Entah Anda sudah lama berkecimpung dengan catur, atau baru mulai tertarik dengan catur setelah menonton The Queen’s Gambit, Anda pasti tahu bahwa catur yang sebenarnya tidak seheboh dan seaktif yang digambarkan dalam serial tersebut.
Tapi catur tetap saja menarik. Jangan mengira bahwa catur itu membosankan hanya karena para pemainnya cuma duduk di tempat saja, dan yang bergerak hanya bidaknya saja.
Di kalangan para penggemar catur, mindfulness tengah menjadi pembicaraan hangat selama pandemi, dimana mereka meyakini bahwa mindfulness dapat mengurangi trauma psikologis akibat terisolasi dan terhalang dari menjalankan hobinya selama pandemi.
Pembicaraan mengenai mindfulness sebenarnya sudah muncul jauh sebelum COVID datang. Selama 20 tahun terakhir, gerakan mindfulness sebenarnya sudah banyak dikenal di kalangan para pekerja yang memiliki tingkat stres tinggi seperti di bidang finansial dan perdagangan internasional.
Namun sebenarnya mindfulness, sebagaimana catur, jauh lebih tua daripada itu. Mindfulness berasal dari suatu ritual penganut agama Budha yang bernama sati - sebuah kata yang jika diterjemahkan akan berarti ‘mindfulness’ dan ‘awareness’
Jadi, bagaimana sebenarnya cara mempraktikkan mindfulness? Apa manfaat yang bisa didapatkan? Dan apa hubungan antara ritual agama Budha ini dengan catur?
Jangan ragu untuk ikut dalam diskusi Superprof ini; kami ingin mendengarkan pendapat Anda mengenai topik ini.
Apa itu Mindfulness?
Biasanya, orang-orang menganggap Buddhisme atau Budha sebagai suatu istilah umum yang mencakup veganisme dan vegetarian, yoga dan meditasi, serta berbagai praktik spritual kekinian lainnya. Anggapan tersebut bisa dikatakan benar jika memandang Buddhisme sebagai gaya hidup, namun perlu diketahui bahwa konsep tersebut tidaklah bersifat eksklusif.
Maksudnya, Anda tidak mesti menjadi seorang Buddhist atau penganut Budha untuk bisa menjadi seorang vegetarian atau menjalankan yoga dan meditasi. Maka, tidak mengherankan ketika banyak orang yang mengikuti ajaran tertentu dari agama Budha sambil tetap menikmati daging dan ikan.

Yang menjadi masalah dalam memandang Buddhisme adalah batasannya, baik terkait batasan cara memahami Buddhisme maupun batasan seberapa jauh ajarannya diterapkan. Tapi kita tidak perlu tahu seberapa jauh jangkauan Buddhisme sebenarnya; kita bisa mulai dari mindfulness kemudian menyimpulkannya untuk diri kita sendiri.
Dalam lima tahun terakhir, mindfulness telah menjadi suatu kunci untuk bisa menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri.
Sebelum menjadi sepopuler saat ini, para psikologis dan psikiater telah melatih pasien mereka untuk menerapkan teknik mindfulness guna melawan stres, anxiety, dan depresi. Di sisi lain di bidang kedokteran, para pasien diajarkan menerapkan mindfulness untuk menghadapi berbagai situasi mulai dari mengatur berat badan hingga depresi pasca persalinan.
Bahkan, para atlet - pemain sepak bola dan pemain catur, telah mempraktikkan mindfulness untuk meningkatkan performa mereka dan memfokuskan pikiran mereka pada pertandingan yang sedang mereka hadapi.
Anda sudah tahu bahwa catur itu termasuk olahraga, bukan?
Bagaimana bisa sesuatu yang digunakan untuk mengobati suatu kondisi kejiwaan dan medis bisa meningkatkan performa atlet?
Itulah manfaat besar mindfulness. Mindfulness berbeda dengan meditasi - suatu cara untuk mencari kedamaian dalam diri, bukan juga suatu cara untuk melakukan pelarian. Faktanya, mindfulness adalah kebalikan dari pelarian. Mindfulness berarti sepenuhnya fokus pada momen saat itu, tanpa berkomentar maupun mengkritik sedikitpun.
Apa hubungannya dengan catur?
Apa Kesamaan Catur dengan Mindfulness?
Mencurahkan segenap perhatian pada setiap hal yang terjadi pada satu momen tentu sangat melelahkan, maka dari itu para praktisi mindfulness belajar untuk lebih selektif lagi dalam memilih hal apa yang harus mereka perhatikan secara penuh dalam satu momen.
Begitu pula dengan memikirkan seluruh aspek cari catur - segala jenis pembukaan, taktik, dan strategi yang ada; teori dan permainan berabad-abad yang lalu, dan betapa pentingnya pengembangan permainan, hal itu semua sudah sangat membuat pemain catur pemula menjadi sangat kewalahan.
Belum lagi serangkaian kemampuan yang harus dikuasai oleh pemain catur agar bisa bermain dengan baik, yaitu kemampuan:
- visualisasi: kemampuan melihat jalannya permainan melalui mata pikiran Anda.
- menganalisa permainan saat ini
- memilih taktik dan strategi yang tepat dalam menghadapi gerakan lawan
- menyelidiki kelemahan lawan dan mengukur sejauh mana Anda bisa memanfaatkannya
- merencanakan permainan Anda untuk lima gerakan ke depan (atau lebih)
- intuisi: menerka arah gerakan lawan
Serangkaian kemampuan tersebut, yang juga banyak digunakan oleh para seniman dalam berkarya, sebenarnya tidak ada hubungannya secara langsung dengan catur, namun tentu saja sangat penting untuk dapat memahami permainan catur dengan baik.
Seluruh kemampuan yang dibutuhkan oleh para pemain catur beserta segala data dan informasi masa lalu yang dibutuhkan, membuat para master catur harus mampu mengalihkan fokus mereka dari satu aspek ke aspek lainnya.
Bermain catur membutuhkan kemampuan intelektual seperti mempelajari permainan yang telah lalu, teori-teori catur, dan juga berbagai kemampuan yang sudah dituliskan di atas. Para pemain catur bisa melakukan itu semua dengan sepenuhnya fokus pada momen saat itu; dengan fokus secara penuh dan mengabaikan segala sesuatu di luar permainan.
Dengan kata lain, mereka mindful atau perhatian penuh terhadap apa yang ada di hadapan mereka.

Cara Pemain Catur Menerapkan Mindfulness
Catur memiliki banyak sisi. Beth Harmon, dalam film The Queen’s Gambit, adalah seorang pemain catur luar biasa yang selalu fokus untuk menang. Di luar permainan, kehidupannya jauh berbeda bahkan sangat kacau sampai di akhir serial tersebut. Hal ini memang jarang terjadi di dunia catur, meskipun mungkin Anda melihat adanya kemiripan ‘runtuhnya’ karir Bobby Fischer dengan kisah Beth dalam film tersebut.
Di satu sisi, tidak sedikit para grandmaster catur berhasil mencapai puncak kesuksesannya dengan ketekunan dan pengembangan kemampuan dan kecerdasan mereka.
Tidak diragukan lagi, semua pemain catur ingin menang di setiap permainan yang mereka lakoni, tapi bukanlah itu yang menjadi tujuan utama mereka. Mereka yang mampu melihat catur secara holistik paham benar akan proses panjang yang harus dilalui untuk menjadi grandmaster catur. Di saat yang sama, mereka juga melihat diri mereka secara holistik dan memahami apa yang harus dikembangkan agar bisa meraih gelar tersebut.
Tingkat kesadaran seperti itu pun sudah merupakan salah satu bentuk penerapan mindfulness. Itulah yang diterapkan oleh para master catur.
Para pemain catur sangat perhatian terhadap kebugaran mental dan fisik mereka.
Baru baru ini, dunia dikejutkan dengan mundurnya Simone Biles dari dunia Olimpiade karena kondisi mental ‘twisties’ yang ia alami.
Yang menakjubkan dari keputusan tersebut adalah tingkat kesadaran yang ia miliki: kesadaran akan dirinya dan apa yang bisa diharapkan dari dirinya, serta dampak yang mungkin muncul di kemudian hari. Dia mungkin tidak pernah menduga betapa banyak dukungan yang ia dapatkan, tapi tentu saja ia sudah mengantisipasi hal-hal negatif yang bisa saja menimpa dirinya jika tidak mengambil keputusan tersebut.
Memang, seorang pesenam kelas dunia seperti Biles lebih banyak fokus terhadap kebugaran fisik; dan dedikasinya terhadap kesehatan mental tentu saja sangat mengejutkan kita semua.
Hal yang sama juga terjadi pada para pemain catur. Tidak diragukan lagi bahwa mereka harus mempersiapkan mental dengan baik dalam menghadapi ketatnya persaingan, namun tidak banyak yang menyadari betapa besarnya peran kondisi fisik bagi para pemain catur.
Magnus Carlsen, seorang Juara Dunia Catur saat ini sekaligus pemain catur dengan rating tertinggi di dunia, sangat rajin bermain sepak bola dan tenis. Dia sangat menggemari olahraga tersebut karena membantu menjaga pikirannya tetap jernih.
Pemain catur yang mindful akan menerima kekalahannya sebagaimana ia menerima kemenangannya.
Tidak seperti Beth Harmon yang cenderung akan marah jika kalah - dan kecenderungan ini lah yang diketahui oleh lawannya, lantas dimanfaatkan untuk melawannya, seorang pemain catur yang mindful tetap akan menerima kekalahan dan kemenangan dengan tenang. Bahkan, sesuai dengan kode etik catur, mereka tidak akan menyombongkan kemenangan mereka.
Mengendalikan diri dari euforia kemenangan dan juga muramnya kekalahan akan membantu pemain catur yang mindful dalam mengevaluasi performa mereka secara kritis, meneliti kelemahan yang ada pada diri dan lawan mereka, dan menyesuaikan gaya permainan mereka dengan tepat.

Pemain catur yang mindful selalu percaya diri
Percaya diri dengan arogansi memiliki perbedaan yang sangat tipis. Percaya diri lahir dari pengalaman dan kesadaran diri, sedangkan arogansi biasanya hanya sebatas gertakan saja. Orang arogan akan selalu menceritakan keunggulan mereka...tapi pernahkah Anda mendengar mereka mengakui kelemahan diri mereka sendiri?
Itulah bagian dari mindfulness yang dimiliki pemain catur. Mereka tahu sisi mana yang harus diperbaiki dari permainan mereka, dan mereka juga tahu bagaimana cara menyempurnakan strategi dan taktik mereka.
Rasa hormat dan rendah hati adalah indikator kepercayaan diri - dan mindfulness - seorang pemain catur. Mereka tidak perlu menjatuhkan pemain lain untuk mengangkat diri mereka.
Pemain catur yang mindful selalu termotivasi untuk menang
Pemain catur yang mindful tentu senang ketika menang, tapi bukan itu tujuan utama mereka; tujuan mereka adalah terus menyempurnakan kemampuan mereka. Catur bisa menjadi suatu permainan yang kompetitif, dan sebagaimana olahraga kompetitif lainnya, jika fokusnya hanya pada kemenangan, aspek penting lainnya pun menjadi terabaikan.
Akibatnya mereka kurang memperhatikan strategi lawan, respon lawan, dan tidak peka terhadap jebakan dan serangan lawan - dan tentu bisa berakibat kekalahan. Maka, seorang pemain catur yang mindful akan selalu berusaha fokus dengan momen saat itu, terus mengevaluasi jalannya permainan sembari merencanakan apa gerakan selanjutnya.
Dan jika mereka menang, akan menjadi bonus yang tentu diharapkan.
Pemain catur yang mindful memiliki dedikasi tinggi
Sebagian atlet profesional memandang olahraga yang mereka mainkan sebagai sebuah pekerjaan, sedangkan sebagiannya lagi memandangnya sebagai passion mereka yang sangat mereka gemari.
Hal yang sama juga terjadi pada para pemain catur. Sebagian pemain ada yang memilih untuk remis padahal baru 10 gerakan saja, dan sebagianya lagi akan terus menyelesaikan permainannya sampai benar-benar berakhir dengan kekalahan salah satu dari mereka.
Pemain seperti ini memandang catur sebagai bagian tak terpisahkan dari diri mereka. Tujuannya bukan untuk mengejar uang - uang memang bisa didapatkan dari kompetisi catur, dan juga bukan untuk mengoleksi kemenangan untuk digunakan menyombongkan diri.
Seperti halnya Buddhisme, menjadi seorang master catur itu adalah gaya hidup; yang bisa diraih dengan mindfulness.
Sekarang, coba cari tahu kenapa catur dipandang sebagai suatu keilmuan...









