Apakah Anda pernah mengamati bagaimana kecambah tumbuh? Atau mengamati proses metamorfosis sempurna dari kupu-kupu? atau mengamati bagaimana perilaku manusia ketika merasa senang? Setelah melakukan pengamatan ini, sering kali Anda perlu menuliskan hasil tersebut dalam sebuah laporan. Laporan hasil observasi ini dikenal dengan sebutan teks laporan hasil observasi.
Fungsi teks laporan adalah untuk menyampaikan hasil observasi secara sistematis, jelas, dan terstruktur, sehingga dapat dipahami oleh orang lain yang membaca laporan tersebut. Bagaimana struktur menulis teks LHO yang tepat? Simak penjelasannya dibawah ini!
Cek di sini jika sedang mencari guru bahasa Indonesia online
Apa yang Dimaksud dengan Teks Laporan Hasil Observasi

Sebelum membahas lebih jauh tentang struktur teks laporan hasil observasi, pertama-tama Anda perlu memahami pengertian teks laporan hasil observasi. Observasi merupakan prosedur yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi melalui proses pengamatan yang teliti terhadap objek atau fenomena tertentu. Hasil dari pengamatan ini biasanya dicatat dalam bentuk laporan yang dikenal dengan teks laporan hasil observasi (LHO).
Teks LHO adalah teks yang berisi informasi terkait suatu objek atau situasi yang diperoleh melalui investigasi atau penelitian yang terstruktur. Teks ini dibuat untuk menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan mendetail mengenai objek yang diamati. Dalam proses teks laporan, penulis akan menggambarkan objek yang telah diamati dan memberikan penjelasan yang dapat dipercaya.
Memahami pengertian teks LHO ini sangat penting karena teks ini berfungsi sebagai alat pendokumentasian dan sumber informasi yang dapat diandalkan. Teks observasi adalah laporan yang menyampaikan hasil pengamatan langsung yang telah dilakukan oleh pengamat atau peneliti. Selain itu, teks LHO seringkali digunakan dalam dunia pendidikan sebagai bentuk pelaporan tugas yang berhubungan dengan kegiatan observasi.
Teks laporan hasil observasi memiliki sejumlah ciri-ciri teks LHO yang membedakannya dari teks lainnya. Berikut adalah ciri ciri teks LHO:
- Bersifat universal dan objektif: Teks laporan hasil observasi ditulis dengan fakta yang obyektif dan bisa dipahami oleh orang dari berbagai latar belakang.
- Hanya berfokus pada satu objek: Laporan hanya berfokus pada satu objek yang diamati untuk menghindari kebingungannya.
- Ditulis dengan lengkap dan sempurna: Informasi yang disampaikan dalam laporan harus lengkap dan tidak ada yang terlewat.
- Ditulis berdasarkan fakta: Semua informasi dalam teks merupakan hasil pengamatan nyata yang dilakukan penulis.
- Merupakan hasil penelitian terkini dan sudah terbukti kebenarannya: Penulis menyampaikan temuan-temuan terbaru yang sudah diverifikasi.
- Harus netral dan apa adanya: Teks laporan harus bebas dari subjektivitas atau spekulasi yang tidak berdasar.
- Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan sub-kelas yang terdapat di dalamnya: Penjelasan dalam teks harus terstruktur dengan baik dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian yang ada.
Bagaimana Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Struktur teks laporan hasil observasi adalah susunan bagian-bagian dalam teks yang disusun secara sistematis untuk memudahkan pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan. Struktur yang jelas dan teratur akan membantu pembaca memperoleh informasi dengan mudah. Berikut adalah penjelasan mengenai struktur teks laporan hasil observasi yang terdiri dari empat elemen utama:
A. Judul
Judul merupakan bagian pertama dalam struktur teks lho yang memberi gambaran tentang objek yang diamati. Judul harus singkat, jelas, dan menggambarkan inti dari laporan tersebut. Misalnya, jika Anda mengamati pertumbuhan dari kacang hijau, judulnya bisa menggunakan “Observasi Terhadapa Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau”.
Judul harus spesifik dan relevan dengan topik yang dibahas. Judul ini berfungsi untuk memberi pembaca gambaran umum mengenai topik yang akan dibahas dalam laporan tersebut.
B. Klasifikasi Umum
Klasifikasi umum adalah bagian yang memberikan gambaran umum mengenai objek atau fenomena yang diamati. Pada bagian ini, Anda harus menguraikan objek pengamatan secara luas dan menyajikan informasi dasar tentang objek yang akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian deskripsi.
Misalnya, jika objek yang diamati adalah kacang hijau, bagian ini dapat menjelaskan jenis tumbuhan secara umum, habitatnya, serta ciri-ciri dasar tumbuhan tersebut. Sebagai contoh:
“Tanaman kacang hijau adalah jenis tanaman polong-polongan yang termasuk dalam keluarga Fabaceae. Tanaman ini memiliki batang yang lunak dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Tanaman kacang hijau sering digunakan dalam pertanian untuk dikonsumsi bijinya yang kaya akan protein.”
C. Deskripsi
Deskripsi adalah bagian yang memberikan rincian mendalam mengenai objek yang diamati. Di bagian ini, Anda dapat menjelaskan secara terperinci ciri-ciri objek, seperti warna, bentuk, ukuran, perilaku, fungsi, atau peran objek tersebut. Dalam bagian deskripsi, Anad juga bisa memasukkan data dan hasil pengamatan secara numerik atau kualitatif yang didapatkan selama observasi.
Misalnya, jika Anda mengamati kecambah yang sedang tumbuh, bagian deskripsi akan mencakup informasi tentang ukuran kecambah, bentuk daun, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya, seperti suhu dan kelembapan. Sebagai contoh:
“Kecambah yang diamati tumbuh dengan panjang rata-rata 5 cm setelah 3 hari penanaman. Daunnya berwarna hijau terang dan berbentuk oval. Kondisi suhu yang optimal untuk pertumbuhannya adalah antara 22°C-28°C dengan kelembapan 70%.”
D. Kesimpulan
Kesimpulan adalah bagian akhir dari teks laporan hasil observasi yang merangkum temuan-temuan penting dari proses pengamatan. Dalam bagian ini, Anda dapat menyimpulkan hasil dari observasi yang telah dilakukan, baik dalam bentuk ringkasan atau rekomendasi. Kesimpulan dapat berisi informasi tentang kesuksesan atau kegagalan objek dalam menjalani proses yang diamati.
Misalnya, setelah mengamati pertumbuhan kecambah, kesimpulannya bisa menyatakan bahwa kecambah tumbuh dengan baik pada suhu tertentu dan kelembapan yang ideal. Sebagai contoh:
“Berdasarkan hasil observasi, kecambah tumbuh dengan baik pada suhu 25°C dan kelembapan 75%. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor suhu dan kelembapan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan kecambah.”
Struktur teks laporan hasil observasi ini penting untuk mempermudah pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan. Penyusunan laporan yang sistematis juga membantu agar data yang diperoleh dari observasi dapat diterima dan digunakan secara efektif.
Klik disini untuk mempelajari artikel kami lainnya tentang teks negosiasi!
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi
Sebelum Anda mulai mencoba membuat teks laporan hasil observasi, ada baiknya melihat contoh teks observasi dengan beragam tema agar memiliki gambaran umum tentang cara menyusun teks ini dengan baik. Simak contoh laporan hasil observasi berikut.
- Contoh Laporan Observasi Mengenai Hewan

Kucing
Klasifikasi umum:
Kucing merupakan binatang peliharaan yang paling populer dari kelas mamalia. Berdasarkan makannya, kucing termasuk binatang karnivora karena pemakan daging. Ciri karnivora terlihat dari struktur gigi kucing yang tajam dan bertaring. Kucing Felis Catus merupakan kucing piaraan atau rumahan yang sering kita lihat berkeliaran. Kucing jenis ini disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (nama ilmiah felis silvestris catus atau feliscatus). Kata “kucing” biasanya merujuk kepada hewan yang telah dijinakkan.
Kucing dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan asalnya dikenal adanya kucing kampung (Indonesia), kucing anggora, kucing persia, dan kucing hutan. Kucing berdasarkan garis keturunan ada dua kelompok, yaitu kucing galur murni dan keturunan campuran. Tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
Deskripsi:
Kucing memiliki mata yang cukup unik.Mata/penglihatan yang tajam berfungsi untuk mencari mangsa pada malam hari. Kucing juga dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Hal ini karena kucing memiliki selaput pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit jika terkena cahaya yang amat terang. Seperti kebanyakan predator, kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang karena kucing memiliki persepsi yang lemah.
Ciri fisik kucing yang lain adalah memiliki kumis (misai). Kucing memiliki misai yang berfungsi untuk menentukan arah saat berjalan di ruang yang gelap maupun di tengah kegelapan malam. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil. Kumis ini juga dapat digunakan oleh kucing untuk menentukan apakah badannya dapat melewati ruangan yang sempit (seperti pipa), karena jarak antara kedua ujung kumis kucing hampir sama dengan lebar tubuhnya. Selain kumis, ciri khusus lain terdapat pada kaki dan telinga kucing. Kucing memiliki bantalan halus di telapak kakinya. Bantalan ini berfungsi untuk memperkecil suara langkah kakinya dalam berjalan sehingga musuh/mangsanya tidak mendengar dan mengetahui kedatangan kucing. Sebagai anggota mamalia, kucing memiliki tiga tulang kuping yang berukuran kecil dan dikenal dengan nama ossicles. Dengan tulang ini kucing dapat mendeteksi suara-suara yang sangat halus. Alat keseimbangan pada telinga berfungsi untuk mengatur keseimbangan pendengarannya sehingga jika kucing jatuh tetap dalam keadaan berdiri.
Kesimpulan:
Seperti halnya hewan yang telah mengalami penjinakan, kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Kucing banyak dimanfaatkan manusia untuk menangkap tikus-tikus.
Periksa di sini untuk kursus bahasa Indonesia di Jakarta
- Contoh Laporan Observasi Mengenai Tumbuhan

Bunga Bangkai
Klasifikasi umum:
Bunga bangkai merupakan salah satu tanaman langka yang terdapat di Indonesia. Ia memiliki nama ilmiah, yaitu Rafflesia arnoldii. Ukurannya sangat besar dan dapat menjulang tinggi hingga empat meter.
Deskripsi:
Tanaman ini dinamakan bunga bangkai karena ia mengeluarkan bau busuk yang amat menyengat. Meski begitu, bau ini memiliki dua peran yang sangat penting, yaitu sebagai perlindungan dan penarik perhatian serangga yang membantu proses penyerbukan.
Saat mekar, kelopak luar dari bunga ini terlihat berwarna putih, sedangkan bagian mahkotanya berwarna merah keunguan serupa magenta. Meski fisiknya terlihat besar dan kokoh, tapi masa hidupnya hanya tujuh hari sebelum kemudian mati.
Kesimpulan:
Habitat asli bunga bangkai adalah di hutan Sumatera. Namun karena terancam punah, ia mulai dikonservasi di banyak tempat. Salah satunya adalah di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Penebangan liar dan perubahan iklim adalah beberapa faktor yang menyebabkan bunga bangkai menjadi langka dan sangat sulit ditemukan.
Sekarang setelah memahami contoh teks LHO, saatnya Anda mencoba membuat teks laporan hasil observasi Anda sendiri. Dengan praktik membuat teks hasil observasi, Anda akan semakin paham dan tidak bingung saat diminta menyusun teks laporan hasil observasi. Jangan ragu untuk mencoba menyusun teks laporan hasil observasi tentang objek yang ada di sekitar Anda.
Jika Anda sedang kesulitan ketika mempelajari tentang struktur teks laporan, Anda dapat mencari les bahasa indonesia di Superprof. Di Superprof, Anda bisa menemukan pengajar yang berpengalaman untuk membantu Anda memahami teks laporan hasil observasi dengan lebih baik.
Lalu bagaimana contoh teks negosiasi yang benar?
Ringkaskan dengan AI









