Sekilas, ini terdengar seperti pertanyaan yang agak kabur: bagi siapa mitologi ini penting? Yah, orang-orang Tionghoa tentunya, namun mitologi Tiongkok itu penting di seluruh dunia. Tidakkah Anda mempercayai kami?

Jika Anda bekerja di perdagangan internasional atau memiliki bisnis apa pun yang terikat dengan Tiongkok, Anda mungkin mengalami kesulitan untuk menyelesaikan apa pun antara Festival Musim Semi dan Festival Lentera. Pertama, yang kita ketahui sebagai Tahun Baru Cina, adalah yang paling dinanti, dirayakan, dan dihormati dari seluruh tradisi Tionghoa. Tahun Baru Cina dan Festival Lentera, yang berlangsung selama dua minggu kemudian, berakar kuat dalam mitologi Tiongkok.

Anda mungkin harus menunda bisnis Anda saat mitra Tionghoa Anda menikmati tradisi mereka tapi, yang lebih penting, Anda harus tahu tentang seni guan xi – gaya unik Tiongkok dalam membangun hubungan yang berakar pada doktrin Konfusianisme.

Dalam catatan yang lebih ringan: siapa yang belum pernah membaca ramalan bintang mereka? Apakah Anda Libra atau Gemini, Anda mungkin akan tertawa terbahak-bahak karena ramalan pribadi Anda... yang berbagi dengan orang-orang Gemini atau Libra lainnya di bumi. Sebaliknya, jika Anda adalah Naga air dengan elemen kayu yang tetap, ramalan Anda kemungkinan akan jauh lebih spesifik.

Dan itu hanyalah interpretasi barat tentang zodiak Tionghoa; zodiak tersebut jauh lebih spesifik di Tiongkok. Bahkan sampai hari ini.

Kembali ke mode serius, sekarang: bagaimana kalau belajar cara berbicara bahasa Mandarin?

Bahasa Mandarin adalah bahasa yang paling banyak digunakan kedua di dunia saat ini. Beberapa orang belajar berbicara bahasa Tionghoa sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan mereka di Tiongkok sementara yang lain melihat belajar bahasa Tionghoa sebagai keuntungan bisnis. Apa pun itu, bukankah belajar bahasa Mandarin itu bagus?

Jika kita setuju pada poin itu, maka kita juga harus setuju dengan yang ini: Memahami budaya Tionghoa adalah bagian penting dari mempelajari bahasanya. Untuk memahami budaya itu, Anda harus mengetahui tentang tradisi, mitos, dan kepercayaannya.

Sekarang kita tahu mengapa mitologi Tiongkok begitu penting, mari kita lihat aspek-aspek tertentunya.

Cek di sini untuk kursus bahasa mandarin

Tersedia guru-guru Bahasa Mandarin terbaik
Valencia
5
5 (55 ulasan)
Valencia
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Vivi
4.9
4.9 (31 ulasan)
Vivi
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Crystal
5
5 (92 ulasan)
Crystal
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Katrin
4.9
4.9 (28 ulasan)
Katrin
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Yupho
5
5 (87 ulasan)
Yupho
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Vellica
5
5 (31 ulasan)
Vellica
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eli
5
5 (14 ulasan)
Eli
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Silvia
5
5 (18 ulasan)
Silvia
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Valencia
5
5 (55 ulasan)
Valencia
Rp90,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Vivi
4.9
4.9 (31 ulasan)
Vivi
Rp55,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Crystal
5
5 (92 ulasan)
Crystal
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Katrin
4.9
4.9 (28 ulasan)
Katrin
Rp60,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Yupho
5
5 (87 ulasan)
Yupho
Rp125,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Vellica
5
5 (31 ulasan)
Vellica
Rp70,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Eli
5
5 (14 ulasan)
Eli
Rp85,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Silvia
5
5 (18 ulasan)
Silvia
Rp80,000
/jam
Gift icon
Kursus pertama gratis!
Mulai

Kalender Lunar

Meskipun sebagian besar dunia mengikuti kalender Gregorian, orang-orang Tionghoa menggunakan kalender lunar dan surya – kalender yang menunjukkan ‘waktu surya’ serta fase bulan.

Tanggal 1 Februari 2022 adalah tahun 2573 di Tiongkok!

ketuhanan dalam mitologi tiongkok
Karena tidak ada dewa pusat dalam kepercayaan Tiongkok, kalender mereka mencakup siklus bulan. Sumber: Visualhunt

Selama ribuan tahun, Tiongkok mempertahankan sistem penyimpanan tanggalnya sendiri, yang dibuat selama dinasti Zhou Timur (771-476 SM). Setelah dinasti Qing jatuh pada tahun 1912, Tiongkok mengadopsi kalender yang kita semua gunakan tetapi tidak pernah benar-benar mendapatkan daya tarik sampai 1 Oktober 1949, ketika Mao Zedong menyatakan bahwa tanggal tersebut harus dicaat pada kalender Gregorian.

Tanggal itu menandai berdirinya Republik Rakyat Cina. Tanggal tersebut juga memulai apa yang disebut orang-orang Tionghoa sebagai Minggu Emas, waktu perjalanan puncak kedua negara itu. Yang pertama, tentu saja Tahun Baru Lunar.

Kalender yang digunakan hampir semua orang di dunia memberi penghormatan kepada Roma. Tahukah Anda bahwa Juli dan Agustus memiliki jumlah hari yang sama karena Julius dan Augustus Caesar sangat kompetitif?

Sebaliknya, kalender Cina dipenuhi dengan binatang-binatang buas yang menakjubkan dan memikat dan mengilhami setiap siklus lunar dengan karakteristik unik mereka. Jika Anda berpikir makhluk-makhluk itu adalah binatang zodiak, Anda hanya benar sebagian. Mereka terikat pada batang surgawi, dikaitkan dengan elemen tertentu dan diurutkan menurut Cabang Duniawi. Tidak ada yang setara dengan sistem ketepatan waktu kita.

Dalam mitologi Tiongkok, semua keberuntungan seseorang tergantung di mana mereka mendarat pada kalender lunar. Misalnya, pasangan yang baru menikah akan menunda memiliki bayi jika ia mungkin lahir selama Tahun Kambing, terutama jika itu adalah tahun ‘air’.

Air adalah salah satu dari lima elemen yang memandu berbagai fenomena mulai dari kekuatan politik hingga siklus kosmik. Empat elemen lainnya adalah logam, kayu, api, dan tanah. Anda mungkin berpikir bahwa logam akan menjadi elemen terkuat tetapi, yang mengejutkan, elemen terkuat adalah api. Air adalah pasang surut segala hal; titik rendah dan memberikan energi terlemah.

Pasangan air dengan kambing – salah satu binatang zodiak yang paling tidak diinginkan, dan Anda akan menjumpai tahun yang akan selalu dihindari setiap pasangan muda untuk melahirkan bayi. Memang, mereka bahkan tidak akan menikah selama tahun kambing.

Kebetulan, logika yang sama juga berlaku ketika memutuskan untuk menikah. Secara tradisional, Macan api tidak akan pernah mempertimbangkan untuk menikahi Ular air atau Monyet tanah, misalnya, karena elemen dan hewannya tidak cocok.

Kalender lunar adalah konstruksi yang kompleks tetapi, setidaknya, zodiaknya jelas! Ada banyak informasi tentang binatang zodiak dan bagaimana Kaisar Giok memilih mereka (mengapa tidak panda?); mari kita beralih ke aspek-aspek menarik dari mitologi Tiongkok.

Selain itu, pelajari segala hal yang perlu Anda ketahui tentang mitologi Tiongkok.

Festival-Festival yang Berkaitan dengan Kalender Lunar

Perayaan-perayaan kita tersusun dengan semaunya. Remembrance Day (Hari Veteran di AS) adalah pada 11 November, hari ketika Perang Dunia Pertama berakhir. Namun, tanggal tersebut seharusnya untuk menghormati anggota layanan yang wafat ketika menjalankan tugas; tampaknya termasuk mereka yang wafat dalam setiap perang setelah tahun 1919 juga.

Sebaliknya, perayaan-perayaan Tionghoa ditetapkan secara logis.

  • Pada hari pertama bulan pertama, orang Tionghoa merayakan Tahun Baru.
  • Hari kedua bulan kedua menandakan festival Naga Biru.
  • Hari ketiga di bulan ketiga adalah Festival Shang Si, yang secara tradisional merupakan Hari Perempuan di Tiongkok
  • Hari kelima di bulan kelima adalah festival Perahu Naga
  • Hari ketujuh bulan ketujuh adalah festival Qi Xi
  • Hari kelima belas di bulan kedelapan adalah Festival Pertengahan Musim Gugur
  • Hari kesembilan bulan kesembilan adalah festival Zhong Yang

Secara alami, ada perayaan-perayaan lain yang tersebar di antara perayaan-perayaan ini tapi bahkan perayaan-perayaan tersebut mempertahankan beberapa presisi. Festival Hari Lentera yang disebutkan di atas berlangsung 15 hari setelah Tahun Baru Imlek. Festival Qing Ming, hari untuk menghormati leluhur, dihitung jatuh pada hari ke-104 setelah titik balik matahari musim dingin.

