Omo!!! Di sini kamu akan mengenal lebih dekat “apa itu omo?”, “omo artinya apa?”, atau arti omo bahasa Korea. Kata “omo” (어머) merupakan ungkapan populer dalam bahasa Korea, termasuk variasinya seperti omo omo, omo jinjja, danomo omo jinjja, lengkap dengan penjelasan “omo omo artinya, omo jinjja artinya”, serta contoh penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. Artikel ini cocok untuk kamu yang baru mulai belajar bahasa Korea dan ingin memahami bagaimana mengekspresikan kaget, heran, atau tidak percaya.
Kata ini pasti sering kamu dengar saat streaming drama Korea, variety show, atau saat idol K‑Pop mengobrol santai. Namun, sebenarnya apa arti omo dalam bahasa Korea? Apakah hanya sekadar spontan, atau mengandung emosi tertentu?
Apa Itu “Omo” (어머) dalam Bahasa Korea?

Kata “omo” (어머) merupakan salah satu kata seru dalam bahasa Korea yang sering digunakan untuk mengekspresikan rasa kaget, terkejut, atau heran. Dengan kata lain, omo Bahasa korea adalah salah satu ungkapan emosional yang sering (umum) digunakan di Korea. Dalam bahasa Indonesia, kata ini setara dengan “ya ampun” atau “astaga”, sedangkan dalam bahasa Inggris mirip seperti “oh my”. Meski sederhana, penggunaan kata omo dalam percakapan sehari-hari cukup beragam dan fleksibel.
Secara etimologis, kata “omo” diyakini berasal dari kata “eomeoni” (어머니) yang berarti “ibu”. Di masa lalu, kata ini kemungkinan muncul dari kebiasaan menyebut ibu saat menghadapi situasi yang membuat kaget. Seiring waktu, kata “omo” tidak lagi terbatas dalam konteks keluarga dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelafalannya, omo biasanya diucapkan dengan tekanan pada suku kata pertama dan intonasi yang sedikit naik. Perbedaan nada dan panjang pengucapan dapat mencerminkan tingkat emosi pembicara, mulai dari rasa kaget ringan hingga keterkejutan yang lebih kuat.
Lebih dari sekadar kata seru, arti omo juga membawa nuansa emosional yang cukup kaya. Dalam praktiknya, omo dalam bahasa Korea dapat menyampaikan kesan heran, kagum, simpati, sampai rasa tidak percaya dalam suatu situasi tertentu. Tergantung konteks dan intonasi yang digunakan.
Jika kita perhatikan dari sisi budaya, penggunaan kata “omo” mencerminkan karakter masyarakat Korea yang menjunjung etika. Dibandingkan kata terkejut lain, kata “omo” dianggap lebih halus dan aman digunakan. Baik di situasi formal maupun informal.
Penggunaan Omo dalam Percakapan Sehari-hari

Dalam keseharian masyarakat Korea, kata “omo” merupakan ungkapan yang sangat akrab dan sering terdengar di berbagai situasi. Ekspresi ini digunakan oleh hampir semua kalangan tanpa batasan usia maupun gender, meskipun dalam praktiknya lebih sering diucapkan oleh perempuan. Berikut beberapa kondisi umum di mana omo kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari.
1. Menanggapi Kabar Tak Terduga
Saat seseorang menerima informasi yang mengejutkan, omo sering kali menjadi reaksi spontan pertama. Ungkapan ini muncul secara alami sebagai tanda keterkejutan sekaligus respons emosional.
2. Menunjukkan Rasa Kagum
Ketika melihat sesuatu yang indah, luar biasa, atau mengesankan, omo dapat digunakan untuk menyampaikan kekaguman, misalnya saat menikmati pemandangan alam atau menyaksikan penampilan yang memukau.
3. Merespons Situasi Berbahaya atau Mengkhawatirkan
Omo juga kerap diucapkan saat melihat kejadian yang berisiko atau membuat cemas, seperti seseorang hampir terjatuh atau mendengar suara keras secara tiba-tiba.
4. Mengungkapkan Simpati dan Empati
Dalam percakapan yang menyentuh atau bernuansa sedih, omo menjadi cara halus untuk menunjukkan kepedulian, rasa iba, atau empati terhadap kondisi orang lain.
5. Menyikapi Kesalahan Kecil
Ketika seseorang melakukan kekeliruan ringan atau bersikap ceroboh, omo dapat diucapkan sebagai reaksi spontan yang terdengar lembut, tanpa maksud menyalahkan.
6. Menyatakan Rasa Tidak Percaya
Jika menghadapi situasi atau informasi yang sulit dipercaya, omo sering digunakan untuk mengekspresikan keheranan atau kebingungan secara emosional.
7. Respons Aktif dalam Percakapan Telepon
Dalam percakapan via telepon, omo berfungsi sebagai penanda bahwa pendengar terkejut, tertarik, dan benar-benar menyimak informasi yang disampaikan.
8. Penggunaan dalam Dunia Hiburan
Di drama Korea, variety show, dan berbagai tayangan hiburan, omo kerap dimanfaatkan untuk memperkuat nuansa dramatis atau menambah unsur komedi dalam adegan tertentu.
Meski fleksibel dan mudah diaplikasikan, pemakaian kata omo tetap menyesuaikan situasi. Dalam konteks formal atau profesional, ungkapan ini sebaiknya dibatasi atau diganti dengan ekspresi yang lebih sopan. Namun, untuk percakapan santai sehari-hari, omo menjadi kata seru yang sangat ekspresif dan serbaguna dalam menyampaikan berbagai emosi.
Cara Penggunaan Omo dalam Bahasa Korea

Kata eomeo (어머) memiliki fungsi yang hampir mirip dengan aigo, yaitu sebagai ungkapan spontan untuk mengekspresikan emosi tertentu. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa situasi umum penggunaan omo dalam bahasa Korea.
1. Mengungkapkan Rasa Kaget atau Terkejut
Contoh baru:
A: 시험에서 1등 했어요.
(Siheom-eseo il-deung haesseoyo.)
Aku dapat peringkat satu di ujian.
B: 어머! 정말요? 축하해요!
(Eomeo! Jeongmal-yo? Chukahaeyo!)
Astaga! Serius? Selamat ya!
2. Situasi yang Sulit Dipercaya atau Mengagumkan
Contoh baru:
어머 어머, 이 집이 다 당신 거예요? 대단하다!
(Eomeo eomeo, i jibi da dangsin geoyeyo? Daedanhada!)
Ya ampun, rumah ini semuanya milik kamu? Luar biasa!
3. Menunjukkan Rasa Prihatin atau Simpati
Contoh baru:
A: 그 친구는 갑자기 사고를 당했어요.
(Geu chinguneun gapjagi sagoreul danghaesseoyo.)
Temanku tiba-tiba mengalami kecelakaan.
B: 어머… 많이 힘들겠어요.
(Eomeo… mani himdeulgesseoyo.)
Ya ampun… pasti berat sekali.
Ragam Variasi dan Ungkapan Turunan dari Omo

Selain bentuk dasarnya, kata “omo” dalam bahasa Korea memiliki sejumlah variasi yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Setiap bentuk memberikan nuansa emosi yang berbeda, mulai dari kaget ringan hingga keterkejutan yang sangat kuat. Berikut beberapa variasi omo yang umum digunakan.
1. Omo Omo (어머 어머)
Secara makna, arti omo omo adalah penekanan dari keterkejutan atau keheranan yang sangat intens. Pengulangan kata omo berfungsi untuk memperkuat ekspresi keterkejutan. Omo omo jinjja (어머 어머 진짜) menekankan rasa tidak percaya yang sangat kuat. Ungkapan ini biasanya dipakai ketika seseorang merasa sangat terkejut atau benar-benar tak menyangka dengan suatu kejadian.
Selain itu, ada bentuk kata seperti eomeomeo (어머머) yang sering juga ditulis sebagai omoo, sehingga banyak yang mencari omoo artinya. Ada pula kata “omo kkamjjak” (어머 깜짝) untuk kejutan mendadak, serta kata “aigoo” (아이구) yang dapat mengekspresikan kaget, simpati, atau kelelahan tergantung konteks.
2. Omona (어머나)
Omona merupakan versi lain dari omo yang terdengar lebih lembut. Ungkapan ini kerap digunakan untuk menunjukkan rasa kaget yang disertai kekaguman atau perasaan senang, dan lebih sering terdengar dalam percakapan wanita.
3. Omo Omo Jinjja Artinya (어머 어머 진짜)
Dengan menambahkan kata jinjja yang berarti “benar-benar”, ungkapan ini menekankan rasa tidak percaya atau keterkejutan yang sangat kuat, seolah ingin memastikan kebenaran dari apa yang baru saja terjadi.
4. Eomeona (어머나)
Bentuk ini pada dasarnya sama sama dengan omona, hanya berbeda dalam pengucapan. Biasanya dipengaruhi oleh dialek atau kebiasaan berbicara masing-masing penutur.
5. Omo Shigu (어머 시구)
Tambahan kata shigu membuat ekspresi terdengar lebih dramatis. Ungkapan ini sering digunakan untuk mengekspresikan keterkejutan yang bercampur rasa kagum atau keheranan mendalam.
6. Eomeomeo (어머머)
Versi ini merupakan bentuk pemanjangan dari omo yang menunjukkan reaksi kaget yang lebih intens atau berlangsung lebih lama.
7. Omo Kkamjjak (어머 깜짝)
Karena kkamjjak berarti “kaget”, gabungan ini digunakan untuk menekankan kejutan yang muncul secara tiba-tiba.
8. Eolmana (얼마나)
Meski bukan turunan langsung dari omo, kata ini sering dipakai dalam situasi yang sama, terutama untuk menunjukkan rasa takjub terhadap sesuatu yang dianggap luar biasa.
9. Aigoo (아이구)
Aigoo adalah ungkapan lain yang sering muncul dalam konteks serupa. Bergantung pada situasinya, kata ini bisa menyampaikan rasa kaget, kelelahan, hingga simpati.
Pemilihan variasi omo sangat bergantung pada konteks pembicaraan, tingkat keformalan, serta gaya bicara masing-masing orang. Beberapa bentuk memang lebih sering digunakan oleh kelompok tertentu, misalnya omona yang cenderung dipakai oleh wanita. Namun, dalam praktiknya, penggunaan ungkapan-ungkapan ini cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan situasi serta emosi yang ingin disampaikan.
Perbandingan Omo dengan Ungkapan Serupa di Berbagai Bahasa

Agar pemahaman tentang makna dan fungsi “omo” dalam bahasa Korea semakin utuh, menarik juga jika kita membandingkannya dengan ungkapan keterkejutan dalam bahasa lain. Dari perbandingan ini, kita bisa melihat bahwa meski berbeda bunyi dan bentuk, cara manusia mengekspresikan rasa kaget atau heran ternyata punya banyak kesamaan lintas budaya.
1. Bahasa Inggris
- Oh my God! / OMG! → Paling mendekati omo dari segi fungsi dan konteks
- Wow! → Menunjukkan kekaguman atau kejutan positif
- Gosh! / Goodness! → Versi lebih halus dan sopan
- Jeez! → Ungkapan santai untuk kaget atau kesal ringan
2. Bahasa Indonesia
- Astaga! → Sangat mirip dengan omo
- Ya ampun! → Mengungkapkan kaget atau heran
- Aduh! → Bisa berarti kaget, sakit, atau kesal
- Wah! → Digunakan untuk rasa kagum
3. Bahasa Jepang
- Ara! (あら!) → Seruan kaget yang sering dipakai wanita
- Ee! (ええ!) → Menunjukkan keterkejutan atau tidak percaya
- Maa! (まあ!) → Ungkapan lembut yang fungsinya mirip omo
4. Bahasa Mandarin
- Aiya! (哎呀!) → Menyatakan kaget atau kesal
- Wā! (哇!) → Setara dengan wow
- Tiān a! (天啊!) → Maknanya mirip “Oh my God!”
5. Bahasa Spanyol
- ¡Ay Dios mío! → Padanan “Oh my God!”
- ¡Caramba! → Ekspresi kaget yang lebih ringan
- ¡Uy! → Seruan singkat saat terkejut
6. Bahasa Prancis
- Oh là là! → Ungkapan klasik untuk kaget atau heran
- Mon Dieu! → Setara dengan “My God!”
- Zut alors! → Menunjukkan keterkejutan ringan atau kejengkelan
7. Bahasa Arab
- Ya Allah! (يا الله) → Digunakan saat kaget atau terkejut
- Masha’Allah! (ما شاء الله) → Lebih ke arah kekaguman dan pujian
8. Bahasa Jerman
- Ach du meine Güte! → Mirip “Oh my goodness!”
- Mein Gott! → Ungkapan keterkejutan yang umum
9. Bahasa Italia
- Mamma mia! → Sangat terkenal sebagai ekspresi kaget
- Oh Dio! → Setara dengan “Oh God!”
10. Bahasa Rusia
- Боже мой! (Bozhe moy!) → Artinya “Ya Tuhan!”
- Ой! (Oy!) → Seruan singkat untuk rasa kaget
Dari perbandingan ini, terlihat bahwa meskipun tiap bahasa punya ciri khasnya sendiri, ekspresi keterkejutan seperti omo merupakan bentuk emosi yang bersifat universal. Hampir semua bahasa memiliki kata seru untuk mengekspresikan rasa kaget, heran, atau kagum.
Sama seperti omo, penggunaan ungkapan-ungkapan tersebut juga sangat bergantung pada konteks, tingkat formalitas, dan norma budaya setempat. Memahami nuansa inilah yang membuat komunikasi lintas bahasa dan budaya menjadi lebih alami dan efektif.
Perbedaan Penggunaan Omo di Berbagai Daerah Korea

Seperti banyak ungkapan lain dalam bahasa Korea, penggunaan “omo” ternyata tidak selalu sama di setiap wilayah. Perbedaan dialek, budaya lokal, hingga gaya komunikasi masyarakat setempat membuat cara pengucapan dan pemakaiannya bisa bervariasi. Berikut gambaran bagaimana omo digunakan di beberapa daerah di Korea.
- Seoul dan Wilayah Metropolitan
Di Seoul dan kawasan sekitarnya, omo digunakan secara luas dan fleksibel. Sebagai pusat tren bahasa dan budaya populer, ungkapan ini tidak hanya dipakai untuk menunjukkan keterkejutan, tetapi juga dalam konteks bercanda, sarkastik, atau humor. Anak muda di wilayah ini bahkan kerap memadukan omo dengan slang modern atau istilah bahasa Inggris.
Contoh Percakapan :
A: 오늘 시험 완전 망했어…
(Oneul siheom wanjeon manghaesseo…)
Ujiannya tadi kacau banget…
B: 어머, 진짜? 괜찮아, 다음에 잘 보면 돼.
(Eomeo, jinjja? Gwaenchana, daeume jal bomyeon dwae.)
Omo, serius? Nggak apa-apa, besok bisa lebih baik. - Wilayah Gyeongsang (Busan, Daegu, dan sekitarnya)
Di daerah Gyeongsang, omo diucapkan dengan intonasi khas dialek setempat yang cenderung lebih tegas. Perbedaan nada dan tekanan suara membuat ungkapan ini terdengar lebih kuat dibandingkan versi Seoul, meskipun maknanya tetap sama.
Contoh Percakapan :
A: 버스 놓쳤다 아이가!
(Beoseu nohyeotda aiga!)
Aku ketinggalan bus!
B: 어머! 우째 그랬노?
(Eomeo! Ujje geuraetno?)
Omo! Kok bisa begitu? - Wilayah Jeolla (Gwangju, Jeonju, dan sekitarnya)
Dialek Jeolla dikenal lebih lembut dan berirama, sehingga pengucapan omo di daerah ini pun terasa lebih halus. Dalam beberapa situasi, masyarakat Jeolla juga memiliki ungkapan lokal lain yang fungsinya serupa dan bisa digunakan sebagai alternatif.
Contoh Percakapan :
A: 오늘 비가 갑자기 많이 왔어.
(Oneul biga gapjagi mani wasseo.)
Hari ini hujannya tiba-tiba deras.
B: 어머~ 많이 놀랐겠네잉.
(Eomeo~ mani nollatgenneing.)
Omo~ pasti kaget ya. - Wilayah Pulau Jeju
Jeju memiliki dialek yang cukup berbeda dari bahasa Korea standar. Karena itu, omo tidak selalu menjadi pilihan utama dalam percakapan lokal. Namun, seiring meningkatnya interaksi dengan pendatang dan wisatawan, penggunaan omo versi standar semakin sering terdengar, terutama dalam komunikasi sehari-hari dengan orang luar.
Contoh Percakapan :
A: 이 길이 맞나요?
(I giri mannayo?)
Ini jalannya benar?
B: 어머, 조금 돌아가셨어요.
(Eomeo, jogeum doragasyeosseoyo.)
Omo, Anda tadi sedikit salah jalan. - Wilayah Chungcheong
Di kawasan Chungcheong seperti Daejeon dan Cheongju, gaya bicara masyarakatnya dikenal lebih santai dan perlahan. Hal ini tercermin dalam penggunaan omo yang cenderung diucapkan dengan tempo lebih panjang dan ekspresi yang tidak terlalu berlebihan.
Contoh Percakapan :
A: 오늘 회의 시간이 바뀌었대요.
(Oneul hoeui sigani bakkwieotdaeyo.)
Katanya jadwal rapat hari ini berubah.
B: 어머어… 그랬어요? 미리 말해주지.
(Eomeoeo… geuraesseoyo? Miri malhaejuji.)
Omo… begitu ya? Harusnya bilang dari awal. - Wilayah Gangwon
Masyarakat Gangwon, yang banyak tinggal di area pegunungan dan alam terbuka, umumnya menggunakan omo secara sederhana dan apa adanya. Penggunaannya mencerminkan karakter komunikasi yang lugas dan tidak terlalu dramatis.
Contoh Percakapan :
A: 눈이 갑자기 많이 왔어요.
(Nuni gapjagi mani wasseoyo.)
Saljunya tiba-tiba turun banyak.
B: 어머, 길 조심해야겠네.
(Eomeo, gil josimhaeyagetne.)
Omo, berarti harus hati-hati di jalan.
Secara keseluruhan, meskipun makna dasar omo tetap sama di seluruh Korea, cara pengucapan dan nuansa emosinya dapat berbeda-beda tergantung wilayah. Perbedaan inilah yang membuat bahasa Korea terasa semakin kaya dan menarik untuk dipelajari.
Jika kamu serius ingin bisa bahasa Korea dengan cepat dan benar, tidak cukup hanya mengandalkan hafalan kata atau menonton drama korea. Dengan kelas privat Superprof, kamu bisa belajar langsung bersama tutor berpengalaman. Mulai dari percakapan sehari-hari, budaya Korea, hingga penggunaan ungkapan ekspresi serupa seperti omo dalam bahasa Korea dengan tepat dan sesuai konteks. Daripada belajar sendiri tapi bingung arah dan progresnya lambat, sekarang saatnya upgrade cara belajarmu. Pesan kelas privat Superprof hari ini, tentukan jadwal fleksibel sesuai waktumu, dan rasakan perbedaannya sejak pertemuan pertama!
Ringkaskan dengan AI









