Saat Anda pertama kali memulai, sepertinya ada begitu banyak yang harus dilakukan hanya untuk mulai mengikuti hobi atau minat Anda. Peralatan fotografi juga demikian, ada begitu banyak perangkat, gadget dan aksesori sehingga sulit untuk mengetahui di mana kebutuhan dan keinginan yang tidak perlu untuk dimiliki.

Pocket Wizards, Quadcopter drone, hot shoe, external flash kit, E mounts, Prime lens, back up camera, ring flashes, charger, tripods, reflectors, straps, tas kamera, wireless trigger, studio lighting kits dan bahkan belum lagi aplikasi pengeditan, cetak atau perlindungan gambar.

Jika itu semua terdengar seperti omong kosong bagi Anda, maka dengan senang hati saya katakan bahwa untuk memulai fotografi, satu-satunya perlengkapan yang Anda perlukan, adalah diri Anda sendiri dan kamera yang cocok untuk menangkap penglihatan Anda. Tetapi bahkan sesederhana ini kedengarannya bisa menjadi sangat rumit.

Mari kita lihat beberapa komponen penting yang diperlukan untuk memulai dalam fotografi.

User sangat menentukan foto yang diambil
Kamera tidak mengambil foto yang menakjubkan, manusia yang melakukannya. Sumber Foto: Unsplash

Apa Kamera Terbaik Untuk Fotografi?

Pada awal perjalanan fotografi Anda, mungkin sulit untuk menyadari bahwa kamera hanyalah alat. Kamera tidak mengambil foto yang luar biasa, orang melakukannya, dan meskipun kamera adalah alat yang penting, kamera hanya berfungsi sebagai saluran untuk penglihatan Anda.

Seorang fotografer profesional dapat mengambil foto yang bisa memenangkan penghargaan dengan kamera sekali pakai, dan seorang pemula dapat mengambil gambar terburuk yang pernah dilihat dengan Digital SLR seharga puluhan juta rupiah. Ini menyoroti poin bahwa meskipun memiliki peralatan berkualitas yang tepat dapat membantu, kamera tidak akan memilih target dari apa yang akan difoto untuk Anda.

Ketika saya memilih kamera SLR Digital pertama saya saat remaja, saya tahu pilihannya ada di tangan saya. Orang tua saya akan membelikan saya kamera baru, tetapi saya harus tahu kamera mana yang saya ingin mereka beli. Saya berbicara dengan guru saya, tetapi mereka semua memberikan jawaban yang berbeda.

Saya berbicara dengan paman saya yang merupakan fotografer profesional, dan dia memberi saya nasihat terbaik. Pertama, dia mengatakan kepada saya bahwa tidak ada kamera yang sempurna, hanya ada kamera yang ideal untuk apa yang ingin Anda potret, karena subjeknya berubah, begitu juga dengan kamera yang 'sempurna'. Selanjutnya, dia mengatakan kepada saya untuk bertanya pada diri sendiri 3 pertanyaan, dan dari jawabannya, saya akan memiliki daftar pendek kamera yang cocok untuk saya.

  • Fitur apa yang saya butuhkan?
  • Jenis kamera apa yang bisa saya gunakan?
  • Apa yang ingin saya foto?

Berhasil! Dan 4 'kamera yang sempurna untuk saya' nanti, rumus ini masih berfungsi. Sekarang saya menawarkan pertanyaan-pertanyaan ini kepada Anda dan berharap mereka dapat membantu Anda dalam beberapa cara untuk menentukan jenis foto yang Anda inginkan dan dengan demikian kamera mana yang Anda perlukan untuk mendukung visi Anda.

Baca selengkapnya tentang memilih kamera terbaik untuk Anda.

Berikut Adalah Daftar Singkat Beberapa Favorit Pilihan Saya

Kamera Point Shoot

Kamera point and shoot dan kamera compact yang ringan, mudah digunakan, dan cukup murah. Semua memiliki mode otomatis, dan beberapa memiliki mode manual dan fitur keren lainnya. Bagus untuk pemula.

Contoh tipe yang cukup baik:

  • Canon PowerShot SX720 - Sensor 20,3 megapiksel (MP), video HD, LCD 3 ”dan WiFi
  • Canon PowerShot G9 X - Sensor 20,2 MP, Video HD, gambar cahaya rendah yang bagus dan sangat ringan
  • Sony RX100 III - Sensor 20,9 MP, pengambilan gambar kontinu, lensa cepat, dan jendela bidik pop up.

Kamera Mirrorless

Kamera mirrorless seperti DSLR tetapi tanpa cermin itulah namanya. Menjadi mirrorless membuatnya seringan point and shoot tetapi dengan hampir semua fitur dari Digital SLR. Ini juga memiliki lensa yang dapat diganti, jendela bidik elektronik real-time dan penuh dengan fitur manual dan otomatis. Mereka jauh lebih mahal daripada kamera point shoot. Bagus untuk pemula dan profesional

Contoh tipe yang cukup Baik:

  • Sony A7 II– Sensor 24,3 MP, Autofokus cepat, stabilisasi gambar bawaan, kecil dan ringan.
  • Fuji X-T1 - Sensor 16,3 MP, pengambilan gambar kontinu, LCD yang dapat dimiringkan, serta tahan air dan debu.

DSLR

DLSR digital seperti kamera mirrorless kecuali mereka memiliki lebih banyak pilihan lensa, masa pakai baterai lebih lama, sensor yang sedikit lebih besar dan umumnya fokus yang lebih cepat. Mereka besar, dan berat tetapi memberikan hasil yang sangat baik. Apalagi jika Anda menyukai fotografi action, DSLR akan menjadi pendamping yang sempurna. Mereka sangat cocok untuk fotografer profesional

Contoh tipe yang baik:

  • Nikon d7100 - Sensor 24,1 MP, video Full HD dan pengambilan gambar kontinu
  • Nikon d800 - Dengan Sensor 36,3 MP, ini adalah salah satu DSLR resolusi tertinggi
  • Canon Eos 7d mark ii - Sensor 20,2 MP, foto dan video berkualitas tinggi
  • Nikon d750 - Sensor 24,3MP, memotret 6,5 frame per detik
  • Canon Eos 5d mark iii - Sensor 22,3 MP, dan prosesor gambar ganda
kamera dan memori untuk menjadi fotografer sangatlah penting
Hal terpenting yang Anda butuhkan sebagai fotografer adalah kamera dan setumpuk kartu memori. Sumber Foto: Unsplash

Fotografi: Bagaimana Cara Memilih Lensa Kamera?

Memilih lensa untuk kamera Anda adalah hal terpenting yang dapat Anda lakukan. Jika kamera adalah saluran yang menghubungkan Anda ke subjek, maka lensa kamera setara dengan penglihatan Anda. Lensa dan jenis lensa yang Anda putuskan untuk digunakan sangat penting untuk hasil gambar yang akan Anda dapatkan. Ada terlalu banyak jenis lensa yang tersedia, jadi mari kita bahas yang penting.

Lensa Kit Standar

Ini adalah lensa yang paling mungkin Anda kenal terlebih dahulu karena kemungkinan besar akan disertakan dalam paket pembelian kamera Anda. Lensa standar adalah lensa  fungsi umum yang sangat baik dengan sudut lebar yang bagus dan zoom yang besar. Panjang fokus paling populer untuk lensa standar adalah 18mm - 55mm. Kelemahan utama dari lensa ini adalah bahwa lensa tersebut tidak dapat dibandingkan dengan lensa prima profesional dalam hal kejernihan dan kecepatan.

Contoh lensa standar

  • Sigma 18mm - Lensa Zoom 50mm

Lensa Fisheye

Lensa fisheye memberikan efek panorama pada foto Anda, rasio tampilan sekitar 180 derajat meskipun berbeda untuk lensa yang berbeda merek. Hal yang menarik tentang lensa fisheye adalah lensa ini dapat menghadirkan kreativitas yang mudah pada gambar Anda. Gambar fisheye bisa sangat mencengangkan jika digunakan dengan cara yang benar, tetapi beberapa orang merasa gambar itu terlalu menarik perhatian untuk dianggap sebagai fotografi serius, saya tidak setuju. Satu-satunya kelemahan dari lensa ini adalah bahwa lensa ini memiliki distorsi yang agak berat dan mencolok. Ini berarti jika tidak digunakan dengan baik dapat menghasilkan gambar yang jelek. Panjang fokus lensa ini biasanya antara 8mm - 10mm,

Contoh lensa fisheye

  • Sigma 8mm Circular Fisheye Lens

Lensa Wide

Lensa wide memberi Anda kemampuan untuk menangkap lanskap, pemandangan, dan pemandangan apa pun yang Anda inginkan untuk mendapatkan sudut yang lebih lebar. Lensa ini sangat bagus dalam menjaga subjek tetap tajam dan fokus dengan baik; Namun, ada sedikit distorsi yang tidak selalu terlihat. Lensa ini memiliki kisaran panjang fokus 24mm - 35mm

Contoh lensa wide

  • Lensa Nikon 35mm NIKKOR

Lensa Makro

Lensa makro memberi Anda akses untuk memotret subjek dari dekat. Tergantung pada lensanya, Anda dapat memotret dengan sangat detail bulu di punggung lebah madu, kaki semut, atau serbuk sari bunga. Ini adalah lensa ultra-close terbaik yang memungkinkan Anda menangkap apa yang biasanya tidak dapat dilihat dengan jelas oleh mata. Ada banyak jenis lensa, dan jenis yang Anda pilih bergantung pada seberapa dekat Anda ingin berada dengan subjek. Lensa ini sangat tajam, jadi pastikan Anda memiliki tangan yang mantap saat memotret. Panjang fokus kira-kira 50mm - 160mm

Contoh lensa Makro

  • Lensa Makro Canon 100mm

Lensa Telefoto

Lensa telefoto adalah lensa yang pasti pernah Anda lihat digunakan paparazzi atau lensa yang sering Anda lihat di safari. Mereka biasanya besar, mudah terlihat dan berat, tetapi Anda tidak perlu berada di dekat subjek Anda sehingga Anda dapat mengambil gambar yang fantastis dari jauh. Cocok untuk pemandangan Jalan, acara olahraga, pemandangan alam, dan foto satwa liar. Mereka memiliki panjang fokus 135mm - 300mm + dan Anda akan membutuhkan tangan yang mantap atau tripod untuk menggunakannya secara efektif.

