Bahasa Jepang memiliki sistem penulisan yang unik dan kompleks, terdiri dari tiga komponen utama: Hiragana, Katakana, dan Kanji. Memahami ketiga sistem ini esensial bagi siapa pun yang ingin membaca, menulis, atau berbicara dalam bahasa Jepang dengan lancar. Artikel ini akan membahas secara mendalam masing-masing komponen, sejarahnya, serta tips untuk mempelajarinya.

Cek di sini untuk kursus bahasa Jepang

Tersedia guru-guru Bahasa Jepang terbaik
Anjani
5
5 (27 ulasan)
Anjani
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Maria
4.9
4.9 (23 ulasan)
Maria
Rp175,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Umbuk
5
5 (47 ulasan)
Umbuk
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reza
5
5 (73 ulasan)
Muhammad reza
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sherafina
5
5 (187 ulasan)
Sherafina
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Devi
5
5 (90 ulasan)
Devi
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Herlita
5
5 (72 ulasan)
Herlita
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adhifan
5
5 (52 ulasan)
Adhifan
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anjani
5
5 (27 ulasan)
Anjani
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Maria
4.9
4.9 (23 ulasan)
Maria
Rp175,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Umbuk
5
5 (47 ulasan)
Umbuk
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reza
5
5 (73 ulasan)
Muhammad reza
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sherafina
5
5 (187 ulasan)
Sherafina
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Devi
5
5 (90 ulasan)
Devi
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Herlita
5
5 (72 ulasan)
Herlita
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adhifan
5
5 (52 ulasan)
Adhifan
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Sejarah dan Perkembangan Sistem Penulisan Bahasa Jepang

Sebelum melihat berbagai jenis tulisan Jepang, atau skrip seperti yang umum dikenal, kita akan menjelajahi asal-usul tradisi penulisan yang aneh ini.

sejarah jepang dan bahasanya
Sejarah di balik sistem penulisan bahasa Jepang itu panjang dan kompleks. Sumber: Hk01

Sejarah bahasa Jepang dan sistem penulisannya sedikit membingungkan. Dengan bentuk tulisan yang sangat kompleks, terbukti sulit bagi para ahli bahasa untuk menjelaskan dengan tepat bagaimana setiap skrip muncul.

Bahasa Jepang adalah satu-satunya bahasa dari negara besar yang akarnya diselimuti misteri, artinya tidak ada begitu banyak informasi tentang bagaimana asal mulanya.

Ada banyak teori berbeda dan perdebatan seputar sejarah bahasa Jepang, dan ini dibagi menjadi unsur-unsur lisan dan tulisan.

Banyak orang menganggap bentuk modern penulisan bahasa Jepang sebagai adaptasi dari bahasa Tionghoa. Ini karena skrip Kanji menggunakan banyak ideograf atau aksara yang umum dalam bahasa Tionghoa. Tumpang tindih ini jelas dikenali oleh para penutur bahasa Tionghoa dan Jepang, namun asal-usul sistem penulisan lainnya kurang jelas.

Sebenarnya, contoh pertama yang tercatat dari tulisan bahasa Jepang yang berasal dari abad ke-5 dan ke-6 adalah dari bahasa Tionghoa. Artinya, bahasa Tionghoa ditulis di Jepang sebelum sistem penulisan dikembangkan untuk bahasa Jepang. Seiring waktu, kata-kata digunakan untuk menangkap nuansa kata bahasa Jepang lisan, sehingga teks bahasa Tioghoa berkembang menjadi teks baru yang cocok untuk bahasa Jepang.

Kanji dapat menyampaikan banyak arti, namun pengembangan dua sistem penulisan lainnya diperlukan untuk mengekspresikan nuansa dalam tulisan bahasa Jepang. Menariknya, Katakana diangap muncul sebagai hasil dari para pendeta yang membaca teks bahasa Tionghoa, menerjemahkannya ke dalam bahasa Jepang, dan perlu sesuatu untuk membantu mereka mengingat lebih mudah.

Sistem penulisan Hiragana dan Katakana berada di bawah label ‘kana’, yang artinya keduanya adalah skrip suku kata. Anehnya, meskipun Hiragana bekerja sama dengan Kanji untuk membentuk banyak part of speech, Katakana sebagian besar digunakan untuk kata pinjaman asing, onomatopoeia, dan slang.

Jadi, ringkasnya, bagaimana tepatnya sistem penulisan bahasa Jepang muncul masih agak diselimuti misteri. Namun, yang kita ketahui adalah sistem Kanji dipinjam dari bahasa Tionghoa, dan dua sistem kana dikembangkan untuk mengisi celah dan menangkap nuansa bahasa Jepang.

Komponen Utama Sistem Penulisan

Sistem penulisan bahasa Jepang sangat berbeda dengan bahasa lainnya, source: Pexels

Sistem penulisan bahasa Jepang sangatlah unik dan khas, yang terdiri dari tiga sistem penulisan yang berbeda: huruf Hiragana Katakana dan Kanji.

Ketiga sistem penulisan ini berfungsi bersama untuk membentuk struktur kalimat yang kompleks, sekaligus memperkaya makna dalam setiap kalimat yang ditulis.

Mengenal ketiga sistem penulisan huruf bahasa Jepang ini adalah langkah awal yang sangat penting, karena ketiganya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. Mari kita bahas masing-masing huruf jepang a sampai z secara lebih rinci sebagai berikut:

Sistem PenulisanFungsi UtamaPenggunaanContoh Kata
Kanji (漢字)Menyampaikan makna utama dan membuat tulisan lebih ringkasKata benda, kata kerja, kata sifat, nama tempat, konsep tertentu日本 (Nihon) = Jepang; 本 (hon) = buku
Hiragana (ひらがな)Menunjukkan unsur tata bahasa dan bunyi kata asli JepangPartikel, akhiran kata kerja, perubahan kata sifat, kata yang tidak menggunakan Kanjiは (wa), を (o), です (desu)
Katakana (カタカナ)Menulis kata asing, istilah khusus, onomatope, dan penekananKata serapan asing, nama asing, produk, istilah modernコーヒー (koohii) = kopi; アニメ (anime) = anime

Hiragana

00:00

Hiragana (ひらがな) adalah salah satu dari tiga sistem penulisan utama dalam bahasa Jepang dan merupakan fondasi dari seluruh sistem penulisan Jepang. Huruf Hiragana bahasa Jepang terdiri dari 46 karakter dasar dengan 5 vokal dan 41 konsonan. Masing-masing karakter mewakili satu suku kata atau fonem dalam bahasa Jepang.

Tabel huruf Hiragana Jepang
Tabel huruf Hiragana Jepang

Sistem penulisan Hiragana digunakan untuk menulis kata-kata asli Jepang, terutama yang tidak memiliki Kanji atau kata-kata yang lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Hiragana juga digunakan untuk penulisan partikel gramatikal, akhiran kata kerja dan kata sifat, serta furigana (cara baca Kanji).

Hiragana merupakan sistem penulisan pertama yang diajarkan saat belajar bahasa Jepang. Karakter Hiragana memiliki bentuk yang melengkung dan halus, yang sering kali disebut sebagai “tulisan perempuan” pada masa lalu di kalangan bangsawan Jepang karena kelembutannya.

Contoh kosakata Hiragana:

  • たべる (taberu) yang berarti "makan". Kata ini ditulis dengan Hiragana karena "taberu" adalah kata kerja asli dalam bahasa Jepang yang tidak memerlukan Kanji.
  • さくら (sakura) yang berarti "bunga sakura". Kata ini ditulis menggunakan Hiragana karena tidak ada Kanji yang umum digunakan untuk kata ini di tingkat pemula.

Setelah mempelajari abjad bahasa Jepang ini, Anda akan lebih mudah memahami pembentukan kata dalam bahasa Jepang. Bahkan, Hiragana juga digunakan untuk menuliskan kosakata yang diambil dari Kanji yang lebih rumit atau tidak umum dipakai dalam percakapan sehari-hari. Mempelajari dan menguasai Hiragana adalah langkah penting dalam mempelajari bahasa Jepang secara keseluruhan.

Katakana

Huruf Katakana (カタカナ) adalah sistem penulisan fonetik lain dalam bahasa Jepang yang memiliki bentuk yang lebih tajam dan bersudut dibandingkan dengan Hiragana. Seperti Hiragana, Katakana terdiri dari 46 karakter dasar yang terdiri dari 20 karakter dakuten, 5 dengan handakuten, dan 33 kombinasi yōon.

Tabel Katakana Jepang

Jika Hiragana digunakan untuk kosakata asli Jepang, maka huruf Katakana Jepang berguna untuk menuliskan kata-kata serapan yang seringkali berasal dari bahasa asing. Katakana berperan ketika menuliskan kata serapan atau kata-kata yang berasal dari bahasa asing, nama-nama orang dan tempat asing, serta istilah teknis, ilmiah, dan teknologi.

Oleh karena itu, banyak kata yang berhubungan dengan produk teknologi, makanan, atau budaya populer yang dipinjam dari bahasa asing ditulis menggunakan Katakana.

Contoh penggunaan Katakana dalam kalimat:

  • コンピューター (konpyuutaa) yang berarti "komputer". Kata ini menggunakan Katakana karena merupakan kata serapan dari bahasa Inggris.
  • テレビ (terebi) yang berarti "televisi". Kata ini juga merupakan serapan dari bahasa Inggris, sehingga ditulis dalam Katakana.

Sistem penulisan Katakana juga berguna ketika menuliskan bunyi-bunyian atau onomatopoeia, seperti bunyi hewan atau suara alam. Misalnya, ワンワン (wan wan) digunakan untuk menirukan suara anjing menggonggong.

Kanji

Kanji (漢字) merupakan sistem penulisan serapan aksara Tionghoa dan berperan dalam menulis sebagian besar kata benda, akar kata kerja, dan kata sifat pada bahasa Jepang.

Kanji berbeda dengan Hiragana dan Katakana. Abjad Jepang ini termasuk ideogram, karena setiap karakter huruf Kanji bukan hanya mewakili suara, tetapi juga memiliki makna tertentu. Misalnya, karakter 学 berarti "belajar" dan 水 berarti "air". Dalam satu karakter Kanji, Anda dapat menemukan sebuah konsep atau ide yang digambarkan dengan satu simbol.

Ada ribuan karakter Kanji, meskipun orang Jepang hanya menggunakan sekitar 2.000 hingga 3.000 huruf Kanji Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Kanji juga berguna untuk membedakan kata-kata yang homofon (kata yang terdengar sama tetapi memiliki arti berbeda). Semisal, kata "kami" bisa berarti "dewa" (神) atau "kertas" (紙), tergantung pada Kanji yang digunakan.

Contoh penggunaan Kanji dalam kalimat:

  • 学ぶ (manabu) yang berarti "belajar". Di sini, Kanji 学 digunakan untuk menunjukkan makna "belajar".
  • 水を飲む (mizu wo nomu) yang berarti "minum air". 水 adalah Kanji yang menunjukkan "air".

Meski menguasai belajar Kanji dalam bahasa Jepang ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit, namun akan sangat membantu dalam membaca dan menulis dalam bahasa Jepang. Setiap karakter Kanji membawa makna yang tak tergantikan oleh Hiragana maupun Katakana.

check_circle
Jadi Singkatnya

Hiragana (ひらがな) digunakan untuk menulis tata bahasa Jepang, seperti partikel, akhiran kata kerja, dan kata asli Jepang. Katakana (カタカナ) digunakan untuk menulis kata serapan asing, istilah ilmiah, nama asing, dan onomatope. Kanji (漢字) digunakan untuk menyampaikan makna utama dalam kata, seperti kata benda, kata kerja, dan kata sifat.

Tersedia guru-guru Bahasa Jepang terbaik
Anjani
5
5 (27 ulasan)
Anjani
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Maria
4.9
4.9 (23 ulasan)
Maria
Rp175,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Umbuk
5
5 (47 ulasan)
Umbuk
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reza
5
5 (73 ulasan)
Muhammad reza
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sherafina
5
5 (187 ulasan)
Sherafina
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Devi
5
5 (90 ulasan)
Devi
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Herlita
5
5 (72 ulasan)
Herlita
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adhifan
5
5 (52 ulasan)
Adhifan
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Anjani
5
5 (27 ulasan)
Anjani
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Maria
4.9
4.9 (23 ulasan)
Maria
Rp175,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Umbuk
5
5 (47 ulasan)
Umbuk
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Muhammad reza
5
5 (73 ulasan)
Muhammad reza
Rp50,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Sherafina
5
5 (187 ulasan)
Sherafina
Rp150,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Devi
5
5 (90 ulasan)
Devi
Rp75,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Herlita
5
5 (72 ulasan)
Herlita
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Adhifan
5
5 (52 ulasan)
Adhifan
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Romaji: Transliterasi Bahasa Jepang ke Alfabet Latin

Romaji (ローマ字) adalah sistem penulisan bahasa Jepang menggunakan alfabet Latin. Romaji berguna untuk membantu orang yang tidak mengerti bahasa Jepang atau yang belum menguasai Kanji, Hiragana, atau Katakana.

