Jenis menggambar apa yang paling Anda nikmati?

Apakah Anda suka seni Anda berbasis humor gelap atau satir?

Apakah bagian favorit Anda dalam surat kabar adalah sketsanya?

Fakta bahwa karikatur politik memiliki posisi penting dalam sejarah budaya negara masih kurang umum di Inggris darpada di Prancis. Gambar satir di pers nasional seringkali menggungah pembaca untuk menanyakan opini mereka terhadap sebuah topik.

Mengekspresikan pandangan Anda melalui seni dengan pensil dan kertas sederhana sebagai material gambar Anda seringkali merupakan cara paling efektif untuk membuat pandangan Anda diketahui dan untuk menggambarkan peristiwa dan masyarakat saat ini dari sudut yang lucu.

 “Gambar yang sukses akan membuat orang tertawa. Ketika benar-benar sukses, gambar akan membuat orang berpikir. Jika gambar dapat membuat orang tertawa dan berpikir, itu adalah gambar yang hebat.”

Kutipan dari Tignous ini benar-benar meringkas tujuan ilustrasi editorial.

Mari kita lihat sejarah, karakteristik, dan seniman ilustrator editorial.

Tersedia guru-guru Menggambar terbaik
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (41 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Olyvia
5
5 (20 ulasan)
Olyvia
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Iren
5
5 (24 ulasan)
Iren
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fatimah
5
5 (10 ulasan)
Fatimah
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Jihan
5
5 (16 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Gabriella
4,8
4,8 (11 ulasan)
Gabriella
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (9 ulasan)
Lydia dumaria
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Argya
5
5 (41 ulasan)
Argya
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Olyvia
5
5 (20 ulasan)
Olyvia
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Iren
5
5 (24 ulasan)
Iren
Rp80,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fatimah
5
5 (10 ulasan)
Fatimah
Rp100,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Jihan
5
5 (16 ulasan)
Jihan
Rp55,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Gabriella
4,8
4,8 (11 ulasan)
Gabriella
Rp75,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Lydia dumaria
5
5 (9 ulasan)
Lydia dumaria
Rp60,000
/jam
Kursus pertama gratis!
Fedra
5
5 (14 ulasan)
Fedra
Rp90,000
/jam
Kursus pertama gratis>

Sejarah Gambar Editorial

Lahirnya menggambar dalam jurnalisme dapat dilacak kembali ke masa Renaisans, dengan bukti ukiran satir, namun, gaya seni ini tidak benar-benar lepas landas hingga Revolusi Prancis.

Mari kita kembali ke sejarah dan melihat tiga tanggal kunci dalam evolusi gambar karikatur.

  • 1789 dan Kebebasan Berekspresi

Ini semua berawal dengan Revolusi Prancis.

Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara, yang muncul dari kebebasan berekspresi, telah berdampak pada perkembangan sketsa satir, bahkan dengan ancaman terus-menerus terhadap kehidupan para seniman.

Baru pada awal abad ke-19 surat kabar satir pertama disusun. Barang-barang yang mirip komik ini mencakup Le Charivari dan La Karikatur pada tahun 1830-an.

Satir politik dalam pers nasional terus berkembang dan pengarangnya sering tersandung masalah hukum.

Salah satunya adalah kasus Honoré Daumier, yang dijatuhi hukuman 6 bulan penjara karena menggambarkan Louis-Philippe sebagai raja yang rakus.

Periksa les menggambar online di sini.

Gargantua karya Daumier
Gargantua karya Daumier muncul di La Karikatur pada tahun 1831. Sumber : Wikipédia

Sejak itu, banyak seniman satir telah bermain aman dengan tetap berpegang pada satir sosial dan menghindari humor politik yang kontroversial.

  • 1881, Fase Transisi

Undang-undang tentang kebebasan pers mengubah tatanan di Prancis. Sejak saat itu, surat kabar punya hak untuk dipublikasikan tanpa izin. Larangan itu merayap masuk secara progresif. Dengan adanya republik ketiga, muncul akselerasi bidang ini, dengan ilustrator menangani setiap tema mulai humor politik hingga agama.

