk hal yang paling krusial untuk industri atau semacamnya adalah bagaimana trafo listrik melakukan fungsinya tanpa perlu sambungan logam apa pun antara dua sirkuit.

Itu dia kuncinya; hanya itu yang dilakukan sebuah trafo listrik. Namun, akses yang diberikan alat kecil ini sangatlah besar seperti yang akan Anda temukan lebih detail di bawah ini. Karena sifat jaringan listrik dan rangkaian listrik itulah hubungan antara rangkaian yang berbeda sangat penting.

Dan hal itu benar adanya terutama pada momen kita membahas rangkaian yang membutuhkan tegangan berbeda. Dan itu adalah hal utama kedua yang dapat dilakukan transformator: mereka memungkinkan transfer daya dari rangkaian tegangan tinggi ke tegangan rendah atau tegangan menengah.

Fakta unik ini sangatlah penting, seperti apa yang akan Anda temui lebih besar di bawah ini.

Distribusi Daya dan Transfer Daya.

Tetapi mari kita membahas terlebih dahulu tentang peran tranformator mendistribusikan daya.

Hampir semua tenaga listrik di dunia setidaknya melalui transformator pada satu titik dalam lingkaran siklusnya. Meskipun pada kenyataannya, sangatlah mungkin melewati beberapa titik sekaligus. Hanya sebagian kecil dari energi listrik yang langsung dihasilkan oleh generator sehing tidak perlu untuk di transfer.

Jadi tranformator yang berperan mengalirkan listrik ke rumah-rumah.

Lebih dari itu, distribusi listrik terjadi dalam skala yang sangat besar, melintasi negara-negara hingga seluruh benua. Mengetahui arus listrik memiliki langkah yang Panjang agar tersalurkan dari produsen ke konsumen, trafo seringnya digunakan untuk membagi rangkaian menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Hal itu dapat mengahsilkan stabilitas yang lebih baik di alur dan juga membuatnya lebih mudah untuk mengisolasi suatu masalah.

Transformator Step Up dan Step Down

Penggunaan paling umum dari trafo adalah peran khususnya sebagai trafo step up dna step down. Tugas itu mendukung fungsi seluruh jaringan listrik dan yang membuat listrik dapat mengalir ke ruamh Anda.

Tegangan vs Arus.

Hal itu ditimbulkan karena jaringan listrik bekerja melalui transmisi arus listrik bertegangan tinggi.

Secara umum, semakin tinggi arus, maka semakin kurang efisien transmisi. Dengan arus yang lebih tinggi, maka akan lebih banyak panas yang dihasilkan sehingga lebih banyak energi yang hilang saat dilepaskan melalui kabel.

Arus adalah sebuah laju aliran muatan listrik. Hal itu menunjukkan semakin tinggi arusnya, maka semakin cepat listrik dapat melewati kabel. Dan sejauh ini semua berjalan baik-baik saja, akan begitu banyak energi listrik yang terbuang jika Anda mentransfernya dalam jarak yang cukup jauh.

Sedangkan, tegangan atau yang biasanya kita kenal dengan gaya gerak listrik, adalah perbedaan potensial antara dua titik yang berbeda dalam sebuah kawat. Tegangan adalah tekanan listrik yang memungkinkan arus dapat mengalir. Dengan kata lain, merupakan jumlah energi yang dibutuhkan untuk mentransfer arus sepanjang kabel tersebut.

contoh praktis medan magnet
Semua ini menggunakan medan magnet.

Mengubah Tegangan.

Jadi, jaringan listrik menggunakan voltase yang sangat tinggi, bukan menggunakan arus tinggi. Tapi ada masalah yang cukup jelas tentang hal itu. Meskipun distribusi listrik tegangan tinggi lebih mudah dan lebih efisien, sebenarnya jauh lebih berbahaya digunakan. Memiliki tegangan tinggi di setiap colokan bukan Langkah yang pintar.

Jadi, jaringan menggunakan transformator untuk 'meningkatkan' tegangan listrik sebelum ditransfer dan untuk 'menurunkannya' lagi segera setelahnya. Sebelum listrik dapat didistribusikan di tingkat lokal dan sampai di rumah Anda, voltase harus dikurangi jauh, karena voltase pada kabel pusat ribuan kali lebih tinggi daripada yang dapat diproses oleh laptop atau ketel Anda.

Hal itu juga berlaku untuk semua jenis listrik yang kita gunakan. Jadi, Anda dapat melihat betapa pentingnya transformator untuk berlangsungnya kehidupan kita.

Bagaimana Prinsip Kerja Transformator?

Sekarang Anda telah mengetahui apa yang dimaksud dengan tranformator. Tapi bagaimana mereka dapat melakukan tugasnya? Ini adalah pertanyaan akan kami jawab sekarang. Dan Anda akan menemukan bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut sepenuhnya berkaitan dengan gaya yang disebut sebagai elektromagnetisme.

Elektromagnetisme adalah penghbung atau kombinasi arus listrik dengan magnet; dua hal ini bagaikan dua sisi dari mata uang yang sama. Dan transformator bekerja dengan memanfaatkan hubungan atas keduanya.

Transformator adalah perangkat yang sangat sederhana. Dalam bentuknya yang paling simple adalah dua buah kumparan kawat yang mengelilingi inti feromagnetik. Bayangkan ini semacam cincin besi yang pada sisi berlawanannya terdapat dua gulungan kawat tembaga.

Arus mengalir ke salah satu dan masuk ke dalam lilitan primer. Hasil dari medan magnet muatan listrik tersebut adalah adanya perubahan fluks magnet pada inti besi yang akan mengalirkan listrik lilitan sekunder di sisi lainnya. Proses sederhana inilah dasar dari bagaimana transformator idealnya bekerja yakni proses yang kita sebut sebagai induksi elektromagnetik.

Hukum Faraday (diberi nama Faraday karena berdasar pada penemu hukum tersebut seprti apa yang akan kami jelaskan mendetail berikut) menyatakan bahwa Anda hanya perlu mengubah jumlah kumparan pada kumparan sekunder agar Anda dapat mengubah tegangan yang muncul di rangkaian kedua.

Faraday dan Fluks Magnetik

Michael Faraday-lah yang menemukan prinsip-prinsip induksi elektromagnetik yang kini telah menjadi pusat dari teknologi transformator.

Dia membuat sendiri trafo kecil persis seperti apa yang baru saja kami jelaskan di atas. Dan Faraday menghubungkan satu sisi ke baterai dan sisi lainnya ke galvanometer, dia memperhatikan bahwa muatan listrik hanya ada di kabel sekunder jika dan hanya jika saat dia menghubungkan dan kemudian melepaskan baterai.

Berikut adalah poin terpenting dari penemuannya. Ketika arus listrik stabil pada kabel pertama, maka tidak ada listrik yang mengalir pada kabel kedua. Yang dibutuhkan adalah perubahan muatan listrik. Perubahan inilah yang akhirnya mempengaruhi perubahan fluks magnet di inti besi yang memungkinkan terjadinya transmisi listrik.

Pentingnya Arus Bolak-balik.

Penemuan ini menjelaskan prinsip kerja transformator sat ini. Karena mereka hanya bekerja dengan arus bolak-balik dan berlawanan dengan arus searah.

Arus searah adalah arus stabil yang hanya bergerak dalam satu arah, sedangkan arus bolak-balik (AC) bergerak dengan arah yang berubah-ubah. Hal itu menghasilkan perubahan pada fluks magnet sehingga arus listrik melintasi transformator atau dengan kata lain yang memungkinkan terjadinya induksi listrik pada kabel sekunder.

Tanpa variabilitas medan magnet pada transformator, maka tidak mungkin terjadi aliran listrik.

hubungan magnet bumi dengan kompas
Kompas menggunakan prinsip fisik yang sama dengan transformator.

Menilik Pentingnya Elektromagnetisme.

Michael Faraday menemukan konsep itu pada sekitar tahun 1830-an. Meskipun telah banyak upaya untuk membuat proses ini berjalan lebih efisien, menariknya prinsip dasar transformator tidak berubah sedikit pun dan kenyataanya tidak akan pernah berubah.

Inilah sebabnya mengapa transformator adalak saksi bagaimana elektromagnetisme merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah dunia.

Jadi, lebih baik Anda pastikan Anda akan mempelajarinya lebih mendalam.

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang