Beberapa insan memilih untuk mengungkapkan isi hati dengan menulis. Menuangkan perasaan, mengutarakan pendapat, juga menceritakan suatu pengalaman dalam bentuk suatu karya tulis yang indah. Sastra merupakan salah satu bentuk karya tulis hasil ungkapan ekpresi yang dibalut dengan kalimat-kalimat penuh makna. Beragam jenis karya sastra bahkan sudah ada sejak jaman dahulu. Syair merupakan salah satunya. Bersamaan dengan masuknya ajaran islam ke Indonesia, syair mulai masuk dalam bagian sastra di Indonesia. Itulah sebabnya syair tergolong dalam jenis puisi lama.
Mari kita lihat pengertian syair dan kumpulan syair berdasarkan tema berbeda.
Pengertian Syair
Jika ditanya “apa arti syair?”, maka jawabannya adalah puisi klasik yang berasal dari bahasa Arab shi‘ir yang berarti puisi atau ungkapan perasaan yang ditata dalam kata-kata indah yang digunakan untuk menuliskan hal-hal yang panjang. Misalnya, cerita, nasihat, agama, dan sebagainya. Oleh karena itu, kamu mungkin pernah membaca syair dengan bait yang banyak. Namun seiring perkembangannya di Asia Tenggara, syair mengalami perubahan. Tidak lagi mengacu pada satra di negeri Arab melainkan termodifikasi menjadi khas Melayu.
Dalam bahasa Arab syair berasal dari kata Syu'ur dimana syair artinya perasaan. Kata Syu'ur dikembangkan menjadi kata Syi'ru yang memiliki makna puisi. Dalam perkembangannya, syair mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi.
Syair dengan bahasa Arab yang tercatat sebagai syair paling tua di Nusantara adalah catatan di batu nisan Sultan Malik al-Shaleh di Pasee, Aceh, tertanggal 1297 M (696/97 MI). Berikut kata syiar yang terekam pada batu nisan Sultan Malik al-Saleh :
“Ini kubur adalah kepunyaan almarhum hamba yang, dihormati, yang diampuni, yang taqwa, yang menjadi penasehat, yang terkenal, yang berleeturunan, yang mulia, yang kuat beribadah, penakluk, yang bergelar dengan Sultan Malik As-Salih (Tanggal wafat, bulan Ramadhan tahun 696 Hijrah / 1297 Masehi)”.
Selain dikenal sebagai bagian dari puisi lama, puisi syair atau yang sering juga dikenal dengan sebutan syair puisi memiliki kedudukan istimewa dalam perkembangan sastra Nusantara. Berbeda dengan pantun yang lebih singkat, puisi syair justru memiliki bait panjang yang seluruhnya berisi inti pesan atau cerita. Gaya bahasa yang dipakai pun cenderung penuh kiasan sehingga memberikan kesan mendalam bagi pembacanya. Karena itu, puisi syair sering dijadikan sarana menyampaikan nasihat, ajaran agama, hingga kisah sejarah yang sarat nilai moral.
Istilah Sayir
Dalam perkembangannya, istilah sayir sering muncul sebagai variasi penulisan dari kata syair. Meski berbeda ejaan, keduanya merujuk pada bentuk puisi lama yang memiliki aturan khas, yakni empat baris dalam satu bait, berima a-a-a-a, serta seluruh isinya memuat pesan atau cerita. Sebagian masyarakat Nusantara masih menggunakan istilah sayir dalam percakapan sehari-hari ketika menyebut karya sastra ini. Hal ini menunjukkan bahwa syair atau sayir bukan sekadar bagian dari warisan kesusastraan, melainkan juga bagian dari identitas budaya yang terus hidup hingga sekarang.