Ada logika yang indah – presisi matematis kapan perayaan-perayaan ini berlangsung kalaupun, bagi yang belum tahu, tanggal-tanggal itu tampak semaunya karena dari tahun ke tahun, perayaan-perayaan tersebut tidak pernah jatuh pada hari (Gregorian) yang sama.

Kisah-kisah dan orang-orangnya – dewa dan dewi di balik perayaan-perayaan ini sungguh menarik.

Cek di sini untuk kursus mandarin Jakarta dan les mandarin Bandung

pengaruh mitos cina terhadap budayanya
Mitos binatang buas besar yang takut akan warna merah dan emas adalah alasan orang-orang menggantung lentera merah-emas pada Tahun Baru. Sumber: Visualhunt

Siapa yang Dirayakan di Festival-Festival Tionghoa?

Catatan sejarah bisa hilang atau terdistorsi ketika diulang-ulang dari waktu ke waktu. Saat ini, orang-orang tidak bisa mengetahui dengan akurat kapan tokoh-tokoh sejarah atau agama tertentu hidup dan wafat – bahkan dengan semua teknologi yang kita miliki.

Cara orang-orang Tionghoa merencanakan perayaan menjadikan perdebatan ketika seseorang, pahlawan, dewa atau dewi hidup atau meninggal. Dia memiliki tempat dalam sistem numerik ingatan mereka.

Tahun Baru Imlek

Nian si binatang buas selalu muncul selama Festival Musim Semi untuk memakan para penduduk, terutama anak-anak. Suatu tahun, para penduduk memutuskan mereka akan sembunyi di bukit-bukit pada malam Tahun Baru. Tepat ketika mereka hendak meninggalkan kota, seorang lelaki tua muncul dan memberi tahu bahwa dia akan mengalahkan Nian.

Ketika mereka kembali ke desa mereka keesokan harinya, mereka terkejut menemukan si lelaki tua hidup dan desa mereka utuh. Si lelaki tua tahu bahwa Nian taku terhadap suara-suara keras dan membenci warna merah dan kuning. Maka, dia menghiasi kota dengan warna kuning dan merah, dan menyalakan petasan.

Hingga hari ini, begitulah bagaimana Tahun Baru Cina dirayakan.

Catatan: Diyakini bahwa Tahun Baru Imlek bertepatan dengan kenaikan tahta Kaisar Yao. Dia adalah salah satu kaisar terpenting Tiongkok, jadi merayakan dirinya dan tahun baru sangatlah tepat.

Festival Naga Biru

Dalam mitologi Tiongkok kuno, naga merupakan dewa yang mengendalikan hujan – bahan utama dalam pertanian. Sehingga, festival ini, yang dinamai Naga Mengangkat Kepalanya, menandakan musim hujan yang mengawali musim tanam dan tumbuh.

Raja Naga dan Tu Di, dewa lokal secara umum, dihormati pada hari itu juga.

Festival Perahu Naga

Qu Yuan sedang putus asa, Raja Chu (dinasti Zhou) menyatukan negaranya dengan negara Qin, lawan yang sengit dan kuat. Qu Yuan, seorang negarawan, memprotes aliansi tersebut dan diusir dari istana. Dibebani oleh tuduhan pengkhianatan yang mengikutinya ke pengasingan, dia menulis banyak puisi.

Bait-bait sedihnya tidak mengurangi kesedihannya ketika, 28 tahun setelah aliansi tersebut, tentara Qin menyerbu ibukota Chu. Begitu sedih, dia melemparkan dirinya ke sungai.

Para pengagumnya, yang telah menyaksikan ia bunuh diri, berlari ke tengah sungai dengan perahu panjang mereka, mencoba menyelamatkannya. Karena mereka tidak bisa menemukan tubuhnya, mereka melemparkan nasi ke dalam air agar ikan-ikan tidak memakan pahlawan mereka.

