Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa Olahraga dan kesehatan Les privat
Bagikan

Mengapa Belajar Matematika dari Awal Itu Penting

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 25/01/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Pentingnya belajar Matematika sejak dini

Selama beberapa dekade, kemampuan matematika yang mencengangkan dari bayi dan anak kecil diabaikan. Saat ini, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dapat mengerti dan memahami angka dan nilai.

Bahkan, temuan yang lebih signifikan menunjukkan bahwa bayi yang diperkenalkan dengan angka dan didorong untuk mengembangkan kepekaan terhadap angka menjadi lebih mudah untuk mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks di kemudian hari.

“Setiap anak bertingkah seperti seorang jenius; dan setiap jenius bertingkah seperti anak-anak”– Arthur Schopenhauer

Pengenalan Angka Di Bawah Usia 1

Memahami kapasitas kognitif bayi itu tidak mudah.

Bayi biasanya memahami lingkungan di sekitarnya menggunakan satu indera: yakni penglihatan. Banyak penelitian melihat perilaku bayi ketika dihadapkan dengan suatu stimulus di mana para peneliti menganalisis ekspresi wajah mereka.

Kemampuan matematika anak-anak dapat dikenali sejak mereka membuka mata.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli saraf di Duke Institute for Brain Sciences (North Carolina) pada bayi berusia 6 bulan menunjukkan bahwa bahkan sebelum mengembangkan keterampilan bahasa, bayi memiliki kemampuan luar biasa dalam matematika dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang angka.

Dengan menunjukkan kepada mereka dua layar yang memiliki dengan 8 titik beberapa kali, kemudian diganti dua layar yang mempunyai 8 dan 16 titik, bayi-bayi tersebut fokus pada layar dengan angkanya yang berubah setiap kali ditampilkan.

Tiga tahun kemudian, penelitian ini juga menunjukkan bahwa bayi yang lebih menaruh perhatian pada perubahan angka layar dalam percobaan tersebut merasa lebih mudah untuk memahami konsep matematika baru.

Pengenalan angka pada usia yang sangat dini tampaknya menjadi indikator keberhasilan akademis di masa depan.

Ketika bayi dapat melihat, mereka menilai berdasarkan angka Begitu mereka bisa melihat, bayi mulai membuat penilaian berdasarkan angka | sumber: Pixabay – christianabella

Studi kedua yang dilakukan oleh Dr Elizabeth S. Spelke dari Harvard University mengukur tingkat pemahaman bayi.

Ditemukan bahwa anak-anak yang sangat muda dapat menaksir jumlah dengan evaluasi visual.

Ketika orang dewasa memasukkan tangan mereka ke dalam ember berisi 80% bola ping-pong putih dan 20% merah, bayi-bayi itu tampak terkejut ketika orang dewasa tersebut mengeluarkan lebih banyak bola merah daripada bola putih.

Kemampuan untuk memahami jumlah ini berkembang dengan cepat selama tahun pertama. Pada awalnya, anak-anak dapat mengenali perbedaan antara dua kelompok objek:

  • Dari usia 6 bulan, bayi dapat membedakan antara dua kumpulan besar benda di mana kumpulan benda yang satu dua kali lebih besar dari yang lain
  • Dari 9 hingga 12 bulan, kemampuan matematika mereka meningkat dan mereka dapat membedakan antara kumpulan 8 mainan dan 10 mainan.

Matematika untuk Anak Usia 1 hingga 3 Tahun

Sejak usia 1 tahun,keterampilan matematika anak-anak meningkat dengan cepatketika mereka mempelajari dua keterampilan utama: berjalan dan berbicara.

Sementara mereka bergerak ke sana kemari dengan berjalan, mereka mendapatkan kesadaran spasial yang merupakan dasar dari geometri. Pemerolehan bahasa berarti anak-anak mulai menamai satuan, yang pada akhirnya akan membuat mereka belajar berhitung.

Bahkan penghitungan dasar tidak terlalu jauh dari usia ini karena anak-anak melakukan penjumlahan dan pengurangan tanpa disadari.

Misalnya, mereka tahu bahwa jika kamu mengambil 1 mainan dari sekumpulan 3 mainan, akan ada 2 mainan yang tersisa. Dengan cara yang sama, jika kamu menambahkan mainan ke sekumpulan 2 mainan, totalnya akan ada 3.

Anak kecil mengembangkan keterampilan mereka tidak hanya dengan kemampuan pengamatan mereka, tetapi juga dengan pemahaman mereka tentang manipulasi. Ini adalah poin penting bagi orang tua yang ingin mendorong anak mereka untuk menyukai matematika di masa yang akan datang.

Setiap anak harus dibiarkan berkembang pada masanya, dengan dukungan yang cukup untuk meningkatkan pemahaman yang baik.

Membangun Blok dan Bentuk untuk Membantu dalam Geometri

Jika kamu adalah orangtua dari seorang anak yang masih kecil, kamu mungkin memiliki beberapa mainan edukatif.

Di antara mainan pembelajaran ini, mungkin akan ada beberapa permainan atau puzzle berdasarkan bentuk, di mana anak harus memasukkan kubus atau silinder ke dalam suatu kotak melalui lubang yang benar.

Pada awalnya, ini mungkin tugas yang sulit bagi anak-anak, tetapi dengan latihan, mereka akan mulai memahami cara kerja puzzle tersebut dan menyelesaikannya dalam waktu singkat.

Mengapa ini sangat penting?

Karena geometri adalah disiplin matematika yang utama! Dengan bermain game edukatif dan mengerjakan puzzle, anak-anak meningkatkan keterampilan kesadaran dan persepsi spasial mereka.

Dengan bermain menggunakan bentuk dan poligon 3D, anak-anak akan mengembangkan keterampilan berpikir logis mereka.

balita belajar banyak seperti berhitung, dll Seiring bertambahnya usia, anak-anak belajar menerapkan keterampilan mereka dalam berhitung, bernalar, dan menaksir | sumber: Pixabay – MiguelRPerez

Menumpuk kubus dan mengurutkannya berdasarkan ukuran mengajarkan anak-anak untuk membandingkan, mengategorikan, dan mengatur sambil menghibur sisi kreatif dari pikiran.

Anak-anak harus bisa memahami bahwa mereka sendiri dapat memanipulasi suatu benda dan berpikir secara logis. Semakin baik mereka memahami hal ini, semakin baik pula keterampilan dalam merapikan, menggolongkan, dan mengelompokkan yang akan mereka miliki

Permainan Matematika Mana yang Paling Baik untuk Belajar?

Tujuan dari permainan matematika adalah untuk membangkitkan minat anak sambil bersenang-senang karena anak yang masih belajar membuat sebagian besar penemuannya secara mandiri. Sebagai orang tua, kamu tidak berperan sebagai guru matematika, tetapi kamu bisa membantu memperkenalkan dan menjelaskan suatu topik.

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa bayimu suka membuang benda-benda yang mudah dijangkau? Ini hanyalah sebuah demonstrasi bahwa mereka telah mengenali kekuatan gravitasi dan mengulangi tindakan yang membantu mereka mengalami cara kerjanya.

Jadi, jangan biarkan perilaku ini mengganggumu! Belajarlah untuk memberi tahu anakmu bahwa kamu menghargai pembelajaran mereka dan belajarlah memberi mereka pujian.

Untuk belajar matematika, prosesnya sama – anak-anak harus berlatih jika ingin membuat kemajuan. Beri anakmu dorongan dan tunjukkan kepada mereka bahwa kamu menghargai penemuan mereka! Permainan edukasi yang memberi mereka pengalaman langsung sangatlah baik untuk anak kecil, yang mengenal dunia melalui sentuhan.

Mengisi, mengosongkan, menumpuk, dan menyesuaikan adalah langkah penting bagi anak-anak yang masih kecil.

Sampai usia 18 bulan, anak-anak tidak hanya bisa mulai berpikir secara matematis, tetapi mereka juga bisa mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar saat mereka mulai mendapatkan keterampilan koordinasi.

Orang tua cenderung menyukai:

  • Membangun blok (seperti Lego Duplo),
  • Puzzles yang melibatkan berbagai bentuk sederhana,
  • Boneka

Bisakah Lagu Anak-Anak Membantu Perkembangkan Kepekaan Angka?

Menyanyikan lagu anak-anak sangat membantu anak-anak yang belajar berhitung.

Smbari benyanyi, kamu dapat memperagakan kata-kata dalam liriknya, mengandalkan jari-jarimu, dan menghubungkan kata-kata tersebut dengan gambar. Ada banyak permainan mudah yang dapat digunakan untuk memperkenalkan angka dan matematika sehari-hari kepada anak.

Gunakan angka dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, kamu dapat meminta anakmu untuk menghitung jumlah satu jenis objek tertentu di rumahmu dan membuat permainannya jadi lebih mudah atau lebih sulit tergantung pada usia mereka.

Permainan seperti ini membantu anak-anak memvisualisasikan hasil penghitungan mereka.

Ini jauh dari penggunakan matematika dalam akuntansi, tetapi semuanya berawal dari sini!

Belajar Bentuk Geometris

Setelah seorang anak akrab dengan berbagai bentuk, mereka tidak hanya belajar mengenalinya tetapi juga menamainya.

Ada banyak contoh yang dapat digunakan dalam konteks ini, dan tidak sulit untuk menciptakan suatu permainan untuk membantu anak-anak memahami penamaan bentuk.

Di meja makan, misalnya, mengapa tidak bertanya kepada anakmu apakah mereka ingin sebuah kubus keju atau sepotong cokelat kotak.

Mempelajari Volume dan ukuran Liter dengan Cairan

Konsep volume sangat penting dalam matematika. Anak-anak mungkin mengalami kesulitan dalam menentukan gelas mana yang paling banyak mengandung cairan jika bentuk gelasnya tidak sama.

Permainan yang melibatkan penuangan cairan dapat mendemonstrasikan sisi fisik angka dan menunjukkan kepada anak-anak cara kerja volume.

Buka pikiran agar buah hatimu tahu kalau matematika itu menarik Buka wawasan anakmu tentang dunia matematika yang menarik: sumber | Pixabay – PublicDomainPictures

Kamu dapat dengan mudah menunjukkan konsep volume pada waktu mandi ketika ada air di sekitarnya. Ini adalah waktu yang ideal untuk menunjukkan kepada mereka bahwa gelas yang tampak lebih kecil dapat menampung jumlah cairan yang sama dengan gelas yang tampak lebih besar.

Kamu bahkan bisa mengajari mereka tentang perpindahan air dan menunjukkan bahwa tinggi air akan naik begitu mereka masuk ke dalam bak mandi, meskipun volume cairan tetap tidak berubah.

Permainan Urutan dan Pola

Membuat permainan dari barang-barang di sekitar kita itu mudah!

Dengan membariskan berbagai objek berwarna dan meminta anakmu untuk melanjutkan pola warna tersebut, mereka akan mengembangkan keterampilan penalaran logis yang akan berguna bagi mereka di kemudian hari.

Kamu bisa meminta mereka untuk mengatur objek dalam urutan berdasarkan ukuran. Dengan cara ini, anakmu akan mengembangkan pemahaman tentang ukuran bahkan sebelum mereka belajar berhitung!

Untuk membantu mempersiapkan anakmu menghadapi pendidikan formal mereka dalam matematika, mari kita membahas sisi kreatif pembelajaran. Penting bagi kamu untuk tidak tersesat dalam kreativitasmudan untuk tidak berlebihan dalam aktivitas pembelajaran karena ini bisa membuatmu melupakan tujuanmu.

Menyesuaikan pembelajaran dengan kecepatan belajar anakmu juga penting dan jangan terburu-buru, karena ini dapat membuat mereka stres.

Cobalah untuk melakukan pendekatan langsungdan pendekatan yang menyenangkan dalam mempelajari angka.

Anakmu akan menjadi akrab dan merasa percaya diri dengan topik dasar yang akan mempersiapkan mereka untuk pembelajaran lebih lanjut di masa depan.

Suatu hari, permainan dan kegiatan kamu akan membuahkan hasil, ketika anakmu mulai mempelajari tabel perkalian, teorema Pythagoras, grafik, persamaan diferensial, integrasi dan trigonometri!

Pelajari bagaimana matematika dapat membantu kamu dalam mengelola uangdi sini.

 

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...
avatar