Periode ini menjadi masa keemasan bagi gambar editorial.

Dengan evolusi surat kabar politik dan peningkatan teknis dalam industri percetakan, dari tahun 1870 hingga 1940 ilustrasi editorial ada di mana-mana.

Para seniman pers mengambil topik kontroversial di masa mereka seperti Dreyfus Affair, yang memecah opini publik Prancis.

Hingga akhir Perang Dunia Kedua, ilustrasi editorial ada di mana-mana, terlepas apakah itu muncul secara umum atau item berita satir.

  • 1945, Era Baru

Dengan berakhirnya perang, awal penurunan pers ‘generalis’, serta evolusi fotografi dan televiai, ada banyak faktor yang memengaruhi gambar dalam pers.

Dari tahun 1945, surat kabar mulai menggunakan foto untuk mengilustrasikan artikel-artikelnya. Ilustrasi editorial tetap hadir di surat kabar generalis, namun, berita satir mulai menurun karena sejumlah publikasi terus menurun.

Saat ini, satir di pers Prancis dibatasi hanya untuk beberapa judul. Beberapa surat kabar independen ini sepenuhnya dibiayai oleh penjualan mereka.

  • Le Canard enchaîné, Didirikan pada tahun 1915, koran peristiwa terkini ini secara eksklusif diilustrasikan oleh gambar editorial.
  • Charlie Hebdo, Pertama kali diterbitkan pada tahun 1970 oleh tim Hara-Kiri (majalah kontroversial yang dilarang oleh pemerintah), Charlie Hebdo dikenal di seluruh dunia karena materi polemiknya.
  • Siné Mensuel, Raksasa pertama pada tahun 2011 dan muncul bersama pers satir lainnya setelah Siné, mantan artis Charlie Hebdo, memulai bisnis korannya sendiri.

Gambar Editorial: Seni yang Kompleks

Gambar surat kabar, juga dikenal sebagai gambar editorial adalah sketsa sederhana, dengan atau tanpa teks, yang seringkali berbentuk komik pendek.

Ilustrator editorial adalah seniman, namun mereka juga jurnalis dengan hak mereka sendiri. Ini artinya mereka memiliki pemahaman yang baik tentang peristiwa terkini, dan karena itu ditugaskan untuk melaporkan cerita baru melalui gambar pensil mereka, yang umumnya lucu atau menyindir.

Jadi, apa tujuan ilustrasi jurnalistik? Untuk mendapatkan perhatian publik dan membuatnya tertawa! Semua yang tidak ada pada menggambar teknis.

Ini adalah sesuatu yang terlalu sering kita lupakan karena lelucon, twist ironis, dan nada sarkastik mereka memicu reaksi kemarahan atau jijik, membuat kita lupa motif seniman tersebut: untuk mendapatkan perhatian kita.

Karena alasan ini, ilustrator editorial bisa mengungkap fakta, memberi opini, dan menampilkan sudut pandang melalui keterampilan menggambar dasar seperti teknik bayangan untuk menciptakan bayangan dalam gambar pensil, atau menggunakan pulpen dan tinta untuk menebalkan garis.

kecerdasan dalam keterampilan menggambar
Untuk menjadi seniman editorial, Anda harus cerdas dan memiliki keterampilan menggambar yang fantastis. Sumber : Visualhunt

Mengungkap, mengomentari, menjelaskan, mengutuk, mengkritik, mengejutkan, dan memprovokasi debat adalah tujuan umum di kalangan seniman editorial, dengan beberapa seniman melangkah lebih jauh daripada yang lain di bidang tertentu.

Terlepas surat kabar, cerita, atau tujuan pribadi seniman, ilustrasi di pers selalu mengundang kritik pembaca.

Batas antara gambar lucu dan satir sangatlah tipis, dan seniman karikatur atau editorial mana pun harus mengingat hal ini.

Gambar lucu tidak mengikuti aturan yang sama. Terkadang, gambar lucu bisa mencapai tujuannya murni dengan membuat pembaca surat kabar tertawa, misalnya.

Gambar satir seringkali membangkitkan perasaan kaget. Tidak semua orang akan beraksi sama terhadap gambar-gambar ini, terlepas cerita yang mereka gambarkan, karena reaksi terhadap karya semacam ini tergantung kepercayaan setiap orang.

Satir seringkali menyentuh subjek-subjek tabu, dan inilah mengapa satir seringkali menjadi subjek perdebatan. Salah satu contohnya adalah penggambaran Mahomet in Charlie Hebdo.

Jadi, bagaimana Anda membuat ilustrasi editorial?

Para seniman seringkali menggunakan banyak cara untuk mencapai tujuannya:

  • Melatih keterampilan menggambar karikatur mereka
  • Memprovokasi tanggapan
  • Menggunakan stereotip
  • Ironi
  • Tebak-tebakan
  • Humor gelap
  • Perbandingan
  • Hiperbol

Depresiasi diri dan humor juga memungkinkan seniman untuk melihat item berita secara objektif dengan menjauhkan diri mereka dari item tersebut dan mengekspresikan opini pribadi mereka tentang masalah yang dihadapi.

Ilustrator editorial tidak berkewajiban untuk memberikan pandangan apa pun tentang sebuah cerita selain pandangan mereka sendiri, menempatkan mereka pada posisi sebagai pengamat dunia di sekitar kita, mengambil inspirasi dari peristiwa terkini dan membuat masyarakat umum tertawa dengan interpretasi mereka.

Seperti kata Cabu:

 “Kami bukan pengirim pesan. Kami hanya badut, penghibur [...]. Humor adalah bahasa yang selalu saya sukai. Tujuan kami adalah menyingkirkan dunia kebodohan dengan membuat orang tertawa.”

Nama-Nama Besar dalam Ilustrasi Editorial

Setiap era memiliki seniman terkenal. Tidak mungkin menyebutkan semuanya, tetapi ada beberapa yang tidak bisa tidak disebutkan.

Diantaranya adalah beberapa korban penyerangan kantor Charlie Hebdo pada Januari 2015 yang namanya menjadi simbol kebebasan berekspresi di Prancis:

  • Charb telah menjadi manajer Charlie Hebdo sejak 2009. Dia telah berpartisipasi dalam peluncuran kembali koran tersebut. Dia juga menggambar untuk Mon Quotidien – koran anak-anak.
  • Wolinski, pernah terlibat dalam pembuatan surat kabar bernama L'Enragé bersama Siné pada tahun 1968, dan juga berkontribusi pada Hara-Kiri. Dia pernah bekerja untuk JDD, L'Humanité dan Nouvel Observateur.
  • Cabu, juga bekerja untuk Hara-Kiri dan Charlie Hebdo, tetapi gambarnya juga bisa ditemukan di Le Monde, Rock n'Folk, le Figaro dan Nouvel Observateur.
  • Honoré, mengerjakan banyak judul termasuk Le Monde, Libération, dan Inrockupibles.
  • Tignous, yang karyanya diterbitkan di Charlie Hebdo dan Marianne.

Para seniman tertentu sangat dikenal karena karya editorial mereka sehingga nama mereka sering dikaitkan dengan surat kabar tertentu. Salah satunya di Plantu, yang karyanya ditampilkan di Le Monde. Plantu juga merupakan anggota pendiri Cartooning for Peace.

Bagaimana Anda Menjadi Ilustrator Editorial?

Ilustrator yang bekerja di bidang jurnalisme sering kali akhirnya bekerja untuk berbagai surat kabar.

Terlepas dari nama-nama besar dalam bisnis ini, sebagian besar profesi tersebut melibatkan beberapa tingkat kerawanan dan mengambil berbagai peran. Seniman muda cenderung ke jenis ilustrasi lain dan menulis buku komik.

Apakah Anda bermimpi menjadi ilustrator editorial?

Jika Anda ingin membuat sketsa lucu yang sukses, pertama-tama Anda harus menguasai dasar-dasar menggambar. Menguasai ini termasuk belajar cara menggambar wajah dan tubuh manusia, belajar tentang karikatur, mencoba menggambar digital di tablet, dan belajar tentang rendering, tetapi juga menghormati aturan proporsi dan menggambar perspektif satu titik.

Ini mungkin tampak seperti butuh banyak kerja keras, tapi saat Anda belajar cara membuat still life tampak tiga dimensi, ambil kiat-kiat menggambar dari tutorial menggambar langkah demi langkah, dan latih keterampilan seperti cross hatching, membuat ruang negatif, menggambar kontur, memadukan, dan cara mengendalikan sapuan kuas Anda untuk membuat tekstur. Anda akan memperoleh pengalan berharga yang akan membantu Anda ketika Anda mulai menggambar kartun.

Teknik menggambar yang digunakan dalam ilustrasi editorial jauh dari realisme gambar observasional – ini karena perbedaan tujuan.

Dalam menggambar dan melukis realistis, tujuannya adalah untuk menggambarkan secara realistis suatu objek atau orang, sedangkan ilustrasi editorial lebih tentang kartun dan karikatur. Ini artinya seniman harus belajar cara menggambar orang, ide, atau cerita dengan memilih ciri-ciri penting dan melebih-lebihkannya dengan cara yang lucu.

Ini artinya jika Anda ingin masuk ke profesi tersebut, Anda harus belajar tentang seni menggambar dalam semua bentuknya serta belajar menghargai ilustrasi editoria secara detail.

Jadi, sebelum menyelam ke dalam menggambar kartun, akan sangat membantu jika sudah berlatih menggambar potret, secara akurat menggambar orang, menggambar wajah, menggambar mata, belajar cara menggambar tangan, menyalin, menggambar tangan, belajar menggambar bunga, mencoba menggambar binatang untuk beralih dari mengambar sosok manusia, menggambar gestur, mencoba melihat bentuk-bentuk dasar dalam objek yang kompleks, mencoba menggambar bidang secara akurat, dan bahkan menggunakan penghapus untuk menyoroti area. Semua hal ini akan memastikan Anda memiliki buku sketsa yang menunjukkan pengalaman Anda sebagai seniman dalam melatih pikiran Anda untuk cara membuat berbagai efek.

menggambar dari hal yang sederhana
Jangan mencoba berlari sebelum Anda bisa berjalan menguasai dasar-dasar, kemudian beralih ke menggambar karikatus. Sumber : Pixabay

Membuat buku sketsa yang berfungsi sebagai bukti kemampuan Anda untuk menghasilkan berbagai gaya yang berbeda termasuk segala sesuatu mulai dari doodling hingga potret dengan pensil arang akan memungkinkan orang lain untuk menghargai bakat artistik Anda dan juga mengajarkan Anda untuk bangga dengan pekerjaan Anda.

Anda perlu bekerja keras dan memastikan Anda memiliki pemahaman yang baik tentang isu-isu penting untuk dapat menyampaikan cerita melalui gambar.

Sebagai ilustrator editorial, beberapa kualitas yang akan ditanyakan pada Anda adalah:

  • Kesadaran akan isu-isu budaya
  • Perhatian terhadap detail
  • Imajinasi
  • Rasa ingin tahu
  • Pikiran yang kreatif

Mengetahui cara memberi tahu masyarakat umum tentang suatu topik sekaligus memberikan komentar dengan tingkat humor tertentu bukanlah hal yang mudah. Ketika dihadapkan dengan selembar kertas kosong, penting bagi Anda untuk memiliki kemampuan kreatif dan keterampilan kritis untuk menghasilkan karya jurnalistik dengan teknik menggambar Anda, termasuk pensil warna, kuas, pensil grafit, kapur, pastel minyak, cat air atau arang.

Butuh bantuan untuk menyempurnakan bakat artistik Anda? Mengapa tidak meminta bantuan guru kesenian untuk les menggambar. Dengan Superprof, Anda dapat menemukan kelas menggambar di Jakarta, kursus kartun di Bandung, dan semua yang ada di antaranya.

Butuh guru Menggambar ?

Apakah Anda menyukai artikel nya?

5,00/5 - 1 suara
Loading...

Kurniawan

Seseorang yang senang berbagi ilmu dan pengetahuan yang diharapkan akan bermanfaat bagi banyak orang