Contoh lensa Telefoto

  • Lensa Nikon 200mm - 500mm
Peralatan yang bagus menghasilkan foto yang bagus
Bagaimana peralatan ini membantu saya mengambil foto yang lebih baik? Jika tidak, Anda mungkin tidak membutuhkannya. Sumber Foto: Unsplash

Apa Saja Perbedaan Aksesoris Fotografi?

Hal terpenting yang Anda butuhkan sebagai fotografer adalah kamera Anda (kamera + Lensa) dan setumpuk kartu memori. Setelah Anda memilikinya, Anda memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi fotografer hebat. Tetapi terkadang hal-hal lain dibutuhkan berdasarkan kebutuhan Anda.

Seperti jika ingin menjadi fotografer studio maka diperlukan lighting studio dan aksesoris flash. Jika Anda akan memotret berbagai jenis lingkungan, lensa prima akan sangat penting untuk membantu Anda mendapatkan yang terbaik dari gambar Anda. Jika Anda ingin mengambil eksposur terus mnerus maka Tripod, monopod, dan Gorillapod akan menjadi teman terbaik Anda. Atau mungkin Anda hanya perlu tas pembawa kamera sederhana atau tali kamera untuk menjaga keamanan kamera Anda.

Ada ribuan aksesoris fotografi di luar sana, tetapi sebelum Anda mulai mencari sesuatu, hal utama yang harus Anda tanyakan pada diri Anda adalah bagaimana hal ini membantu saya mendapatkan foto terbaik? Jika tidak, Anda mungkin tidak membutuhkannya.

Seberapa Mahal Untuk Mempelajari Fotografi?

Formula saya untuk fotografer hebat adalah

  • Memiliki visi untuk melihat foto yang bagus sebesar 40%
  • Memiliki keterampilan menangkap gambar sebesar 40%
  • Memiliki peralatan yang tepat untuk menangkap gambar sebesar 20%

Sebagai pemula dengan fotografi, yang Anda butuhkan sekarang adalah pengetahuan untuk mempelajari cara terbaik menangkap subjek Anda. Menjadi fotografer hebat tidak membutuhkan banyak pengalaman, tetapi dibutuhkan 3 hal ini untuk mengabadikan momen tepat waktu.

Anda dapat belajar dengan berbagai cara, dan biayanya akan berubah dari gratis menjadi mahal tergantung pilihan Anda.

  • Belajar otodidak menggunakan banyak latihan, buku perpustakaan, dan sumber belajar online (gratis)
  • Bekerja magang untuk Fotografer Profesional (Gratis hingga agak mahal)
  • Kursus atau lokakarya fotografi yang diajarkan oleh seorang tutor, baik secara individu atau dalam lingkungan kelompok. (Sangat murah sampai mahal)
  • Kualifikasi profesional seperti gelar (Mahal)

Harga sangat subjektif dalam fotografi dan tergantung pada level Anda, siapa yang Anda pilih untuk mengajar Anda dan di mana Anda memilih untuk belajar. Misalnya, biaya kuliah fotografi di Jakarta hampir dua kali lipat biayanya daripada di Malang. Mengambil kursus fotografi online akan lebih murah daripada mengambil kursus fotografi tatap muka. Jika Anda seorang pemula, Anda akan membayar lebih dari seorang penggemar fotografi yang hanya membutuhkan ilmu dasar. Yang terpenting adalah mengatur anggaran Anda dan mencari solusi yang sesuai dengan keadaan Anda.

Jika Anda baru memulai, Anda mungkin tergoda untuk membeli peralatan fotografi termahal dan berkualitas terbaik dengan semua fitur yang ada. Tetapi jika Anda berbicara dengan fotografer profesional berpengalaman, mereka mungkin akan memberi tahu Anda bahwa ini adalah kesalahan pemula.

Membeli semuanya langsung akan membuat Anda tidak pernah menggunakan setengah dari barang itu. Fotografi bisa mahal tetapi tidak perlu mahal, jadi jika Anda ingin memulai tetapi menghargai penghematan uang Anda, akan lebih baik untuk menginvestasikan uang dan waktu Anda pada barang-barang yang paling penting. Meninggalkan sisanya saat diperlukan, kembangkan peralatan Anda secara perlahan.

Ingat, fotografi bukanlah tentang apakah Anda memiliki peralatan paling keren. Saat seseorang melihat foto Anda, mereka tidak memikirkan apakah Anda memiliki kamera saku atau tripod terbaru. Semua itu jatuh ke latar belakang karena fokus utama selalu pada kualitas dan komposisi foto Anda. Jika itu tidak membuat foto Anda lebih baik, Anda mungkin tidak membutuhkannya.

Butuh guru Fotografi ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang