"Puisi adalah kumpulan kegembiraan, rasa sakit dan keajaiban, dengan sedikit kamus."
- Khalil Gibran
Majas metafora adalah salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam karya sastra untuk memperkaya ekspresi dan makna. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian, jenis, dan contoh-contoh majas metafora.
Majas metafora adalah gaya bahasa yang menggambarkan suatu objek dengan perbandingan langsung tanpa menggunakan kata penghubung seperti "seperti" atau "bagai". Misalnya, dalam kalimat "Dia adalah bintang kelas", kata "bintang" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berprestasi tanpa menyatakan secara eksplisit bahwa orang tersebut seperti bintang.
Pengertian Majas Metafora
Dalam kajian bahasa, majas metafora adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna melalui perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda, namun memiliki kesamaan sifat tertentu. Dengan kata lain, metafora adalah majas yang tidak menggunakan kata pembanding seperti “seperti” atau “bagai”. Penggunaan gaya bahasa ini membuat kalimat menjadi lebih hidup dan ekspresif.
Definisi Majas Metafora

Secara lebih spesifik, majas metafora adalah salah satu jenis gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna melalui perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan sifat atau karakteristik tertentu. Dalam penggunaannya, metafora adalah cara untuk memperkuat pesan agar lebih mudah dipahami dan lebih menarik secara emosional. Tujuannya adalah untuk membuat ungkapan menjadi lebih menarik, hidup, dan mudah dipahami oleh pembaca maupun pendengar.
Dalam bahasa Indonesia, majas metafora sering ditemukan dalam karya sastra, percakapan sehari-hari, hingga berbagai bentuk tulisan kreatif. Gaya bahasa ini membantu menyampaikan pesan secara lebih ekspresif dengan menggunakan kata atau frasa yang bermakna kiasan, bukan makna sebenarnya.
Contoh metafora:
“Andi adalah seorang bintang di sekolahnya.”
Kalimat tersebut tidak berarti Andi benar-benar merupakan sebuah bintang. Dalam konteks ini, contoh majas metafora menunjukkan bahwa kata “bintang” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berprestasi, menonjol., dan menjadi kebanggaan di kelasnya. Dengan demikian, kalimat tersebut menunjukkan bahwa Andi dikenal sebagai siswa yang memiliki kemampuan akademik yang sangat baik.
Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda secara langsung berdasarkan kesamaan sifat atau karakteristik tertentu tanpa menggunakan kata pembanding, seperti seperti, bagai, atau laksana.
Ciri-Ciri Majas Metafora
Untuk memahami lebih dalam apa itu majas metafora, penting mengetahui ciri-cirinya. Dengan memahami karakteristik ini, pembaca akan lebih mudah mengenali penggunaan metafora dalam berbagai teks.
Beberapa ciri utama metafora adalah sebagai berikut:
- Mengandung perbandingan antara dua hal yang berbeda tetapi memiliki kesamaan sifat atau karakteristik tertentu.
- Perbandingan disampaikan secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding.
- Tidak memakai kata seperti seperti, bagai, bak, bagaikan, atau laksana.
- Menggunakan kata atau frasa yang bermakna kiasan yang biasanya kadang ditemukan di dongeng, bukan makna sebenarnya.
- Bertujuan memberikan gambaran yang lebih kuat, hidup, dan menarik terhadap suatu objek atau keadaan.
- Makna yang terkandung dalam kalimat metafora umumnya perlu dipahami melalui konteks, bukan secara harfiah.
Dengan ciri tersebut, majas metafora adalah salah satu gaya bahasa yang paling efektif untuk memperindah komunikasi. Majas metafora juga mampu menciptakan ungkapan yang lebih ekspresif dan memberikan kesan yang mendalam kepada pembaca maupun pendengar.

Jenis-Jenis Majas Metafora
Majas metafora dapat dibedakan berdasarkan cara penyampaian perbandingannya. Ada metafora yang menyebutkan kedua unsur yang dibandingkan secara jelas, tetapi ada pula yang hanya menampilkan salah satu unsur sehingga maknanya perlu dipahami melalui konteks. Berikut penjelasannya.
