Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal berbagai jenis kalimat, salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam penulisan dan percakapan adalah kalimat kompleks. Tetapi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kalimat kompleks? Kalimat ini mungkin terdengar sedikit rumit, tapi tenang, kami akan jelaskan secara jelas dan mudah dipahami. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai kalimat kompleks, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga contoh kalimat kompleks yang dapat membantu Anda lebih memahaminya. Siap? Yuk, kita mulai!
Apa Itu Kalimat Kompleks?
Kalimat komplek adalah kalimat yang terdiri dari lebih dari satu klausa. Kalau Anda masih bingung, jangan khawatir. Mari kita uraikan lebih lanjut. Dalam kalimat kompleks, kita punya dua jenis klausa, yaitu klausa utama (atau induk kalimat) dan klausa subordinatif (atau anak kalimat). Klausa utama bisa berdiri sendiri sebagai kalimat yang lengkap, sementara klausa subordinatif tidak bisa berdiri sendiri dan harus bergantung pada klausa utama untuk memberikan makna yang utuh. Jadi, klausa subordinatif ini ibarat anak yang bergantung pada induknya—ya, seperti anak yang selalu menunggu izin dari orang tuanya untuk melakukan sesuatu.
Contohnya, dalam kalimat “Meskipun hujan deras, kami tetap pergi ke pasar”, klausa utama adalah “kami tetap pergi ke pasar”, dan klausa subordinatifnya adalah “meskipun hujan deras”. Kalau kita memisahkan kedua klausa ini, kalimat pertama tetap jelas, tapi klausa subordinatif terasa kurang lengkap tanpa klausa utama. Itulah kenapa kalimat kompleks memiliki struktur yang lebih kaya dan memberikan informasi lebih mendalam dalam satu kalimat.
Jenis-Jenis Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks terbagi menjadi dua jenis berdasarkan hubungan antara klausa-klausa di dalamnya, yaitu kalimat teks kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik. Nah, mari kita lihat lebih detail mengenai kedua jenis kalimat ini.
Kalimat Kompleks Parataktik
Kalimat kompleks parataktik terdiri dari dua klausa yang memiliki hubungan setara. Apa maksudnya? Artinya, kedua klausa dalam kalimat ini bisa berdiri sendiri sebagai kalimat yang utuh. Namun, klausa-klausa tersebut digabungkan dengan konjungsi tertentu, seperti “dan”, “tetapi”, “sedangkan”, atau “atau”. Jadi, kalau kita pisahkan dua klausa tersebut, tetap akan menghasilkan kalimat yang jelas.
Contoh kalimat kompleks parataktik adalah “Aku membeli sepatu baru, tetapi ukurannya kebesaran.” Di sini, kedua klausa memiliki hubungan setara. “Aku membeli sepatu baru” adalah klausa utama yang bisa berdiri sendiri, dan “ukurannya kebesaran” adalah klausa kedua yang juga bisa berdiri sendiri, tetapi keduanya dihubungkan dengan kata penghubung “tetapi” untuk menunjukkan adanya kontras antara dua peristiwa tersebut.
Kalimat Kompleks Hipotaktik
Kalimat kompleks hipotaktik sedikit berbeda. Kalimat ini terdiri dari dua klausa yang tidak setara, yaitu klausa utama dan klausa subordinatif. Klausa subordinatif selalu bergantung pada klausa utama, sehingga klausa subordinatif tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat yang utuh.
Contohnya, dalam kalimat “Bunda akan memberikan hadiah kepadaku, jika aku juara lomba”, klausa utama adalah “Bunda akan memberikan hadiah kepadaku”, sedangkan klausa subordinatifnya adalah “jika aku juara lomba”. Dalam hal ini, klausa subordinatif “jika aku juara lomba” tidak bisa berdiri sendiri tanpa klausa utama. Jadi, kalimat hipotaktik memberikan informasi tambahan yang melengkapi klausa utama dengan syarat atau keterangan.
Pelajari juga cerpen atau cerita pendek
Contoh Kalimat Kompleks

Penggunaan kalimat kompleks sangat umum dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam percakapan maupun penulisan. Kalimat kompleks memungkinkan kita untuk menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan menyatakan dua peristiwa atau kejadian yang terjadi bersamaan atau saling berhubungan. Berikut adalah beberapa kalimat kompleks contoh dalam kehidupan sehari-hari:
“Dia pergi ke pasar, sedangkan saya tinggal di rumah.”
Di sini, kita memiliki dua klausa yang dihubungkan oleh konjungsi “sedangkan”. Klausa utama “Dia pergi ke pasar” menyatakan suatu kejadian, sementara klausa subordinatif “saya tinggal di rumah” memberikan informasi tambahan yang melengkapi kalimat.
“Meskipun cuaca buruk, mereka tetap melanjutkan perjalanan ke pantai.”
Kalimat ini menunjukkan hubungan kontradiktif antara dua klausa yang dihubungkan oleh “meskipun”. Di sini, klausa subordinatif “meskipun cuaca buruk” memberikan konteks atau syarat untuk klausa utama “mereka tetap melanjutkan perjalanan ke pantai”.
“Ibu sedang memasak, sementara ayah sedang membaca koran tentang ceramah.”
Dalam kalimat ini, dua peristiwa yang terjadi bersamaan dihubungkan dengan konjungsi “sementara”. Klausa utama “Ibu sedang memasak” diikuti oleh klausa subordinatif “ayah sedang membaca koran tentang ceramah”, yang memberikan informasi tambahan mengenai kegiatan ayah.
“Aku ingin pergi ke konser, jika tiketnya masih tersedia.”
Kalimat ini menunjukkan hubungan sebab-akibat antara klausa utama dan subordinatif. Klausa subordinatif “jika tiketnya masih tersedia” memberikan syarat bagi klausa utama “Aku ingin pergi ke konser”.
“Saat aku sedang bekerja, teman-temanku sedang bersantai di kafe.”
Dalam kalimat ini, kedua klausa “Aku sedang bekerja” dan “teman-temanku sedang bersantai di kafe” menggambarkan dua peristiwa yang ber langsung bersamaan, dihubungkan dengan konjungsi “saat”.
Kalimat-kalimat di atas menunjukkan bagaimana kalimat kompleks dapat digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa yang terjadi bersamaan atau untuk memberikan keterangan tambahan. Semakin sering Anda menggunakan kalimat kompleks, semakin lancar pula kemampuan berbahasa Anda, baik dalam berbicara maupun menulis.
Cari Guru Privat Bahasa Indonesia? Di Superprof Aja
Itulah penjelasan dari materi kalimat kompleks. Jika Anda merasa kesulitan dalam mempelajarinya atau ingin memperdalam pemahaman Anda tentang kalimat kompleks, tidak ada salahnya meminta bantuan guru privat. Dengan adanya guru privat, Anda bisa belajar dengan lebih fokus dan mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika Anda ingin mencari guru privat yang berpengalaman dalam mengajarkan bahasa Indonesia, Superprof adalah pilihan yang tepat. Di Superprof, Anda dapat menemukan berbagai guru privat yang siap membantu Anda memahami berbagai materi bahasa Indonesia, termasuk kalimat kompleks adalah dan contohnya. Jangan ragu untuk mencari guru yang sesuai dengan gaya belajar Anda di Superprof!
Dengan bimbingan dari guru privat, Anda akan lebih mudah memahami konsep-konsep dalam bahasa Indonesia, termasuk kalimat kompleks. Jadi, tunggu apa lagi? Cari guru privat di Superprof dan mulailah perjalanan belajar Anda sekarang juga!
Ringkaskan dengan AI