Tulisan latin Jepang ini memungkinkan Anda memahami cara membaca dan menulis alfabet Jepang menggunakan huruf Latin, yang lebih familiar untuk anda yang berasal dari negara-negara dengan sistem alfabet Latin.

Romaji sering digunakan untuk membantu penutur non-Jepang memahami pengucapan kata-kata Jepang. Misal, kata 東京 (Tokyo) bisa ditulis dengan Romaji sebagai toukyou. Begitu pun dengan kata さくら (sakura) yang dapat ditulis sebagai sakura.

Namun, Romaji hanyalah transkripsi dan tidak digunakan dalam penulisan resmi atau sehari-hari di Jepang. Romaji hanya membantu agar memahami pengucapan dan struktur kalimat. Untuk penguasaan bahasa Jepang yang lebih mendalam, Anda harus belajar untuk membaca dan menulis dalam Hiragana, Katakana, dan Kanji.

Meskipun Romaji sangat berguna, Anda harus berusaha mengurangi ketergantungan pada Romaji seiring waktu dan beralih ke sistem penulisan asli bahasa Jepang untuk mengembangkan kemampuan bahasa Jepang secara komprehensif.

Kombinasi Aksara dalam Penulisan Bahasa Jepang

pentingnya belajar hiragana
Hiragana dipelajari sejak usia dini, dan hiragana adalah sistem penulisan penting dalam bahasa Jepang. Sumber: Amaijapan

Penulisan dalam bahasa Jepang sangatlah unik, mereka memakai ketiga sistem ini secara bersamaan dalam satu bacaan. Ketiga sistem ini memiliki fungsinya masing-masing.

Dalam sistem penulisan bahasa Jepang, Kanji (漢字) digunakan untuk menunjukkan makna utama sebuah kata secara lebih jelas dan membuat tulisan menjadi lebih ringkas. Kanji biasanya dipakai untuk menulis kata benda, bagian utama kata kerja, serta kata sifat karena setiap karakter memiliki arti tertentu.

Hiragana (ひらがな) digunakan untuk melengkapi struktur kalimat, seperti menulis partikel, akhiran kata kerja, perubahan kata sifat, dan kata-kata asli bahasa Jepang yang tidak menggunakan Kanji.

Sementara itu, Katakana (カタカナ) digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing, nama asing, onomatope, istilah ilmiah, serta memberikan penekanan tertentu dalam tulisan, mirip seperti penggunaan huruf miring dalam bahasa Inggris.

Contoh paragraf bahasa Jepang:

私は毎日日本語を勉強しています。
新しいカフェでコーヒーを飲みながら本を読みます。
週末は友達とアニメを見て楽しく過ごします。

Romaji:
Watashi wa mainichi nihongo o benkyou shiteimasu.
Atarashii kafe de koohii o nominagara hon o yomimasu.
Shuumatsu wa tomodachi to anime o mite tanoshiku sugoshimasu.

Arti:
Saya belajar bahasa Jepang setiap hari.
Saya membaca buku sambil minum kopi di kafe baru.
Pada akhir pekan, saya menonton anime bersama teman dan menghabiskan waktu dengan menyenangkan.

Dalam contoh tersebut, tiga sistem penulisan dalam bahasa Jepang bersatu membentuk satu kesatuan kalimat yang menjadi satu bacaan yang utuh.

Tips dan Sumber Belajar Menulis Bahasa Jepang

Belajar menulis bahasa Jepang membutuhkan proses yang bertahap karena sistem penulisan bahasa Jepang menggunakan tiga aksara utama, yaitu Hiragana, Katakana, dan Kanji. Setiap aksara memiliki fungsi yang berbeda sehingga pembelajar perlu memahami bentuk huruf, cara membaca, serta penggunaannya dalam kalimat.

Berikut beberapa tips dan sumber belajar yang dapat membantu menguasai cara menulis bahasa Jepang:

1. Mulai dari Hiragana dan Katakana

Langkah awal dalam mempelajari huruf bahasa Jepang adalah menguasai Hiragana dan Katakana. Kedua aksara ini termasuk dalam kelompok kana yang digunakan untuk menunjukkan bunyi dalam bahasa Jepang.

Hiragana biasanya dipelajari terlebih dahulu karena sering digunakan dalam tata bahasa, seperti partikel, akhiran kata kerja, perubahan kata sifat, dan kosakata asli Jepang. Setelah memahami Hiragana, Anda dapat melanjutkan ke Katakana yang digunakan untuk menulis kata serapan asing, nama asing, dan istilah tertentu.

2. Pelajari Kanji Secara Bertahap

Kanji merupakan bagian yang cukup menantang ketika belajar sistem penulisan bahasa Jepang karena jumlah karakternya sangat banyak. Setiap Kanji memiliki bentuk, arti, dan cara baca yang berbeda sesuai dengan konteks penggunaannya.

Untuk pemula, sebaiknya mempelajari Kanji yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya Kanji yang berkaitan dengan angka, waktu, keluarga, tempat, dan aktivitas umum.

3. Latihan Menulis dengan Urutan Goresan yang Benar

Salah satu bagian penting dalam cara menulis bahasa Jepang adalah memahami urutan goresan atau stroke order. Setiap karakter Jepang memiliki aturan penulisan tertentu agar bentuknya terlihat rapi dan mudah dikenali.

Latihan menulis secara manual dapat membantu Anda mengingat bentuk aksara dengan lebih baik. Selain itu, latihan berulang juga membuat tangan terbiasa membentuk karakter Jepang secara alami.

4. Membaca Teks Jepang Secara Rutin

Selain latihan menulis, membaca juga menjadi bagian penting dalam memahami penulisan bahasa Jepang. Dengan membaca teks Jepang secara rutin, pembelajar dapat mengenali pola penggunaan Kanji, Hiragana, dan Katakana dalam kalimat.

Beberapa bahan bacaan yang dapat digunakan antara lain manga sederhana, buku pembelajaran bahasa Jepang, artikel pendek, hingga teks percakapan sehari-hari. Sebagai latihan cobalah membaca beberapa teks dibawah ini:

5. Gunakan Aplikasi dan Sumber Belajar Digital

Perkembangan teknologi membuat belajar bahasa Jepang menulis menjadi lebih mudah. Saat ini tersedia berbagai aplikasi dan situs pembelajaran yang menyediakan latihan Hiragana, Katakana, Kanji, serta kosakata Jepang.

Aplikasi belajar bahasa Jepang biasanya menyediakan fitur latihan menulis berdasarkan urutan goresan, kuis kosakata, dan contoh kalimat. Sumber digital ini dapat digunakan sebagai pendamping latihan agar proses belajar lebih menarik dan fleksibel.

6. Kurangi Ketergantungan pada Romaji

Romaji memang membantu Anda memahami pelafalan bahasa Jepang menggunakan alfabet Latin di awal pembelajaran. Sistem ini berguna ketika seseorang baru mulai mengenal bahasa Jepang dan belum memahami bentuk aksara aslinya.

Namun, penggunaan Romaji sebaiknya hanya sebagai tahap awal. Jika terlalu lama bergantung pada Romaji, Anda mungkin dapat mengalami kesulitan ketika harus membaca teks Jepang asli.

Untuk meningkatkan kemampuan secara menyeluruh, pembelajar perlu mulai terbiasa membaca dan menulis menggunakan Hiragana, Katakana, dan Kanji.

7. Belajar Bersama Pengajar Bahasa Jepang

Bagi Anda yang ingin menguasai cara menulis jepang dengan lebih cepat, belajar bersama pengajar dapat menjadi pilihan yang efektif. Pengajar dapat membantu menjelaskan fungsi setiap aksara, memperbaiki kesalahan penulisan, serta memberikan latihan sesuai kemampuan pembelajar.

Dengan bimbingan yang tepat, proses memahami aksara jepang menjadi lebih terarah dan tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga memahami cara penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari.

Di Superprof, Anda dapat menemukan pengajar yang dapat membantu Anda memahami lebih dalam mengenai penulisan bahasa bahasa Jepang. Mungkin juga Anda akan menemukan apa bahasa jepang berapa!

Cek di sini untuk kursus bahasa Jepang di Jakarta

Ringkaskan dengan AI

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

4.00 (5 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang