Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Cara Menjadi Fotografer yang Punya Nama

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 30/04/2019 Blog > Seni dan hobi > Fotografi > Belajar Teknik Memotret Kilat Seperti Fotografer Ternama

“Fotografi adalah sastra bagi mata.” Rémy Donnadieu; fotografer profesional, desainer grafis, dan ilustrator.

Fotografi didefinisikan sebagai penciptaan gambar melalui cahaya. Dalam bahasa Yunani, akar kata “foto” dan “grafik” secara etimologis artinya “kejelasan, cahaya” dan “warna, gambar, tulis.”

Yang merupakan bagian seni grafis, yaitu sesuatu yang diterjemahkan sebagai tulisan cahaya.

Fotografi, lebih tepatnya proses heliografis, lahir di Prancis sekitar tahun 1820-an, di bawah pengawasan Joseph Nicéphore Niépce (1765-1833).

Kami tidak akan membahas sejarah fotografi disini, tetapi akan lebih baik mengetahui asal mula fotografi.

Anda pasti ingin tahu bagaimana caranya memotret persis seperti yang Anda lihat. Baik dalam mengambil foto malam, foto pemandangan, atau mencoba-coba seni potret: foto keluarga Anda atau orang lain, dll. Frame apa yang harus digunakan, bagaimana cara menggunakan cahaya alami atau buatan, panjang fokus mana yang digunakan, dan diafragma apa yang harus dipilih, bagaimana mengatur waktu pencahayaan, mengontrol fokus, dll.

Para fotografer hebat sering mengatakan hal yang sama: untuk belajar fotografi Anda harus mulai dengan belajar framing subjek. Ini merupakan dasar-dasar fotografi.

Tidak ada trik rahasia. Jika Anda penasaran cara memperbesar wajah, menghaluskan pemandangan, maka Anda harus ikut kursus pengantar fotografi dan mempraktikkan aspek-aspek fotografi tertentu untuk melatih mata Anda.

Sekarang kita akan mencantumkan beberapa kiat fotografi profesional untuk mendapatkan foto terbaik.

Belajar Fotografi dan Kosakata yang Diperlukan

Sebelum memulai sesuatu, Anda harus mengetahui cara menggunakan kosa kata dasar.

Bisakah kita belajar piano jika kita tidak menguasai istilah-istilah berikut: kedelapan birama, hitam, putih, desah, tempo, tingkat nada, harmoni, akord, gelar? Tentu tidak.

teknik pencahayaan dan teknik lainnya sama pentingnya dalam fotografi Kini saatnya mempelajari beberapa istilah foto sederhana, seperti: waktu pencahayaan, rana, diafragma — bagaimana menurut Anda?

Untuk membeli kamera, digital ataupun analog, Anda harus mempelajari bidang leksikal baru dan serangkaian istilah teknis baru.

Itulah sebabnya kami menulis panduan cepat untuk mempelajari kosa kata dasar sebelum Anda belajar memotret seperti Robert Doisneau (1912-1994) atau Henri Cartier-Bresson (1908-2004).

Beberapa kosakata dasar

  • Fokus otomatis: sistem kamera yang bisa fokus secara otomatis,
  • White balance: penyesuaian yang harus dilakukan untuk mengimbangi temperatur warna, sehingga warna putih pada foto menonjol terlihat menonjol,
  • Noise: atau grain dalam fotografi film, yaitu piksel besar yang tidak diinginkan,
  • Backlighting: penempatan subjek di antara sumber cahaya dan kamera,
  • Trigger: tombol yang ditekan untuk mengambil gambar,
  • Jarak fokus: jarak antara lensa dan sensor,
  • Hyperfocal: teknik fokus untuk membuat semua elemen gambar muncul,
  • Shutter: flap hatch, yaitu yang memungkinkan cahaya “menyentuh” sensor selama waktu pencahayaan,
  • Under / overexpose: memotret dengan cahaya yang terlalu lemah atau terlalu kuat.

Istilah-istilah leksikon di internet yang lebih beragam akan membantu meningkatkan pengetahuan Anda.

Sealing

Mekanisme untuk mengatur durasi paparan cahaya. Semakin banyak cahaya yang masuk melalui rana, semakin terang fotonya, dan semakin cepat rana tutup, semakin gelap fotonya.

Diafragma

Instrumen optik yang membantu Anda mengkondisikan jumlah cahaya yang melewati lensa kamera saat memotret.

Diafragma yang benar-benar terbuka akan menghasilkan gambar yang sangat jelas begitupun sebaliknya, gambar yang sangat gelap sering diperoleh karena diafragma tertutup.

Diafragma mengelola pencahayaan dengan kecepatan dan sensitivitas.

Dalam fotografi, pembukaan diafragma berfungsi sebagai elemen dasar untuk mengoreksi eksposur, dan dicatat dengan meningkatnya nilai f / x.

Berkisar dari f/1.4 hingga f/32 0 semakin kecil nilainya, semakin besar bukaan diafragma.

Sensor

Sensor adalah komponen SLR. Berfungsi untuk menerjemahkan fluks bercahaya – masuknya cahaya ke lensa – dalam pengkodean digital.

Dalam fotografi digital, sensor digunakan untuk menggantikan film yang digunakan dalam fotografi film.

Ukurannya dinyatakan dengan huruf APS-C, yaitu singkatan dari “Advanced Photo System type C”.

Tapi kosakata bukan segalanya. Coba perhatikan tiga tips PetaPixel ini untuk mendapatkan foto yang optimal:

  1. Dekati

Seorang jurnalis foto terkenal Robert Capa pernah berkata “Jika foto Anda masih kurang bagus, Anda kurang dekat.” Yang dimaksudkan adalah tindakan pendekatan. Jika Anda merasa gambar Anda tidak “muncul”, dekati subjek Anda satu atau dua langkah. Penuhi frame dengan subjek Anda dan lihat seberapa bagus hasilnya tanpa banyak ruang terbuang. Semakin dekat Anda dengan subjek, semakin baik ekspresi wajahnya bisa terlihat.

2. Latihan membidik setiap hari

Cara terbaik untuk mengasah keterampilan Anda adalah berlatih. Sebanyak mungkin. Ambil gambar sebanyak mungkin. Habiskan waktu berjam-jam di belakang kamera Anda. Seiring dengan meningkatnya keterampilan teknis dari waktu ke waktu, kemampuan Anda untuk membuat foto “bercerita” juga harus bertambah. Jangan terlalu khawatir harus pakai cara yang mana. Bereksperimenlah. Gaya Anda, ‘suara’ Anda, akan muncul seiring waktu. Dan itu akan lebih otentik. – Leah Robertson

Leah Robertson adalah seorang fotografer dan videografer yang sangat berbakat di Melbourne, keahliannya dalam musik dan fotografi dokumenter. Anda bisa melihat karyanya di sini.

3. Perhatikan cahaya

Sebelum Anda mengangkat kamera, lihat dari mana cahayanya berasal, dan gunakan untuk mendukung hasil foto Anda. Baik cahaya alami yang berasal dari matahari, atau sumber buatan seperti lampu; bagaimana cara memanfaatkannya untuk membuat foto Anda lebih bagus? Bagaimana cahaya mempengaruhi adegan dan subjek foto? Apakah cahayanya menyoroti area tertentu atau menghasilkan bayangan yang menarik? Semua itu bisa Anda manfaatkan untuk membuat foto biasa menjadi luar biasa.

Belajar Memotret: Depth of Field, Framing, dan Komposisi

Memotret yaitu “mengisi frame,” artinya mengidentifikasi gambar-gambar indah dan semua elemen yang ingin diperbaiki di atas kertas.

memfoto dana tidak semudah yang dibayangkan Menurut Anda, apakah gambar danau ini diambil dengan baik?

Inilah sebabnya framing foto adalah pelajaran dasar di kelas fotografi, salah satu hal terpenting yang harus dihormati.

Komposisi berfungsi untuk membuat gambar dapat dipahami atau memperbesar situasi – dengan menghindari elemen yang tidak diinginkan, contohnya mobil atau bangunan – untuk rendering akhir yang lebih baik.

Komposisi dan framing adalah satu kesatuan.

Menjadi seorang fotografer tidak begitu sulit, meskipun ketika baru mulai, Anda merasa ada banyak aspek teknis yang tidak Anda ketahui.

Contohnya untuk menyoroti pemandangan, salah satu aturan wajibnya adalah rule of thirds.

Untuk menggunakannya dengan benar, kita harus membayangkan sebuah garis yang membagi lensa menjadi tiga bagian horizontal dan tiga bagian vertikal, sehingga sepertiga untuk langit, dua pertiga untuk lanskap/ pemandangan, sambil menempatkan subjek pada titik kuat di foto tersebut.

Setelah aturan ini diterapkan, Anda perlu mengambil gambar orang yang difoto atau objek bergerak.

Hal ini disebut mengatur “depth of field,” yang merupakan bagian dari menyesuaikan aperture diafragma dan kecepatan rana, dan memastikan bahwa semua elemen foto bisa seperti yang Anda inginkan. Baik untuk memaksimalkan depth of field atau mengaburkan latar belakang dengan diafragma terbuka lebar dan sehingga meminimalkan kedalaman.

Terakhir, hal terpenting adalah cahaya. Waktu pencahayaan, tergantung pada konteksnya, bisa diatur untuk mencegah foto menjadi terlalu terang – terbakar – atau terlalu gelap.

Waktu pencahayaan yang lama cocok untuk pemotretan malam hari sedangkan pencahayaan yang pendek cocok untuk di tempat yang banyak cahaya, di siang hari, dan subjek yang bergerak.

Situs yang sangat bagus untuk belajar fotografi online adalah Berbagi Foto. Situs ini menyediakan tutorial dan kursus gratis untuk meningkatkan level Anda.

Semua ini hanya teori. Sekarang bagaimana cara mengambil foto potret atau lanskap dengan benar?

10 Tips Mengambil Foto Potret

Salah satu aturan pertama dalam fotografi potret, adalah berdiri diam sejenak sebelum menekan tombol trigger. Jika Anda bergerak, Anda bisa kehilangan foto yang luar biasa.

Foto backlit memiliki pesona tersendiri Anda juga bisa coba memotret foto backlit!

Tahan napas, taruh tangan di posisi siap. Ada beberapa cara untuk tahan tidak bergerak sebelum mengambil foto.

Untuk foto potret, seringnya kita menggunakan tripod, dan itu bukan tanpa alasan. Berikut tips kami untuk “mengambil foto potret” seperti seorang fotografer profesional.

  • Fokus pada pandangan subjek,
  • Tempatkan kamera SLR Anda dalam mode apertur otomatis (jika Anda tidak ingin mengontrol pengaturan melalui mode manual),
  • Pilih bukaan besar, untuk menghilangkan segala kotoran di kulit,
  • kasih jarak sebanyak mungkin di depan mata,
  • Gunakan reflektor (misalnya dinding yang berwarna cerah),
  • Berdirilah di tempat teduh dan tempatkan subjek di tempat yang terkena cahaya,
  • Fotografer berada di posisi 3/4 (untuk wanita)
  • Buatlah kurva, jarak, dan segitiga dalam postur model/subjek untuk menyempurnakan siluet dan memperlihatkan bentuk tubuhnya,
  • Fotografer berada di depan lensa (untuk pria),
  • Luangkan waktu Anda dalam pemotretan,
  • Gunakan depth of field, cahaya alami, dan lingkungan sekitar untuk menyorot subjek,
  • Bangunlah kedekatan dengan model Anda.

Tips lain: cari sudut pandang terbaik. Disarankan untuk memotret model dengan ketinggian yang sama dengan mereka tetapi jangan lebih tinggi.

Dengan mengikuti rule of thirds, fotografer harus fokus pada subjek dan meminta mereka untuk memalingkan muka.

10 Tips Mengambil Foto Pemandangan yang Bagus

Apa yang lebih mempesona dari foto pemandangan yang indah?

Anda tidak harus menjadi fotografer profesional untuk mengambil foto alam yang luar biasa atau mengabadikan momen indah (binatang, suvenir liburan, dll.) …

lebarnya diafragma selalu berpengaruh terhadap hasil penjahayaan Sekarang Anda sudah tahu bahwa kecerahan gambar bisa berubah dengan seberapa lebar diafragma terbuka.

Sebagian besar kamera memfasilitasi cara mengambil gambar dengan mode otomatisnya.

Berikut ini beberapa kiat untuk mengenal fotografi lanskap:

  1. Amati cahaya lanskap untuk memahami kontur, atmosfer, warna,
  2. Terapkan aturan rule of thirds,
  3. Jangan menaruh cakrawala persis ditengah,
  4. Hindari foto siang hari penuh: fajar atau senja menawarkan warna yang lebih baik daripada tengah hari,
  5. Amati cuaca: warna dan kontras pada kabut pagi, hujan, dan angin bisa jadi menarik,
  6. Gunakan filter polarisasi pada lensa: agar foto lebih jelas tanpa melalui pengeditan pasca-pemotretan,
  7. Adanya objek di latar depan bisa memenuhi atau memperkaya foto, tetapi tergantung pada selera Anda,
  8. Temukan “spot” terbaik: warna terus berubah sepanjang hari, bahkan hanya dalam satu jam. Cobalah kembali ke tempat yang sama untuk pemotretan pada waktu yang berbeda.
  9. Bermain dengan vanishing lines: arahkan mata ke arah objek yang disengaja,
  10. Berlatihlah setiap saat. Tidak ada foto yang gagal, hanya draft dengan konsep yang kasar, maka berikutnya akan lebih baik lagi!

Tertarik mengambil pelajaran fotografi? Yuk lihat blog kami untuk mencari guru fotografi!

 

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar