“Penting bagi kita semua untuk menghargai dari mana kita berasal dan bagaimana sejarah telah benar-benar membentuk kita dengan cara yang mungkin tidak kita pahami.” –Sonia Sotomayor

Suka atau tidak, sejarah membentuk cara hidup dan budaya kita. Momen-momen paling penting yang terjadi di masa lalu memengaruhi ekonomi, bahasa, eksposur, dan dampak sosial sebuah negara.

Setiap lokasi geografis di dunia ini telah dipengaruhi secara negatif maupun positif oleh sejarah.

Ada momen-momen ketika individu yang berani, penuh gairah, dan luar biasa berdiri, membuat perbedaan, dan mengubah dunia selamanya. Beberapa orang ini telah menghabiskan hidupnya berjuang untuk kebaikan yang lebih besar bagi orang lain dan ujung spektrum lainnya. Ada juga beberapa orang yang senang menyebabkan genosida, perpecahan ras, dan kemiskinan bagi rakyatnya.

Setelah Perang Dunia, beberapa negara telah terlahir kembali, menjadi berjaya dan lebih baik, sedangkan negara lainnya telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mencapai perkembangan yang sama seperti sebelumnya.

Seperti apapun situasi kita, kita telah dipengaruhi oleh keputusan orang-orang tidak sempurna yang sedang berkuasa.

Superprof hadir untuk menganalisis momen-momen penting dalam sejarah yang membentuk Belanda menjadi negara seperti hari ini. Banjir, perpindahan agama, kemerdekaan, kemakmuran finansial, dan dua perang dunia telah memengaruhi negara Belanda dengan 17.25 juta penduduk secara positif maupun negatif selama bertahun-tahun.

Tersedia guru-guru Bahasa Belanda terbaik
Fina
5
5 (9 ulasan)
Fina
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Angelina
5
5 (8 ulasan)
Angelina
Rp95,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Pricilia
5
5 (23 ulasan)
Pricilia
Rp175,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ashraf
Ashraf
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mr matt
5
5 (2 ulasan)
Mr matt
Rp300,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Riswan
Riswan
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Syarah
5
5 (1 ulasan)
Syarah
Rp95,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Susan
Susan
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Fina
5
5 (9 ulasan)
Fina
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Angelina
5
5 (8 ulasan)
Angelina
Rp95,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Pricilia
5
5 (23 ulasan)
Pricilia
Rp175,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Ashraf
Ashraf
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mr matt
5
5 (2 ulasan)
Mr matt
Rp300,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Riswan
Riswan
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Syarah
5
5 (1 ulasan)
Syarah
Rp95,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Susan
Susan
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Belanda di Bawah Kendali Spanyol dan Perang Delapan Tahun

Pada abad ke-15, Amsterdam berkembang dan menjadi pelabuhan perdagangan utama untuk biji-bijian. Belanda memproduksi biji-bijian untuk konsumsi di kota-kota besar di negara Belgia, Prancis, dan Inggris. Perdagangan ini sangat penting untuk kemakmuran selama periode ini.

Di awal abad ke-16, pada tahun 1506, Charles V menggantikan ayahnya dan menjadi Raja Spanyol, berdaulat atas negara-negara rendah dan menguasai Kekaisaran Romawi Suci. Bibinya, Margaret dari Austria, sangat sadar politik. Ketika Charles V kembali ke Spanyol, Margaret memerintah wilayah Belanda.

Selama masa muda, Charles V bepergian ke banyak tempat dengan tujuan menaklukkan lebih banyak wilayah dan membentuk kekaisaran yang luas. Dia memperluas negara-negara rendah dengan empat wilayah tambahan dan tujuh belas provinsi. Sepanjang hidupnya, Charles V terus berperang dengan Prancis. Hal ini masuk akal karena fakta bahwa semua tujuh belas provinsi tersebut berbatasan denga Prancis. Ketika dia berada di Spanyol, Charles V juga mengirimkan tentara untuk melawan Kekaisaran Ottoman.

Charles V menganiaya orang-orang Protestan tanpa henti dengan membakar mereka di tiang pancang.

Setelah Charles V, kekuasaan tujuh belas provinsi atau negera-negara rendah diserahkan kepada Raja Philip II dari Spanyol pada tahun 1556, lalu 11 tahun kemudian Adipati Alba menjadi wali Belanda.

Setelah pengangkatan Adipati Alba pada tahun 1568, William I, Pangeran Orange memulai pemberontakan dengan tujuh belas provinsi melawan pemerintah Spanyol, dan Perang Delapan Tahun pun dimulai. Karena ide revolusioner William Orange, Adipati Alba menyatakan dia sebagai buronan.

Ada banyak fakror penyebab perang atau pemberontakan ini, namun agama memainkan peran utama. Di bawah kendali Spanyol, ada kebijakan yang ketat untuk keseragaman agama bagi gereja Katolik. Para penganut Protestan sudah sangat tertindas di masa lalu dan di tahun-tahun sebelum Pemberontakan Belanda, banyak dominan Protestan mendapatkan popularitas dengan para pengikut baru.

Perang berlanjut selama bertahun-tahun dan pada tahun 1576 tujuh belas provinsi belanda bersatu dalam perdamaian Gent, yang dibentuk untuk mempertahankan kedamaian.

Pada tahun 1579, perjanjian Utrecht ditandatangani dengan kesepakatan bagian utara dari 17 provinsi untuk saling mendukung dalam pertahanan tentara Spanyol. Perjanjian ini dikenal sebagai awal Republik Belanda. Pada tahun 1581, Belanda mendeklarasikan kemerdekaan resminya dari Spanyol.

Semua tanggal-tanggal penting, perjanjian dan pertempuran ini membawa Belanda menjadi republik mereka sendiri.

Ikut kursus di Superprof untuk kursus bahasa Belanda di Jakarta.

Tujuh Provinsi Republik Belanda

bunga tulip
Tulip mania terjadi pada tahun 1636 dan saat ini digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan segala jenis gelembung ekonomi. (Sumber Visual Hunt)

Setelah kemerdekaannya, negara tidak menemukan Raja yang memuaskan agar republik tujuh provinsi dengan pemerintahan otonomnya sendiri dapat dibentuk. Provinsi yang membentuk konfederasi adalah Holandia, Zeeland, Groningen, Friesland, Utrecht, Overijssel and Gelderland. Serikat Jenderal berlokasi di Den Haag dengan perwakilan dari masing-masing tujuh provinsi di sana.

Meskipun Belanda mengakui kemerdekaannya dari Spanyol pada tahun 1582, butuh bertahun-tahun kemudian untuk Spanyol akhirnya menerima fakta ini. Pada tahun 1648 setelah menandatangani Perjanjian Perdamaian Münster, Spanyol akhirnya mengakui kemerdekaan Belanda setelah perjuangan bertahun-tahun.

Perdamaian Münster adalah perjanjian yang sangat penting dan merupakan pengakuan resmi Republik Belanda. Perjanjian ini mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun dan Perang Delapan Puluh Tahun dan terkadang dianggap sebagai awal Masa Kejayaan Belanda.

Selama Masa Kejayaan Belanda, yang berlangsung selama sebagian besar separuh terakhir abad ke-17, kekaisaran Belanda menjadi kekuatan ekonomi pertama di Eropa bersamaan dengan Portugal, Spanyol, Prancis, dan Inggris. Seni dan sains dari Republik Belanda dipuji di seluruh dunia.

Pada tahun 1650, Kekaisaran Belanda memiliki lebih dari 16,000 kapal dagang yang digunakan untuk membangun pos perdagangan dan koloni di seluruh dunia. Perusahaan Hindia Timur Belanda dan Perusahaan Hindia Barat Belanda membangun pos perdagangan di Amerika Utara di bagian selatan Manhattan, di Afrika Selatan, di negara-negara Amerika Selatan Guyana dan Suriname, di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) dan sebuah koloni di Jepang benama Dejima.

Belanda umumnya dikenal sebagai negara kapitalis pertama di dunia.

Amsterdam telah menjadi kota perdagangan terkata dan ada banyak fenomena ekonomi yang dikenal di seluruh dunia. Tulip mania pada tahun 1636 dan 1637 dicatat sebagai gelembung spekulatif pertama. Harga umbi tulip yang baru diperkenalkan mencapai harga yang sangat tinggi dan kemudian anjlok di tahun berikutnya. Tulip mania lebih merupakan fenomena sosial ekonomi daripada krisis ekonomi.

Misalnya, pada puncak tulip mania, beberapa umbi dijual sepuluh kali lipat lebih banyak dari pendapatan tahuanan seorang pengrajin terampil! Istilah ini sekarang digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan segala jenis gelembung ekonomi.

Tahun penting lainnya dalam periode ini yaitu pada tahun 1672, dikenal sebagai Rampjaar atau “tahun bencana” ketika Republik Belanda diserang oleh Prancis, Inggris dan pangeran-uskup Bernhard von Galen, uskup Münster dan Maximilan Henry dari Bavaria secara bersamaan. Para tentara penjajah dengan cepat menaklukkan sebagian Republik dengan mengalahkan sebagian besar Tentara Negara Belanda.

De Witt bersaudara disalahkan atas momen mengerikan dalam sejarah ini dan digantung mati di Den Haag. Pembunuhnya tidak pernah dihukum, dan hal ini diyakini didorong oleh Pangeran William dari Orange.

Perang Dunia

Rotterdam dalam sejarah
Rotterdam yang menawan dibom dalam Perang Dunia II oleh Jerman yang menjadikan kota itu berantakan. (Sumber pixabay)

Banyak momen-momen penting dalam sejarah Belanda terjadi selama Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Kedua (1939-1945).

Selama Perang Dunia I, Belanda bisa tetap netral terutama karena fakta bahwa impor barang melalui Belanda terbukti penting bagi kelangsungan hidup Jerman selama perang.

Ada banyak perpecahan di Royal House karena fakta bahwa Ratu Wilhemina bersimpati secara pribadi dengan Belgia dan Prancis dan suaminya pangeran-permaisuri Jerman Henry Duke Mecklenburg-Schwerin adalah seorang pro-Jerman dalam kehidupan publik maupun pribadinya.

Banyak tawanan perang yang diasingkan ke Belanda selama Perang Dunia Pertama seperti Kaiser Wilhelm II dari Jerman.

Karena lokasi geografis Belanda, Belanda menjadi sarang spionase. Banyak agen mata-mata beroperasi di negara tersebut karena sangat mudah untuk bepergian dengan bebas ke seluruh Belanda. Meta Hari, seorang tokoh publik terkenal dan penari eksotis, dituduh sebagai mata-mata Jerman dan dieksekusi oleh regu tembak pada tahun 1917.

Dalam Perang Dunia II, Belanda mengalami banyak kerusakan infrastruktur. Sama seperti saat Perang Dunia I, Belanda menyatakan bahwa mereka netral selama Perang Dunia Kedua. Akan tetapi, Adolf Hitler mengesahkan pengeboman Rotterdam yang menyebabkan kota hancur. Sehari setelah “Rotterdam Blitz”, pemerintah Belanda menyerah dan mencari perlindungan di London. Hal ini menyebabkan Belanda dikendalikan oleh Jerman selama perang.

Selama pendudukan Jerman, organisasi non-Nazi dibubarkan. Hitler sangat menyukai orang-orang Belanda yang dianggapnya sebagai bagian dari ras Ayra.

Selama itu pula, orang-orang Yahudi yang tinggal di Belanda dianiaya dan lebih dari 100,000 orang dikirim ke kamp tawanan. Anak-anak muda didorong untuk berjuang untuk tentara Jerman dalam perang.

Jepang menduduki Hindia Belanda (Indonesia) selama perang dan memenjarakan beberapa orang Belanda dan ras campuran di kamp-kamp dengan kondisi yang memprihatinkan.

Pada tahun 1944 dan 1945, Tentara Kanada Pertama bertanggung jawab untuk membebaskan Belanda.

Pasca Perang dan Zaman Modern

demo kesetaraan hak dan gender di Belanda
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, para perempuan berjuang untuk kesetaraan hak dan kendali atas tubuhnya sendiri. Mereka bekerja keras secara kolektif untuk melegalkan aborsi. (Sumber Visual Hunt)

Setelah Perang Dunia Kedua, ekonomi dan infrastruktur Belanda menjadi berantakan. Pembangunan kembali diperlukan untuk membentuk Belanda yang sama seperti sebelumnya.

Meski angka kelahirannya tinggi, tingkat penganggurannya rendah dan ekonomi tumbuh dengan sangat pesat menyebabkan ledakan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar bantuan rekonstruksi datang dari Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri George Marchall menyediakan dana, barang, bahan mentah, dan produk segar kepada Eropa Barat untuk membantu pemulihan.

Dari tahun 1948 hingga 1958, pemerintah Belanda adalah koalisi partai Katolik dan sosial demokrat. Perdana Menteri Willem Drees mendorong semua orang untuk turut andil dan membuat perubahan. Upah kerja tidak naik terlalu banyak dan hal ini membuat Belanda unggul secara kompetitif dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya.

Hal ini juga mendorong imigrasi dari negara-negara Eropa lainnya seperti Spanyol dan Italia. Imigran dari negara-negara lain seperti Turki dan Maroko membentuk Belanda menjadi masyarakat multikultural dan toleran.

Drees membuat banyak program sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Belanda seperti pensiun reguler bagi warga lansia. Pemerintah yang mengikuti Drees juga memperkenalkan tunjangan anak dan jaminan sosial yang membuat warga lebih bergantung pada negara ketimbang badan amal dan organisasi swasta.

Program-program sosial yang telah disebutkan di atas membuat Belanda menjadi salah satu negara paling bahagia dan makmur di dunia.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, ada banyak perubahan sosial yang diperjuangkan oleh para anak muda dan mahasiswa. Laki-laki dan perempuan berjuang bersama untuk kesetaraan hak, kesetaraan upah, dan aborsi legal. Tradisi kuno di pemerintahan ditinggalkan, moral konvensional disingkirkan, dan perubahan sosial dalam subjek seperti isu lingkungan, penggunaan obat-obatan, dan seksualitas diperjuangkan.

Dengan diterimanya perubahan-perubahan sosial di atas oleh pemerintah, Belanda terbukti menjadi masyarakat yang avant-grade dan toleran secara sosial.

Akan tetapi, tahun 2000-an ditandai dengan pembunuhan dua tokoh publik yang mengunakan platfotm mereka untuk mengutarakan subjek kontroversial. Pim Fortuyn, yang memiliki kebijakan ketat tentang imigrasi dibunuh pada tanggal 6 Mei 2002 oleh Volkert van der Graaf seorang aktivis hak binatang. Dia membunuh Fortuyn untuk menghentikannya menjadikan Muslim sebagai “kambing hitam.”

Pembunuhan politik kedua di abad ke-21 terjadi pada sutradara Theo Van Gough yang dibunuh oleh ekstremis Islam Belanda-Maroko setelah merilis film pendek yang mengkritik perlakuan terhadap perempuan dalam budaya Islam. Pembunuhan ini memicu debat tentang ekstremis Islam yang tinggal di Belanda dan kebijakan imigrasi yang terlalu toleran

Belanda, seperti banyak negara Eropa, selama berabad-abad memiliki budaya yang kaya dengan banyak peristiwa tak terlupakan yang membentuk masyarakat Belanda. Mempelajari negara dan budaya lain adalah cara untuk menerima orang lain dan cara pemikiran yang berbeda. Kita semua bisa banyak belajar dari satu sama lain.

Cek di sini untuk kursus bahasa Belanda di Indonesia

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5,00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang