Shoulder press merupakan salah satu latihan shoulder yang efektif untuk meningkatkan kekuatan dan membangun massa otot bahu. Gerakan ini sering digunakan dalam program shoulder gym karena dapat dilakukan dengan berbagai alat, seperti dumbbell, barbell, mesin, resistance band, maupun variasi menggunakan berat badan tertentu.
Secara umum, shoulder press adalah gerakan shoulder press mendorong beban dari posisi setinggi bahu hingga melewati kepala. Latihan ini berfokus pada deltoid atau otot shoulder, terutama bahu depan dan samping, sekaligus melibatkan trisep serta otot inti sebagai penstabil gerakan. Shoulder press dapat dilakukan dengan posisi duduk atau berdiri sesuai kebutuhan latihan shoulder dan kemampuan masing-masing.
Penasaran bagaimana cara melakukan shoulder press yang benar agar hasil latihan shoulder press lebih maksimal? Simak pembahasan lengkap tentang teknik gerakan, otot yang dilatih, manfaat, hingga berbagai variasi shoulder press dalam artikel ini.
Otot target: Deltoid (otot shoulder), triceps, dan core.
Jenis alat: Dumbbell, barbell, machine, atau resistance band.
Tingkat kesulitan: Pemula hingga lanjutan.
Repetisi: 8–12 untuk massa otot, 3–6 untuk kekuatan.
Otot Apa Saja yang Dilatih Saat Shoulder Press?
Shoulder press memang dikenal sebagai latihan untuk membentuk otot bahu, tetapi sebenarnya gerakan shoulder press termasuk compound exercise yang melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus. Saat melakukan dorongan beban ke atas, tubuh tidak hanya mengandalkan bahu, tetapi juga membutuhkan bantuan otot lengan, punggung atas, hingga otot inti untuk menjaga keseimbangan dan kontrol gerakan.
Otot Utama: Deltoid atau Otot Shoulder
Otot utama yang paling banyak bekerja saat shoulder press adalah deltoid atau otot shoulder. Deltoid terdiri dari tiga bagian yang memiliki peran berbeda dalam membantu gerakan mengangkat dan mendorong beban ke atas.
- Deltoid anterior (bahu depan): membantu mengangkat lengan ke arah depan dan memberikan tenaga utama ketika beban mulai didorong dari posisi bawah.
- Deltoid lateral (bahu samping): berperan penting dalam menciptakan tampilan bahu yang lebih lebar dan proporsional. Saat shoulder press dilakukan dengan teknik yang tepat, deltoid lateral ikut bekerja untuk membantu menjaga arah gerakan lengan tetap stabil.
- Deltoid posterior (bahu belakang): membantu menjaga posisi bahu agar tetap seimbang selama latihan shoulder press berlangsung.
Otot Pendukung
Selain deltoid, shoulder press juga melibatkan beberapa otot pendukung yang membantu menghasilkan tenaga dan menjaga kestabilan badan. Otot-otot ini bekerja bersama agar gerakan shoulder press lebih aman dan efektif.
- Triceps: Triceps membantu proses meluruskan siku saat beban didorong ke atas.
- Trapezius atas dan serratus anterior: Kedua otot ini berperan dalam menjaga kestabilan serta membantu rotasi tulang belikat saat lengan bergerak ke atas.
- Rotator cuff: Sangat penting melakukan gerakan shoulder press yang aman, terutama saat menggunakan beban berat.
- Otot core: Membantu mencegah tubuh terlalu melengkung ke belakang saat melakukan latihan shoulder press.
Mengapa Memahami Otot Target Itu Penting?
Memahami otot yang bekerja saat shoulder press membantu kamu menentukan beban dan variasi latihan shoulder yang sesuai dengan tujuan latihan. Dengan mengetahui otot target, teknik gerakan shoulder press juga bisa diperbaiki agar bahu menjadi fokus utama tanpa terlalu mengandalkan punggung bawah atau leher.
Selain membantu hasil latihan shoulder press lebih maksimal, pemahaman ini juga dapat mengurangi risiko cedera akibat posisi tubuh yang kurang tepat. Dengan teknik yang benar, shoulder press bisa menjadi salah satu latihan shoulder efektif untuk membangun kekuatan dan bentuk bahu yang lebih proporsional.
Rasa tegang atau terbakar pada area bahu dan trisep setelah melakukan shoulder press umumnya merupakan tanda bahwa otot sedang bekerja. Namun, jika muncul rasa nyeri tajam pada sendi bahu atau sensasi tidak nyaman yang berlebihan, sebaiknya hentikan latihan dan periksa kembali teknik gerakan.
Manfaat Shoulder Press untuk Kekuatan dan Bentuk Bahu

Shoulder press bukan hanya latihan shoulder untuk memperbesar otot bahu, tetapi juga membantu meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas secara keseluruhan. Dengan teknik yang tepat dan program latihan shoulder di gym yang teratur, gerakan shoulder press ini dapat mendukung perkembangan massa otot, performa olahraga, hingga keseimbangan bentuk tubuh.
Membantu Membentuk Otot Bahu yang Lebih Berisi
Shoulder press menjadi salah satu latihan shoulder press dasar yang efektif untuk membangun massa otot deltoid. Gerakan mendorong beban ke atas memberikan rangsangan pada otot bahu, terutama jika dilakukan secara konsisten dengan metode progressive overload, asupan nutrisi yang cukup, dan volume latihan yang sesuai.
Meningkatkan Kekuatan Gerakan Mendorong di Atas Kepala
Shoulder press melatih kemampuan tubuh dalam melakukan gerakan shoulder press mendorong ke arah atas kepala. Kekuatan ini tidak hanya berguna di gym, tetapi juga mendukung aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang ke rak tinggi atau membawa benda di atas kepala dengan lebih stabil.
Mendukung Performa Latihan Lain
Kekuatan bahu memiliki peran penting dalam berbagai latihan shoulder dan latihan upper body lainnya. Shoulder press dapat membantu meningkatkan performa pada gerakan seperti bench press, push-up, incline press, hingga handstand progression karena latihan tersebut membutuhkan stabilitas dan kekuatan bahu.
Melatih Stabilitas Core pada Variasi Berdiri
Pada variasi standing shoulder press, otot core bekerja lebih aktif untuk menjaga tubuh tetap tegak dan stabil selama mengangkat beban. Tubuh harus menahan posisi agar tidak terlalu melengkung ke belakang, sehingga latihan shoulder press ini melibatkan lebih banyak otot penstabil.
Membantu Menciptakan Proporsi Tubuh yang Lebih Seimbang
Otot bahu yang berkembang dengan baik dapat memberikan tampilan tubuh bagian atas yang lebih lebar dan seimbang. Deltoid yang kuat, terutama bagian lateral, membantu menciptakan kesan bahu yang lebih lebar sehingga bentuk tubuh terlihat lebih atletis.
"Jangan menambahkan beban pada disfungsi gerak." _ Artinya, perbaiki pola dan kontrol gerak tubuh terlebih dahulu sebelum memikirkan menambah porsi beban latihan.
Gray Cook (Fisioterapis & Pencipta Functional Movement Systems)
Cara Melakukan Shoulder Press dengan Teknik yang Benar
Shoulder press membutuhkan teknik yang tepat agar otot bahu bekerja secara maksimal dan risiko cedera dapat diminimalkan. Fokus utama saat melakukan gerakan shoulder press bukan hanya mengangkat beban berat, tetapi menjaga kontrol, posisi tubuh, dan jalur gerakan agar tetap stabil.
Persiapan Posisi Awal
Sebelum melakukan shoulder press, pastikan tubuh dan alat sudah berada pada posisi yang tepat. Berikut langkah persiapannya:
- Pilih beban yang masih dapat dikontrol dengan baik. Hindari menggunakan beban terlalu berat karena dapat membuat teknik berubah dan meningkatkan risiko cedera.
- Pegang dumbbell atau barbell pada posisi setinggi bahu.
- Arahkan telapak tangan ke depan atau sedikit ke dalam sesuai alat yang digunakan dan kenyamanan sendi.
- Aktifkan otot core dengan menjaga tulang rusuk tetap terkendali agar tubuh tidak terlalu melengkung ke belakang.
- Pastikan leher berada dalam posisi netral dengan pandangan lurus ke depan.
- Jaga dada tetap terbuka tanpa membusungkan secara berlebihan agar posisi tubuh tetap stabil saat melakukan latihan shoulder di gym.
Fase Mendorong Beban
Saat mulai mengangkat beban, lakukan gerakan shoulder press perlahan. Perhatikan beberapa hal berikut:
- Dorong dumbbell atau barbell ke atas secara perlahan hingga lengan mendekati posisi lurus.
- Pastikan jalur beban tetap dekat dengan garis tengah tubuh agar gerakan lebih efektif.
- Hindari mengangkat bahu terlalu tinggi hingga mendekati telinga.
- Fokuskan dorongan pada otot shoulder, bukan menggunakan momentum dari tubuh.
- Luruskan siku secukupnya di posisi atas tanpa mengunci sendi terlalu keras.
- Pertahankan punggung bawah tetap netral dan hindari melengkung berlebihan.
Fase Menurunkan Beban
Gerakan turun juga harus dilakukan dengan kontrol, bukan membiarkan beban jatuh begitu saja. Ikuti langkah berikut:
- Turunkan beban secara perlahan hingga kembali sejajar dengan bahu.
- Jangan menurunkan dumbbell atau barbell terlalu cepat karena dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi.
- Jaga posisi bahu tetap stabil selama proses penurunan.
- Pastikan otot core tetap aktif untuk menjaga keseimbangan tubuh.
- Ulangi gerakan sesuai target repetisi yang sudah ditentukan.
Pola Pernapasan yang Tepat
Mengatur napas dapat membantu menjaga tenaga dan kestabilan saat melakukan shoulder press.
- Tarik napas saat menurunkan beban ke posisi awal.
- Buang napas saat mendorong beban ke arah atas.
- Untuk penggunaan beban berat, teknik bracing dapat membantu menjaga tubuh tetap stabil.
- Pastikan teknik bracing dilakukan dengan benar dan idealnya dengan arahan pelatih agar tidak memberikan tekanan berlebihan.
Checklist Teknik Shoulder Press
Sebelum menambah beban latihan shoulder, pastikan teknik dasar berikut sudah terpenuhi:
✅ Dada terbuka tanpa terlalu membusungkan tubuh.
✅ Core tetap aktif selama gerakan berlangsung.
✅ Punggung bawah tidak melengkung secara berlebihan.
✅ Siku berada sedikit di depan atau sejajar dengan pergelangan tangan.
✅ Gerakan dilakukan secara perlahan dan terkontrol tanpa memanfaatkan pantulan tubuh.
✅ Tidak muncul nyeri tajam pada bahu maupun leher.
Variasi Shoulder Press untuk Pemula hingga Lanjutan
Shoulder press memiliki berbagai variasi yang dapat dipilih berdasarkan alat, tingkat pengalaman, dan tujuan latihan. Setiap variasi memberikan tantangan berbeda, mulai dari gerakan yang lebih stabil untuk pemula hingga latihan yang membutuhkan kontrol tubuh dan kekuatan lebih besar.
Pemilihan variasi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kenyamanan sendi bahu. Tidak semua orang perlu menggunakan beban paling berat, karena teknik yang tepat tetap menjadi faktor utama untuk mendapatkan hasil latihan yang optimal.
Dumbbell Shoulder Press
Dumbbell shoulder press menjadi salah satu variasi paling populer untuk melatih otot shoulder di gym. Gerakan ini menggunakan dua dumbbell secara bersamaan sehingga kedua sisi tubuh dapat bekerja secara lebih seimbang.
Seated Dumbbell Shoulder Press
Seated dumbbell shoulder press dilakukan dalam posisi duduk menggunakan bangku dengan sandaran. Posisi ini memberikan stabilitas lebih baik sehingga fokus latihan lebih tertuju pada otot shoulder.
Keunggulan :
- Mengurangi bantuan dari kaki saat mendorong beban.
- Membatasi penggunaan momentum dari tubuh.
- Membantu mengurangi tekanan berlebih pada punggung bawah.
- Cocok bagi pemula atau orang yang ingin fokus melatih otot shoulder.
Standing Dumbbell Shoulder Press
Standing dumbbell shoulder press dilakukan sambil berdiri sehingga membutuhkan kontrol tubuh yang lebih besar.
Ciri-ciri utama:
- Melibatkan otot core untuk menjaga keseimbangan tubuh.
- Membantu melatih stabilitas dan kontrol postur.
- Sebaiknya menggunakan beban yang tidak terlalu berat hingga teknik benar-benar stabil.
Barbell Shoulder Press atau Overhead Press
Barbell shoulder press merupakan variasi yang sering digunakan untuk meningkatkan kekuatan bahu. Penggunaan barbell membuat latihan shoulder lebih mudah dikembangkan dengan penambahan beban secara bertahap.
Keunggulan :
- Cocok untuk fokus meningkatkan kekuatan.
- Memudahkan proses progressive overload.
- Membutuhkan mobilitas bahu dan kontrol tubuh yang baik.
- Dapat dilakukan menggunakan squat rack atau power rack agar lebih aman saat mengambil beban.
Machine Shoulder Press
Machine shoulder press menggunakan alat gym yang membantu mengarahkan jalur gerakan. Variasi ini memberikan kestabilan lebih tinggi dibandingkan menggunakan beban bebas.
Manfaat utama:
- Jalur gerakan lebih stabil dan mudah dikontrol.
- Cocok untuk pemula yang sedang mempelajari pola dorongan vertikal.
- Tetap perlu menyesuaikan tinggi kursi dan posisi pegangan agar sendi bahu tetap nyaman.

Arnold Press
Arnold press merupakan variasi shoulder press dengan tambahan gerakan rotasi tangan selama proses mengangkat beban.
Ciri khas :
- Dimulai dengan telapak tangan menghadap ke arah tubuh.
- Tangan diputar ke depan saat dumbbell didorong ke atas.
- Memberikan variasi rangsangan pada otot bahu.
- Tidak wajib dilakukan jika gerakan rotasi menyebabkan rasa tidak nyaman pada bahu.
Landmine Press
Landmine press adalah variasi dorongan dengan arah gerakan diagonal, bukan lurus vertikal seperti shoulder press biasa.
Keunggulan :
- Dapat menjadi alternatif bagi orang yang kurang nyaman dengan overhead press.
- Gerakan diagonal dapat terasa lebih ramah bagi sebagian sendi bahu.
- Bisa dilakukan dengan satu tangan untuk melatih stabilitas tubuh.
- Perlu disesuaikan dengan kondisi bahu, terutama jika memiliki riwayat cedera.
Resistance Band Shoulder Press
Resistance band shoulder press menjadi pilihan praktis untuk latihan shoulder di rumah atau sebagai latihan tambahan.
Ciri-ciri utama:
- Menggunakan resistance band sebagai sumber beban.
- Mudah dibawa dan tidak membutuhkan banyak ruang.
- Tegangan meningkat ketika band semakin diregangkan.
- Cocok untuk pemanasan, latihan tambahan, atau alternatif ketika tidak tersedia alat gym.
Variasi shoulder press mana yang paling sering dilakukan?
Kesalahan Umum Saat Melakukan Gerakan Shoulder Press
Shoulder press membutuhkan kombinasi kekuatan, kontrol, dan teknik yang tepat agar otot bahu bekerja secara optimal. Kesalahan kecil saat melakukan gerakan shoulder press dapat membuat latihan menjadi kurang efektif atau justru meningkatkan risiko ketidaknyamanan pada bahu, leher, maupun punggung.

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat melakukan shoulder press:
Menggunakan Beban Terlalu Berat
Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih beban yang melebihi kemampuan tubuh. Banyak orang berusaha menaikkan beban terlalu cepat hingga teknik gerakan mulai kehilangan kontrol.
Tanda-tanda beban terlalu berat:
- Punggung mulai melengkung terlalu berlebihan saat mendorong beban.
- Gerakan terlihat tersentak atau menggunakan momentum tubuh.
- Rentang gerak menjadi lebih pendek dibandingkan biasanya.
- Otot bahu dan leher terasa mengambil alih pekerjaan.
Solusi :
- Turunkan beban hingga kamu bisa melakukan repetisi dengan teknik yang stabil.
- Prioritaskan kualitas gerakan dibandingkan jumlah beban.
Punggung Bawah Terlalu Melengkung
Punggung bawah yang terlalu melengkung (arching) biasanya terjadi ketika tubuh mencoba mengompensasi beban yang terlalu berat, mobilitas bahu yang terbatas, atau core yang kurang aktif. Coba seated shoulder press untuk membantu mempelajari teknik yang lebih terkendali.
Siku Terlalu Melebar atau Terlalu Jauh ke Belakang
Posisi siku yang tidak stabil dapat membuat gerakan shoulder press terasa tidak nyaman dan memberikan tekanan tambahan pada sendi bahu. Namun, posisi siku tidak harus sama persis untuk semua orang karena struktur tubuh dan mobilitas setiap individu berbeda.
Mengangkat Bahu ke Arah Telinga
Saat beban terlalu berat atau kontrol gerakan kurang baik, sebagian orang tanpa sadar mengangkat bahu mendekati telinga. Hal ini dapat membuat otot leher dan trapezius bekerja terlalu dominan.
Menurunkan Beban Terlalu Cepat
Banyak orang hanya memperhatikan fase mendorong beban ke atas dan mengabaikan fase penurunan. Padahal, fase eksentrik atau fase negatif memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi dan melatih kontrol otot.
Memaksakan Latihan Saat Bahu Nyeri
Rasa lelah atau pegal pada otot setelah latihan shoulder merupakan hal yang berbeda dengan nyeri pada sendi. Memaksakan latihan shoulder press ketika muncul rasa sakit tertentu dapat memperburuk kondisi bahu.
Perbedaannya:
- Pegal otot setelah latihan biasanya terasa pada area otot yang bekerja.
- Nyeri tajam, rasa sakit yang menjalar, atau munculnya kelemahan bukan tanda yang boleh diabaikan.

Berapa Set dan Repetisi Shoulder Press yang Ideal?
Jumlah set dan repetisi shoulder press perlu disesuaikan dengan tujuan latihan, tingkat pengalaman, kemampuan tubuh, serta waktu pemulihan (recovery). Tidak semua orang membutuhkan jumlah latihan shoulder yang sama, sehingga penting untuk menyesuaikan program agar perkembangan otot tetap optimal tanpa meningkatkan risiko cedera.
Berikut panduan set dan repetisi shoulder press berdasarkan tujuan latihan:
Untuk Pemula
Bagi pemula, fokus utama shoulder press adalah menguasai teknik dan membangun fondasi kekuatan bahu. Gunakan beban ringan hingga sedang yang masih bisa dikontrol dengan baik.
Rekomendasi:
- Latihan shoulder 2–3 sesi per minggu.
- Lakukan 2–3 set per latihan.
- Gunakan 8–12 repetisi per set.
- Utamakan gerakan yang stabil sebelum meningkatkan beban.
Untuk Meningkatkan Massa Otot Bahu
Untuk membangun otot bahu yang lebih besar dan berisi, shoulder press perlu dilakukan dengan volume latihan yang cukup. Pilih beban yang menantang, tetapi tetap memungkinkan gerakan dilakukan dengan teknik yang rapi.
Rekomendasi:
- Lakukan 3–4 set.
- Gunakan sekitar 6–12 repetisi per set.
- Pilih beban yang membuat otot bekerja maksimal tanpa mengorbankan teknik.
- Kombinasikan dengan latihan seperti lateral raise, rear delt fly, dan latihan punggung untuk perkembangan bahu yang lebih seimbang.
Untuk Meningkatkan Kekuatan
Jika tujuan utama adalah meningkatkan kekuatan bahu, gunakan beban lebih berat dengan jumlah repetisi lebih rendah. Metode ini membutuhkan teknik yang matang, workout pemanasan yang cukup, dan peningkatan beban secara bertahap.
Rekomendasi:
- Lakukan 3–5 set.
- Gunakan sekitar 3–6 repetisi per set.
- Pastikan teknik dasar sudah dikuasai sebelum mengejar beban maksimal.
- Tingkatkan beban secara perlahan untuk menjaga keamanan latihan.
Contoh Progresi Beban
Peningkatan beban tidak harus dilakukan setiap sesi latihan. Terapkan progresi secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan aman.
- Tambahkan repetisi terlebih dahulu dengan beban yang sama.
- Jika target repetisi sudah tercapai dengan teknik yang baik, tambahkan beban kecil.
- Jangan menaikkan beban jika postur mulai berubah atau gerakan kehilangan kontrol.
- Hentikan latihan dan evaluasi teknik jika muncul rasa nyeri pada bahu atau sendi.
Program shoulder press dapat disesuaikan dengan tujuan latihan, seperti membangun massa otot, meningkatkan kekuatan, atau melatih daya tahan otot.
| Tujuan Latihan | Jumlah Set | Repetisi | Intensitas Beban | Waktu Istirahat |
|---|---|---|---|---|
| Hipertrofi (Massa Otot) | 3–4 set | 8–12 repetisi | Beban sedang (sekitar 60–75% dari 1RM) | 1–3 menit |
| Kekuatan (Strength) | 3–5 set | 3–6 repetisi | Beban tinggi (sekitar 80–90% dari 1RM) | 2–5 menit |
| Daya Tahan (Endurance) | 2–3 set | 12–20+ repetisi | Beban ringan (di bawah 65% dari 1RM) | 30–75 detik |
Contoh Program Latihan Shoulder di Gym dengan Shoulder Press
Program latihan shoulder di gym yang efektif tidak hanya mengandalkan shoulder press, tetapi juga mengombinasikan beberapa gerakan untuk melatih seluruh bagian otot shoulder. Kombinasi gerakan pressing, latihan bahu samping, bahu belakang, serta latihan stabilitas dapat membantu membangun bahu yang lebih kuat dan proporsional.
Berikut contoh program shoulder gym yang dapat disesuaikan berdasarkan tingkat pengalaman dan tujuan latihan.
Program Shoulder Gym untuk Pemula
Bagi pemula, fokus utama latihan shoulder adalah membangun teknik dasar, memahami pola gerakan, dan menggunakan beban yang masih mudah dikontrol. Sebelum latihan, lakukan pemanasan bahu untuk mempersiapkan sendi dan otot sebelum menerima beban.
Contoh program:
- Machine Shoulder Press
- 3 set × 10–12 repetisi
- Melatih kekuatan dasar bahu dengan bantuan jalur gerakan mesin yang lebih stabil.
- Dumbbell Lateral Raise
- 3 set × 12–15 repetisi
- Membantu mengembangkan bahu bagian samping agar terlihat lebih lebar.
- Face Pull
- 3 set × 12–15 repetisi
- Melatih bahu belakang dan membantu menjaga kestabilan sendi bahu.
- Rear Delt Fly Machine
- 2–3 set × 12–15 repetisi
- Fokus pada otot bahu belakang untuk mendukung postur dan keseimbangan otot.
Program Latihan Shoulder untuk Hipertrofi
Untuk meningkatkan massa otot bahu, gunakan kombinasi gerakan compound dan isolasi dengan volume latihan yang lebih tinggi. Pilih beban yang cukup menantang, tetapi tetap memungkinkan teknik dilakukan dengan baik.
Contoh program:
- Seated Dumbbell Shoulder Press
- 4 set × 8–12 repetisi
- Gerakan utama untuk membangun massa dan kekuatan otot deltoid.
- Cable Lateral Raise
- 3 set × 12–15 repetisi
- Menargetkan bahu samping untuk membantu menciptakan tampilan bahu yang lebih lebar.
- Rear Delt Fly
- 3 set × 12–15 repetisi
- Melatih deltoid belakang agar perkembangan bahu lebih seimbang.
- Face Pull atau External Rotation Band
- 2–3 set × 15 repetisi
- Membantu melatih stabilitas bahu dan otot rotator cuff.
Program Shoulder untuk Fokus Kekuatan
Program fokus kekuatan menggunakan beban lebih berat dengan repetisi lebih rendah. Karena intensitasnya lebih tinggi, pastikan teknik dasar sudah dikuasai dan lakukan pemanasan yang cukup sebelum latihan utama.
Contoh program:
- Barbell Overhead Press
- 4–5 set × 3–6 repetisi
- Gerakan utama untuk meningkatkan kekuatan dorongan vertikal.
- Dumbbell Shoulder Press
- 3 set × 6–10 repetisi
- Membantu memperkuat bahu dengan jalur gerakan yang lebih fleksibel.
- Lateral Raise
- 3 set × 10–15 repetisi
- Menjaga perkembangan bahu samping agar tetap seimbang.
- Core Anti-Extension Exercise
- 3 set
- Membantu meningkatkan stabilitas tubuh saat melakukan gerakan overhead.
Catatan:
Program latihan di atas dapat disesuaikan dengan kondisi bahu, pengalaman latihan, dan kemampuan tubuh. Utamakan teknik yang benar sebelum meningkatkan beban atau volume latihan.
| Latihan Utama | Latihan Pendukung |
| Shoulder press (dumbbell, barbell, atau machine) | Lateral raise untuk bahu samping. |
| Fokus pada peningkatan kekuatan dan massa otot deltoid. | Rear delt fly atau face pull untuk bahu belakang. |
| Utamakan teknik gerakan yang stabil sebelum menambah beban. | Latihan core untuk membantu stabilitas saat melakukan gerakan overhead. |
Pemanasan Sebelum Latihan Shoulder Press
Pemanasan sebelum shoulder press tidak perlu dilakukan terlalu lama, tetapi harus cukup untuk mempersiapkan sendi bahu, tulang belikat (scapula), dan pola gerakan mendorong. Pemanasan yang tepat membantu tubuh lebih siap menerima beban sekaligus membuat gerakan shoulder press lebih stabil dan terkontrol.
Mobilisasi Bahu dan Punggung Atas
Tahap pertama berfokus pada meningkatkan pergerakan bahu dan area punggung atas agar lebih siap melakukan gerakan overhead.
Contoh gerakan:
- Arm Circles
- Band Pull-Apart
- Shoulder Dislocates dengan Resistance Band Ringan
- Thoracic Extension Ringan
Aktivasi Rotator Cuff dan Scapula
Setelah mobilitas meningkat, aktifkan otot pendukung yang membantu menjaga kestabilan sendi bahu selama latihan.
Contoh gerakan:
- Band External Rotation
- Face Pull Ringan
- Scapular Wall Slide
- Scapular Push-Up
Set Pemanasan Shoulder Press
Sebelum masuk ke set utama, lakukan 1–3 set pemanasan menggunakan beban ringan. Tujuannya bukan untuk membuat otot lelah, tetapi membiasakan tubuh dengan pola gerakan dan memastikan teknik sudah benar.
Gunakan beban ringan dengan repetisi secukupnya, lalu tingkatkan beban secara bertahap hingga mencapai beban kerja utama. Pastikan posisi bahu, core, dan jalur gerakan tetap stabil sebelum memulai set latihan utama.
Menit 0–2
Mobilisasi Bahu dan Punggung Atas
• Arm circles • Shoulder dislocates dengan resistance band ringan • Thoracic extension ringan
Menit 2–5
Aktivasi Rotator Cuff dan Scapula
• Band pull-apart • Band external rotation • Scapular wall slide atau scapular push-up
Menit 5–8
Set Pemanasan Shoulder Press
• 1–3 set shoulder press dengan beban ringan. • Fokus pada teknik, posisi bahu, dan kontrol gerakan sebelum masuk ke beban utama.
Kapan Shoulder Press Perlu Dihindari atau Dimodifikasi?
Shoulder press perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh agar latihan tetap aman dan efektif. Jika muncul rasa tidak nyaman, jangan memaksakan beban atau gerakan yang sama.
Saat Mengalami Nyeri Bahu Aktif
Hindari memaksakan shoulder press jika muncul nyeri tajam, bahu terasa tidak stabil, keterbatasan gerak, atau rasa sakit yang semakin memburuk. Kondisi tersebut sebaiknya dievaluasi oleh dokter, fisioterapis, atau profesional kesehatan.
Jika Mobilitas Bahu Belum Memadai
Jika gerakan overhead terasa terbatas atau tidak nyaman, lakukan beberapa modifikasi seperti:
- Menggunakan machine shoulder press.
- Mencoba landmine press.
- Mengurangi range of motion sesuai kemampuan.
- Menggunakan pegangan netral pada dumbbell.
- Mengurangi beban dan fokus pada kontrol gerakan.
Jika Punggung Bawah Mudah Tidak Nyaman
Jika punggung bawah sering melengkung berlebihan saat shoulder press, coba gunakan seated dumbbell shoulder press dengan sandaran. Selain itu, perbaiki aktivasi core dan evaluasi kembali beban yang digunakan agar posisi tubuh tetap stabil.
Pilih variasi shoulder press yang sesuai dengan mobilitas (kemampuan sendi bergerak dengan baik), pengalaman latihan, dan kondisi tubuh. Utamakan teknik yang nyaman dan terkontrol dibanding mengejar beban yang lebih berat.
Masih ragu dengan teknik shoulder press atau bingung mulai dari mana? Yuk, belajar bareng tutor di Superprof dan dapatkan panduan latihan yang sesuai dengan tujuanmu.
Ringkaskan dengan AI