Cek di sini jika ingin mengetahui pengertian pantun

Sedangkan syair dengan bahasa Melayu klasik yang tertua adalah syair pada prasasti Minye Tujoh, Aceh, tahun 1380 M (781/82 AH) yang tertulis :
hijrat nabi mungstapa yang prasaddha
tujuh ratus asta puluh savarssa
hajji catur dan dasa vara sukra
raja iman varda rahmatallah
gutra barubasa mpu hak kedak pasema
taruk tasih tanah samuha
ilahi ya rabbi tuhan samuha
taruh dalam svargga tuhan tatuha
Terjemahan bebasnya :
Setelah hijrah Nabi, kekasih yang telah wafat
Tujuh ratus delapan puluh satu tahun
Bulan Dzulhijjah empat belas hari, hari Jumat
Raja Iman rahmat Allah bagi Baginda (warda)
Dari keluarga Barubasa mempunyai hak atas Kedah dan Pasai
Menaruk di laut dan darat semesta (semua)
Ya Ilahi Tuhanku semesta
Masukkanlah Baginda ke dalam surga Tuhan
Apakah syair dapat dituliskan dalam cerita fabel? Klik tautan tersebut untuk mengetahuinya!
Fungsi Syair
Tidak sedikit orang yang bertaya mengenai tentang fungsi syair. Berikut beberapa fungsi syair :
- Syair dimanfaatkan sebagai hiburan di berbagai acara sosial. Contohnya seperti, lomba kemerdekaan, pertunjukkan seni atau acara lainnya.
- Syair dinyanyikan saat mengiringi tarian-tarian tertentu.
- Keindahan lirik dan suara yang dimiliki oleh syair, dapat menyentuh hati para pendengar dan meninggalkan kesan mendalam.
- Syair digunakan mengajar nilai-nilai lewat sebuah cerita.
- Syair memiliki peranan dalam berbagai acara seni dan budaya masyarakat.
Ciri-Ciri Syair
Syair sendiri memiliki beberapa ciri yang terkandung di dalamnya. Berikut ciri-ciri syair adalah :
- Dalam satu bait, isi syair selalu memiliki empat baris. Jumlah baris ini menjadi ciri khas utama yang membedakan syair dengan bentuk puisi lama lainnya. Meski bisa ditulis dalam banyak bait, setiap baitnya tetap konsisten hanya terdiri dari empat baris. Berikut contoh sederhana:
- Datanglah ke sekolah dengan tekad yang kuat (baris 1)
- Ilmu dicari agar hidup lebih bermanfaat (baris 2)
- Waktu belajar jangan pernah disia-siakan (baris 3)
- Agar masa depan cerah dan penuh harapan (baris 4)
- Tiap Baris Terdiri dari Empat Sampai Enam Kata
Ciri lain dari syair adalah jumlah kata yang ada pada tiap baris umumnya berkisar antara empat hingga enam kata. Pola ini membuat isi syair terasa lebih seimbang saat dibacakan. Supaya lebih jelas, berikut contoh baris syair:- Belajar rajin setiap hari (5 kata)
- Jangan malas membaca buku (4 kata)
- Hidup akan terasa maju (4 kata)
- Tiap Baris Terdiri dari 8 – 12 Suku Kata
Salah satu ciri khas syair adalah jumlah suku kata tiap baris. Biasanya, setiap baris isi syair terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Pola ini memberikan irama yang indah dan teratur ketika syair dilantunkan. Dengan jumlah suku kata yang konsisten, syair terdengar harmonis dan lebih mudah dihafalkan. Untuk gambaran, berikut contoh sederhana:- Be/la/jar me/ra/pa/kan pe/ng/a/la/man (12 suku kata)
- Me/nyam/pai/kan i/de de/ngan/lu/nak (10 suku kata)
- Hi/dup a/kan le/bih ber/ma/kna (9 suku kata)
- Semua Baris merupakan Isi
Berbeda dengan pantun yang memiliki sampiran, syair tidak mengenal bagian itu. Semua baris dalam syair berisi inti pesan atau cerita yang ingin disampaikan penyair. Isi syair biasanya sarat dengan nasihat, perasaan, atau gambaran peristiwa tertentu. Contohnya bisa dilihat pada syair bertema alam berikut:Hutan gundul tak lagi asri
Air sungai pun mulai keruh sekali
Manusia lupa menjaga bumi
Hingga bencana datang silih bergantiMentari terbit tak sehangat dulu
Langit kelabu menutup biru
Burung enggan hinggap di kayu
Tanda alam sedang merana pilu - Berakhiran Rima a-a-a-a
Ciri khas lain dari syair adalah pola rima akhir yang seragam, biasanya dengan format a-a-a-a. Hal ini membuat syair terdengar lebih harmonis dan mudah diingat saat dilantunkan. Contoh syair dengan pola rima tersebut adalah sebagai berikut:Ilmu berguna sepanjang masa
Menuntun hidup menuju cahaya
Hati yang sabar membawa bahagia
Jalan kebaikan tiada binasa - Berisi Cerita Atau Pesan
Syair umumnya tidak hanya berupa rangkaian kata indah, tetapi juga menyimpan cerita atau pesan tertentu. Tema yang diangkat bisa seputar kisah sejarah, ajaran agama, dongeng rakyat, hingga nasihat moral. Melalui syair, penyair berusaha menyampaikan nilai-nilai yang dapat direnungkan dan dipetik hikmahnya oleh pembaca maupun pendengar.
Contoh syair bertema kehidupan:
Waktu berlalu tak pernah kembali
Hari berganti silih berganti
Gunakan hidup dengan sebaik hati
Supaya bahagia hingga nanti
Ciri khas dan contoh syair dengan berbagai tema
Dalam penulisannya, syair memiliki ciri khas yang membedakannya dari bentuk sastra lain. Berikut adalah beberapa ciri khas syair :
- Syair bersajak a-a-a-a
- Tiap baitnya terdiri dari empat baris dan memberi arti sebagai satu kesatuan
- Tiap baris terdiri dari 8 sampai 14 suku kata dan semuanya merupakan isi
- Bahasa syair berbentuk kiasan
- Syair berisi tentang nasihat atau petuah dan cerita
Struktur Syair
Selain ciri-ciri, pembaca juga perlu memahami struktur syair yang membentuk keindahan karya ini. Pada dasarnya, syair tersusun dari bait-bait yang tiap bait terdiri atas empat baris. Setiap baris biasanya memiliki jumlah kata dan suku kata yang seimbang sehingga menimbulkan irama yang indah. Seluruh baris dalam syair berfungsi sebagai isi, bukan sampiran, sehingga pesan yang ingin disampaikan terasa lebih jelas. Struktur yang teratur ini membuat syair mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nasihat, cerita sejarah, hingga ajaran agama. Jika Anda ingin mengasah kemampuan menulis dan memahami kaidahnya lebih mendalam, Anda bisa mengikuti kursus online bahasa indonesia.
Jenis-Jenis Syair
Syair dalam sastra lama memiliki beberapa kategori. Secara umum, syair dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu syair bertema cinta atau romantis, syair panji yang biasanya menceritakan kepahlawanan, syair bernuansa agama, syair yang sarat kiasan atau perumpamaan, serta syair yang memuat kisah sejarah. Berikut uraian masing-masing jenisnya:
- Syair Romantis
Jenis syair ini mengangkat tema percintaan atau kasih sayang. Umumnya ditemukan dalam kisah-kisah hikayat, dongeng, maupun cerita penghibur. Salah satu contoh syair bertema romantis adalah Syair Bidasari, yang mengisahkan seorang putri raja yang dibuang, lalu dipertemukan kembali dengan seorang bangsawan muda yang akhirnya menolong dan mencintainya.Contoh syair romantis :
Cinta hadir bagai cahaya
Menyinari jiwa tanpa hampa
Hati terpaut karena asmara
Menyatu indah sepanjang masa
Wahai kasih dengarlah rindu
Terukir jelas dalam kalbu
Meski jarak terbentang jauh
Cinta sejati tak akan rapuh
Rindu mengalir tiada henti
Seperti ombak menuju tepi
Kasih terjaga dalam sanubari
Hingga akhir waktu nanti
- Syair Panji
Syair jenis ini biasanya menggambarkan kehidupan para bangsawan, tokoh kerajaan, serta suasana di lingkungan istana. Ceritanya sering dihubungkan dengan legenda atau kisah rakyat Jawa yang populer. Misalnya, kisah Roro Jonggrang bersama Bandung Bondowoso dapat dijadikan contoh syair panji. Selain itu, cerita tentang Dayang Sumbi maupun Ken Tambuhan juga termasuk ke dalam kategori syair panji yang cukup terkenal. - Syair Sejarah
Sesuai namanya, syair ini bercerita sesuai sejarah yang benar-benar terjadi. Kebanyakan isi syairnya tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah syair Perang Mengkasar, Hikayat Puteri Johar Manikam, dan Saksi Kalimantan Selatan. - Syair Kiasan
Jenis syair ini biasanya menampilkan cerita percintaan atau hubungan antar tokoh yang digambarkan melalui simbol-simbol alam, seperti bunga, buah, burung, atau ikan. Di balik kisah tersebut, syair kiasan mengandung perumpamaan, sindiran, atau pesan tersembunyi yang merujuk pada keadaan tertentu. Salah satu contoh yang cukup terkenal adalah Syair Burung Pungguk. - Syair Agama
Jenis terakhir adalah syair bernuansa keagamaan, yang memuat ajaran-ajaran spiritual dan nilai moral. Syair ini umumnya dibagi menjadi empat kategori, yakni syair sufi yang berisi ajaran tasawuf, syair nasihat yang menekankan akhlak mulia, syair kisah nabi yang menceritakan perjalanan para nabi, serta syair tentang tuntunan hidup dalam ajaran Islam.
Baca artikel Kami untuk mencari tahu ciri khas hikayat!
Untuk memperdalam pemahaman, mari kita simak 5 contoh syair dengan berbagai tema di bawah ini.
Contoh Syair Agama
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Apabila engkau kesulitan
Dan menerima segala cobaan
Memohonlah kepada Tuhan
Pasti Tuhan mengabulkan
Jangan lupa kepadanya
Patuhilah perintahnya
Bertaubatlah kepadanya
Pasti Tuhan menerimanya
Ingatlah pada dosamu
Ingatlah akan kelalaianmu
Perbaiki hati dan dirimu
Tuhan pasti kan menyayangimu
Contoh Syair Nasihat
Orang kaya jangan suka menghina
Karena kaya miskin sama saja
Tiada manusia yang hina
Karena hidup itu layaknya roda
Yang kaya harusnya keluarkan sedekah
Pandang orang yang posisinya di bawah
Jangan arahkan kepala menengadah
Agar diri tidak tergoda untuk bermewah
Jangan kau menimbun harta
Karenanya akan membuatmu lupa
Akan kehidupan setelahnya
Yang abadi selamanya
Jangan risau dengan cobaan
Jangan bersedih karena kesulitan
Berdoa saja pada Tuhan
Insya Allah Dia kan kabulkan
Jika berteman jangan bergaduh
Tak ada gunanya bila bermusuh
Jangan pula bersikap angkuh
Karena tersisih membuat hidup keruh
Contoh Syair Pendidikan
Ilmu akan membuatmu terjaga
Dari suramnya waktu serta masa
Cemerlang nantinya akan senantiasa
Menyinarimu saat masa dewasa
Ke sekolah luruskan niatmu
Tekadkan hati mencari ilmu
Tak ada rugi belajar tiap waktu
Supaya baik masa depanmu
Dengarlah para anak muda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tak akan habis dieja
Untuk bekal sepanjang usia
Ayo ke sekolah tak perlu malas
Belajar yang rajin di masing-masing kelas
Jaga sikap jangan jadi orang culas
Jangan biarkan hati berubah keras
3 Contoh Syair Sejarah
Syair Perang Makassar
Bermula kalam kami tuliskan
Segenap pikiran dicurahkan
Untuk menyusun syair kesejarahan
Merangkai kejadian secara berurutan
Adapun nama syair yang dituliskan
Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan
Sebagai bahan pengetahuan
Untuk Saudara, Kawan sekalian
Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan
Tidak berupa benda bertuliskan
Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan
Menurut penelitian para sejarawan
Bekas kerajaan yang dapat disebutkan
Seperti Candi Agung bukti peninggalan
Letaknya di Amuntai sudah dipastikan
Pemugarannya pun sudah dilakukan
Syair Negaradipa
Bermula kisah kita mulai
Zaman dahulu zaman bahari
Asal mulanya sebuah negeri
Timbulnya kerajaan Raja di Candi
Kerajaan bernama Negara Dipa
Raja pertama Empu Jatmik
Putra tunggal Mangkubumi dengan Sitira
Asal Negeri Keling di Tanah Jawa
Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang bijaksana
Berputera seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya
Hikayat Puteri Johar Manikam
Harganya murah ayuhai akhwan
tawar menawar boleh ketahuan
tiadalah tinggi wajah bangsawan
dengan yang patut Tuan tawarkan
Adat berniaga demikian itulah
tawar menawar bukannya salah
dengan yang patut Tuan khabarlah
dapat ta’dapat dicobakanlah

Contoh syair Kiasan
Syair Burung Pungguk
Dengarlah Tuan mula rencana
Disuratkan oleh dagang yang hina
Karangan janggal banyak tak kena
Daripada paham belum sempurna
Daripada hari sangatlah morong
Dikarang syair seekor burung
Sakitnya kasih sudah terdorong
Gila merawan segenap lorong
Pertama mula pungguk merindu
Berbunyilah guruh mendayu-dayu
Hatinya rawan bercampur pilu
Seperti dirilis dengan sembilu
Pungguk bermadah seraya merawan
Wahai bulan, terbitlah Tuan
Gundahmu tidak berketahuan
Keluarlah bulan tercelalah awan
Unsur-Unsur Syair
Unsur-unsur syair dibagi menjadi dua yaitu intrinsik dan ekstrinsik, berikut penjelasannya:
- Unsur Intrinsik
- Tema: gagasan utama yang hendak ditonjolkan penyair kepada pendengar atau pembaca. Tema dalam syair bisa sangat luas, misalnya tentang keagamaan, keindahan alam, sosial-budaya, pendidikan, kemanusiaan, dan lain sebagainya.
- Perasaan: emosi atau ekspresi batin penyair yang dituangkan melalui baris syair, bisa mencerminkan pandangan hidup, watak, atau ciri khas si penulis.
- Nada: sikap dan tekanan yang hadir dalam syair, misalnya bernuansa menghibur, menasihati, menyindir, mengkritik, menunjukkan belas kasih, atau membangkitkan semangat.
- Amanat: inti pesan atau pelajaran yang diharapkan bisa dipahami dan diambil hikmahnya oleh pembaca dari isi syair tersebut.
- Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik merupakan hal-hal yang memengaruhi syair dari luar karya itu sendiri. Faktor ini bisa berupa latar belakang kehidupan penyair, kondisi sosial-budaya di sekitarnya, tradisi atau kebiasaan masyarakat, hingga tingkat pendidikan dan pengalaman hidup penyair yang berperan dalam membentuk isi syair.
Sering kali muncul pertanyaan sederhana namun penting: apa yang kamu ketahui tentang syair? Pertanyaan ini sebenarnya mengajak kita untuk merenung kembali bahwa syair bukan hanya sekadar rangkaian kata indah, melainkan juga sarana untuk menyampaikan pesan moral, nasihat, kisah sejarah, hingga nilai kehidupan. Dengan memahami syair, kita tidak hanya belajar tentang sastra, tetapi juga tentang budaya, ajaran, serta perjalanan panjang masyarakat Nusantara. Itulah mengapa mempelajari syair akan selalu relevan, baik bagi pelajar, peneliti, maupun siapa pun yang ingin mengenal kekayaan sastra Indonesia.
Menarik bukan belajar tentang syair? Sudah bisakah Anda menulis sebuah syair? Manakah syair yang paling Anda sukai? Syair pendidikan atau syair nasihat? Mari perdalam lagi menjelajah syair bersama tutor terbaik Superprof. Anda dapat menanyakan pertanyaan paling sulit kepada tutor Kami, misal bolehkah membuat kalimat majemuk di dalam syair?. Tentu tutor Kami akan membantu Anda.
Ringkaskan dengan AI