Metafora Eksplisit
Metafora eksplisit adalah metafora yang menyebutkan secara langsung kedua objek yang dibandingkan. Dalam jenis ini, pembaca dapat dengan mudah mengenali hubungan antara objek yang menjadi pembanding dan objek yang dijelaskan.
Contoh Metafora eksplisit:
“Andi adalah bintang kelas di sekolahnya.”
Pada kalimat tersebut, objek yang dijelaskan adalah Andi, sedangkan objek pembandingnya adalah bintang. Kedua unsur tersebut disebutkan secara langsung sehingga termasuk metafora eksplisit.
Contoh lain:
“Dia menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya pensiun.”
Dalam contoh majas metafora tersebut, “dia” dibandingkan langsung dengan “tulang punggung” yang melambangkan sosok penopang atau pencari nafkah utama dalam keluarga.
Metafora Implisit
Metafora implisit adalah metafora yang hanya menyebutkan salah satu objek, sedangkan objek pembanding atau objek yang dibandingkan tidak dinyatakan secara langsung. Pembaca perlu memahami maknanya melalui konteks kalimat. Oleh karena itu, metafora adalah bentuk bahasa yang membutuhkan pemahaman konteks.
Contoh:
“Sang bintang lapangan kembali mencetak gol kemenangan.”
Kata bintang lapangan yang seolah dari cerita fiksi digunakan untuk merujuk pada seorang pemain yang tampil sangat menonjol. Namun, nama atau identitas pemain tersebut tidak disebutkan secara langsung sehingga maknanya bersifat tersirat.
Contoh lain:
“Si kutu buku itu selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan.”
Ungkapan kutu buku mengacu pada seseorang yang gemar membaca. Orang yang dimaksud tidak dijelaskan secara langsung, sehingga kalimat tersebut termasuk metafora implisit.
Dengan memahami perbedaan antara metafora eksplisit dan metafora implisit, Anda dapat lebih mudah mengenali berbagai bentuk majas metafora yang digunakan dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari.
Contoh Majas Metafora dalam Kalimat

Untuk memahami apa itu majas metafora, kita perlu melihat penerapannya dalam kalimat sehari-hari. Berikut beberapa contoh majas metafora yang umum digunakan.
Setelah memahami pengertian dan jenis-jenisnya, melihat contoh penggunaan majas metafora dalam kalimat dapat membantu Anda memahami penerapannya secara lebih jelas. Berikut beberapa contoh metafora eksplisit dan implisit yang sering dijumpai dalam bahasa Indonesia.
Contoh Metafora Eksplisit
Metafora eksplisit menyebutkan secara langsung objek yang dijelaskan dan objek pembandingnya. Karena kedua unsur tersebut terlihat jelas, makna perbandingan dapat dipahami dengan lebih mudah.
Berikut beberapa contohnya:
- “Rina adalah bintang kelas yang selalu meraih nilai tertinggi.”
- “Pak Budi menjadi tulang punggung keluarga sejak muda.”
- “Anak itu merupakan permata hati kedua orang tuanya.”
- “Sang kapten adalah nahkoda tim yang membawa mereka menuju kemenangan.”
- “Dina dikenal sebagai kembang desa karena kecantikan dan keramahan dirinya.”
Pada contoh-contoh di atas, objek yang dibicarakan dan pembandingnya sama-sama disebutkan secara langsung dalam kalimat.
Contoh Metafora Implisit
Metafora implisit hanya menampilkan salah satu unsur perbandingan, sedangkan unsur lainnya dipahami melalui konteks. Jenis metafora ini sering digunakan untuk membuat kalimat lebih ringkas dan menarik.
Berikut beberapa contohnya:
- “Kutu buku itu selalu terlihat membaca saat jam istirahat.”
- “Bintang lapangan tersebut kembali mencetak gol penentu kemenangan.”
- “Semua peserta menunggu kedatangan sang raja dangdut di panggung utama.”
- “Di tengah kesulitan ekonomi, ia tetap menjadi pelita bagi keluarganya.”
- “Para pelanggan selalu mencari nasihat dari si tangan dingin dalam bisnis itu.”
Setiap contoh majas metafora tersebut membutuhkan pemahaman konteks untuk menangkap maknanya. Pada kalimat-kalimat tersebut, orang yang dimaksud tidak disebutkan secara langsung. Pembaca perlu memahami maknanya berdasarkan konteks penggunaan ungkapan metaforis tersebut. Dengan demikian, kalimat menjadi lebih ekspresif tanpa kehilangan pesan yang ingin disampaikan.
Untuk menambah wawasan tentang bagaimana pembacaan puisi yang tepat, simak audio berikut ini!
Perbedaan Majas Metafora dengan Majas Lain
Majas metafora sering dianggap mirip dengan beberapa jenis majas perbandingan lainnya. Padahal, masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Memahami perbedaannya akan membantu Anda menggunakan majas secara lebih tepat dalam penulisan maupun komunikasi sehari-hari. Untuk memahami lebih jauh metafora adalah majas, kita juga perlu membandingkannya dengan majas lain agar tidak tertukar dalam penggunaannya.
Majas Metafora vs Majas Simile
Meskipun sama-sama menggunakan perbandingan, metafora dan simile memiliki cara penyampaian yang berbeda. Metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung, sedangkan simile menggunakan kata pembanding untuk menunjukkan kesamaan antara dua objek.
Contoh metafora:
“Perpustakaan adalah gudang ilmu.”
Contoh simile:
“Pikirannya tajam seperti silet.”
Pada contoh simile, kata seperti digunakan untuk memperjelas hubungan perbandingan.
Majas Metafora vs Majas Personifikasi
Perbedaan utama antara metafora dan personifikasi terletak pada objek yang dibandingkan. Dalam personifikasi, benda mati diberi sifat manusia. Sementara majas metafora adalah perbandingan antara dua objek yang memiliki kesamaan sifat.
Contoh metafora:
“Koruptor itu adalah tikus negara.”
Contoh personifikasi:
“Angin malam berbisik di antara pepohonan.”
Pada personifikasi, benda atau fenomena alam digambarkan seolah-olah dapat melakukan tindakan layaknya manusia.
Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi kapan sebuah kalimat termasuk majas metafora dan kapan kalimat tersebut menggunakan jenis majas lainnya.
Untuk lebih lengkapnya lagi, kalian bisa simak tabel berikut ini!
| Jenis Majas | Fokus Perbandingan | Kata Penghubung | Contoh Kalimat | Perbedaan Utama dari Metafora |
|---|---|---|---|---|
| Metafora | Menghubungkan dua hal berbeda secara langsung hingga seolah-olah melebur menjadi satu makna | Tidak ada (langsung/implisit) | Perpustakaan itu adalah gudang ilmu. | Bersifat langsung tanpa kata pembanding; kedua objek disamakan secara penuh |
| Simile (Asosiasi) | Membandingkan dua hal yang berbeda tetapi dianggap memiliki kesamaan | seperti, bagaikan, laksana, bak | Semangatnya keras bagaikan baja. | Menggunakan kata pembanding secara eksplisit, sehingga perbandingan lebih jelas dan tidak melebur |
| Personifikasi | Memberikan sifat atau tindakan manusia kepada benda mati atau non-manusia | Tidak ada (menggunakan atribusi sifat manusia) | Angin malam membisikkan rindu. | Fokus pada pemberian sifat manusia, bukan menyamakan dua objek seperti metafora |
| Alegori | Perbandingan yang dikembangkan menjadi cerita atau rangkaian makna kias | Biasanya berbentuk narasi | Kisah hidup manusia seperti perjalanan mendaki gunung | Berbentuk cerita utuh yang mengandung banyak simbol, bukan satu perbandingan tunggal seperti metafora |
Fungsi dan Manfaat Majas Metafora dalam Karya Sastra
Dalam dunia sastra, majas metafora memiliki peran yang sangat penting dalam membangun keindahan bahasa sekaligus menyampaikan pesan secara lebih efektif. Melalui perbandingan yang bersifat kiasan, penulis dapat menggambarkan suatu keadaan, perasaan, atau gagasan dengan cara yang lebih menarik daripada penyampaian secara langsung. Tidak heran jika majas metafora banyak ditemukan dalam puisi, novel, cerpen, hingga naskah drama.

Memperindah Bahasa
Salah satu fungsi utama majas metafora adalah memperindah penggunaan bahasa dalam karya sastra. Dengan mengganti ungkapan yang bersifat literal menjadi kiasan, penulis dapat menciptakan kalimat yang lebih hidup, artistik, dan memiliki daya tarik emosional yang lebih kuat. Penggunaan metafora membuat kalimat lebih puitis dan menarik. Dalam karya sastra, contoh metafora seperti “ia adalah cahaya hidupku” memberikan kesan emosional yang lebih dalam.
Sebagai contoh, seorang penulis dapat menggunakan ungkapan “ia adalah cahaya dalam hidupku” daripada hanya menulis “ia sangat berarti bagiku.” Penggunaan metafora tersebut membuat kalimat terasa lebih puitis dan mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagi pembaca.
Selain itu, majas metafora membantu menghindari penggunaan bahasa yang monoton. Karya sastra yang kaya akan metafora umumnya terasa lebih kreatif karena mampu menyajikan ide atau perasaan dengan cara yang unik. Oleh sebab itu, banyak penyair dan sastrawan memanfaatkan metafora untuk memperkuat gaya penulisan mereka.
Manfaat lain dari penggunaan metafora dalam memperindah bahasa adalah:
- Meningkatkan nilai estetika sebuah karya sastra.
- Membuat kalimat lebih ekspresif dan tidak membosankan.
- Membantu penulis menyampaikan emosi secara lebih kuat.
- Menciptakan kesan puitis yang dapat menarik perhatian pembaca.
- Memberikan ciri khas dan keunikan pada gaya penulisan.
Meningkatkan Imajinasi Pembaca
Majas metafora juga berfungsi untuk merangsang imajinasi pembaca. Ketika menemukan ungkapan metaforis, pembaca tidak hanya menerima informasi secara langsung, tetapi juga diajak membayangkan hubungan antara objek yang dibandingkan. Proses ini membuat pengalaman membaca menjadi lebih aktif dan menarik.
Misalnya, dalam kalimat “hatinya adalah samudra yang penuh rahasia,” pembaca akan membayangkan luasnya lautan serta kedalamannya untuk memahami karakter yang digambarkan. Dengan demikian, metafora tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan gambaran mental yang kuat.
Selain memperindah bahasa, metafora adalah alat untuk membangun imajinasi pembaca. Dalam banyak contoh majasmetafora, pembaca diajak membayangkan makna di balik kata-kata.
Beberapa manfaat majas metafora dalam meningkatkan imajinasi pembaca antara lain:
- Membantu pembaca membentuk gambaran visual yang lebih jelas.
- Memudahkan pemahaman terhadap konsep atau emosi yang abstrak.
- Menciptakan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan berkesan.
- Mengajak pembaca menafsirkan makna dari berbagai sudut pandang.
- Meningkatkan keterlibatan emosional pembaca terhadap isi karya.
Melalui kemampuannya memperindah bahasa dan membangkitkan imajinasi, majas metafora menjadi salah satu unsur penting dalam karya sastra. Penggunaan metafora yang tepat tidak hanya membuat tulisan lebih menarik, tetapi juga membantu penulis menyampaikan pesan secara lebih mendalam dan mudah diingat oleh pembaca.
Jika Anda ingin memahami materi bahasa Indonesia seperti majas metafora secara lebih mudah dan mendalam, Superprof siap membantu Anda belajar bersama tutor berpengalaman yang bisa menyesuaikan materi sesuai kebutuhan belajar Anda. Anda juga bisa mencoba pertemuan pertama secara gratis untuk menemukan guru yang paling cocok.
Melalui Superprof, Anda memiliki fleksibilitas untuk memilih tutor sesuai budget, baik untuk kelas online maupun offline, serta mendapatkan akses ke jaringan guru dari seluruh Indonesia. Dengan pendekatan belajar yang personal dan terarah, proses memahami materi seperti metafora adalah majas akan menjadi jauh lebih sederhana dan menyenangkan.
Ringkaskan dengan AI