Hingga saat ini, orang-orang Tionghoa mengadakan perlombaan perahu naga untuk menghormatinya. Zongzi, pangsit beras ketan yang dibungkus dengan daun bambu adalah makanan pokok hari itu. Di tempat dulunya merupakan ibukota negara bagian Chu, Anda bisa menemukan patung Qu Yuan yang megah.

Catatan: angka 5 dianggap sial dalam mitologi Tiongkok. Kepercayaan itu terjalin dalam kisah kemalangan Qu Yuan. Dalam bahasa lokal, festival ini disebut ‘lima ganda’ karena jatuhnya pada kalender.

Festival Qi Xi

Penggembala sapi, Niu Liang dan gadis penenun bernama Zhi Nu adalah lambang cinta yang bernasib sial. Namun, cinta mereka dilarang sehingga mereka dikutuk untuk hidup terpisah, masing-masing di salah satu tepi Sungai Perak.

Sekawanan burung murai merasa kasihan pada mereka. Selama semalam setiap tahunnya, mereka membentuk jembatan di seberang sungai sehingga sepasang kekasih tersebut bisa bertemu.

Qi Xi dikenal sebagai Hari Valentine Cina. Pasangan pengantin baru berdoa kepada para pecinta surgawi untuk berterima kasih karena telah menyatukan mereka. Ritual ini menjanjikan pernikahan yang bahagia. Perhatikan juga bahwa banyak lajang yang berkonsultasi dengan peramal pada ‘hari tujuh ganda’ untuk mencari tahu kapan mereka juga akan menemukan cinta sempurna mereka.

Catatan: Niu Liang dikatakan mewakili Altair sedangkan Zhi Nu sebenarnya adalah Vega. Sungai yang dibentangkan burung gagak mewakili bintang-bintang di Bima Sakti.

Apakah orang-orang Tionghoa juga penyembah matahari? Temukan semua dewa di surga Tiongkok...

perahu naga memiliki sejarah yang panjang
Perahu naga dikaitkan dengan sedikit sejarah rakyat yang menyentuh. Sumber: Visualhunt

Apa Arti Sebuah Nama?

Orang-orang Tionghoa tidak beragama seperti kita memahami agama tapi mereka memiliki banyak tradisi, bayak tuhan dan dewa, serta sistem kepercayaan yang kompleks yang menyentuh setiap aspek kehidupan sehari-hari.

Kita telah membahas tentang memilih tanggal pernikahan dan waktu yang baik untuk memiliki anak. Sekarang, mari kita membahas tentang memberi nama anak.

Pertama, kelaziman nama keluarga seperti Wang, Shen, Li, Song, dan lain-lain. Wang dan Song diterjemahkan menjadi ‘raja’ dan masing-masing mewakili dinasti Song. Li artinya ‘prem’ adalah tanaman pokok yang sangat penting sehingga buah prem kuno ditemukan terkubur bersama kaisar-kaisar masa lalu.

Jadi, sementara kita mendapatkan nama kita dari profesi, lokasi, atau garis keturunan kita, nama-nama Tionghoa berasal dari mitologi/agama.

Sekarang mari kita membahas tentang nama asli.

Secara tradisional, para tetua keluarga memiliki hak istimewa untuk menamai anggota keluarga baru. Namun, akhir-akhir ini, semakin banyak orang tua yang menikmati kesenangan itu untuk diri mereka sendiri. Tidak peduli siapa pun yang memberi nama anak itu, asuhan sangat menonjol.

Nama-nama populer sering menyertakan rujukan ke giok (yu), surga (tian), naga (long), dan bintang (xing). Huang xing – Bintang Kuning akan menjadi nama yang sangat tepat, misalnya. Begitu juga Yu Long – Naga Giok, terutama jika nama keluarganya Wang. Anak itu akan menjadi Raja Naga Giok – hampir sekuat nama Kaisar Giok!

Sejarah dan cerita rakyat Tionghoa memengaruhi setiap aspek kehidupan manusia di Tiongkok, bahkan saat ini, meskipun sistem kepercayaan mereka tidak seketat agama-agama lain. Bisa dibilang, orang-orang Tiongoa lebih dekat dengan nilai-nilai dan kepercayaan mereka... karena nilai dan kepercayaan itu ditenun ke dalam benang kehidupan sehari-hari mereka.

Apakah semua ini membantu Anda lebih memahami tentang apa itu mitologi Tiongkok?

>

Platform yang menghubungkan para pengajar dengan para pelajar

Kursus pertama gratis

Apa Anda menyukai artikel ini? Berikan penilaian Anda

5.00 (1 nilai)
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang