Wimbledon adalah turnamen tenis Grand Slam paling bergengsi, dan telah menjadi fenomena budaya selama bertahun-tahun.

Turnamen 2021 berlangsung setelah pembatalan acara 2020 karena pandemi, jadi ini adalah acara yang dinanti-nanti banyak orang tahun ini.

Apa yang dulunya hanya turnamen lapangan rumput yang menghadirkan tantangan-tantangan menarik untuk para pemain berubah menjadi acara penting di seluruh dunia yang sebanding dengan World Cup dan Superbowl.

Baru-baru ini, melihat para selebritas papan atas menghadiri turnamen tenis, serta para anggota keluarga bangsawan Inggris merupakan hal lumrah.

Namun, tidak selalu demikian, dan jika anda baru mengenal turnamen tenis tersebut di Inggris, Anda mungkin tidak tahu bahwa Centre Court dan No. 1 Court tidak selalu memiliki atap.

Untuk lebih banyak hal-hal sepele dan banyak informasi menarik tentang turnamen tenis tahunan terbesar di dunia, baca terus untuk menemukan sejarah bertingkat tentang Kejuaraan Wimbledon.

perbedaan lapangan wimbledon
Lapangan rumput adalah yang membuat Wimbledon unik. Sumber: Unsplash
Tersedia guru-guru Tenis terbaik
Chandra
4.9
4.9 (14 ulasan)
Chandra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Kimba
5
5 (9 ulasan)
Kimba
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Tigor
5
5 (19 ulasan)
Tigor
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lutfi
5
5 (13 ulasan)
Lutfi
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reski asrian
5
5 (6 ulasan)
Muhammad reski asrian
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samsuddin
5
5 (5 ulasan)
Samsuddin
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wilson
5
5 (3 ulasan)
Wilson
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wibisana
5
5 (7 ulasan)
Wibisana
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chandra
4.9
4.9 (14 ulasan)
Chandra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Kimba
5
5 (9 ulasan)
Kimba
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Tigor
5
5 (19 ulasan)
Tigor
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lutfi
5
5 (13 ulasan)
Lutfi
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reski asrian
5
5 (6 ulasan)
Muhammad reski asrian
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samsuddin
5
5 (5 ulasan)
Samsuddin
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wilson
5
5 (3 ulasan)
Wilson
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wibisana
5
5 (7 ulasan)
Wibisana
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Akar Rumput

Akar turnamen tenis Inggris bisa ditelusuri kembali lebih dari seratus tahun yang lalu, jadi seperti yang Anda bayangkan, banyak hal berubah selama bertahun-tahun.

Turnamen Wimbledon pertama dimainkan pada tahun 1877 di lapangan rumput luar ruangan yang sekarang ikonik. Turnamen tersebut berlangsung di kota kecil yang disebut Wimbledon, dengan populasi hanya 68,000 pada saat itu, di barat daya London.

Ide bermain turnamen di lapangan rumput alami pertama kali muncul setelah penemuan tenis lapangan rumput, setahun sebelum kompetisi Wimbledon pertama.

Tenis lapangan rumput (lawn tennis) adalah versi tenis dalam ruangan – yang pada saat itu dianggap satu-satunya jenis tenis yang sesungguhnya – yang berlangsung di luar ruangan di lapangan rumput.

All England Croquet dan Lawn Tennis Club yang terletak di Wimbeldon memutuskan untuk menambah ide tenis lapangan rumput ini ke dalam aktivitas rutinnya, dan memulai proses dengan turnamen yang akan menjadi Grand Slam utama.

Secara tradisional, Wimbledon akan menjadi turnamen yang dimainkan selama dua minggu antara bulan Juni dan Juli. Meskipun baru-baru ini Wimbledon cenderung dimulai dengan pertandingan resmi di minggu pertama Juli, dengan akhir Juli dicadangkan untuk pertandingan kualifikasi.

Wimbledon dimainkan sekitar waktu yang sama seperti turmanen Inggris lainnya saat ini, jadi Anda juga bisa menonton turnamen tenis Roehampton dan Battle of the Brits 2021 untuk melengkapi tontonan tenis Anda tahun ini. Wimbledon adalah Grand Slam selanjutnya setelah French Open 2022 yang berlangsung  pada akhir bulan Mei dan awal Juni.

Kapan Turnamen Pertama Berlangsung?

sejarah panjang wimbledon
Wimbledon memiliki sejarah bertingkat sejak bertahun-tahun yang lalu. Sumber: Unsplash

Seperti yang Anda bayangkan, pada 1877 masyarakat sangat berbeda, dan ini tercermin dalam sifat eksklusif dari golongan turnamen Wimbledon pada awalnya.

Versi pertama dari turnamen tenis London hanya menampilkan satu golongan, dan tentu saja itu adalah Tunggal Putra. Para kompetitor harus membayar satu guinea untuk memasuki turnamen, dan keseluruhan kompetisi berlangsung selama lima hari.

Cuaca Inggris punya kehendak lain sehingga turnamen perdana ini ditunda selama empat hari. Hanya butuh seratus tahun lebih bagi para penyelenggara turnamen untuk membangun atap yang bisa dibuka untuk Centre Court dan No. 1 Court, tapi kita akan membahasnya nanti.

Spencer Gore adalah pemenang pertama turnamen pertama ini, mengalahkan William Marshal dengan 6-1, 6-2, dan 6-4 dalam waktu satu jam. Kemenangan dominan membuat Gore mendapatkan sumbangsih dari proses yang dikumpulkan oleh acara tersebut dan memicu awal dari sejarah turnamen tersebut.

Tersedia guru-guru Tenis terbaik
Chandra
4.9
4.9 (14 ulasan)
Chandra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Kimba
5
5 (9 ulasan)
Kimba
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Tigor
5
5 (19 ulasan)
Tigor
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lutfi
5
5 (13 ulasan)
Lutfi
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reski asrian
5
5 (6 ulasan)
Muhammad reski asrian
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samsuddin
5
5 (5 ulasan)
Samsuddin
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wilson
5
5 (3 ulasan)
Wilson
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wibisana
5
5 (7 ulasan)
Wibisana
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Chandra
4.9
4.9 (14 ulasan)
Chandra
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Kimba
5
5 (9 ulasan)
Kimba
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Tigor
5
5 (19 ulasan)
Tigor
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Lutfi
5
5 (13 ulasan)
Lutfi
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reski asrian
5
5 (6 ulasan)
Muhammad reski asrian
Rp250,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Samsuddin
5
5 (5 ulasan)
Samsuddin
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wilson
5
5 (3 ulasan)
Wilson
Rp100,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Wibisana
5
5 (7 ulasan)
Wibisana
Rp350,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Bagaimana Kompetisi Tersebut Berkembang?

Butuh beberapa saat tapi akhirnya para penyelenggara turnamen mendapat ide dan memutuskan untuk memasukkan lebih banyak golongan di kompetisi tersebut untuk membuat acara tersebut lebih inklusif.

Baru pada tahun 1884, tujuh tahun setelah dimulainya turnamen tersebut, kompetisi Tunggal Putri diperkenalkan bersamaan dengan Ganda Putra.

Kemudian diperlukan 29 tahun lagi sebelum kompetisi Ganda Putri dan Ganda Campuran akhirnya ditambahkan.

Adapun format Kejuaraan itu dulu jauh berbeda.

Percaya atau tidak, untuk waktu yang lama (hingga 1922) pemenang pada dasarnya akan mengamankan posisinya di final Kejuaraan Wimbledon berikutnya.

Itu artinya, turnamen tersebut mengadopsi semacam dinamika king-of-the-hill di mana tugas finalis adalah menjatuhkan pemenang sebelumnya dari tumpuan. Ini tampak tidak adil kalau dipikir-pikir, karena satu pemain harus berjuang untuk mencapai final sementara pemenang sebelumnya mendapatkan tiket cepat dan bisa beristirahat hingga hari besar tiba.

Keanehan lainnya tentang turnamen tersebut adalah hanya para pemain amatir peringkat teratas yang diperbolehkan untuk berkompetisi. Baru pada tahun 1968 Wimbledon membuka pintunya bagi para pemain profesional melalui apa yang menjadi dikenal sebagai ‘open era’.

Pertama kali Wimbledon muncul di layar TV adalah pada tahun 1937, yang artinya acara tersebut telah disiarkan di televisi saat ini selama lebih dari 80 tahun.

Era Modern

Seperti yang sudah kami tetapkan, Wimbledon saat ini lebih ke acara budaya daripada acara olahraga saja. Ya, tenis adalah inti dari kompetisinya, tapi daya tarik yang populer dari Wimbeldon menjangkau luas dan sering meresap ke berita arus utama yang mendominasi berita utama di awal bulan Juli.

Ada banyak stereotip dan gambar-gambar ikonik yang sekarang dikaitkan dengan kompetisi tersebut, banyak diantaranya tidak ada hubungannya dengan tenis.

Ini beberapa contohnya:

  • stroberi dan krim
stroberi untuk wimbledon
Jutaan stroberi dimakan selama Wimbledon. Sumber: Unsplash

Stroberi dan krim adalah kudapan paling populer di Wimbledon dengan telak. Diperkirakan selama turnamen berlangsung, para penonton mengonsumsi sekitar 1,5 juta stroberi.

Anda tidak salah membaca, dalam rentang waktu hanya dua minggu para penonton mendapatkan lebih dari sekadar buah merah yang lezat.

Jika Anda bertanya-tanya apa hubungan antara stroberi dan krim dengan tenis, tidak ada, tapi turnamen Wimbledon pertama adalah alasan dari popularitas kudapan tersebut.

Dulu, mengaitkan stroberi dengan awal cuaca hangat adalah hal lumrah, yang bagi bangsa Inggris adalah hal penting. Dengan begitu, masuk akal jika para penonton akan menikmati stroberi yang simbolis dengan dimulainya musim panas dan Wimbledon juga.

  • Tamu-tamu selebritas

Ketika kompetisi olahrgara seperti Wimbledon melampaui olahraganya dan menjadi acara budaya, masuk akal jika orang-orang kaya dan terkenal ingin hadir.

Kehadiran tamu-tamu selebritas akhir-akhir ini di Wimbeldon tidak dapat dihindari, dan banyak orang menikmati mengamati kerumunan di Centre Court untuk melihat siapa yang menghiasi lapangan dengan kehadirannya.

Setiap orang mulai dari bintang-bintang Hollywood Bradley Cooper dan Jude Law hingga bangsaran Inggris Kate Middleton dan Pangeran William telah menghadiri kompetisi tenis bergensi ini selama bertahun-tahun.

Mulai dari Beyonce hingga Keira Knightley, dan Kate Winslet hingga Ben Stiller, hal tersebut bisa tampak seperti desas-desus siapa dari dunia selebritas yang hadir di Wimbledon.

Pengenalan Atap yang Bisa Dibuka

Pembicaraan besar lainnya dari era modern kalau soal Wimbledon adalah pengenalan atap yang bisa dibuka ke Centre Court.

Atap yang bisa dibuka pertama kali dipasang pada 2009 di Centre Court, sementara baru tahun 2019 atap dibangun untuk No. 1 Court.

Pengenalan atap ini mengubah cara turnamen tersebut dapat dimainkan dalam beberapa hal, memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam menghadapi cuaca buruk.

Mengingat bahwa Inggris terkenal dengan cuaca yang tidak dapat diprediksi dan hujan yang tidak terduga, atap-atap ini mendapat persetujuan universal. Satu-satunya kelemahannya adalah sulit bagi para penyelenggara untuk mengetahui kapan harus menutup atap dan kapan harus membiarkannya terbuka sehingga acara tersebut bisa menjadi turnamen outdoor yang sesungguhnya dengan matahari menyinari para penonton.

Ini mungkin tidak menjadi masalah jika hal ini adalah masalah sederhana soal menutup atap dan bermain, tapi kenyataanya perlu 45 menit untuk mengaktifkan sistem pendingin ruangan di dalam.

Perubahan utamanya adalah atap yang bisa di buka di Centre Court memungkinkan permainan untuk berlanjut hingga pukul 11 malam, sehingga pertandingan tidak perlu ditunda hingga hari berikutnya jika mereka selesai terlambat.

Para Pemenang Terkemuka

Sudah ada banyak pemenang Wimbledon terkemuka selama bertahun-tahun, serta banyak juara bertahan yang mendominasi lapangan rumput selama beberapa tahun.

Di ingatan kami baru-baru ini, performa Tami Grende pada 2014 itulah yang segar dalam ingatan, sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia yang membawa pulang hadiah Wimbledon junior putri.

Mengapa?

Yah, karena itu menandai pertama kalinya wanita Indonesia memenangkan Wimbledon sejak kemenangan Angelique Widjaja di Wimbledon 2001.

Kemenangan Tami Grende diharapkan dapat menghidupkan gairah tenis di Indonesia dengan berbagai pencapaian yang dapat diraih berikutnya.

Di samping kemenangan baru-baru ini dari pemain Indonesia, Anda harus melihat Roger Federer sebagai salah satu pemain paling terkemuka di Wimbledon karena ia memenangkan setiap gelar dari 2003-2007.

Pete Sampras menunjukkan level dominan yang sama ketika ia memenangkan setiap gelar Wimbledon dari tahun 1993-1999 selain tahun 1996.

Adapun juara wanita terkemuka, sulit untuk melihat lebih jauh pada Martina Navratilova.

Navratilova adalah juara Wimbledon sepanjang masa, memperoleh lebih banyak gelar tunggal daripada pria atau wanita lain dalam sejarah kompetisi.

Dia berhasil meraih total sembilan gelar Wimbledon, dengan enam gelar berturut-turut dari 1982-1987.

Juara lain yang dicatat selama bertahun-tahun mencakup Serena Williams dengan lima gelarnya, Bjorn Borg juga dengan lima gelar, dan John McEnroe yang bergairah berhasil memperoleh tiga gelar dalam kariernya.

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5.00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang